backup og meta

5 Manfaat Kesehatan Belimbing Wuluh, Apa Saja?

5 Manfaat Kesehatan Belimbing Wuluh, Apa Saja?

Belimbing wuluh atau averrhoa bilimbi adalah salah satu buah yang banyak ditemukan di berbagai negara tropis seperti di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Biasanya, orang Indonesia suka menggunakan buah ini dalam campuran sambal, sup, hingga kari. Nah, belimbing wuluh memiliki banyak sekali khasiat yang baik untuk kesehatan. Yuk, cari tahu apa saja kandungan dan manfaat belimbing wuluh di bawah ini!

Kandungan nutrisi pada belimbing wuluh

Belimbing wuluh memiliki rasa asam dan segar, sehingga dapat menambah cita rasa dalam berbagai masakan. Namun, tak hanya itu saja, buah ini memiliki kandungan nutrisi yang dapat memberikan manfaat untuk kesehatan tubuh. Berikut adalah kandungan nutrisi yang dapat Anda temukan dalam 100 gram belimbing wuluh:

  • Air: 94.08 gram
  • Protein: 0.61 gram atau sama dengan 1.22% dari angkat kecukupan gizi (AKG) harian.
  • Vitamin B1 (Thiamin): 0.010 mg atau 0.83% AKG.
  • Serat: 0.6 gram atau 1.58% AKG.
  • Kadar abu: 0.31-0.40 gram.
  • Kalsium: 3.4 miligram (mg) atau setara dengan 0.34% AKG.
  • Vitamin B2 (Riboflavin): 0.026 mg atau setara dengan 2.00% dari AKG.
  • Fosfor: 11.1 mg atau setara dengan 1.59% dari AKG.
  • Zat besi: 1.01 mg atau 12.63 dari AKG.
  • Vitamin B3 (Niasin): 0.302 mg atau setara dengan 1.89% AKG.
  • Vitamin C (Asam askorbat): 15.5 mg yang setara dengan 17.22% AKG.
  • Flavonoid.

Manfaat kesehatan belimbing wuluh

Nah, berikut adalah beberapa manfaat dari buah belimbing wuluh yang sayang sekali jika Anda lewatkan:

1. Mengontrol kadar gula darah

Sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Nutrients menyatakan bahwa kandungan flavonoid dalam buah belimbing wuluh memiliki manfaat untuk mengontrol kadar gula darah. Tak hanya itu, kandungan seratnya juga dapat membantu mencegah terjadinya kenaikan gula darah, khususnya setelah makan.

Dengan begitu, kedua kandungan dalam belimbing wuluh ini dapat mengontrol gejala diabetes dan mencegah  terjadinya komplikasi pada diabetesi. Anda bisa mendapatkan manfaat dari buah belimbing wuluh dengan mengonsumsinya sebagai jus buah. Namun ingat, jangan tambahkan gula saat membuatnya, ya.

2. Menjaga tekanan darah tetap stabil

Tak hanya baik untuk mengontrol kadar gula darah, sebuah penelitian yang dimuat pada Jurnal Kesehatan Santika Meditory juga menyatakan bahwa kandungan flavonoid pada belimbing wuluh juga memiliki manfaat untuk menjaga tekanan darah agar tetap stabil.

Penelitian tersebut menyatakan bahwa kandungan flavonoid yang terdapat di dalam belimbing wuluh dapat berperan sebagai antioksidan yang dapat memproduksi zat nitrogen oksida. Dengan begitu, tekanan darah bisa kembali stabil dan beberapa hormon dalam tubuh bisa lebih seimbang.

3. Mengatasi obesitas

Sebuah penelitian yang dimuat pada The Indonesian Biomedical Journal menyatakan bahwa buah belimbing wuluh yang dikeringkan dan dibekukan memiliki manfaat untuk membantu mengatasi obesitas.

Alasannya, belimbing wuluh kaya akan kandungan antioksidan yang dapat melawan berbagai masalah kesehatan penyebab obesitas dengan cara mengatasi stres oksidatif. Tak hanya itu, buah ini dipercaya juga mengandung agen anti-hiperlipidemik yang dapat mencegah kenaikan berat badan.

4. Mengatasi batuk dan pilek

Kandungan vitamin C (asam askorbat) yang terdapat di dalam buah belimbing wuluh juga memiliki manfaat untuk memperkuat sistem pertahanan tubuh. Sebab, kandungan asam askorbat pada buah ini meningkatkan fungsi sistem imun tubuh.

Maka dari itu, mengonsumsi buah belimbing wuluh dapat membantu mengatasi batuk dan juga pilek yang biasanya terjadi akibat perubahan musim atau alergi.

5. Meningkatkan kesehatan tulang

Kandungan kalsium yang terdapat pada buah belimbing wuluh dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan kesehatan tulang. Apalagi, kandungan kalsium pada buah ini dapat meningkatkan kepadatan tulang dan menjaga struktur kerangka tulang agar tetap kokoh.

Hal yang perlu diperhatikan saat mengonsumsi belimbing wuluh

Anda bisa mengonsumsi buah belimbing wuluh dengan menggunakannya dalam masakan, seperti dalam kari. Anda juga bisa menggunakan buah belimbing wuluh untuk acar. Selain itu, belimbing wuluh dapat dikonsumsi setelah dikeringkan.

Sayangnya, tidak semua orang dapat mengonsumsi buah yang satu ini, meski belimbing wuluh memiliki kandungan dan manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh. Ya, jika memiliki masalah kesehatan pada organ ginjal, Anda sebaiknya tidak mengonsumsi belimbing wuluh. Mengapa?

Menurut sebuah penelitian yang dimuat pada Indian Journal of Nephrology, terdapat kandungan caramboxin pada buah belimbing wuluh maupun belimbing biasa. Pada orang yang tidak memiliki masalah ginjal, senyawa ini bisa dengan mudah dikeluarkan dari tubuh.

Namun, pada orang yang memiliki masalah ginjal, senyawa atau racun ini sulit dikeluarkan. Alhasil, senyawa ini akan menumpuk di dalam tubuh dan lama-kelamaan menyebabkan adanya masalah pada sistem saraf.

Jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu, konsultasi ke dokter sebelum mengonsumsi buah belimbing wuluh untuk memastikan keamanannya untuk Anda.

[embed-health-tool-bmi]

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Stumpf, M., Schuinski, A., Baroni, G., & Ramthun, M. (2020). Acute Kidney Injury with Neurological Features: Beware of the Star Fruit and its Caramboxin. Indian journal of nephrology30(1), 42–46. https://doi.org/10.4103/ijn.IJN_53_19

Simandalahi, T., & Selpi Yenti Sukma, Z. PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa Bilimbi) TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ANDALAS PADANG. Jurnal Kesehatan Saintika Meditory1(2).

Utami, S., Endrini, S., Nafik, S., Lestari, I., Anindya, D., & Bakar, E. et al. (2019). In vitro Antioxidant and Anti-obesity Activities of Freeze-dried Canarium sp., Averrhoa bilimbi L. and Malus domestica. The Indonesian Biomedical Journal11(3), 320-6. doi: 10.18585/inabj.v11i3.728

Lau, W., Noruddin, N., Ariffin, A., Mahmud, M., Noor, M., & Amanah, A. et al. (2019). Novel discovery of Averrhoa bilimbi ethanolic leaf extract in the stimulation of brown fat differentiation program in combating diet-induced obesity. BMC Complementary And Alternative Medicine19(1). doi: 10.1186/s12906-019-2640-3

Testa, R., Bonfigli, A. R., Genovese, S., De Nigris, V., & Ceriello, A. (2016). The Possible Role of Flavonoids in the Prevention of Diabetic Complications. Nutrients8(5), 310. https://doi.org/10.3390/nu8050310

Al-Ishaq, R. K., Abotaleb, M., Kubatka, P., Kajo, K., & Büsselberg, D. (2019). Flavonoids and Their Anti-Diabetic Effects: Cellular Mechanisms and Effects to Improve Blood Sugar Levels. Biomolecules9(9), 430. https://doi.org/10.3390/biom9090430

Calcium and Vitamin D. Retrieved 9 February 2021, from https://www.nof.org/patients/treatment/calciumvitamin-d

Bilimbi. Retrieved 9 February 2021, from https://hort.purdue.edu/newcrop/morton/bilimbi.html

Versi Terbaru

09/04/2021

Ditulis oleh Annisa Hapsari

Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri

Diperbarui oleh: Ilham Aulia Fahmy


Artikel Terkait

5 Makanan yang Bisa Mengganggu Penyerapan Kalsium Dalam Tubuh

Bantu Cegah Penyakit, Ini Peran Vitamin C, D, dan Kalsium di Sistem Imun


Ditinjau secara medis oleh

dr. Tania Savitri

General Practitioner · Integrated Therapeutic


Ditulis oleh Annisa Hapsari · Tanggal diperbarui 09/04/2021

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan