home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Memahami Standar dan Regulasi Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU)

Memahami Standar dan Regulasi Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU)

Depot air minum isi ulang memang menjadi salah satu alternatif yang dipilih untuk memenuhi kebutuhan air minum keluarga di rumah. Namun, dari mana sumber airnya dan bagaimana proses pengolahan depot air minum isi ulang (DAMIU) perlu diperhatikan secara lebih teliti, termasuk pemenuhan standar yang berlaku, karena tidak dapat kita kontrol secara langsung.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah menetapkan aturan tentang persyaratan depot air minum isi ulang yang memadai. Dengan mengetahui standar dan bagaimana pengawasannya, Anda bisa mengecek kembali apakah DAMIU langganan Anda sudah memenuhi aturan atau belum.

Standar kualitas, higienitas, dan sanitasi DAMIU

kandungan air putih

DAMIU harus memenuhi standar dari regulasi yang telah ditetapkan pemerintah. Air DAMIU akan dikonsumsi dan masuk ke dalam tubuh. Jadi kebersihan air adalah hal penting yang harus tetap terjaga.

Regulasi higienitas dan sanitasi ini dijelaskan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, no. 43 tahun 2014. Beberapa poin penting soal standar depot air minum isi ulang (DAMIU) yang mengacu pada peraturan tersebut antara lain:

  1. Higienitas dan sanitasi perlu diperhatikan, terutama dari tempat, peralatan, dan orang yang menangani langsung air minum agar aman hingga sampai ke tangan konsumen.
  2. Pengelola DAMIU juga harus memenuhi sertifikasi yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat. Sertifikasi ini dilakukan agar DAMIU bisa konsisten menjamin higienitas dan sanitasinya.
  3. Tempat pengelolaan DAMIU harus melakukan pemeriksaan kesehatan pegawainya, minimal satu kali dalam setahun.
  4. Penting bagi pengelola depot air minum isi ulang (DAMIU) untuk menjaga kualitas peralatan dan perlengkapan standar yang digunakan. Termasuk menjaga kebersihan galon sebelum diisi air minum. Galon yang akan diisi harus dibersihkan terlebih dahulu, setidaknya sepuluh detik dan setelah diisi diberi tutup yang bersih.
  5. Galon yang sudah diisi air minum, harus segera diberikan kepada konsumen dan tidak boleh disimpan di DAMIU lebih dari 24 jam untuk menghindari kemungkinan tercemar.
  6. Petugas DAMIU, wajib mengikuti pelatihan higienitas dan sanitasi depot air minum yang diselenggarakan oleh pemerintah. Peserta pelatihan yang telah lulus memperoleh sertifikat yang ditandatangani oleh pemerintah setempat dan penyelenggara pelatihan tersebut.

Pengawasan terhadap air minum sebelum siap dikonsumsi

Seluruh jenis air minum yang boleh didistribusikan ke masyarakat harus melalui proses uji klinis terlebih dahulu. Tujuan uji klinis dan kelayakan ini bertujuan untuk melindungi konsumen dari risiko gangguan kesehatan.

Uji standar klinis ini juga berlaku untuk produk depot air minum isi ulang. Hal ini diatur dalam Peraturan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia no.492/MENKES/PERIV/2010.

Salah satu aturannya menyampaikan bahwa air minum yang aman dikonsumsi perlu memenuhi persyaratan fisika, mikrobiologis, dan kimiawi. Bila air tidak melewati uji klinis tersebut, kebersihan dan keamanannya perlu dipertanyakan.

Air dikonsumsi setiap hari, sehingga penting untuk mengecek apakah air yang dipilih sudah melalui uji kualitas.

Memperhatikan kebersihan dan kandungan air yang dikonsumsi

kandungan air putih

Anda sudah tahu pentingnya pemenuhan standar depot air minum isi ulang untuk kesehatan para konsumen. Selain masalah kebersihan dan keamanan, kandungan air yang Anda dan keluarga konsumsi juga harus diperhatikan. Terdapat beberapa jenis air minum yang tersedia di pasaran, di antaranya air putih biasa dan air mineral.

Mineral memang dibutuhkan oleh tubuh, tetapi tidak diproduksi sendiri di dalam tubuh. Biasanya mineral diperoleh dari makanan, tetapi untuk memenuhi kecukupannya, Anda bisa mengonsumsi air mineral.

Kandungan yang ada di dalam mineral bermanfaat untuk mendukung fungsi organ, seperti membantu proses metabolisme, berperan dalam pembentukan tulang, serta membantu memperbaiki sistem imunitas. Karena bermanfaat untuk kesehatan, air mineral baik untuk dikonsumsi keluarga setiap hari.

Jadi untuk melindungi kesehatan, Anda harus lebih berhati-hati terhadap kebersihan, keamanan, serta kandungan air yang diminum oleh keluarga di rumah.

Pastikan kondisi sumbernya dan proses pengolahan air terhindar dari kontak tangan manusia, sehingga aman dari kontamintasi zat-zat yang membahayakan kesehatan. Oleh karenanya, selalu ingat untuk mengetahui apakah depot air minum isi ulang Anda sudah sesuai standar yang berlaku.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.492/MENKES/PER/IV/2010. http://www.ampl.or.id/digilib/read/24-peraturan-menteri-kesehatan-republik-indonesia-no-492-menkes-per-iv-2010/50471. Diakses 8 Desember 2019.

Suprihatin, Bambang & Adriyani, Retno. (2008). HIGIENE SANITASI DEPOT AIR MINUM ISI ULANG DI KECAMATAN TANJUNG REDEP KABUPATEN BERAU KALIMANTAN TIMUR. 4. Diakses 8 Desember 2019.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.492/MENKES/PER/IV/2010. http://www.ampl.or.id/digilib/read/24-peraturan-menteri-kesehatan-republik-indonesia-no-492-menkes-per-iv-2010/50471. Diakses 8 Desember 2019..

Persyaratan Teknis Industri Air Minum Dalam Kemasan. https://kemenperin.go.id/jawaban_attachment.php?id=554&id_t=5055. Diakses 8 Desember 2019.

Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia nomor 11/N-IND/PER/3/2017. http://pustan.kemenperin.go.id/public/default/file_penunjukan/Permenperin_No_11_2017_AMDK.pdf. Diakses 26 Februari 2020

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Maria Amanda Diperbarui 28/01/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto
x