Omega 3, 6, dan 9: Apa Bedanya, dan Apa Manfaatnya Bagi Tubuh?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pada dasarnya, omega 3, 6 dan 9 adalah asam lemak tak jenuh yang dibutuhkan oleh tubuh untuk pembentukan sel dan mengendalikan peradangan. Ketiga jenis nutrisi ini dapat Anda peroleh dari bahan makanan nabati dan daging ikan laut.

Namun ketiga jenis asam lemak tak jenuh ini sebenarnya tidak harus diperoleh dalam porsi sama besar sekaligus. Masing-masing memiliki peran dan manfaat yang berbeda bagi tubuh. Selain itu, mengonsumsi salah satunya terlalu banyak mungkin menempatkan Anda pada risiko masalah tertentu.

Mengenal macam-macam asam lemak tak jenuh

Asam lemak omega-3

Omega-3 merupakan asam lemak tak jenuh jamak (polyunsaturated) yang tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh. Omega-3 dibagi lagi berdasarkan jenis dan perannya masing-masing, diantaranya:

  • Eicosapentaenoic acid (EPA) – fungsinya menghasilkan senyawa kimia eicosanoid dalam tubuh yang berperan menjaga kekebalan tubuh dan mengendalikan peradangan. EPA juga diketahui membantu meringankan gejala depresi.
  • Docosahexaenoic acid (DHA) – merupakan salah satu komponen utama yang membangun 8% dari berat otak, sehingga jenis asam lemak ini sangat diperlukan dalam pertumbuhan dan perkembangan otak. DHA tidak hanya dibutuhkan oleh anak-anak pada masa perkembangan namun juga pada lansia untuk mencegah kerusakan otak seperti demensia.
  • Alpha-linolenic acid (ALA) – karena bentuknya yang paling sederhana diantara ketiga asam lemak omega-3, ALA dapat dibentuk kembali menjadi DHA ataupun EPA, namun sebagian besar ALA digunakan sebagai penghasil energi.

Selain menjalankan fungsi sebagai jenis asam lemak masing-masing, omega-3 juga diserap oleh membrane sel tubuh dan memiliki fungsi dalam mengatur lemak tubuh dengan cara meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL_, mencegah plak pada pembuluh darah, mengurangi penumpukan lemak dibawah kulit dan lemak yang tersimpan pada hati.

Sayangnya pola makan modern yang lebih banyak mengonsumsi gula, karbohidrat dan lemak sangat sedikit yang mengandung asam lemak omega-3. Defisiensi omega-3 dapat mempercepat perkembangan obesitas dan kerusakan jantung. Omega-3 dapat diperoleh dari konsumsi konsumsi ikan berminyak seperti salmon, makarel dan sarden serta bahan makanan bersumber tumbuhan seperti biji chia, walnut, dan biji rami (flaxseed).

Asam lemak omega-6

Sama seperti omega-3, asam lemak omega-6 merupakan asam lemak tak jenuh jamak dan juga merupakan asam lemak esensial. Pada umumnya, omega-6 digunakan sebagai penghasil energi namun juga dapat dibentuk kembali menjadi arachidonic acid (ARA) untuk menghasilkan bahan kimia eicosanoid, sama seperti EPA.

Walaupun esensial, namun kebanyakan orang ternyata tidak sadar bahwa asupan omega-6 mereka cenderung berlebihan. Hal tersebut disebabkan tingginya konsumsi minyak goreng, makanan yang digoreng, dan juga mayones. Selain itu, omega-6 juga banyak terdapat pada kacang-kacangan seperti kedelai, almond, dan mede. Kelebihan omega-6 dapat mengganggu keseimbangan pengaturan peradangan pada tubuh. Pada dasarnya kebutuhan omega-6 pada orang dewasa hanya sedikit atau sekitar 17 gram untuk laki-laki dan 12 gram untuk perempuan.

Meskipun demikian, beberapa jenis omega-6 justru tetap aman meskipun dikonsumsi dengan jumlah yang lebih banyak. Salah satunya omega-6 Gamma-linolenic acid (GLA) dari minyak tumbuhan Evening Primorse dan borage dalam bentuk suplemen. GLA diserap dengan diubah menjadi dihomo-gamma-linolenic acid (DGLA) yang diketahui bermanfaat meringankan gejala rematik.

Asam lemak omega-9

Berbeda dengan dua asam lemak di atas, tubuh dapat memproduksi sendiri asupan omega-9nya. Ini karena omega-9 termasuk asam lemak tidak jenuh tunggal yang non-esensial. Omega-9 memiliki jenis asam lemak utama yang dikenal dengan asam oleik yang sangat mudah diperoleh dari makanan kacang-kacangan serta beberapa lemak hewan.

Meskipun bisa diproduksi sendiri, tubug tetap perlu asupan tambahan dari omega-9 , misalnya untuk membantu mengatur lemak darah very-low-density-lipoprotein (VLDL). Dan seperti asam lemak lainnya, omega-9 juga berfungsi mengurangi peradangan pada tubuh. Asam oleik juga merupakan bahan dasar dari selubung saraf pembungkus otak, yang disebut myelin.

Sebagian besar omega-9 dapat diperoleh dari makanan abati. Tidak ada rekomendasi asupan omega-9 karena asam lemak ini termasuk non-esensia,l namun juga tidak ada batas aman dalam mengonsumsi makanan dengan omega-9. Makanan sumber omega-9 yaitu minyak zaitun, alpukat, dan olahan minyak dari kacang mede atau almond.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berapa Kalori yang Diperlukan Jika Ingin Menambah Berat Badan?

Menambah berat badan ternyata tidak mudah. Salah satu syarat agar berat badan naik adalah menambahkan kalori. Lalu berapa banyak kalori yang diperlukan?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Tips Berat Badan Turun 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Manfaat Petai Bagi Kesehatan Tubuh Kita

Apakah Anda suka makan petai atau malah menolak mentah-mentah? Tunggu dulu, simak berbagai manfaat petai untuk kesehatan berikut ini!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Fakta Gizi, Nutrisi 23 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Benarkah Rutin Makan Ikan Turunkan Risiko Stroke dan Gagal Jantung?

Ikan sering jadi lauk makan nasi sehari-hari orang Indonesia. Psstt... Makan ikan dua kali seminggu ternyata bantu turunkan risiko penyakit jantung, lho!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Jantung 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

3 Kebiasaan Buruk di Masa Muda yang Bisa Picu Sarkopenia Saat Tua Nanti

Sarkopenia adalah hilangnya massa otot yang umum terjadi di usia senja. Usut punya usut, sarkopenia bisa disebabkan oleh gaya hidup tak sehat semasa muda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 19 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

alergi pada telur

Serba-serbi Alergi Telur yang Harus Anda Ketahui

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
gejala asam lambung

9 Cara Sederhana untuk Memelihara Kesehatan Lambung

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
obat vertigo

Berbagai Pilihan Obat Vertigo: Mana yang Paling Efektif?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit
berapa kali berhubungan intim agar bisa hamil

Berapa Kali Berhubungan Intim agar Anda Bisa Cepat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit