brand logo
Kategori
Cek Kesehatan
Komunitas
Booking Dokter

Iklan

Bagikan

Lingkar Perut Normal, Begini Cara Tepat Mengukurnya

Mengetahui ukuran lingkar perut penting untuk membantu menilai penumpukan lemak di area perut sekaligus mendeteksi risiko gangguan metabolik. Di Indonesia, batas lingkar perut normal yang umum digunakan adalah sekitar 90 cm untuk pria dan 80 cm untuk wanita. 

Lingkar Perut Normal, Begini Cara Tepat Mengukurnya

Namun, angka ini bukan patokan bentuk tubuh ideal, melainkan indikator kesehatan yang perlu diperhatikan. Agar hasil pengukuran lebih akurat, Anda juga perlu mengetahui cara mengukur lingkar perut yang benar.

Hubungan lingkar perut normal dengan kesehatan

Lingkar perut atau lingkar pinggang adalah ukuran keliling tubuh pada area perut. Besarnya lingkar perut setiap orang dapat berbeda, bergantung pada beberapa faktor, seperti genetik dan gaya hidup.

Ukuran lingkar perut dapat membantu memperkirakan penumpukan lemak di sekitar perut yang berkaitan dengan risiko gangguan metabolik. Untuk orang dewasa di Indonesia, Kementerian Kesehatan menggunakan lingkar perut sebagai salah satu acuan skrining obesitas sentral. 

Obesitas sentral adalah kondisi penumpukan lemak berlebih di area perut, terutama di sekitar organ dalam (lemak viseral), yang dapat meningkatkan risiko penyakit metabolik dan kardiovaskular. 

Berdasarkan PNPK Obesitas Dewasa No. 509/2025, lingkar perut >90 cm pada pria dan >80 cm pada wanita termasuk ambang obesitas sentral menurut konsensus Asia-Pasifik. Angka ini merupakan indikator untuk menilai risiko kesehatan, bukan penentu diagnosis tunggal.

Salah satu cara mengukur lingkar perut dewasa adalah melingkarkan pita ukur pada titik tengah antara tepi bawah tulang rusuk terakhir dan puncak tulang panggul (iliaka). Pastikan pita ukur sejajar dengan lantai agar hasilnya lebih akurat.

Jika hasil pengukuran berada di sekitar atau melewati angka tersebut, penilaian risiko kesehatan sebaiknya juga mempertimbangkan indeks massa tubuh (IMT), tekanan darah, riwayat penyakit, dan faktor risiko lainnya.

Ukuran lingkar perut juga berkaitan dengan angka harapan hidup. Menurut Mayo Clinic, sebuah penelitian yang mengamati data dari sekitar 650.000 orang dewasa menemukan hubungan antara lingkar pinggang yang lebih besar dan risiko kematian yang lebih tinggi.

Penelitian tersebut menemukan bahwa lingkar pinggang yang lebih besar berkaitan dengan risiko kematian yang lebih tinggi, bahkan setelah memperhitungkan faktor lain.

Namun, ukuran lingkar perut saja tidak bisa digunakan untuk memprediksi usia harapan hidup seseorang karena faktor seperti usia, IMT, dan gaya hidup juga turut memengaruhi risiko kesehatan.

Penyakit yang dideteksi lewat lingkar perut

lingkar pinggang prediksi terbaik

Mengukur lingkar perut sesuai umur bisa membantu Anda mengetahui risiko kesehatan akibat penumpukan lemak di area perut. Pemeriksaan ini juga bisa melengkapi pengukuran IMT.

Lingkar perut menjadi salah satu cara untuk memperkirakan penumpukan lemak di perut, termasuk lemak viseral yang berada di sekitar organ dalam. Namun, pengukuran ini tidak bisa menunjukkan jumlah lemak viseral secara langsung.

Lalu, mengapa penumpukan lemak di perut perlu diperhatikan? Pasalnya, kondisi ini berkaitan dengan peningkatan risiko beberapa masalah kesehatan kronis, seperti diabetes melitus, hipertensi, dan penyakit jantung.

IMT dan lingkar perut sebenarnya memberikan informasi yang berbeda. IMT menunjukkan gambaran berat badan berdasarkan tinggi badan, sedangkan lingkar perut membantu menunjukkan penumpukan lemak di area perut.

Keduanya bisa digunakan untuk menilai risiko kesehatan, tetapi tetap perlu dilengkapi dengan pemeriksaan klinis. Itulah sebabnya, mengukur lingkar perut juga penting, bukan hanya menghitung berat badan ideal.

Kabar baiknya, Anda bisa melakukan pengukuran lingkar perut sendiri di rumah dengan alat sederhana. 

Cara mengukur lingkar perut

Metode pengukuran lingkar perut tak boleh dilakukan asal-asalan. Tanpa teknik yang tepat, hasilnya tentu tidak akan akurat. Di bawah ini beberapa cara mengukur lingkar perut pria dan wanita yang bisa Anda lakukan di rumah.

  1. Buka baju, rok, maupun celana panjang agar perut terlihat.
  2. Siapkan pita ukur atau meteran.
  3. Berdiri di depan cermin dengan posisi tegak dan rileks.
  4. Raba bagian bawah tulang rusuk terakhir dan tepi atas tulang panggul (krista iliaka). Temukan titik tengah jarak vertikal antara keduanya di sisi tubuh.
  5. Tandai titik tengah kedua patokan tulang tersebut. Posisi ini tidak harus tepat sejajar dengan pusar setiap orang.
  6. Lingkarkan pita ukur di titik tengah yang sudah ditandai. Posisikan sejajar dengan lantai pada seluruh keliling tubuh.
  7. Lingkarkan sisa tali ke perut dan seluruh batang tubuh.
  8. Pastikan pita meteran melintang dalam posisi horizontal dan tidak menekan kulit perut
  9. Setelah bernapas biasa, baca angka pada pita saat akhir embusan napas normal. Jangan menarik perut masuk atau menahan napas.
  10. Angka terakhir tersebut merupakan ukuran lingkar pinggang atau perut Anda.

Sebelum membaca hasil, pastikan tubuh berdiri rileks, pita horizontal dan pas tanpa menekan kulit. Ukur dengan metode yang sama setiap kali melakukan pemantauan. Jika hasil tampak tidak konsisten, ulangi pengukuran.

Pada saat mengukur lingkar perut, usahakan untuk tidak menahan napas atau mengecilkan perut. Hal ini justru dapat membuat hasil pengukuran tidak akurat.

Jika lingkar perut mendekati atau melewati batas tersebut, konsultasikan faktor risiko kesehatan lainnya dengan tenaga kesehatan, terutama jika Anda memiliki hipertensi, diabetes, atau riwayat penyakit jantung.

Anda pun mungkin perlu mempertimbangkan untuk mengubah gaya hidup guna mengurangi lingkar perut menuju batas normal sesuai umur dan tinggi badan.

Faktor yang memengaruhi lingkar perut normal

mengecilkan lingkar pinggang

Lingkar perut normal atau ideal tidak ditentukan oleh satu faktor saja. Jenis kelamin, usia, dan tinggi badan dapat menjadi pertimbangan dalam menilai ukuran lingkar perut seseorang. Namun, bukan berarti setiap orang harus memiliki ukuran yang sama untuk dianggap sehat.

Berikut beberapa hal yang sering ditanyakan seputar lingkar perut.

1. Apakah lingkar perut normal berbeda sesuai umur?

Ukuran lingkar perut dapat berubah seiring bertambahnya usia. Namun, pada orang dewasa, batas skrining obesitas sentral yang umum digunakan di Indonesia lebih dibedakan berdasarkan jenis kelamin, bukan kelompok usia.

Sebagai acuan, lingkar perut pria sebaiknya tidak melebihi 90 cm, sedangkan wanita tidak melebihi 80 cm. Angka tersebut merupakan ambang skrining risiko obesitas sentral, bukan patokan mutlak lingkar perut ideal untuk setiap usia.

Sementara itu, cara menilai lingkar perut normal pada anak dan remaja berbeda karena perlu mempertimbangkan usia serta tahap pertumbuhannya.

2. Apakah lingkar perut normal ditentukan oleh berat badan?

Tidak. Berat badan saja tidak bisa menentukan apakah lingkar perut seseorang tergolong normal atau ideal. Pasalnya, IMT dan lingkar perut mengukur aspek yang berbeda.

IMT menggambarkan perbandingan berat badan dengan tinggi badan, sedangkan lingkar perut membantu memperkirakan penumpukan lemak di area perut.

Karena itu, seseorang dengan berat badan yang sama belum tentu memiliki ukuran lingkar perut yang sama. Keduanya dapat digunakan secara bersamaan untuk membantu menilai risiko kesehatan.

3. Berapa lingkar perut ideal untuk tinggi badan 155 cm?

Selain menggunakan batas lingkar perut berdasarkan jenis kelamin, Anda juga bisa mempertimbangkan rasio lingkar pinggang terhadap tinggi badan atau waist-to-height ratio (WHtR).

Cara menghitungnya cukup sederhana, yaitu membagi lingkar pinggang dengan tinggi badan dalam satuan yang sama. Menurut panduan NICE, orang dewasa disarankan menjaga rasio ini di bawah 0,5.

Sebagai contoh, jika tinggi badan Anda 155 cm, lingkar pinggang yang setara dengan rasio 0,5 adalah 77,5 cm. Namun, angka ini merupakan ilustrasi berdasarkan rasio tinggi badan, bukan batas mutlak lingkar perut ideal bagi semua orang dengan tinggi 155 cm.

4. Apakah cara mengukur lingkar perut sama untuk semua orang?

Pada orang dewasa yang tidak hamil, cara mengukur lingkar perut umumnya dilakukan dengan melingkarkan pita ukur pada titik tengah antara tepi bawah tulang rusuk terakhir dan puncak tulang panggul. Pastikan pita ukur sejajar dengan lantai dan tidak menekan kulit.

Namun, cara ini tidak berlaku untuk semua orang. Pada ibu hamil, misalnya, perubahan ukuran perut selama kehamilan membuat pengukuran lingkar pinggang tidak bisa digunakan dengan acuan yang sama seperti pada orang dewasa yang tidak hamil.

Begitu pula pada bayi, anak-anak, dan remaja. Penilaian status gizi dan risiko kesehatan mereka perlu menggunakan acuan yang sesuai dengan usia serta tahap pertumbuhan.

Tips mengurangi lingkar perut

Pada dasarnya, menyadari bahwa lingkar perut perlu dikurangi memang terasa jauh lebih mudah dibandingkan benar-benar melakukannya. Bila ukuran lingkar perut melebihi batas normal atau tidak ideal, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

Jika ukuran lingkar perut Anda berada di atas ambang skrining, konsultasikan pilihan perubahan gaya hidup yang realistis dengan tenaga kesehatan, terutama bila ada kondisi medis atau faktor risiko lain.

Latihan perut memang bisa menguatkan otot perut, tetapi belum tentu menghilangkan lemak di area tersebut. Untuk membantu mengurangi lemak tubuh, Anda perlu mengimbanginya dengan olahraga kardio, latihan kekuatan, pola makan seimbang, dan kebiasaan hidup sehat.

Berikut beberapa cara yang bisa Anda terapkan.

  • Mencoba aktivitas fisik ringan, seperti berjalan kaki, jogging, atau berenang.
  • Meningkatkan intensitas latihan dari waktu ke waktu.
  • Memperbanyak makanan yang membantu menurunkan berat badan, seperti buah, sayur, protein tanpa lemak, dan biji-bijian.
  • Batasi makanan ultra-proses yang tinggi gula tambahan, natrium, atau lemak jenuh, serta perhatikan pola makan keseluruhan. Tidak semua makanan olahan memiliki kandungan gizi yang sama.
  • Memperhatikan porsi makan sesuai dengan kebutuhan kalori.
  • Minum lebih banyak air putih dan menghindari minuman manis.
  • Membatasi minum minuman beralkohol.

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar ukuran lingkar perut yang ideal, silakan konsultasikan dengan dokter.

Kesimpulan

  • Lingkar perut lebih dari 90 cm pada pria dan 80 cm pada wanita termasuk ambang skrining obesitas sentral pada orang dewasa di Indonesia.
  • Mengukur lingkar perut perlu menggunakan teknik yang tepat agar hasilnya akurat. Pengukuran ini juga bisa melengkapi IMT untuk membantu menilai risiko kesehatan.
  • Penumpukan lemak di perut berkaitan dengan peningkatan risiko diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung. Menjaga pola makan seimbang dan rutin beraktivitas fisik dapat membantu Anda mengelola lemak tubuh.

#BeraniBicaraBerat #ObesitasAdalahPenyakit

medical
dr. Patricia Lukas Goentoro
Ditinjau secara medis oleh
General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)
Ditulis oleh Risky Candra Swari · Tanggal diperbarui 3 hari lalu