home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Omega 3, 6, dan 9: Apa Bedanya, dan Apa Manfaatnya Bagi Tubuh?

Omega 3, 6, dan 9: Apa Bedanya, dan Apa Manfaatnya Bagi Tubuh?

Pada dasarnya, omega 3, 6, dan 9 adalah asam lemak tak jenuh yang diperlukan tubuh untuk membentuk sel dan mengendalikan peradangan. Anda bisa mendapatkan ketiga jenis lemak ini melalui makanan secara alami. Simak penjelasan lengkapnya di sini.

Jenis asam lemak tak jenuh

Meski berasal dari sumber yang sama, asam lemak omega 3, 6, dan 9 sebenarnya tidak harus diperoleh dalam porsi yang sama sekaligus.

Ketiga asam lemak tak jenuh ini mempunyai peran dan manfaat yang berbeda bagi tubuh. Selain itu, konsumsi terlalu banyak dapat meningkatkan risiko penyakit tertentu.

Berikut ini penjelasan seputar jenis asam lemak tak jenuh yang perlu Anda ketahui.

Asam lemak omega 3

omega 3 untuk anak

Omega-3 merupakan asam lemak tak jenuh jamak (polyunsaturated) yang tak diproduksi oleh tubuh.

Lalu, jenis asam lemak ini dibagi lagi menjadi beberapa jenis berdasarkan manfaatnya masing-masing.

Eicosapentaenoic acid (EPA)

Eicosapentaenoic acid (EPA) merupakan jenis omega-3 yang mengashilkan senyawa kimia eicosanoid dalam tubuh. Senyawa ini berperan dalam menjaga kekebalan tubuh dan mengendalikan peradangan. EPA juga diketahui membantu meringankan gejala depresi.

Docosahexaenoic acid (DHA)

Berbeda dengan EPA, docosahexaenoic acid termasuk bagian komponen utama yang membangun 8% dari berat otak. Itu sebabnya, jenis asam lemak ini dibutuhkan dalam pertumbuhan dan perkembangan otak.

Selain anak-anak, DHA juga diperlukan oleh lansia untuk mencegah gangguan fungsi otak, seperti demensia.

Alpha-linolenic acid (ALA)

Mengingat ALA memiliki bentuk yang paling sederhana dibandingkan asam lemak omega 3 laninya, senyawa ini dapat dibentukan kembali menjadi DHA atau EPA.

Meski begitu, sebagian besar ALA digunakan sebagai penghasil energi.

Tak hanya itu, omega-3 memiliki peranan penting terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan, meliputi:

  • mengontrol kolesterol, trigliserida, dan tekanan darah,
  • membantu mengurangi risiko depresi dan penyakit Parkinson,
  • menurunkan berat badan dan mengurangi lingkar pinggang,
  • mengurangi risiko perlemakan hati,
  • membantu mendukung perkembangan otak bayi, dan
  • melawan peradangan pada penyakit kronis.

Sayangnya, pola makan saat ini yang lebih banyak mengonsumsi gula, karbohidrat, dan lemak mengandung sedikit asam lemak omega 3.

Sementara itu, kekurangan omega-3 dapat meningkatkan risiko obesitas dan kerusakan jantung. Itu sebabnya, cobalah untuk memenuhi asupan omega-3 melalui ikan salmon, sarden, biji chia, dan biji rami.

Asam lemak omega 6

Sama seperti omega-3, omega-6 merupakan asam lemak tak jenuh jamak dan esensial, sehingga penting bagi kesehatan tubuh.

Fungsi asam lemak omega-6 biasanya menghasilkan energi, tetapi bisa dibentuk kembali menjadi arachidonic acid (ARA).

Arachidonic acid (ARA) berguna dalam menghasilkan bahan kimia eicosanoid, sama seperti EPA. Artinya, omega-6 pun dapat membantu melawan peradangan tubuh.

Tidak hanya itu, ada berbagai manfaat asam lemak omega-6 lainnya yang bisa Anda peroleh, antara lain:

Meski begitu, para ahli masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk melihat tingkat efektivitas omega-6 terhadap kesehatan tubuh.

Hal tersebut dikarenakan banyak orang yang tidak sadar bahwa asupan asam lemak tak jenuh yang satu ini terlalu berlebihan.

Asam lemak omega-6 bisa berasal dari minyak goreng, gorengan, hingga mayones. Selain itu, omega-6 banyak dijumpai pada kacang-kacangan, seperti kedelai, almond, dan mede.

Kelebihan omega-6 dapat mengganggu keseimbangan pengaturan peradangan pada tubuh. Maka dari itu, usahakan untuk memenuhi asupan omega-6 secukupnya, yakni sekitar 12 hingga 17 gram untuk orang dewasa.

Asam lemak omega 9

asam lemak manfaat omega 9

Berbeda dengan asam lemak omega 3 dan 6, tubuh bisa menghasilkan sendiri asupan omega-9 yang dibutuhkan. Pasalnya, omega-9 merupakan asam lemak tak jenuh tunggal yang non-esensial.

Walaupun demikian, tubuh tetap memerlukan asupan tambahan dari makanan, misalnya untuk membantu mengatur lemak darah very-low-density-lipoprotein.

Omega-9 pun sama seperti asam lemak lainnya, yakni juga berfungsi mengurangi peradangan pada tubuh. Asam oleik juga merupakan bahan dasar dari selubung saraf pembungkus otak, yakni myelin.

Bila tubuh memiliki asupan omega-9 yang cukup, ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan, yakni:

  • mengurangi risiko penyakit kardiovaskular dan stroke,
  • meningkatkan energi dan suasana hati, dan
  • membantu meringankan gejala penyakit Alzheimer.

Anda bisa mendapatkan asam lemak omega-9 dari makanan nabati, seperti biji bunga matahari, minyak zaitun, almond, hingga kemiri.

Cara memperoleh omega 3, 6, dan 9

Walaupun omega 3, 6, dan 9 memiliki peranan yang berbeda, tubuh memerlukan ketiga asam lemak ini dalam porsi yang seimbang. Hal ini bertujuan menjaga kesehatan jantung dan tubuh secara keseluruhan.

Menurut Angka Kecukupan Gizi yang dianjurkan untuk masyarakat, orang dewasa perlu mendapatkan 20 hingga 35% energi dari lemak makanan.

Mereka juga perlu menghindari lemak jenuh dan meningkatkan asam lemak omega-3. Anda juga bisa mengganti lemak biasa dengan minyak kanola untuk menurunkan lemak jenuh guna menjaga kesehatan jantung.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Omega-3, 6, and 9 and How They Add Up [PDF File]. (n.d). Retrieved 19 April 2021, from https://uccs.edu/Documents/healthcircle/pnc/health-topics/Omega-3_6_and_9_Fats.pdf 

Omega-3 Fatty Acids. (2021). National Institute of Health. Retrieved 19 April 2021, from https://ods.od.nih.gov/factsheets/Omega3FattyAcids-Consumer/ 

No need to avoid healthy omega-6 fats. (2019). Harvard Health. Retrieved 19 April 2021, from https://www.health.harvard.edu/newsletter_article/no-need-to-avoid-healthy-omega-6-fats 

Pike, A. (2020). Oh My Omega: The Difference Between Omega-3, 6, and 9. Food Insight. Retrieved 19 April 2021, from https://foodinsight.org/oh-my-omega-the-difference-between-omega-3-6-and-9/ 

Medeiros-de-Moraes, I., Gonçalves-de-Albuquerque, C., Kurz, A., Oliveira, F., Abreu, V., & Torres, R. et al. (2018). Omega-9 Oleic Acid, the Main Compound of Olive Oil, Mitigates Inflammation during Experimental Sepsis. Oxidative Medicine And Cellular Longevity, 2018, 1-13. doi: 10.1155/2018/6053492. Retrieved 19 April 2021.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Kemal Al Fajar
Tanggal diperbarui 03/03/2021
x