Buah dan sayur adalah makanan sehat yang penting untuk dikonsumsi setiap hari. Anda mungkin dapat membedakannya dengan mudah jika melihat bentuknya.
Buah dan sayur adalah makanan sehat yang penting untuk dikonsumsi setiap hari. Anda mungkin dapat membedakannya dengan mudah jika melihat bentuknya.

Namun, tahukah Anda bahwa buah tak bisa menggantikan sayur maupun sebaliknya. Keduanya memiliki kandungan gizi dan manfaat berbeda untuk kesehatan.
Banyak orang yang menganggap buah dan sayur adalah bahan makanan yang sama.
Padahal, keduanya memiliki banyak perbedaan dari segi kandungan gizi sampai manfaatnya, sehingga tidak bisa saling menggantikan fungsinya bagi kesehatan.
Bahkan, situs Harvard School of Public Health menyebutkan bahwa tidak ada satu pun buah atau sayuran yang menyediakan semua zat gizi yang Anda butuhkan.
Oleh karena itu, Anda disarankan untuk mengonsumsi keduanya setiap hari.
Lantas, apa saja perbedaan buah dan sayur yang perlu Anda ketahui?

Perbedaan buah dan sayur yang pertama berasal dari struktur tanaman yang meliputi batang, daun, buah, hingga proses pertumbuhannya.
Buah
Buah berasal dari tanaman berbiji yang berkembang setelah penyerbukan. Proses penyerbukan terjadi ketika serbuk sari jatuh dan menempel pada kepala putik.
Setelah itu, terbentuk benih buah di dalam ovarium tumbuhan yang seiring waktu akan membesar dan matang menjadi bakal buah.
Buah-buahan biasanya memiliki daging buah yang terasa manis dan berwarna mencolok sehingga tak hanya manusia yang menyukainya, tapi juga serangga.
Selain itu, buah adalah hasil tanaman yang mengandung benih dari tanaman itu sendiri.
Sayur
Sementara itu, sayur adalah bagian yang tidak berbunga atau berbiji. Umumnya, sayuran bisa dikonsumsi dari berbagai bagian strukturnya.
Anda bisa saja makan daunnya seperti bayam dan kangkung atau makan bagian tangkainya seperti seledri.
Beberapa jenis sayur juga dikonsumsi bagian akarnya seperti wortel atau dimakan umbinya seperti kentang.
Tak seperti buah-buahan, sayuran tidak melalui proses penyerbukan. Benih sayuran akan ditanam pada media tanah dan umumnya lebih cepat tumbuh daripada buah.
Sayur dan buah memiliki banyak kesamaan dalam kandungan zat gizi, seperti serat, vitamin, dan fitonutrien.
Buah dan sayuran juga memiliki lemak dan kadar natrium yang rendah.
Namun, perlu diperhatikan bahwa jumlah masing-masing kandungan gizi dalam buah dan sayur berbeda-beda.
Buah
Menurut American Journal Of Lifestyle Medicine (2018), buah memiliki kandungan serat, kalium, dan vitamin C yang lebih tinggi daripada sayur.
Buah-buahan cenderung memiliki jumlah gula dan kalori alami yang lebih tinggi dibandingkan sayuran. Tak heran jika buah-buahan cenderung memiliki rasa yang manis.
Menurut dari situs Food Data Central, setiap 100 gram apel yang sudah dipotong-potong memiliki mengandung 52 kalori dan 10 gram gula.
Sementara pada setiap 100 gram brokoli mengandung sekitar 34 kalori dan 1,7 gram gula.
Namun, beberapa jenis buah mungkin tak hanya memiliki rasa manis, tapi juga asam dan kecut.
Sayur
Berbeda dari buah, sayuran mengandung lebih banyak folat, zat besi, magnesium, kalsium, dan kalium daripada buah.
Selain itu, beberapa sayuran menawarkan kandungan protein nabati yang lebih tinggi dibandingkan dengan buah-buahan.
Mengutip dari situs Food Data Central, terdapat sekitar 5,62 gram protein pada 100 gram kacang polong dan 1,43 gram protein pada 100 gram buah raspberry.
Rasa sayuran pun cenderung tidak manis karena rendah gula. Namun, ada beberapa jenis sayuran yang terasa manis karena kandungan gulanya lebih tinggi, seperti timun, wortel, dan labu.

Anda mungkin sudah tidak asing dengan anjuran untuk mengonsumsi buah dan sayur setiap hari.
Namun, seberapa banyak porsi buah dan sayur sebenarnya yang perlu dikonsumsi untuk mencukupi kebutuhan nutrisi harian?
World Health Organization merekomendasikan sekitar 400 gram atau setara dengan 4 – 5 porsi (75 gram/porsi) sayur dan buah untuk dikonsumsi setiap hari.
Secara lebih detail, situs Harvard Medical School menyebutkan bahwa kombinasi buah dan sayuran yang paling efektif adalah dua porsi buah ditambah tiga porsi sayuran per hari.
Anda sebaiknya tidak mengonsumsi buah secara berlebihan. Pasalnya, kandungan gula alami yang berlebih pada buah juga dapat meningkatkan kadar gula dalam darah.
Pada dasarnya, buah dan sayuran memiliki kandungan gizi yang tidak jauh berbeda.
Namun, jumlah pada masing-masing zat gizi tersebut tidak sama, sehingga buah dan sayur menawarkan beberapa manfaat yang sedikit berbeda bagi kesehatan.
Buah
Sayur
Mengetahui perbedaan buah dan sayur seperti di atas akan membantu Anda memenuhi asupan nutrisi harian secara tepat.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Raspberries. (2019). Food Data Central – US Department of Agriculture. Retrieved 16 January 2023, from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/670920/nutrients
Green Peas. (2019). Food Data Central – US Department of Agriculture. Retrieved 16 January 2023, from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/487597/nutrients
Broccoli. (2019). Food Data Central – US Department of Agriculture. Retrieved 16 January 2023, from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/170379/nutrients
Apple. (2020). Food Data Central – US Department of Agriculture. Retrieved 16 January 2023, from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/1102644/nutrients
Pem, D., & Jeewon, R. (2015). Fruit and Vegetable Intake: Benefits and Progress of Nutrition Education Interventions- Narrative Review Article. Iranian Journal Of Public Health, 44(10), 1309. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4644575/
Offringa, L., Stanton, M., Hauser, M., & Gardner, C. (2018). Fruits and Vegetables Versus Vegetables and Fruits: Rhyme and Reason for Word Order in Health Messages. American Journal Of Lifestyle Medicine, 13(3), 224-234. doi: 10.1177/1559827618769605
Vegetables and Fruits. (2012). Retrieved 16 January 2023, from https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/what-should-you-eat/vegetables-and-fruits/
Stefler, D., & Bobak, M. (2015). Does the consumption of fruits and vegetables differ between Eastern and Western European populations? Systematic review of cross-national studies. Archives Of Public Health, 73(1). doi: 10.1186/s13690-015-0078-8
Brookie, K., Best, G., & Conner, T. (2018). Intake of Raw Fruits and Vegetables Is Associated With Better Mental Health Than Intake of Processed Fruits and Vegetables. Frontiers In Psychology, 9. doi: 10.3389/fpsyg.2018.00487
Wang, D. D., Li, Y., Bhupathiraju, S. N., Rosner, B. A., Sun, Q., Giovannucci, E. L., … & Hu, F. B. (2021). Fruit and vegetable intake and mortality: results from 2 prospective cohort studies of US men and women and a meta-analysis of 26 cohort studies. Circulation, 143(17), 1642-1654. doi.org/10.1161/CIRCULATIONAHA.120.048996
Saglimbene, V., Wong, G., Ruospo, M., Palmer, S., Garcia-Larsen, V., & Natale, P. et al. (2019). Fruit and Vegetable Intake and Mortality in Adults undergoing Maintenance Hemodialysis. Clinical Journal Of The American Society Of Nephrology, 14(2), 250-260. doi: 10.2215/cjn.08580718
How many fruits and vegetables do we really need? – Harvard Health. (2021). Retrieved 16 January 2023, from https://www.health.harvard.edu/nutrition/how-many-fruits-and-vegetables-do-we-really-need
Healthy diet. (2020). Retrieved 16 January 2023, from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/healthy-diet
Versi Terbaru
01/02/2023
Ditulis oleh Dwi Ratih Ramadhany
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes.
Diperbarui oleh: Angelin Putri Syah