Madu atau Gula: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Mungkin Anda sudah sering mendengar tentang anjuran untuk mengurangi gula harian, sehingga alih-alih menggunakan gula, Anda menambahkan madu sebagai pemanis minuman Anda. Tak sedikit juga orang yang setuju jika madu adalah pemanis alami yang lebih baik ketimbang gula. Madu dipercaya dapat membantu menyembuhkan berbagai penyakit sementara gula hanya membuat perut semakin buncit saja.

Tapi, antara madu atau gula, manakah yang lebih sehat untuk dikonsumsi? Apakah benar madu lebih baik ketimbang gula?

Pilih madu atau gula? Ketahui dulu perbedaan kandungannya

Madu atau gula sama-sama termasuk jenis pemanis alami yang sering digunakan untuk membuat makanan atau minuman memiliki rasa manis. Pada dasarnya, madu atau gula juga mempunyai kandungan yang sama, yaitu terdiri dari fruktosa dan glukosa. Meski kadar kedua jenis karbohidrat tersebut berbeda di dalam madu dan gula.

Madu memiliki sekitar 40% fruktosa dan 30% glukosa. Sementara gula mengandung 50% fruktosa maupun glukosa. Hal ini menandakan bahwa keduanya dapat membuat kadar gula darah Anda meningkat dengan cepat, sebab fruktosa dan glukosa adalah karbohidrat yang mudah dicerna.

Namun memang, nilai indeks glikemik pada gula sedikit lebih tinggi ketimbang madu, karena gula memiliki kandungan glukosa yang lebih tinggi. Tetapi hal tersebut tak membuat keduanya jauh berbeda.

Benarkah madu lebih baik dibanding gula?

Beberapa orang percaya bahwa madu lebih baik dan sehat untuk dikonsumsi ketimbang gula. Hal ini disebabkan karena madu mempunyai kandungan gizi lain selain fruktosa dan glukosa, yaitu:

  • Mineral, seperti magnesium dan kalum
  • Antioksidan
  • Beberapa jenis vitamin

Bahkan sudah ada banyak penelitian yang menyatakan bahwa madu – khususnya madu hitam – dapat membantu meredakan gejala batuk dan pilek serta mengatasi alergi akibat makanan. Lalu apakah hal ini membuat madu lebih  baik ketimbang gula?

Memang, dalam hal ini madu lebih baik gula, sebab gula tidak mengandung zat gizi lain selain jenis karbohidrat sederhana dan kalori. Namun, kalori yang terkandung di dalam madu lebih tinggi dari pada gula. Sebagai contoh,  satu sendok teh gula mengandung 49 kalori, sedangkan satu sendok teh madu terdapat sekitar 64 kalori.

konsumsi gula saat puasa

Lalu, mana yang lebih sehat? Madu atau gula?

Memang, madu memiliki manfaat lainnya yang baik untuk kesehatan. Namun, mengingat keduanya adalah pemanis alami yang mengandung jenis karbohidrat sederhana – dengan mudah membuat kadar gula darah meningkat – maka baik madu maupun gula, keduanya harus Anda batasi konsumsinya.

Selain itu, konsumsi madu atau gula akan membuat berat badan Anda bertambah, menimbulkan masalah pada kesehatan mulut dan gigi, serta meingkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes mellitus.

Jadi, tak ada yang lebih baik dari keduanya, apalagi jika dikonsumsi dalam jumlah yang terlalu banyak. Oleh karena itu, Anda harus membatasi asupan madu atau gula harian Anda. Bahkan bagi Anda yang memiliki riwayat penyakit diabetes, Anda harus menghindari madu atau pun gula karena sangat buruk bagi kadar gula darah Anda.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menganjurkan konsumsi gula atau pemanis sebaiknya tak melebihi 50 gram per hari atau setara dengan 5-9 sendok teh. Bila Anda penderita diabetes, Anda juga bisa menggunakan pemanis buatan yang tidak membuat gula darah melonjak. Namun, tetap saja lebih baik untuk tidak mengonsumsinya dalam jumlah yang banyak.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sehatkah Kalau Makan Makanan yang Sama Terus Setiap Hari?

Adakah dampak kesehatan tertentu jika kita makan makanan yang sama tiap harinya? Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebiasaan tersebut?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Tips Makan Sehat, Nutrisi 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Tiba-Tiba Susah Kentut? Tak Perlu Pusing, Begini Cara Mengatasinya

Pernah merasakan tidak bisa kentut? Tentu rasanya sangat mengganggu dan membuat perut terasa sakit. Tenang, atasi masalah susah kentut dengan cara alami ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

9 Cara Jitu untuk Mengusir Semut Bandel di Rumah

Setiap rumah pasti ada semutnya. Apalagi rumah yang kotor. Jangan panik dulu, air lemon ternyata bisa jadi cara mengusir semut di rumah yang terjamin ampuh.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Saat Anda sakit, makan dan minum apapun jadi tak selera. Hal ini karena mulut dan lidah terasa pahit. Nah, ini dia alasan dan cara ampuh mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gula darah turun

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
ciri dan gejala infeksi parasit

Mengenal Jenis-Jenis Parasit dan Penyakit Infeksi yang Disebabkannya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
badan sakit setelah olahraga

Badan Sakit Setelah Olahraga, Apakah Artinya Olahraga Anda Ampuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
tidak enak badan

6 Cara Mengurangi Rasa Tidak Enak Badan saat Demam

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit