home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengenal Potasium, Nutrisi Penting untuk Jaga Tubuh Sehat Maksimal

Mengenal Potasium, Nutrisi Penting untuk Jaga Tubuh Sehat Maksimal

Potasium atau kalium merupakan nutrisi penting yang diperlukan oleh tubuh. Normalnya, manusia membutuhkan sekitar 100 miligram potasium agar tubuh bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Lantas, apa saja manfaat kalium yang sayang dilewatkan dan dari mana Anda bisa mendapatkan mineral yang satu ini?

Manfaat kalium

Kalium adalah mineral yang dihasilkan secara alami oleh tubuh. Tubuh manusia umumnya memiliki sekitar 98% potasium di dalam tubuh. Dari jumlah tersebut, 80 persen di antaranya ada pada sel otot, sementara sisanya dapat ditemukan di tulang, hati, dan sel darah.

Pada saat kalium masuk ke dalam tubuh, mineral ini akan berfungsi sebagai elektrolit larut untuk menghantarkan listrik. Listrik ini kemudian dipakai untuk mengelola berbagai fungsi organ tubuh, seperti keseimbangan cairan dan kontraksi otot.

Berikut ini beberapa manfaat kalium yang patut Anda ketahui.

1. Menyeimbangkan kadar gula darah

Salah satu manfaat kalium yang sayang Anda lewatkan yakni membantu menyeimbangkan kadar gula darah. Temuan ini telah dibuktikan oleh tim peneliti dari John Hopkins University di Amerika Serikat.

Para peneliti menemukan adanya hubungan antara kadar insulin atau glukosa yang tinggi dengan kadar potasium yang rendah pada orang sehat. Tidak heran bila para penyandang diabetes sering diminta untuk menjaga kadar kalium mereka tetap normal.

Hal ini bertujuan mengurangi kemungkinan lonjakan dan penurunan kadar glukosa, serta insulin secara tiba-tiba dengan menstabilkan kadar gula darah.

Dokter juga menganggap rendahnya kadar kalium dengan kadar insulin yang tinggi sebagai ciri-ciri perkembangan penyakit diabetes.

2. Memelihara kesehatan tulang

Kegunaan kalium bahkan meluas hingga meningkatkan kesehatan tulang Anda. Pasalnya, orang yang mendapatkan asupan potasium yang tinggi dari buah dan sayuran dilaporkan memiliki tulang yang lebih kuat.

Oleh sebab itu, beberapa orang percaya bahwa konsumsi makanan yang kaya akan kalium dapat meningkatkan kepadatan mineral tulang. Dengan begitu, tubuh Anda pun mempunyai tulang yang lebih sehat dan kuat.

Di lain sisi, kekurangan kalium dapat meningkatkan tekanan darah dan menguras kalsium dalam tulang. Akibatnya, daya tahan tulang pun menurun dan berisiko terserang berbagai penyakit, seperti osteoporosis.

3. Meningkatkan fungsi sistem saraf

Sistem saraf tubuh berperan menyampaikan pesan antara otak dan tubuh Anda. Pesan tersebut dikirimkan dalam bentuk impuls saraf. Salah satu contoh fungsi saraf yaitu membantu mewujudkan adanya kontraksi otot agar jantung berdetak dan lainnya.

Impuls saraf ini dihasilkan oleh ion natrium yang bergerak ke dalam sel dan ion potasium yang bergerak keluar dari sel. Pergerakan kedua ion tersebut dapat mengubah tegangan sel untuk impuls saraf.

Bila kadar kalium dalam darah menurun, kemampuan tubuh dalam menghasilkan impuls saraf pun terganggu. Itu sebabnya, kalium diperlukan tubuh untuk menjaga fungsi sistem saraf berjalan dengan baik.

4. Mengurangi risiko stroke dan penyakit jantung

Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko utama penyakit jantung koroner dan stroke. Bila Anda kekurangan kalium dengan asupan garam (natrium) yang tinggi, risiko terkena tekanan darah tinggi pun meningkat.

Sebuah analisis terhadap 33 penelitian yang dimuat dalam BMJ mengungkapkan bahwa asupan kalium membantu orang dengan tekanan darah tinggi. Pada saat mereka mengonsumsi makanan yang kaya akan kalium, tekanan darah sistolik dan diastoliknya menurun.

Artinya, meningkatkan asupan potasium dan mengurangi garam dalam makanan membantu menurunkan tekanan darah. Alhasil, manfaat kalium ini bisa Anda gunakan untuk mencoret salah satu faktor risiko stroke dan penyakit jantung, bukan?

5. Menjaga keseimbangan cairan tubuh

Kalium merupakan salah satu elektrolit yang penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh. Tingkat elektrolit dalam tubuh bisa berubah sewaktu-waktu, entah terlalu rendah atau terlalu tinggi.

Kondisi ini dapat terjadi karena jumlah air dalam tubuh terus berubah. Oleh sebab itu, jumlah air yang Anda minum harus sama dengan jumlah yang hilang. Bila keseimbangan cairan terganggu, Anda bisa mengalami dehidrasi.

Untungnya, potasium memiliki fungsi penting dalam menentukan jumlah air di dalam sel. Maka itu, penting untuk memastikan asupan kalium dan garam secara seimbang untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh agar tidak terjadi dehidrasi.

6. Mencegah pembentukan batu ginjal

Mencegah pembentukan batu ginjal ternyata juga termasuk salah satu manfaat kalium yang bisa Anda dapatkan.

Hal ini dikarenakan asupan potasium yang sedikit dapat mengambil kalsium dari tulang. Bahkan, kekurangan kalium juga dapat meningkatkan jumlah kalsium dalam urine.

Akibatnya, kalsium tersebut dapat membentuk batu ginjal yang tentu dapat menimbulkan gejala yang mengganggu. Beberapa dokter menyarankan untuk meningkatkan jumlah kalium dalam makanan untuk mengurangi risiko batu ginjal.

7. Menjaga massa otot

Penurunan massa otot dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti sensitivitas insulin dan asidosis metabolik. Untungnya, fungsi kalium menyelamatkan otot Anda dari masalah tersebut. Hal ini dibuktikan dalam penelitian dari Nutrition Journal.

Studi tersebut memperlihatkan bahwa menambah konsumsi makanan yang kaya akan potasium dapat mengurangi risiko kehilangan massa otot. Hanya saja, temuan ini hanya terlihat pada pria saja.

Itu sebabnya, para peneliti masih memerlukan studi lebih lanjut dengan menggunakan tambahan metode lain. Namun, tidak ada salahnya untuk memenuhi kebutuhan potasium mengingat sebagian besar mineral ini terletak pada sel otot.

Sumber kalium

Menurut Angka Kecukupan Gizi yang diatur oleh Kementerian Kesehatan Indonesia, orang dewasa membutuhkan 4700 mg kalium per harinya. Anda bisa mendapatkan asupan potasium cukup dalam sehari dari makanan seperti:

  • kacang-kacangan,
  • kentang,
  • buah kering, seperti kismis atau aprikot,
  • sayuran hijau, seperti bayam dan brokoli,
  • buah bit,
  • buah-buahan, seperti alpukat, jeruk, pisang, dan alpukat,
  • air kelapa,
  • tomat,
  • almond,
  • protein hewani, seperti ayam dan ikan salmon, dan
  • yogurt.

Risiko asupan kalium berlebih

Kekurangan kalium memang dapat menimbulkan masalah, tetapi apakah hal yang sama berlaku ketika tubuh kelebihan zat mineral ini?

Konsumsi kalium dari makanan dan minuman belum terbukti menimbulkan bahaya pada orang dengan fungsi ginjal yang normal. Pasalnya, kelebihan kalium akan dibuang melalui urine.

Sayangnya, pasien penyakit ginjal kronis mungkin perlu berhati-hati karena mereka memakai obat-obatan yang dapat meningkatkan kadar kalium dalam darah. Kondisi yang disebut hiperkalemia ini juga dapat terjadi pada kelompok tertentu, yakni:

  • diabetes tipe 1,
  • gagal jantung kongestif,
  • penyakit hati, atau
  • insufisiensi adrenal.

Maka dari itu, orang yang berisiko mengalami hiperkalemia perlu berbicara dengan dokter terkait asupan kalium harian mereka. Dengan begitu, Anda bisa menyeimbangkan asupan potasium dan mendapatkan fungsinya dengan baik.

Bila memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan diskusikan dengan dokter atau ahli gizi guna mendapatkan solusi yang tepat untuk Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Potassium. (2021). National Health of Institutes. Retrieved 31 March 2021, from https://ods.od.nih.gov/factsheets/Potassium-HealthProfessional/ 

The importance of potassium. (2019). Harvard Health. Retrieved 31 March 2021, from https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/the-importance-of-potassium 

Chatterjee, R., Yeh, H. C., Edelman, D., & Brancati, F. (2011). Potassium and risk of Type 2 diabetes. Expert review of endocrinology & metabolism, 6(5), 665–672. https://doi.org/10.1586/eem.11.60. Retrieved 31 March 2021. 

Aburto, N. J., Hanson, S., Gutierrez, H., Hooper, L., Elliott, P., & Cappuccio, F. P. (2013). Effect of increased potassium intake on cardiovascular risk factors and disease: systematic review and meta-analyses. BMJ (Clinical research ed.), 346, f1378. https://doi.org/10.1136/bmj.f1378. Retrieved 31 March 2021. 

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 Tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. (2019). Kementrian Kesehatan Republik Indonesia [PDF File]. Retrieved 31 March 2021, from http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf

Electrolytes Important for Fluid Balance. (2014). California State University. Retrieved 31 March 2021, from https://med.libretexts.org/Courses/American_Public_University/APUS%3A_An_Introduction_to_Nutrition_(Byerley)/Text/10%3A_Water_Electrolytes_Acid-Base_Balance/10.05%3A_Electrolytes_Important_for_Fluid_Balance 

Lee, Y. J., Lee, M., Wi, Y. M., Cho, S., & Kim, S. R. (2020). Potassium intake, skeletal muscle mass, and effect modification by sex: data from the 2008-2011 KNHANES. Nutrition journal, 19(1), 93. https://doi.org/10.1186/s12937-020-00614-z. Retrieved 31 March 2021.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal diperbarui 18/02/2019
x