backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

5 Manfaat Makan Kepala Udang, Ada juga Risikonya

Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan · General Practitioner · None


Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini · Tanggal diperbarui 4 minggu lalu

5 Manfaat Makan Kepala Udang, Ada juga Risikonya

Sebagian orang mungkin menghindari makan kepala udang karena teksturnya yang keras, tetapi kepala udang sebenarnya bisa dimakan dan justru memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan. Apa saja? Simak selengkapnya di bawah ini.

Manfaat kepala udang untuk kesehatan

Meski sebagian orang kerap membuangnya, kepala udang bisa dimakan. Kandungan gizinya pun tidak kalah dengan daging udang.

Kepala udang mengandung asam lemak tak jenuh ganda (PUFA), asam amino, protein, serta mineral lainnya yang baik untuk kesehatan. 

Berkat kandungan zat gizi tersebut, kepala udang populer dijadikan sebagai bahan masakan, contohnya Ama-Ebi. Hidangan asal Jepang ini diolah dengan menggoreng bagian kepala udang, lalu sisa tubuh udang disajikan mentah.

Namun, belum ada studi ilmiah yang menunjukkan secara langsung manfaat mengonsumsi kepala udang untuk kesehatan.

Beberapa penelitian yang ada, termasuk di bawah ini, hanya membahas kandungan zat gizi yang ditemukan dalam kepala udang, tetapi tidak membuktikan khasiat konsumsi langsung.

Berikut ini beberapa manfaat yang dapat Anda peroleh dari kandungan kepala udang. 

1. Meningkatkan stamina

berat badan naik setelah olahraga

Salah satu manfaat kepala udang untuk kesehatan adalah meningkatkan stamina. Manfaat ini berasal dari kandungan proteinnya yang tinggi.

Sebanyak 100 gram kepala udang mentah mengandung sekitar 21 gram protein, yakni hampir memenuhi 32% kebutuhan protein harian. 

Protein merupakan zat gizi penting yang dibutuhkan untuk pembentukan otot, meningkatkan kekuatan tulang, serta membuat Anda lebih bertenaga.

Selain itu, protein merupakan bahan dasar yang diperlukan untuk menyusun dan memperbaiki jaringan tubuh yang rusak. 

2. Menjaga kesehatan jantung

Tidak hanya kaya protein, kepala udang juga memiliki kandungan asam lemak omega-3 yang tinggi untuk menjaga kesehatan jantung

Hal ini karena asam lemak omega-3 mampu mengurangi trigliserida, meningkatkan kadar HDL atau kolesterol baik, memperlambat penumpukan plak yang menyumbat arteri, serta menurunkan tekanan darah. 

Studi dalam jurnal European Review Medical and Pharmacological Science mengungkapkan bahwa konsumsi asam lemak omega-3 dapat mengurangi risiko kematian mendadak yang disebabkan oleh penyakit jantung koroner.

3. Meningkatkan daya ingat

Asam lemak omega-3, seperti EPA atau DHA, yang terdapat di kepala udang juga bermanfaat untuk kemampuan mengingat dan kognisi. 

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Brain Sciences mengungkapkan konsumsi makanan dengan omega-3 dapat meningkatkan daya ingat serta kemampuan berpikir bagi orang dewasa maupun lansia. 

Selain itu, asam lemak omega-3 dapat membantu meningkatkan aliran darah ke otak pada orang yang memiliki gangguan daya ingat ringan. Peningkatan aliran darah ini berkorelasi dengan perbaikan daya ingat.

4. Menjaga kekebalan tubuh

Manfaat kepala udang lainnya untuk kesehatan adalah menjaga sistem kekebalan tubuh. Hal ini berkat kandungan karotenoid di dalamnnya. 

Karotenoid merupakan sumber antioksidan yang dapat melawan radikal bebas yang bisa merusak sel-sel tubuh. Antioksidan mampu melindungi struktur sel-sel yang menjadi komponen sistem imun. 

Tidak hanya itu, studi dalam Journal of Food Processing and Preservation mengungkapkan bahwa karotenoid yang terdapat di dalam udang dapat berperan sebagai antibakteri yang melindungi tubuh dari bakteri penyebab penyakit. 

5. Berpotensi mencegah penyakit diabetes

Salah satu manfaat kepala udang untuk kesehatan adalah berpotensi mencegah penyakit diabetes. 

Diabetes melitus adalah penyakit yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula atau glukosa di dalam darah akibat gangguan pada hormon insulin.

Kepala udang mengandung senyawa astaxanthin yang dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi kadar gula darah pada penderita diabetes melitus.

Selain itu, astaxanthin dapat berperan sebagai antioksidan untuk mengurangi stres oksidatif di tubuh yang menjadi salah satu penyebab penyakit diabetes. 

Bahaya mengonsumsi kepala udang

Meski memiliki beragam manfaat untuk kesehatan, Anda tetap perlu memperhatikan konsumsi kepala udang. 

Studi dalam jurnal Foods menunjukkan bahwa kepala udang memiliki kandungan kadmium yang lebih tinggi dibandingkan dengan bagian kulit, ekor, dan dagingnya.

Kadmium adalah logam perak yang mencemari kepala udang. Paparan kadmium melalui udara dan konsumsi makanan dengan kadmium bisa menyebabkan gangguan pada fungsi tubuh, termasuk meningkatkan risiko kanker. 

Oleh sebab itu, sebaiknya hindari mengonsumsi kepala udang secara berlebihan untuk menghindari efek negatif yang mungkin timbul. 

Cara mengonsumsi kepala udang

efek samping makan udang

Cara konsumsi kepala udang sebenarnya tidak jauh berbeda dengan makanan laut atau seafood lainnya. Anda bisa mengolahnya dengan cara digoreng atau ditumis dengan tambahan sayuran lainnya. 

Selain itu, kepala udang bisa diolah menjadi kaldu untuk membuat sup. 

Namun, sebelum memasak, pastikan untuk memilih udang segar yang bebas bahan pengawet atau zat berbahaya lainnya. 

Selain itu, perhatikan juga bentuk udang yang Anda beli. Jika udang berbau seperti amonia atau cangkangnya berwarna kuning dan terdapat bintik-bintik, ini bisa menjadi pertanda udang telah busuk dan tidak aman lagi untuk dimakan. 

Meskipun kepala udang aman dikonsumsi, beberapa orang mungkin dapat memiliki alergi udang.

Jika muncul gejala alergi seperti gatal, kemerahan, hingga bengkak setelah mengonsumsi kepala udang, segera kunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

Kesimpulan


Kepala udang bisa dimakan dan memiliki sejumlah kandungan gizi, salah satunya omega-3. Konsumsinya memiliki potensi manfaat, seperti menambah asupan protein, menjaga kesehatan jantung, hingga meningkatkan daya ingat dan kognisi.

Catatan

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Andreas Wilson Setiawan

General Practitioner · None


Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini · Tanggal diperbarui 4 minggu lalu

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan