home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Batasan Makan Udang dan Kepiting yang Aman, Agar Kolesterol Tidak Naik

Batasan Makan Udang dan Kepiting yang Aman, Agar Kolesterol Tidak Naik

Rasa udang dan kepiting yang gurih serta tekstur dagingnya yang lembut membuat orang suka lupa diri saat makan. Nah, udang dan kepiting digadang-gadang tinggi akan kandungan kolesterol yang perlu diwaspadai. Namun, apakah ini benar? Lalu seberapa banyak batasan makan udang dan kepiting agar kadar kolesterol darah tetap stabil? Ini dia ulasannya.

Berapa batas asupan kolesterol yang aman?

Kolesterol tidak sepenuhnya jahat, justru berfungsi bagi tubuh. Akan tetapi, American Hearth Association menyatakan bahwa bahwa asupan kolesterol makanan harus dibatasi per harinya. Batasi kolesterol tidak lebih dari 300 mg per hari.

Kadar kolesterol yang tak terkendali dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Pertama, kolesterol yang terlalu banyak di dalam tubuh dapat menyebabkan aterosklerosis, yakni penumpukan kadar kolesterol di pembuluh darah arteri. Selanjutnya, tumpukan kolesterol ini yang disebut plak akan mengganggu aliran darah. Pembuluh darah yang tersumbat akan menimbulkan masalah mulai dari angina (nyeri dada), serangan jantung, hingga stroke.

Kolesterol di udang dan kepiting setinggi apa, sih?

Udang

manfaat makan udang

Dalam 100 gram udang mentah, Anda mendapatkan 166 mg kolesterol. Udang memang memiliki 85 persen kandungan kolesterol yang lebih tinggi dibandingkan jenis seafood lainnya seperti ikan tuna. Bayangkan jika Anda menggoreng udang, kolesterolnya tentu akan naik lebih tinggi lagi.

Makan udang 100 gram saja sudah memenuhi lebih dari separo kebutuhan kolesterol harian Anda. Padahal, dalam sehari asupan kolesterol bisa ditemukan dari mana saja, tak cuma dari makan udang. Belum lagi kalau Anda makan udang lebih dari 100 gram.

Tingginya kadar kolesterol ini yang menjadi alasan para tenaga kesehatan menyarankan Anda agar jangan makan udang kebanyakan.

Meskipun termasuk tinggi kolesterol, bukan berarti udang meningkatkan kadar kolesterol jahat (kolesterol LDL) di dalam tubuh. Dilansir dari Medical News Today, udang juga dapat meningkatkan kolesterol baik (kolesterol HDL) yang penting untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Itulah mengapa Anda sebenarnya tentu boleh saja makan udang, tapi perhatikan porsinya supaya tidak terlalu berlebihan dan menyebabkan kolesterol melonjak naik.

Kepiting

Makan Kepiting Saat Hamil

Dibandingkan dengan makan udang, daging kepiting mengandung kadar kolesterol yang lebih rendah.

Dalam 100 gram kepiting Anda mendapatkan 55-59 mg kolesterol. Namun, ada juga kepiting jenis blue crab yang bisa mengandung 97 mg kolesterol. Daging kepiting mirip seperti udang memiliki kandungan protein yang tinggi tapi rendah lemak dan kalori. Apalagi kandungan kolesterolnya jauh lebih sedikit dibandingkan udang.

Karena kadar kolesterolnya lebih rendah, kepiting bisa dibilang lebih aman dikonsumsi untuk menjaga kenaikan kolesterol darah. Namun, tidak seperti udang, ada kekurangan lain yang dimiliki kepiting. Kepiting secara alami tinggi akan kadar natrium, sehingga beberapa orang yang mengalami hipertensi (tekanan darah tinggi) tetap diimbau untuk membatasi makan kepiting, tidak perlu berlebihan.

Batasan makan udang dan kepiting agar kolesterol tetap stabil

USDA, yakni kementerian pertanian Amerika Serikat dalam laman Choose My Plate menganjurkan untuk mengonsumsi seafood jenis ikan atau kerang-kerangan sebagai sumber protein harian amannya sekitar 8 ons per minggu atau sekitar 226 gram dalam seminggu.

Dari acuan ini, Anda dapat memperkirakan asupan udang dan kepiting yang Anda inginkan selama satu minggu atau satu bulan ke depan.

Contohnya, satu porsi udang biasanya hanya sekitar 3 ons atau 85 gram. Dari 85 gram udang per hari, Anda sudah bisa memenuhi hampir setengah dari asupan kolesterol yang dibutuhkan dalam sehari. Jika dalam sehari Anda mengikuti acuan ini, maka Anda boleh makan udang sebanyak 2-3 kali per minggu agar kadar kolesterol darah tetap stabil.

Untuk daging kepiting, Anda masih boleh makan sampai 3-4 kali dalam seminggu. Satu sajian kepiting sebesar 85 gram menyumbang sekitar 97 mg kolesterol dalam sehari. Meskipun bisa dikonsumsi lebih banyak dibandingkan udang, hati-hati dengan kandungan natrium yang lebih tinggi dibandingkan udang.

Selain itu, untuk mengimbangi asupan kolesterol yang berasal dari kepiting atau udang, Anda perlu mengonsumsi makanan rendah kolesterol seperti susu tanpa lemak, buah, sayuran, dan kacang-kacangan. Serta sebaiknya Anda juga melakukan olahraga teratur 30 menit per hari, mengurangi rokok dan mengonsumsi obat penurun kolesterol jika kadar kolesterol Anda tinggi.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

USDA. 2017. 10 Tips Eat Seafood Twice a Week. [Online] Choose My Plate. Terssedia pada: https://www.choosemyplate.gov/ten-tips-eat-seafood (DIakses 8 April 2018)

Sass Cynthia. 2014. 7 Things You Should Know About Shrimp. [Online] Health. Tersedia pada: http://www.health.com/nutrition/calories-in-shrimp (Diakses 8 April 2018)

Fletcher Jenna. 2017. Is Shrimp High in CHolesterol?. [Online] Medical News Today. Tersedia pada: https://www.medicalnewstoday.com/articles/315947.php (DIakses 8 April 2018)

Price Maria Z. 2017. Is Crab Meat High in Cholesterol?. [Online] Livestrong. Tersedia pada: https://www.livestrong.com/article/478552-crab-legs-and-cholesterol/ (Diakses 8 April 2018)

Mayo Clinic. 2018. High Cholesterol. [Online] Tersedia pada: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-cholesterol/symptoms-causes/syc-20350800 (Diakses 8 April 2018)

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Tanggal diperbarui 22/04/2018
x