Batasan Makan Udang dan Kepiting yang Aman, Agar Kolesterol Tidak Naik

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Rasa udang dan kepiting yang gurih serta tekstur dagingnya yang lembut membuat orang suka lupa diri saat makan. Nah, udang dan kepiting digadang-gadang tinggi akan kandungan kolesterol yang perlu diwaspadai. Namun, apakah ini benar? Lalu seberapa banyak batasan makan udang dan kepiting agar kadar kolesterol darah tetap stabil? Ini dia ulasannya.

Berapa batas asupan kolesterol yang aman?

Kolesterol tidak sepenuhnya jahat, justru berfungsi bagi tubuh. Akan tetapi, American Hearth Association menyatakan bahwa bahwa asupan kolesterol makanan harus dibatasi per harinya. Batasi kolesterol tidak lebih dari 300 mg per hari.

Kadar kolesterol yang tak terkendali dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Pertama, kolesterol yang terlalu banyak di dalam tubuh dapat menyebabkan aterosklerosis, yakni penumpukan kadar kolesterol di pembuluh darah arteri. Selanjutnya, tumpukan kolesterol ini yang disebut plak akan mengganggu aliran darah. Pembuluh darah yang tersumbat akan menimbulkan masalah mulai dari angina (nyeri dada), serangan jantung, hingga stroke.

Kolesterol di udang dan kepiting setinggi apa, sih?

Udang

manfaat makan udang

Dalam 100 gram udang mentah, Anda mendapatkan 166 mg kolesterol. Udang memang memiliki 85 persen kandungan kolesterol yang lebih tinggi dibandingkan jenis seafood lainnya seperti ikan tuna. Bayangkan jika Anda menggoreng udang, kolesterolnya tentu akan naik lebih tinggi lagi.

Makan udang 100 gram saja sudah memenuhi lebih dari separo kebutuhan kolesterol harian Anda. Padahal, dalam sehari asupan kolesterol bisa ditemukan dari mana saja, tak cuma dari makan udang. Belum lagi kalau Anda makan udang lebih dari 100 gram.

Tingginya kadar kolesterol ini yang menjadi alasan para tenaga kesehatan menyarankan Anda agar jangan makan udang kebanyakan.

Meskipun termasuk tinggi kolesterol, bukan berarti udang meningkatkan kadar kolesterol jahat (kolesterol LDL) di dalam tubuh. Dilansir dari Medical News Today, udang juga dapat meningkatkan kolesterol baik (kolesterol HDL) yang penting untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Itulah mengapa Anda sebenarnya tentu boleh saja makan udang, tapi perhatikan porsinya supaya tidak terlalu berlebihan dan menyebabkan kolesterol melonjak naik.

Kepiting

Makan Kepiting Saat Hamil

Dibandingkan dengan makan udang, daging kepiting mengandung kadar kolesterol yang lebih rendah.

Dalam 100 gram kepiting Anda mendapatkan 55-59 mg kolesterol. Namun, ada juga kepiting jenis blue crab yang bisa mengandung 97 mg kolesterol. Daging kepiting mirip seperti udang memiliki kandungan protein yang tinggi tapi rendah lemak dan kalori. Apalagi kandungan kolesterolnya jauh lebih sedikit dibandingkan udang.

Karena kadar kolesterolnya lebih rendah, kepiting bisa dibilang lebih aman dikonsumsi untuk menjaga kenaikan kolesterol darah. Namun, tidak seperti udang, ada kekurangan lain yang dimiliki kepiting. Kepiting secara alami tinggi akan kadar natrium, sehingga beberapa orang yang mengalami hipertensi (tekanan darah tinggi) tetap diimbau untuk membatasi makan kepiting, tidak perlu berlebihan.

Batasan makan udang dan kepiting agar kolesterol tetap stabil

USDA, yakni kementerian pertanian Amerika Serikat dalam laman Choose My Plate menganjurkan untuk mengonsumsi seafood jenis ikan atau kerang-kerangan sebagai sumber protein harian amannya sekitar 8 ons per minggu atau sekitar 226 gram dalam seminggu.

Dari acuan ini, Anda dapat memperkirakan asupan udang dan kepiting yang Anda inginkan selama satu minggu atau satu bulan ke depan.

Contohnya, satu porsi udang biasanya hanya sekitar 3 ons atau 85 gram. Dari 85 gram udang per hari, Anda sudah bisa memenuhi hampir setengah dari asupan kolesterol yang dibutuhkan dalam sehari. Jika dalam sehari Anda mengikuti acuan ini, maka Anda boleh makan udang sebanyak 2-3 kali per minggu agar kadar kolesterol darah tetap stabil.

Untuk daging kepiting, Anda masih boleh makan sampai 3-4 kali dalam seminggu. Satu sajian kepiting sebesar 85 gram menyumbang sekitar 97 mg kolesterol dalam sehari. Meskipun bisa dikonsumsi lebih banyak dibandingkan udang, hati-hati dengan kandungan natrium yang lebih tinggi dibandingkan udang.

Selain itu, untuk mengimbangi asupan kolesterol yang berasal dari kepiting atau udang, Anda perlu mengonsumsi makanan rendah kolesterol seperti susu tanpa lemak, buah, sayuran, dan kacang-kacangan. Serta sebaiknya Anda juga melakukan olahraga teratur 30 menit per hari, mengurangi rokok dan mengonsumsi obat penurun kolesterol jika kadar kolesterol Anda tinggi.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengungkap Serba-serbi Micellar Water, Amankah Bagi Wajah?

Micellar water populer di kalangan makeup artist dan pencinta produk skincare. Namun, apakah produk ini aman dan bermanfaat?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Fakta Mengagumkan Soal Lutut Manusia yang Tangguh Tapi Rawan Cedera

Lutut manusia bertugas untuk menopang aktivitas Anda sehari-hari. Yuk, cari tahu berbagai fakta menarik soal kesehatan lutut berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

BAB Sering Berdarah? Hati-hati, Bisa Jadi Tanda Kanker pada Saluran Cerna

Penyebab BAB berdarah bukan cuma ambeien alias wasir saja. Darah pada feses bisa jadi pertanda adanya kanker pada salah satu organ saluran cerna Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Kanker, Kanker Lambung 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Ragam Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Walaupun digoreng, Anda bisa membuat bakwan yang enak, gurih, dan lebih sehat. Simak beragam resep membuat bakwan yang mudah berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Resep Sehat, Nutrisi 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit


Direkomendasikan untuk Anda

penyakit dari tikus

Hati-hati! Ini 6 Penyakit Berbahaya yang Disebabkan Oleh Tikus

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
keluar air mani

Tiba-tiba Keluar Air Mani Padahal Tidak Terangsang, Kok Bisa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
efek bleaching gigi

Efek Bleaching untuk Memutihkan Gigi, Adakah yang Perlu Diwaspadai?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
mie instan atau nasi

Mie Instan atau Nasi Putih, Mana yang Lebih Sehat untuk Dikonsumsi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit