Memahami Fungsi Angka Kebutuhan Gizi (AKG) bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Selain menyantap makanan bergizi seimbang, salah satu hal yang perlu Anda lakukan untuk menjaga kesehatan adalah mengetahui kebutuhan gizi dalam sehari. Acuan yang dapat Anda gunakan dalam hal ini adalah Angka Kecukupan Gizi (AKG).

Anda mungkin sudah pernah menjumpai istilah Angka Kecukupan Gizi pada kemasan makanan atau minuman. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan AKG dan bagaimana cara menghitungnya? Simak informasinya berikut ini.

Apa itu kebutuhan gizi?

cra hitung kalori makanan kemasan

Sebelum membahas Angka Kecukupan Gizi, Anda perlu mengetahui lebih dulu apa yang dimaksud dengan kebutuhan gizi. Menurut Kementerian Kesehatan Indonesia, kebutuhan gizi adalah jumlah zat gizi minimal yang dibutuhkan oleh setiap individu.

Kebutuhan gizi setiap orang ditentukan oleh banyak faktor, yakni usia, jenis kelamin, tingkat aktivitas fisik, berat badan, dan tinggi badan. Selain itu, adanya kondisi medis atau penyakit tertentu juga dapat menentukan banyaknya zat gizi yang Anda butuhkan.

Kebutuhan gizi bersifat sangat spesifik untuk satu individu. Bahkan, anak kembar pun bisa memiliki kebutuhan gizi yang berbeda jika keduanya memiliki tingkat aktivitas, berat badan, dan tinggi badan yang berbeda.

Angka Kecukupan Gizi (AKG)

Berbeda dengan kebutuhan gizi, Angka Kecukupan Gizi (AKG) adalah suatu nilai yang menunjukkan kebutuhan rata-rata zat gizi tertentu yang harus dipenuhi setiap hari bagi hampir semua orang dengan karakteristik tertentu untuk hidup sehat.

Karakteristik tersebut juga sama dengan faktor yang menentukan kebutuhan gizi, yaitu berat badan, tinggi badan, usia, jenis kelamin, tingkat aktivitas fisik, dan kondisi fisiologis. Hanya saja, AKG adalah kecukupan rata-rata zat gizi sehari bagi hampir semua orang sehat di suatu negara.

Itu artinya AKG digunakan sebagai patokan zat gizi rata-rata yang diperlukan oleh suatu kelompok orang. Patokan ini tidak menggambarkan berapa kebutuhan gizi satu individu tertentu saja.

Contohnya, pada AKG tercantum bahwa kebutuhan protein pria berusia 19 – 29 tahun adalah 63 gram. Ini berarti rata-rata pria dengan usia tersebut membutuhkan asupan protein sebanyak 63 gram dalam satu hari.

Namun, jika Anda menghitung kebutuhan protein berdasarkan rumus, hasilnya mungkin berbeda. Sekalipun Anda adalah seorang pria berusia 19 – 29 tahun, kebutuhan protein Anda bisa lebih atau kurang.

AKG biasanya lebih sering digunakan sebagai patokan dalam perumusan acuan label gizi. Anda akan menemukan acuan ini pada kemasan makanan dalam tabel informasi gizi atau nutrition facts.

Cara menghitung gizi yang Anda perlukan

kebutuhan kalori per hari pria

Pernahkah Anda menghitung kebutuhan kalori? Jika ya, ini adalah langkah pertama untuk mengetahui kebutuhan gizi Anda.

Jenis zat gizi yang perlu Anda hitung terbagi menjadi zat gizi makro dan mikro. Zat gizi makro atau makronutrien adalah zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah besar. Jenis zat gizi yang termasuk dalam kelompok ini adalah karbohidrat, protein, dan lemak.

Sementara itu, zat gizi mikro atau mikronutrien adalah zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah kecil. Jenis zat gizi ini mencakup vitamin dan mineral. Kendati dibutuhkan dalam jumlah kecil, zat gizi mikro memiliki fungsi penting dalam berbagai sistem tubuh.

Kebutuhan kalori menggambarkan besarnya energi yang Anda butuhkan dalam sehari. Namun, angka ini tidak menunjukkan seberapa banyak kebutuhan karbohidrat, protein, atau zat gizi lainnya. Untuk mengetahuinya, Anda perlu menghitung kebutuhan gizi.

Langkah pertama yakni menghitung kebutuhan kalori (energi). Anda bisa menggunakan rumus Harris-Benedict atau Kalkulator Kebutuhan Kalori. Keduanya sama-sama memakai data tinggi badan, berat badan, jenis kelamin, usia, dan tingkat aktivitas fisik.

Setelah mengetahui seberapa besar kebutuhan kalori harian Anda, lanjutkan dengan menghitung kebutuhan gizi makro dan mikro.

1. Kebutuhan gizi makro

Jenis zat gizi makro yang perlu Anda hitung kebutuhannya adalah karbohidrat, protein, dan lemak. Setiap zat gizi makro mempunyai persentase tertentu dari total kebutuhan kalori Anda. Berikut penjabarannya.

  • Kebutuhan protein adalah sebesar 10 – 15% dari kebutuhan kalori total. Setelah menemukan besarnya kalori untuk protein, ubahlah ke dalam gram. Protein sebanyak 1 gram setara dengan 4 kalori.
  • Kebutuhan lemak adalah sebesar 10 – 25% dari kebutuhan kalori total. Lemak sebanyak 1 gram setara dengan 9 kalori.
  • Kebutuhan karbohidrat adalah sebesar 60 – 75% dari kebutuhan kalori total. Karbohidrat sebanyak 1 gram setara dengan 4 kalori.

Contohnya, kebutuhan energi Anda menurut hasil perhitungan Kalkulator Kebutuhan Kalori adalah 2000 kalori. Dengan demikian, kebutuhan zat gizi makro Anda adalah sebagai berikut.

  1. Kebutuhan protein: 15% x 2000 kalori = 300 kalori. Ubah menjadi gram dengan cara membagi 300 dengan 4. Hasilnya, Anda membutuhkan 75 gram protein.
  2. Kebutuhan lemak: 20% x 2000 kalori = 400 kalori. Ubah menjadi gram dengan cara membagi 400 dengan 9. Hasilnya, Anda membutuhkan 44 gram lemak.
  3. Kebutuhan karbohidrat: 65% x 2000 kalori = 1300 kalori. Ubah menjadi gram dengan cara membagi 1300 dengan 4. Hasilnya, Anda membutuhkan 325 gram karbohidrat.

Kesimpulannya, kebutuhan energi Anda dalam satu hari adalah 2000 kalori. Sementara itu, kebutuhan karbohidrat Anda dalam satu hari adalah 325 gram, protein 75 gram, dan lemak 44 gram.

2. Kebutuhan gizi mikro

Zat gizi mikro adalah zat gizi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah sedikit. Kelompok ini terdiri dari berbagai macam vitamin dan mineral. Contoh zat gizi mikro antara lain kalsium, natrium, zat besi, kalium, yodium, vitamin, magnesium, dan fosfor.

Kebutuhan gizi mikro tidak bisa diperkirakan dengan rumus seperti halnya kebutuhan gizi makro, melainkan cukup dilihat berdasarkan kecukupannya saja. Ini karena jumlah zat gizi mikro sangat kecil, jenisnya banyak, dan biasanya kebutuhannya relatif sama untuk setiap kelompok umur.

Kecukupan zat gizi mikro dapat dilihat pada tabel Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang Disarankan untuk Masyarakat Indonesia menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia tahun 2019.

Cara mencukupi asupan gizi

cara menghitung kebutuhan kalori

Kondisi tubuh Anda akan terus berubah seiring tahap kehidupan. Dengan mencukupi kebutuhan gizi, Anda menjaga tubuh tetap sehat sehingga siap menghadapi berbagai perubahan tersebut.

Berikut beberapa tips umum yang bisa Anda lakukan untuk memenuhi kebutuhan gizi.

  • Menyantap makanan yang beraneka ragam.
  • Memilih makanan alami, bukan hasil pemrosesan.
  • Menyeimbangkan jumlah kalori yang masuk dan keluar.
  • Makan lebih banyak sayur dan buah-buahan.
  • Mengonsumsi beragam sumber protein.
  • Minum setidaknya 2,5 L air setiap hari.
  • Membatasi konsumsi makanan tinggi garam atau lemak trans seperti junk food.

AKG adalah acuan rata-rata yang dapat Anda gunakan ketika menghitung kebutuhan gizi. Dengan mengikuti acuan ini, Anda bisa mengetahui banyaknya energi dan zat gizi lain yang tubuh Anda butuhkan untuk tetap hidup sehat.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

10 Makanan Lezat yang Mengandung Protein Tinggi

Protein adalah zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan tubuh manusia dan memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Berikut 10 makanan sumber protein tinggi.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Fakta Gizi, Nutrisi 28 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Cara Menghitung Porsi Makan Ideal untuk Anda

Apakah selama ini Anda asal menyendokkan makanan ke piring? Jangan salah. Begini cara tepat untuk menghitung porsi makan ideal untuk orang dewasa.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Fakta Gizi, Nutrisi 20 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Panduan Seputar Kebutuhan Protein untuk Balita Usia 2-5 Tahun

Memenuhi kebutuhan nutrisi balita sangat penting untuk tumbuh kembangnya, termasuk asupan protein. Berikut panduan seputar kebutuhan protein anak.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Anak 1-5 Tahun, Gizi Balita, Parenting 10 April 2020 . Waktu baca 7 menit

Panduan Memenuhi Kebutuhan Gizi Balita Usia 1-5 Tahun

Memenuhi kebutuhan gizi balita sangat penting untuk tumbuh kembang anak. Berikut panduan gizi seimbang pada balita yang bisa Anda praktikkan.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Anak 1-5 Tahun, Gizi Balita, Parenting 20 Maret 2020 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mogok makan

Yang Akan Terjadi Pada Tubuh Jika Anda Ikut Aksi Mogok Makan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 11 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
kwashiorkor adalah

Kwashiorkor, Masalah Gizi Anak karena Kurangnya Asupan Protein

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 29 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit
ciri-ciri kurang gizi

9 Perubahan yang Terjadi Pada Tubuh Jika Anda Kurang Gizi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 10 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit
masalah gizi pada bayi

5 Masalah Gizi yang Mungkin Terjadi pada Bayi Serta Cara Penanganannya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit