Aneka Manfaat Konsumsi Lobak Merah yang Harus Diketahui

    Aneka Manfaat Konsumsi Lobak Merah yang Harus Diketahui

    Teksturnya yang renyah ditambah dengan rasanya yang segar dan sedikit pedas menjadikan lobak merah bahan favorit untuk ditambahkan ke dalam salad. Apa saja kandungan dan manfaat lobak merah untuk kesehatan?

    Kandungan gizi yang terkandung dalam lobak merah

    Sebelum mengetahui manfaatnya, ada baiknya Anda ketahui dahulu berbagai macam gizi yang terkandung dalam lobak merah. Berikut adalah kandungan gizi pada penyajian sekitar 100 gram.

    • Air: 95,27 gram
    • Karbohidrat: 3,4 gram
    • Serat: 1,6 gram
    • Lemak: 0,1 gram
    • Protein: 0,68 gram
    • Fosfor: 20 miligram
    • Vitamin C: 14,8 miligram

    Selain beragam gizi di atas, lobak merah juga mengandung nutrisi lain yang tak kalah penting seperti vitamin B kompleks serta beberapa jenis mineral seperti magnesium, kalsium, dan kalium.

    Manfaat lobak merah untuk kesehatan

    Kandungan gizi dalam lobak merah akan memberikan Anda sejumlah manfaat yang akan membantu menjaga kesehatan tubuh Anda.

    1. Menjaga kesehatan pencernaan

    Serat termasuk zat gizi yang terkandung dalam lobak merah. Serat berperan penting dalam melancarkan kerja sistem pencernaan.

    Ditambah dengan kandungan airnya, konsumsi lobak merah bisa bantu mencegah sembelit serta membuat buang air besar jadi lebih teratur.

    2. Menurunkan risiko terhadap penyakit kronis

    Sayuran ini menjadi sumber antioksidan yang berpotensi untuk mencegah penyakit kronis seperti peradangan, diabetes, dan batu ginjal. Baik vitamin C, antosianin, maupun senyawa glukosinolat memiliki manfaatnya masing-masing yang baik untuk tubuh.

    Vitamin C membantu melawan radikal bebas dan mencegah kerusakan sel-sel tubuh yang disebabkan oleh gaya hidup tak sehat.

    Antosianin sebagai komponen pemberi warna merah cerah pada lobak sering dikaitkan dengan potensinya yang dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

    Sementara itu, glukosinolat dapat membantu menurunkan kadar kolesterol yang nantinya akan menjauhkan Anda dari risiko penyakit kronis seperti batu empedu dan diabetes.

    3. Membantu menjaga tekanan darah

    Kalium, mineral yang terkandung dalam lobak merah, dapat membantu menurunkan tekanan darah. Mineral ini memiliki kemampuan untuk melemaskan dinding pada pembuluh darah, sehingga akan menurunkan tekanan darah dan mencegah kram otot.

    4. Menjaga kesehatan kulit

    Tidak hanya menjauhkan Anda dari kerusakan sel, vitamin C dalam lobak merah juga dapat membantu menjaga kecantikan kulit Anda.

    Vitamin C meningkatkan elastisitas kulit dengan mendorong pembentukan kolagen, nutrisi yang menyusun struktur kulit, tulang, dan jaringan ikat lainnya. Vitamin ini juga membantu melindungi kulit dari radiasi sinar ultraviolet matahari.

    5. Berpotensi mencegah infeksi jamur

    Ternyata, lobak merah juga memiliki potensi sebagai antijamur alami. Lobak merah mengandung protein antijamur bernama RsAFP2.

    Sebuah studi yang dipublikasikan pada 2012 pernah menunjukkan bahwa protein ini dapat membunuh sel yang ada di Candida albicans, jamur yang bisa menyebabkan infeksi jamur vagina, sariawan, dan candidiasis invasif.

    Bagaimana cara menyimpan dan mengolah lobak merah yang benar?

    Sebanyak apa pun gizi yang terkandung pada lobak merah, itu semua akan hilang bila Anda tidak menyimpan dan mengolahnya dengan cara yang benar.

    Untuk menjaga kandungan gizi, pisahkan dahulu daging lobak dari daunnya. Sebab, daun dapat mengambil nutrisi dari lobak. Kemudian, simpan pada bagian yang kering di kulkas. Jangan simpan lobak di dalam kantung plastik.

    Seringnya, lobak dikonsumsi mentah-mentah sebagai tambahan toping pada salad. Pastikan untuk mencuci sayur ini dahulu dengan sikat khusus pembersih sayur di bawah air mengalir.

    Bila Anda tertarik untuk membeli lobak merah, jangan lupa untuk memilih lobak yang masih padat dan berwarna merah. Hindari membeli lobak yang kering, layu, lunak, atau memiliki goresan pada kulitnya.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Patricia Lukas Goentoro

    General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


    Ditulis oleh Winona Katyusha · Tanggal diperbarui 09/03/2021

    Iklan
    Iklan
    Iklan
    Iklan