home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kenali Perbedaan Protein Soya dan Isolat Protein Soya Serta Manfaatnya untuk Tumbuh Kembang Anak

Kenali Perbedaan Protein Soya dan Isolat Protein Soya Serta Manfaatnya untuk Tumbuh Kembang Anak

Dalam memilih susu formula, Anda perlu mempertimbangkan berbagai faktor agar sesuai dengan kondisi anak. Susu soya merupakan salah satu di antara berbagai jenis formula yang tersedia. Namun, ternyata tidak semua formula soya sama. Terdapat formula yang mengandung protein soya dan formula dengan isolat protein soya. Apakah perbedaan antara keduanya dan apa saja manfaat masing-masing protein bagi tumbuh kembang anak? Temukan jawabannya di bawah ini.

Ketahui perbedaan antara protein soya dan isolat protein soya

susu formula bayi

Protein soya memiliki kualitas tinggi yang, jika dibandingkan, setara dengan protein hewani, seperti kasein, putih telur dan daging.

Susu soya berasal dari biji kedelai, sementara isolat protein merupakan bentuk sederhana protein nabati yang ada dalam biji kedelai. Isolat protein soya adalah protein yang diekstraksi melalui berbagai proses termasuk proses pengendapan.

Baik susu soya maupun susu formula isolat protein soya tidak mengandung laktosa, sehingga aman untuk anak dengan intoleransi laktosa, keduanya juga tidak mengandung kasein seperti yang terkandung di susu sapi.

Susu soya pada umumnya dapat diberikan pada anak berdasarkan alasan medis atau non-medis. Indikasi medis penggunaan formula soya pada anak di antaranya seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, yaitu anak yang memiliki intoleransi laktosa dan galaktosemia (kondisi yang menyebabkan si kecil tidak dapat mencerna glukosa).

Untuk alasan non-medis, pertimbangan etis seperti menjalankan gaya hidup tertentu merupakan alasan lain formula soya digunakan, misalnya konsep hidup vegetarian. Tak hanya itu, tren gaya hidup sehat yang sedang ramai di kalangan masyarakat juga menjadi alasan sebagian orang lebih memilih sumber makanan berbasis nabati meski tidak benar-benar berhenti mengonsumsi protein hewani.

Manfaat kedua jenis susu soya bagi tumbuh kembang anak

tumbuh kembang anak 2 tahun

Susu soya dengan isolat protein dan protein soya sama-sama mengandung asam amino. Pada dasarnya, kandungan asam amino pada soya dan susu sapi memiliki kemiripan.

Asam amino terbagi menjadi dua kelompok besar, yaitu asam amino esensial dan asam amino non esensial. Asam amino esensial adalah asam amino yang sangat diperlukan oleh tubuh, tetapi tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh sehingga butuh asupan yang bersumber dari makanan.

Ketika protein dicerna dalam tubuh, yang tersisa adalah asam amino. Tubuh menggunakan asam amino untuk membantu:

  • Mengurai makanan yang dikonsumsi
  • Tumbuh kembang
  • Memperbaiki setiap kerusakan yang terjadi dalam jaringan tubuh
  • Mendukung sebagian besar fungsi tubuh

Susu soya mengandung 8 jenis asam amino esensial. Asam amino non-esensial juga sangat diperlukan oleh tubuh dan sama pentingnya seperti asam amino esensial untuk tumbuh kembang. Namun, asam amino non-esensial dapat disintesis sendiri oleh tubuh dalam jumlah yang memadai dari bahan-bahan yang ada dalam makanan yang dikonsumsi.

Susu formula dengan isolat protein soya yang telah difortifikasi

Formula berbasis isolat protein soya mengandung beberapa jenis bahan utama, yaitu isolat protein itu sendiri, lemak, karbohidrat, dan asam amino. Setelah mengalami proses ekstraksi isolat protein, masih terdapat sedikit kandungan fitat yang dapat mengganggu penyerapan beberapa jenis mineral, sehingga dibutuhkan proses fortifikasi bahan mineral untuk meningkatkan proses penyerapan.

Tujuan penambahan tersebut adalah untuk memenuhi kebutuhan makro maupun mikro nutrien yang diperlukan untuk kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan anak.

Terdapat isu atau mitos bahwa kandungan fitoestrogen pada formula soya dapat mempengaruhi perkembangan seksual atau membuat anak menjadi lebih feminin. Padahal, sampai sekarang belum ada penelitian dan bukti ilmiah yang membenarkan mitos ini sehingga Ibu tidak perlu khawatir (IDAI).

Selain itu proses fortifikasi juga akan meningkatkan penyerapan protein, rasa yang lebih nyaman, serta mengurangi frekuensi perut kembung.

Proses fortifikasi merupakan penambahan kandungan seperti asam amino, vitamin, mineral, serat, maupun komponen lain yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan makronutrien dan mikronutrien anak. Adapun keuntungan dari mengonsumsi formula berbasis protein isolat soya yang terfortifikasi adalah terpenuhinya kebutuhan zat gizi harian anak.

Penelitian yang mendukung penggunaan formula berbasis soya untuk anak

Sebuah metaanalisis tentang keamanan penggunaan formula berbasis soya oleh Vandenplas, dkk. menyimpulkan pemberian susu berbasis isolat soya yang memiliki kandungan fito-estrogen tidak menunjukkan efek samping yang signifikan terhadap fungsi reproduksi.

Konsumsi susu isolat soya tidak menimbulkan permasalahan kekurangan gizi, gangguan perkembangan seksual, penyakit tiroid, penurunan fungsi imun, dan gangguan perkembangan saraf.

Dari penelitian Andres, dkk. tahun 2012, menunjukkan, tidak terdapat perbedaan signifikan dalam tumbuh kembang si kecil yang mengonsumsi formula isolat protein soya dibandingkan dengan anak yang mengkonsumsi formula standar.

Terakhir, penelitian Westmark tahun 2017, menunjukkan tidak ada perbedaan berat badan, tinggi badan dan lingkar kepala antara anak yang mengonsumsi susu sapi dan formula soya.

Susu formula berbasis protein soya merupakan salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan alergi protein susu sapi dan relatif aman diberikan pada bayi. Anda tentu dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter anak mengenai penggunaan susu soya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia). (2014). Rekomendasi Diagnosis dan Tatalaksana Alergi Susu Sapi. Retrieved June 12, 2020, from https://www.idai.or.id/professional-resources/guideline-consensus/rekomendasi-diagnosis-dan-tatalaksana-alergi-susu-sapi

U.S. National Library of Medicine. (2017). Amino acids: MedlinePlus Medical Encyclopedia. Retrieved June 12, 2020, from https://medlineplus.gov/ency/article/002222.htm

Vandenplas, Y., Castrellon, P. G., Rivas, R., Gutiérrez, C. J., Garcia, L. D., Jimenez, J. E., … Alarcon, P. (2014). Safety of soya-based infant formulas in children. British Journal of Nutrition111(8), 1340–1360. https://doi.org/10.1017/S0007114513003942

Andres, A., Cleves, M. A., Bellando, J. B., Pivik, R. T., Casey, P. H., & Badger, T. M. (2012). Developmental Status of 1-Year-Old Infants Fed Breast Milk, Cow’s Milk Formula, or Soy Formula. PEDIATRICS129(6), 1134–1140. https://doi.org/10.1542/peds.2011-3121

Westmark, C. J. (2017). Soy-Based Therapeutic Baby Formulas: Testable Hypotheses Regarding the Pros and Cons. Frontiers in Nutrition3. https://doi.org/10.3389/fnut.2016.00059


Foto Penulis
Ditulis oleh dr. Reza Abdussalam, SpA pada 03/07/2020
Ditinjau oleh dr. Reza Abdussalam, SpA
x