home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Jenis Nyeri yang Paling Sering Dikeluhkan, Berdasarkan Kelompok Usia

5 Jenis Nyeri yang Paling Sering Dikeluhkan, Berdasarkan Kelompok Usia

Ada beragam hal yang bisa menyebabkan seseorang mengalami rasa nyeri di bagian tubuhnya. Jenis nyeri ini bisa disebabkan akibat cedera. Bisa juga nyeri jadi tanda adanya masalah kesehatan karena penyakit tertentu. Berikut ini ada beberapa jenis nyeri yang paling sering dikeluhkan berdasarkan kelompok usia Anda masing-masing. Kira-kira apa saja dan bagaimana cara mengatasinya, ya?

Jenis nyeri yang paling sering dikeluhkan berdasarkan kelompok usia

Berikut ini beberapa jenis nyeri yang sering dikeluhkan berdasarkan kelompok usia sekaligus cara mengusir nyeri.

1. Sakit pinggang

Sakit pinggang merupakan salah satu jenis nyeri yang paling umum dialami sebagaian orang. Apabila Anda berusia di bawah 50 tahun dan sudah mengalami penyakit ini, bisa jadi kondisi tersebut disebabkan karena kebiasaan duduk dalam waktu yang lama. Ini mengakibatkan terlalu banyak tekanan pada sendi di bagian punggung Anda.

Kemungkinan besar akan menyerang: Usia 30 sampai 40-an. Namun, umumnya sakit pinggang juga bisa terjadi pada usia berapa saja.

Cara mengatasi: Melakukan latihan kekuatan atau kardio sangat membantu mengatasi kondisi ini. Latihan kekuatan dan kardio secara rutin akan memperlancar aliran darah, dan membantu Anda membangun otot inti yang mendukung tulang belakang Anda.

Obat-obatan tanpa resep seperti ibuprofen dan acetaminophen yang banyak di jual di pasaran untuk membantu mengurangi mengurangi rasa sakit. Meski begitu, sebaiknya jangan gunakan obat tersebut dalam jangka waktu panjang untuk menghindari masalah kesehatan lainnya. Duduk dengan bantal di punggung belakang juga bisa dilakukan untuk mengurangi rasa sakit.

Selain itu, perhatikan juga kebiasaan duduk Anda. Jika sebagian besar waktu bekerja Anda duduk, sediakan waktu minimal 10 menit untuk melakukan peregangan sederhana agar otot-otot di sekitar leher, punggung, maupun bokong Anda bisa rileks.

2. Sakit kepala

Sakit kepala seperti migrain yang diikuti dengan gejala mual merupakan jenis nyeri yang paling umum menyerang orang pada usia muda maupun tua. Beberapa pakar sampai saat ini belum yakin apa penyebab pastinya. Hanya saja penyakit ini umumnya dipicu oleh beberapa hal seperti stres, sindrom pramenstruasi (PMS), dehidrasi, kelelahan otot, pengaruh cuaca, bahkan makanan tertentu.

Kemungkinan besar akan menyerang: Orang berusia 20 sampai 50-an.

Cara mengatasi: Jika sakit kepala Anda hanya berpusat di bagian kening atau pelipis, ini bisa jadi sakit kepala yang disebabkan oleh ketegangan. Anda bisa meredakan sakit kepala ini dengan cara memijat secara lembut. Anda juga bisa mengoleskan sedikit krim pereda nyeri yang mengandung mentol di bagian dahi atau leher Anda untuk memberikan efek menenangkan.

Beberapa obat pereda nyeri seperti acetaminophen, ibuprofen, atau obat khusus untuk migrain yang mengandung kafein, acetaminophen, atau aspirin, bisa jadi pilihan pengobatan. Tapi ingat, jangan mengonsumsinya lebih dari 3 hari tanpa berbicara dengan dokter Anda.

3.Osteoarthritis (OA)

Kondisi umum ini terjadi saat tulang rawan pelindung antara sendi dan tulang Anda mengalami keausan atau penipisan sehinggga menyebabkan rasa sakit pada sendi tersebut, seperti tangan, lutut, dan pinggul. Banyak orang berpikir bahwa osteoarthritis terjadi secara alami dan tidak dapat dihindari karena bagian dari penuaan. Meski begitu, ahli medis meyakini kondisi ini dapat dicegah.

Kemungkinan besar akan menyerang: Usia 60 sampai 70-an. Sejumlah 33 persen orang lanjut usia (lansia) berusia di atas 60 tahun mengidap OA.

Cara mengatasi: Terus bergerak aktif adalah salah satu kunci untuk mencegah sekaligus mengontrol penyakit ini. Pasalnya, aktivitas fisik akan memperlancar aliran darah, yang bisa membuat persendian Anda tetap sehat sekaligus mengurangi rasa sakit. Sebelumnya, bicarakan dulu dengan dokter untuk menentukan jenis olahraga atau aktivitas fisik yang sesuai dengan kebutuhan Anda, terlebih jika Anda juga mengalami arthritis kronis.

Selain itu, beberapa orang merasa lebih baik dengan mengoleskan krim panas saat persendiannya kaku dan kompres es saat persendiannya mengalami pembengkakan.

4. Tendinitis

Tendinitis merupakan salah satu jenis nyeri yang juga sering dikeluhkan sebagian orang. Tendinitis adalah peradangan pada tendon, suatu kumpulan jaringan yang menghubungkan otot dengan tulang. Kondisi ini akan membuat Anda kesulitan untuk bergerak. Pasalnya, semakin banyak Anda bergerak, maka akan menimbulkan rasa sakit yang tak tertahankan. Tendinitis umumnya disebabkan akibat melakukan aktivitas yang melibatkan gerakan berulang, seperti saat bermain golf dan menyekop.

Kemungkinan besar akan menyerang: Di atas usia 40 tahun. Seiring bertambahnya usia, tendon Anda menjadi kurang lentur dan lebih rentan terhadap cedera.

Cara mengatasi: Hal utama untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan berisitirahat sejenak dari kegiatan yang bisa memperparah rasa sakit di bagian sendi Anda. Anda juga bisa menggunakan kompres dingin untuk meredakan rasa nyeri di area yang sakit.

Selain itu, Anda bisa mengonsumsi beberapa obat antiradang nonsteroid, seperti ibuprofen atau naproxen untuk meradakan peradangan. Segera konsultasi dengan dokter jika kondisi Anda tidak membaik setelah seminggu.

5. Nyeri panggul

Satu dari tujuh wanita berusia antara 18 dan 50 tahun mengalami nyeri panggul kronis. Kondisi ini akan menimbulkan rasa nyeri dan sakit yang tak tertahankan. Rasa sakit itu bukan disebabkan karena pengaruh menstruasi. Melainkan beberapa kondisi yang lebih serius, seperti endometriosis atau IBS (irritable bowel syndrome).

Kemungkinan besar akan menyerang: Wanita dalam rentang usia 18 hingga 50 tahun.

Cara mengatasi: Mengonsumsi obat penghilang rasa sakit bisa meredakan nyeri yang Anda alami. Namun, jika Anda mengeluhkan rasa sakit yang tidak kunjung hilang, segera konsultasi ke dokter. Pengobatan yang Anda butuhkan tergantung pada penyebab nyeri panggul Anda. Dokter mungkin merekomendasikan terapi fisik, meresepkan obat penghilang rasa sakit, atau obat relaksasi otot.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

7 Age- Related Pains and How to Ease Them – http://www.webmd.com/pain-management/features/common-pains-of-age#1 diakses pada 21 Agustus 2017

How Common is Low Back Pain? – https://www.livescience.com/6168-common-pain.html diakses pada 21 Agustus 2017 At

What Age Does Low Back Pain Become a Common Problem? A Study of 29.424 Individuals Aged 12-41 Years – https://www.livescience.com/6168-common-pain.html diakses pada 21 Agustus 2017

Age-Related Changes in Pain Sensitivity in Healthy Humans: A Systematic Review with Meta Analysis – https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/28230292 diakses pada 21 Agustus 2017

What Happends to Our Bodies As We Age? – http://www.bodyandsoul.com.au/health/health-advice/what-happens-to-our-bodies-as-we-age/news-story/271515948db8744fcba3caeef100c7e3 diakses pada 21 Agustus 2017

Foto Penulis
Ditulis oleh Risky Candra Swari pada 29/08/2017
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
x