4 Nutrisi Sehat yang Terkandung Dalam Ampela Ayam

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Jeroan memang lezat disantap di dalam menu sop, soto, atau kudapan yang digoreng. Untuk masyarakat Indonesia sendiri, jeroan seperti ampela ayam sering diolah menjadi makanan yang lezat. Namun, makanan ini lebih sering ditakuti karena memiliki kadar kolesterol yang tinggi. Lantas, apakah ampela ayam hanya mengandung kolesterol? Bagaimana dengan nutrisi yang lain? Cari tahu fakta mengenai ampela ayam di artikel ini.

Kandungan nutrisi di dalam ampela ayam

Jenis-jenis makanan dari jeroan biasanya memiliki kandungan senyawa purin yang tinggi. Jeroan sendiri adalah sebutan lain untuk organ internal hewan potong yang dapat dimakan manusia, meliputi ayam, bebek, kambing, dan sapi. Organ internal yang dimaksud bisa berupa otak, hati, kelenjar timus, pankreas, dan ginjal.

Nah, ada banyak bagian dari ayam yang bisa Anda makan, salah satu di antaranya adalah bagian ampela. Bagian ini biasanya ‘sepaket’ dengan bagian hati dan jantung. Kebanyakan orang juga menjualnya dalam satu paket, hati dan ampela ayam. Apa saja nutrisi yang terkandung daam ampela ayam? Berikut ulasannya.

1. Rendah lemak dan rendah sodium

Sama seperti bagian ayam lainnya, ampela ayam memiliki banyak kandungan nutrisi dan juga rasa yang sangat lezat, tidak hanya mengandung kolesterol. Ampela ayam sebenarnya memiliki kandungan rendah lemak dan juga rendah sodium karena setiap porsi 4 ons ampela ayam hanya mengandung 2,34 gram lemak, 78 miligram sodium, dan 107 kalori.

2. Zat besi

Tidak hanya itu, ampela ayam memiliki kandungan zat besi yang sangat tinggi. Di setiap 4 ons ampela ayam mengandung hampir 3 miligram zat besi. Jumlah ini lebih dari 35 persen dari jumlah yang disarankan untuk laki-laki dan perempuan berusia di atas 51 tahun, dan jumlahnya hampir 16 persen dari jumlah yang disarankan untuk wanita berusia di bawah 51 tahun.

Institute of Medicine merekomendasikan antara 8 dan 18 miligram besi per hari untuk pria dan wanita dewasa. Zat besi sangat diperlukan untuk menghasilkan sel darah serta hemoglobin dan mioglobin, dua protein yang berfungsi  membawa oksigen ke seluruh tubuh Anda.

3. Niacin (Vitamin B3)

Niacin lebih dikenal dengan sebutan vitamin B3. Apa pentingnya vitamin B3? Niacin atau vitamin B3 membantu Anda menjaga kesehatan rambut, kulit, hati dan mata sekaligus mendukung sistem kekebalan tubuh Anda. Asupan harian vitamin B3 yang direkomendasikan adalah 16 miligram untuk pria dewasa, 14 miligram untuk wanita dewasa, 18 miligram untuk wanita hamil dan 17 miligram untuk wanita menyusui.

Setiap 4 ons ampela ayam, mengandung  4 miligram niacin, jumlah ini hampir memenuhi 23 persen dan 30 persen angka kecukupan gizi untuk pria dan wanita dewasa.

4. Riboflavin (Vitamin B2)

Riboflavin atau yang biasa dikenal sebagai vitamin B2 berperan sebagai antioksidan alami yang dapat melindungi tubuh Anda dari kerusakan akibat radikal bebas. Dalam setiap 4 ons ampela mengandung 0,262 miligram riboflavin. Asupan riboflavin harian yang direkomendasikan adalah 1,3 miligram untuk pria, 1,1 miligram untuk wanita, 1,4 miligram untuk wanita hamil dan 1,6 miligram untuk wanita menyusui.

Bahaya makan ampela ayam terlalu banyak

Ingat, Anda tetap harus batasi mengonsumsi jeroan menjadi porsi mini atau kurang dari 85 g sekali dalam sebulan. Ampela ayam juga mengandung 272 miligram kolesterol, angka ini hampir mendekati jumlah maksimal asupan kolesterol yang dianjurkan oleh American Heart Association yaitu 300 miligram per hari. Bagi orang dewasa dengan riwayat penyakit jantung, asupan yang disarankan adalah 200 miligram per hari.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Manfaat Cumi-cumi untuk Kesehatan Tubuh (dan Bahayanya Jika Kebanyakan)

Cumi-cumi merupakan menu favorit banyak pecinta seafood. Apa saja manfaat cumi-cumi untuk kesehatan, kalau tidak dimakan kebanyakan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Fakta Gizi, Nutrisi 8 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Terapkan 4 Kebiasaan Ini untuk Mencegah Batu Empedu

Semua orang bisa menderita penyakit batu empedu. Jika Anda ingin mencegah batu empedu, sebaiknya terapkan kebiasaan pola hidup sehat berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 27 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Serba-serbi Donor Darah: Prosedur, Persyaratan, dan Hal yang Harus Diperhatikan

Donor darah adalah prosedur medis yang memungkinkan Anda menyumbangkan darah kepada mereka yang membutuhkan. Bagaimana prosedurnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Kelainan Darah, Golongan Darah 17 November 2020 . Waktu baca 7 menit

Panduan Makanan Bergizi untuk Orang dengan Thalassemia

Salah satu masalah orang thalasemia adalah masalah gizi. Apa saja pilihan nutrisi dan makanan untuk penderita thalasemia?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Penyakit Kelainan Darah, Thalasemia 22 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

buah untuk penambah darah

12 Buah-buahan Penambah Darah untuk Bantu Atasi Anemia

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
minuman penurun kolesterol

7 Minuman Penurun Kolesterol yang Baik untuk Kesehatan dan Nikmat Dikonsumsi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 31 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
daging kambing

Daging Kambing vs Daging Domba: Mana yang Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 20 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
niacinamide untuk kulit

Niacinamide untuk Kulit, Apa Manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 9 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit