Belum banyak yang menyadari bahwa minyak almond (almon) memberikan khasiat untuk tubuh. Minyak ini bisa menjadi pilihan minyak sehat pengganti minyak goreng biasa.
Belum banyak yang menyadari bahwa minyak almond (almon) memberikan khasiat untuk tubuh. Minyak ini bisa menjadi pilihan minyak sehat pengganti minyak goreng biasa.

Memasak menggunakan minyak almon membantu menurunkan berat badan hingga mengurangi risiko penyakit jantung.
Minyak almond adalah minyak yang berasal dari ekstrak biji kacang almond yang mengandung lemak sehat dalam jumlah besar.
Minyak almon terdiri dari dua jenis, yaitu minyak almon yang dimurnikan dan tidak melalui proses pemurnian.
Meskipun kandungan gizi pada minyak almon tidak sebanyak kacang almon utuh, minyak almon tetap mengandung zat gizi yang baik untuk kesehatan tubuh.
Setiap 15 gram atau setara dengan satu sendok makan, minyak almond mengandung berbagai zat gizi berikut.
Dilihat dari kandungan zat gizinya, minyak almond memang sumber vitamin E yang baik.
Minyak almond juga mengandung lemak tak jenuh (lemak sehat) yang cukup tinggi.
Berikut ini adalah beragam manfaat kesehatan dari minyak almon untuk kesehatan.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, minyak almond terdiri dari 70% lemak tak jenuh tunggal.
Kandungan lemak jenis itu berpotensi menjaga kesehatan jantung, yaitu dengan meningkatkan kolesterol HDL (high density-lipoprotein) atau kolesterol baik.
HDL adalah lipoprotein yang membawa kolesterol menjauh dari arteri jantung menuju hati. Dalam organ hati inilah tempat kolesterol dipecah atau dikeluarkan dari tubuh.
Artinya, semakin tinggi HDL, semakin berkurang kolesterol dalam pembuluh darah menuju jantung.
Tubuh pun terlindungi dari risiko penyumbatan lemak di pembuluh darah yang bisa mengarah pada penyakit jantung.
Salah satu manfaat minyak almond yang menakjubkan adalah fungsinya sebagai antioksidan.
Pasalnya, minyak almond mengandung vitamin E yang cukup tinggi. Vitamin E bermanfaat untuk melindungi sel tubuh dari radikal bebas.
Kelebihan radikal bebas dapat menyebabkan kerusakan oksidatif yang berujung pada terjadinya kanker dan penyakit jantung.
Penelitian juga menunjukkan bahwa asupan vitamin E yang tinggi dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung, degenerasi makula terkait usia, dan penurunan kemampuan kognitif otak pada lansia.
Bila Anda mengidap diabetes, tak ada salahnya mencoba minyak almond. Minyak ini dapat membantu Anda menjaga gula darah tetap stabil.
Kandungan lemak tak jenuh tunggal dan ganda pada minyak almon berpotensi untuk menurunkan gula darah pada penderita diabetes.
Riset dalam Nutrition & metabolism (2011) menunjukkan peserta penelitian yang mengonsumsi sarapan dengan tambahan minyak almon memiliki gula darah yang lebih rendah, baik setelah makan maupun sepanjang hari.
Manfaat minyak almond ternyata tidak hanya itu, peserta yang menerima asupan minyak almon merasa lebih kenyang setelah makan. Alhasil, nafsu makan pun terkendali.
Manfaat minyak almond yang satu ini cocok bagi Anda yang sedang berusaha menurunkan berat badan.
Banyak orang menghindari lemak saat mencoba menurunkan berat badan. Akan tetapi, lemak baik dalam minyak almon bisa membantu mewujudkan berat badan ideal.
Diet makan kacang almond berpotensi membantu menurunkan berat badan. Nah, manfaat ini juga berlaku untuk minyak almon.
Penelitian menunjukkan bahwa diet tinggi lemak tak jenuh tunggal bisa meningkatkan penurunan berat badan pada wanita gemuk.
Bahkan, diet tinggi lemak tak jenuh tunggal dilaporkan lebih efektif daripada diet karbohidrat dalam menurunkan berat badan.
Kandungan lemak tak jenuh dalam minyak almond juga cukup membantu sebagai energi tambahan, khususnya dari asupan lemak.
Selama pencernaan, lemak dipecah menjadi asam lemak trigliserida yang kemudian diserap ke dalam darah.
Tubuh akan membakar asam ini menjadi energi saat diperlukan.
Trigliserida juga dapat disimpan di dalam jaringan lemak (adiposa). Saat kehabisan glukosa, tubuh akan melepaskan asam lemak ini dari jaringan lemak untuk mengolahnya menjadi energi.
Lemak tak jenuh dalam minyak almon memiliki banyak fungsi penting dalam tubuh. Salah satunya untuk pertumbuhan sel.
Tubuh akan menggunakan kandungan lipid pada lemak tak jenuh untuk membangun dinding pelapis sel, sehingga membentuk fosfolipid.
Fosfolipid berfungsi melindungi sel dari serangan benda asing, menjaga struktur sel, dan yang terpenting mendukung fungsi sel.
Khasiat lain dari kandungan lemak tak jenuh pada minyak almond adalah meningkatkan produksi hormon penting.
Lemak tak jenuh bisa meningkatkan kandungan plasma insulin dan menurunkan resistansi insulin. Hal ini tercatat pada sebuah riset dalam jurnal lama BioFactors.
Riset ini juga mendapati kalau asam lemak tak jenuh ganda merupakan bahan pembuat prostaglandin, leukotrien, dan tromboksan, yang memiliki aktivitas seperti hormon.
Asam lemak tak jenuh juga membuat interaksi hormon dan reseptor saraf menjadi lebih baik.
Sifat pelembap dari minyak almon dapat membantu menenangkan kulit dan mengurangi rasa gatal.
Penelitian menunjukkan bahwa mengoleskan minyak almon dapat membantu meringankan gejala eksim dan dermatitis.
Minyak almond juga dapat memperbaiki tekstur kulit. Fungsi lainnya, minyak almon dapat menjaga kelembapan serta memperkuat rambut dan kulit kepala.
Oleh karena itu, minyak ini dapat mencegah rambut kering dan kulit kepala kering.

Wanita hamil yang ingin mencegah munculnya stretch mark dapat mencoba memijat minyak almond ke perut mereka.
Satu studi dari dalam Journal of clinical nursing (2012) menemukan bahwa memijat kulit dengan minyak almon pahit dapat mengurangi stretch mark.
Studi lain menunjukkan bahwa krim minyak almon manis dapat mengurangi rasa gatal dan penyebaran stretch mark.
Secara keseluruhan, bukti minyak almon membantu mengatasi stretch mark masih terbatas dan penelitian lebih lanjut diperlukan.
Khasiat minyak almon juga dipercaya dapat membantu melindungi kulit dari efek radiasi ultraviolet (UV).
Hal itu berdasarkan riset lama dari dalam Journal of cosmetic dermatology yang mengamati efek minyak almond dalam mengurangi degenerasi kulit akibat paparan radiasi UV.
Penelitian ini dilakukan melalui uji coba pada hewan (in vivo) dengan percobaan selama 12 minggu pada 20 tikus.
Hasil riset menunjukkan minyak almon dapat membantu menyamarkan tanda-tanda penuaan akibat paparan radiasi UV dan mendukung fungsi skin barrier.
Meskipun begitu, penelitian lebih lanjut masih diperlukan dan Anda tetap disarankan menggunakan tabir surya saat beraktivitas di bawah sinar matahari.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Bhathena S. J. (2000). Relationship between fatty acids and the endocrine system. BioFactors (Oxford, England), 13(1-4), 35–39. https://doi.org/10.1002/biof.5520130107
Hajhashemi, M., Rafieian, M., Rouhi Boroujeni, H. A., Miraj, S., Memarian, S., Keivani, A., & Haghollahi, F. (2018). The effect of Aloe vera gel and sweet almond oil on striae gravidarum in nulliparous women. The journal of maternal-fetal & neonatal medicine : the official journal of the European Association of Perinatal Medicine, the Federation of Asia and Oceania Perinatal Societies, the International Society of Perinatal Obstetricians, 31(13), 1703–1708. https://doi.org/10.1080/14767058.2017.1325865
Lin, T. K., Zhong, L., & Santiago, J. L. (2017). Anti-Inflammatory and Skin Barrier Repair Effects of Topical Application of Some Plant Oils. International journal of molecular sciences, 19(1), 70. https://doi.org/10.3390/ijms19010070
Mori, A. M., Considine, R. V., & Mattes, R. D. (2011). Acute and second-meal effects of almond form in impaired glucose tolerant adults: a randomized crossover trial. Nutrition & metabolism, 8(1), 6. https://doi.org/10.1186/1743-7075-8-6
Pelkman, C. L., Fishell, V. K., Maddox, D. H., Pearson, T. A., Mauger, D. T., & Kris-Etherton, P. M. (2004). Effects of moderate-fat (from monounsaturated fat) and low-fat weight-loss diets on the serum lipid profile in overweight and obese men and women. The American journal of clinical nutrition, 79(2), 204–212. https://doi.org/10.1093/ajcn/79.2.204
Qian, F., Korat, A. A., Malik, V., & Hu, F. B. (2016). Metabolic Effects of Monounsaturated Fatty Acid-Enriched Diets Compared With Carbohydrate or Polyunsaturated Fatty Acid-Enriched Diets in Patients With Type 2 Diabetes: A Systematic Review and Meta-analysis of Randomized Controlled Trials. Diabetes care, 39(8), 1448–1457. https://doi.org/10.2337/dc16-0513
Sultana, Y., Kohli, K., Athar, M., Khar, R. K., & Aqil, M. (2007). Effect of pre-treatment of almond oil on ultraviolet B-induced cutaneous photoaging in mice. Journal of cosmetic dermatology, 6(1), 14–19. https://doi.org/10.1111/j.1473-2165.2007.00293.x
Timur Taşhan, S., & Kafkasli, A. (2012). The effect of bitter almond oil and massaging on striae gravidarum in primiparaous women. Journal of clinical nursing, 21(11-12), 1570–1576. https://doi.org/10.1111/j.1365-2702.2012.04087.x
Zhao, J., Lyu, C., Gao, J., Du, L., Shan, B., Zhang, H., Wang, H. Y., & Gao, Y. (2016). Dietary fat intake and endometrial cancer risk: A dose response meta-analysis. Medicine, 95(27), e4121. https://doi.org/10.1097/MD.0000000000004121
Oil, almond. (2019). U.S. Department of Agriculture. Retrieved November 22, 2022 from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/171031/nutrients
FATTY ACIDS: BUILDING BLOCKS OF LIFE. (2021). The Institute for Human Optimization. Retrieved November 22, 2022 from https://ifho.org/fatty-acids-building-blocks-of-life/
Versi Terbaru
28/11/2022
Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes.
Diperbarui oleh: Fidhia Kemala