Tomat dan Timun Itu Buah Atau Sayur? Cari Tahu Perbedaan Buah dan Sayur, Yuk!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Semua orang tahu bahwa buah dan sayur adalah makanan sehat yang penting untuk dikonsumsi setiap hari. Namun, di antara keduanya masih banyak yang bingung menyebutkan, misalnya tomat. Sebagian banyak yang menyebut tomat adalah buah, sebagian lagi menyebut tomat adalah sayur. Banyak juga yang mendebatkan timun, cabai, dan labu termasuk buah atau sayur. Mana yang benar? Nah, ketahui perbedaan antara buah dan sayur pada ulasan berikut ini.

Kenali perbedaan buah dan sayur

Menurut Pauline Ladiges, seorang profesor di sekolah botani di The University of Melbourne, Australia mengatakan kepada ABC, sebuah kantor berita di Australia, bahwa ada perbedaan yang jelas antara sayur dan buah berdasarkan ilmu pengetahuan mengenai tumbuh-tumbuhan (botani). Untuk mengetahui perbedaannya, simak penjelasannya berikut ini.

Berdasarkan strukturnya

Buah berasal dari tanaman berbiji yang berkembang setelah penyerbukan. Proses penyerbukan terjadi ketika serbuk sari jatuh dan menempel pada kepala putik. Kemudian, akan terbentuk benih buah di dalam ovarium yang seiring waktu akan membengkak dan matang menjadi bakal buah.

Buah-buahan biasanya memiliki daging buah dan berwarna menarik sehingga menarik serangga untuk memakannya. Selain itu, buah adalah hasil tanaman yang mengandung benih dari tanaman itu sendiri. Jadi, apakah tomat termasuk ke dalam jenis buah atau sayur? Anda pasti sudah bisa menebak bahwa tomat itu termasuk jenis buah, bukan sayur. Begitu juga dengan cabai, labu, timun, paprika, dan buah zaitun.

Sementara sayur adalah bagian yang tidak berbunga ataupun berbiji. Bisa saja Anda makan daunnya seperti bayam; dimakan bagian batangnya seperti seledri; dimakan bagian akarnya seperti wortel; serta dimakan umbinya seperti kentang.

Berdasarkan rasanya

Tidak hanya dari struktur tanaman, pengelompokkan buah dan sayur juga dilihat dari segi kuliner. Buah biasanya bisa dinikmati secara langsung dan rasanya manis atau asam. Buah biasanya ditemukan dengan mudah sebagai makanan pencuci mulut, camilan, atau jus. Sedangkan sayur biasanya diolah terlebih dahulu dan disajikan dengan rasa yang gurih. Biasanya dihidangkan sebagai lauk atau makanan utama.

Namun, beberapa buah juga masih sering dikira sebagai sayuran karena rasanya. Contohnya labu, timun, terong, paprika, atau buncis. Semuanya termasuk ke dalam kelompok buah berdasarkan ilmu botani. Begitu pula sebaliknya, ada banyak sayur yang dikira sebagai buah karena rasanya yang manis dibanding sayur lainnya. Contohnya ubi jalar, wortel, atau lobak.

Berdasarkan nutrisinya

Sayur dan buah memiliki banyak kesamaan dalam hal nutrisi. Keduanya tinggi serat, vitamin, mineral, antioksidan, dan senyawa tanaman lainnya yang baik untuk tubuh. Buah dan sayuran juga memiliki lemak dan kadar natrium yang rendah. Namun, perlu diperhatikan bahwa buah-buahan cenderung memiliki jumlah gula dan kalori alami yang lebih tinggi dibandingkan sayuran. Satu cangkir apel yang sudah dipotong-potong mengandung 65 kalori dan 13 gram gula, sedangkan satu cangkir brokoli mengandung 31 kalori dan 2 gram gula.

Kemudian, dibandingkan dengan sayuran, buah lebih unggul kandungan seratnya. Kandungan serat per 100 gram untuk buah berikisar antara 2-15 gram, sementara sayuran berdaun dengan berat yang sama mengandung 1,2-4 gram serat. Namun, sayuran berdaun lebih banyak mengandung air sekitar 84-95 persen, sementara buah-buahan mengandung 61-89 persen air.

Buat apa mengetahui perbedaan antara buah dan sayur?

Seorang dosen School of Excercise and Nutrition Science di Queensland University of Technology sekaligus ketua Australian Dietary Guidelines, Amanda Lee menegaskan bahwa mengetahui perbedaan antara sayur dan buah membantu Anda untuk memenuhi asupan harian buah maupun sayur.

Dalam satu hari, Anda dianjurkan untuk mengonsumsi sayur sebanyak 75 gram dan buah sebanyak 150 gram. Ini merupakan jumlah optimal asupan makanan yang diperlukan tubuh secara keseluruhan. Jumlah buah lebih banyak karena buah menghasilkan lebih banyak energi ketimbang sayur. Itu sebabnya banyak pakar kesehatan merekomendasikan banyak makan buah.

Telah banyak penelitian yang menunjukkan manfaat makan buah dan sayur untuk kesehatan, seperti menurunkan risiko penyakit jantung dan kanker, mengendalikan berat badan, hingga menjaga kadar gula darah sehingga terhindar dari penyakit diabetes dan menjaga kesehatan sistem pencernaan serta kesehatan tubuh lainnya. Jadi, sudahkah Anda makan buah dan sayur hari ini?

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

9 Bahaya yang Bisa Terjadi Jika Nekat Bikin Tato di Mata

Tertarik ingin mata Anda berwarna tidak hanya warna putih saja? Tato mata bisa jadi jawabannya. Sebelum lakukan, cari tahu dulu bahayanya di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan Mata, Penyakit Mata 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Langkah untuk Berhenti Merokok

Berhenti merokok memang bukan perkara mudah. Mulailah dengan 5 langkah berikut.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Berhenti Merokok, Hidup Sehat 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Apakah Produk Pembersih di Rumah Anda Sebabkan Masalah Pernapasan?

Kandungan dalam berbagai produk pembersih rumah bisa menimbulkan masalah kesehatan. Bagaimana cara memilih dan mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 3 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit

Kandungan Nutrisi Kulit Buah Kiwi yang Tidak Boleh Dilewatkan

Jika Anda penggemar buah kiwi, sebaiknya jangan kupas kulitnya. Ada banyak nutrisi yang baik untuk kesehatan tubuh dari kulit buah kiwi, lho!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Fakta Gizi, Nutrisi 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

berhenti minum pil kb

7 Hal yang Bisa Terjadi Pada Tubuh Jika Anda Berhenti Minum Pil KB

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
gaya pengasuhan

Kenali Tanda dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
mudah dihipnotis

Mengapa Sebagian Orang Mudah Dihipnotis, Sementara yang Lain Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
manfaat buah mangga

7 Manfaat Kesehatan yang Bisa Anda Dapat dari Buah Mangga

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit