Antara Splenda dan Stevia, Mana Pemanis Buatan yang Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Batasi konsumsi gula jika Anda ingin terbebas dari diabetes. Diabetes membuat Anda harus makan lebih hati-hati. Salah makan bisa membuat gula darah Anda meningkat dan diabetes Anda bertambah parah. Kadang, menggunakan pemanis buatan, seperti splenda dan stevia, dapat membantu mengontrol gula darah bagi para pasien diabetes. Namun, di antara splenda dan stevia, mana yang lebih baik?

Apa itu splenda?

Splenda atau sukralosa merupakan salah satu pemanis buatan yang mempunyai tingkat kemanisan 600 kali lebih manis dibandingkan dengan gula biasa. Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat mencatat bahwa splenda bisa menjadi pengganti gula untuk pembakaran panas yang tinggi, karena sifat panasnya stabil.

Jadi tidak masalah jika splenda digunakan untuk memasak makanan yang dipanggang, ditambahkan dalam minuman panas, dan lainnya.

Splenda juga merupakan pemanis buatan yang bebas kalori. Hal ini karena sebagian besar splenda hanya lewat saja di tubuh Anda, tanpa dicerna. Sehingga, splenda tidak berpengaruh pada gula darah dan asupan kalori Anda. Ini membuat Anda terbebas dari kenaikan berat badan akibat konsumsi gula berlebih, sekaligus mencegah gula darah naik.

Apa itu stevia?

Stevia merupakan pemanis buatan yang terbuat dari daun tanaman Stevia rebaudiana. Berbeda dengan splenda, stevia mempunyai tingkat kemanisan yang lebih rendah, yaitu hanya sebesar 200-400 kali lebih manis dibandingkan gula biasa.

Namun, tenyata tidak semua jenis pemanis stevia aman digunakan. Menurut FDA, pemanis stevia dengan kemurnian tinggi, seperti Rebaudioside A, umumnya aman digunakan. Namun, ekstrak daun stevia mentah tidak termasuk produk stevia yang aman dikonsumsi.

Sama seperti splenda, stevia juga termasuk pemanis buatan yang bebas kalori sehingga dapat menurunkan risiko Anda mengalami kenaikan berat badan. Namun sayangnya, stevia bisa memberi sedikit rasa pahit pada makanan.

pemanis buatan saat hamil

Mana pemanis buatan yang lebih baik antara splenda dan stevia?

Splenda dan stevia, keduanya termasuk pemanis buatan yang mempunyai kemanisan beratus-ratus kali lipat dibandingkan dengan gula meja. Walaupun memberi rasa manis, namun baik splenda maupun stevia tidak memengaruhi kadar gula darah Anda. Sehingga, pemanis buatan ini banyak dimanfaatkan sebagai pengganti gula bagi para diabetesi. 

Jika dibandingkan, splenda mungkin bisa menjadi pilihan yang lebih baik daripada stevia untuk memberi rasa manis pada makanan dengan suhu tinggi, seperti ditambahkan saat membuat adonan kue. Namun, stevia juga tak kalah memberikan rasa manis.

Walaupun sangat bermanfaat dan umumnya aman dikonsumsi, jangan mengonsumsi splenda maupun stevia dalam jumlah berlebihan. Bagaimanapun, splenda dan stevia adalah produk buatan yang bisa menimbulkan risiko dalam jangka panjang (walaupun risiko ini belum diketahui dengan pasti).

Sebuah penelitian dalam Journal of Pharmacology and Pharmacotherapeutics tahun 2011 pernah melaporkan bahwa sukralosa atau splenda dapat menjadi racun dalam kondisi tertentu dan meningkatkan risiko kanker karena termasuk klorida organik. Namun, teori lain mengatakan bahwa proses pencernaan splenda dalam tubuh tidak menyediakan kondisi yang tepat bagi splenda untuk melepas klorida, sehingga risiko splenda menjadi racun dan meningkatkan risiko kanker sangat kecil terjadi.

Yang terpenting dan harus Anda ingat, sebaiknya gunakan splenda atau stevia jika diperlukan saja dan jangan sampai berlebihan. Selain itu, Anda juga masih perlu membatasi konsumsi makanan atau minuman manis dan konsumsi gula tambahan agar gula darah tetap terjaga.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Jenis Olahraga untuk Penderita Diabetes dan Tips Aman Melakukannya

Olahraga penting untuk menjaga kadar gula darah diabetesi. Apa saja pilihan olahraga atau senam untuk penderita diabetes? Bagaimana tips aman melakukannya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Diabetes 11 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit

5 Tanda Gula Darah Anda Terlalu Tinggi, Plus Cara Tepat Mengatasinya

Tak hanya orang diabetes, orang yang sehat juga bisa saja memiliki kadar gula darah tinggi. Apa saja tanda dan gejala gula darah tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 10 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

8 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Pengidap Diabetes

Salah satu kunci utama menjaga kadar gula darah adalah menjaga makanan. Berikut adalah pantangan diabetes yang perlu dihindari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Diabetes 9 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit

Bagaimana Strip Test Gula Darah Bisa Mengetahui Kadar Gula Kita?

Penderita diabetes pasti sudah tidak asing dengan alat tes gula darah. Namun, tahukan Anda bagaimana sebuah strip bisa memberikan informasi sepenting itu?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Konten Bersponsor
alat tes gula darah
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 3 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit


Direkomendasikan untuk Anda

apakah diabetesi boleh makan mi instan

Efek Makan Mi untuk Penderita Diabetes dan Tips Aman Mengonsumsinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
akibat gula darah tinggi

Awas, Ini Akibatnya Jika Gula Darah Anda Terlalu Tinggi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Batasan Kadar Gula Darah yang Normal dalam Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit
hidup tanpa pankreas

Bisakah Seseorang Hidup Tanpa Pankreas?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit