Mengenal Patah Tulang Selangka (Fraktur Klavikula) yang Bisa Terjadi pada Anda

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 November 2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Salah satu fraktur atau patah tulang yang sering terjadi, baik pada orang dewasa maupun anak-anak, adalah fraktur klavikula (clavicula). Fraktur klavikula adalah kondisi di mana tulang selangka atau tulang yang berada di daerah bahu mengalami patah. Lantas, apa gejala, penyebab, dan cara mengobati fraktur atau patah tulang selangka ini? Berikut informasi lengkapnya untuk Anda.

Apa itu patah tulang selangka atau fraktur klavikula?

Fraktur klavikula (clavicula) atau patah tulang selangka adalah kondisi ketika tulang selangka mengalami retak atau patah. Tulang selangka dalam struktur tulang adalah tulang yang panjang dan tipis, yang terletak di bahu atau antara tulang rusuk (tulang dada) bagian atas dengan tulang belikat (skapula).

Tulang ini menghubungkan lengan, baik di kanan maupun kiri, dengan tubuh. Salah satu fungsi tulang selangka dalam sistem gerak manusia adalah membantu menjaga bahu tetap sejajar. Umumnya, Anda dapat merasakan area tulang ini di bagian atas dada, tepat di bawah leher Anda.

Tulang selangka yang patah umumnya terjadi di bagian tengah atau poros tulang. Namun terkadang, patah juga dapat terjadi di tempat menempelnya tulang selangka dengan tulang rusuk atau belikat.

Jenis fraktur yang terjadi pun bisa beragam. Terkadang tulang dapat retak atau pecah menjadi beberapa bagian (fraktur kominutif). Potongan tulangnya juga mungkin lurus sejajar atau mungkin bergeser dari tempatnya (displaced fracture).

Fraktur klavikula adalah cedera yang umum terjadi, baik pada bayi, anak-anak, remaja, maupun dewasa. Dilansir dari OrthoInfo, jumlah kasus fraktur klavikula terhitung sekitar 5 persen dari semua kasus patah tulang pada orang dewasa. Adapun jenis fraktur lainnya yang juga umum terjadi, yaitu patah tulang pergelangan tangan dan patah tulang kaki.

Apa saja tanda-tanda dan gejala patah tulang selangka?

Tanda-tanda dan gejala patah tulang selangka yang umum terjadi, baik pada orang dewasa maupun anak-anak, yaitu:

  • Rasa nyeri di bagian bahu dan sekitarnya, yang umumnya semakin parah ketika bahu digerakkan.
  • Pembengkakan, memar, dan terasa lembut di sepanjang tulang selangka.
  • Bunyi retakan ketika mencoba menggerakkan bahu atau lengan.
  • Bahu terasa kaku atau tidak mampu menggerakkan bahu atau lengan.
  • Adanya tonjolan di atas bahu atau sekitarnya, atau perubahan bentuk bahu akibat patahan tulang yang menonjol.

Pada kasus yang parah, fraktur klavikula dapat menyebabkan perdarahan karena tulang yang patah merusak jaringan dan kulit di sekitarnya. Selain itu, mati rasa atau kesemutan di sekitar bahu pun bisa terjadi jika saraf di lengan terluka. Meski demikian, gejala patah tulang bahu ini sangat jarang terjadi.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Apa penyebab & faktor risiko fraktur klavikula?

nyeri sendi bahu

Penyebab fraktur klavikula atau patah tulang selangka yang umum adalah tekanan atau benturan yang kuat ke arah bahu. Tekanan ini bisa terjadi karena beberapa hal, seperti:

  • Jatuh, seperti jatuh yang langsung membentur bahu atau jatuh pada saat tangan terulur. Pada anak, hal ini umumnya terjadi karena jatuh dari tempat bermain atau tempat tidur.
  • Mengalami cedera olahraga, seperti pukulan langsung (tinju) ke bahu di arena olahraga.
  • Trauma kendaraan, seperti kecelakaan mobil, motor, atau sepeda.
  • Cedera saat lahir. Pada bayi baru lahir, kondisi ini bisa terjadi ketika bayi lahir melalui jalan lahir yang sempit, yang membuat tulang selangkanya tertekan.

Selain penyebab di atas, ada pula beberapa faktor yang meningkatkan risiko terjadinya patah tulang di bahu. Faktor-faktor risiko tersebut, yaitu:

  • Umur

Fraktur klavikula lebih sering terjadi pada anak-anak dan remaja atau yang berusia di bawah 20 tahun. Pasalnya, pada usia tersebut, tulang selangka belum sepenuhnya mengeras, sehingga lebih rentan patah. Risiko terjadinya patah tulang di bahu ini pun meningkat pada lansia karena kekuatan dan kepadatan tulang yang menurun.

  • Atlet

Atlet yang melakukan olahraga kontak, seperti sepak bola, gulat, hoki, rugby, dan lainnya, berisiko tinggi mengalami patah tulang selangka karena pukulan atau benturan langsung ke arah bahu atau terjatuh.

  • Bayi lahir besar

Bayi yang memiliki berat badan besar berisiko mengalami fraktur klavikula saat lahir.

Bagaimana cara dokter mendiagnosis fraktur klavikula?

Untuk mendiagnosis fraktur tulang selangka, dokter akan bertanya tentang cedera yang Anda alami dan gejala yang Anda rasakan. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk melihat tanda-tanda atau gejala tersebut, seperti perubahan bentuk pada bahu, tonjolan di sekitar bahu, atau pembengkakan yang mungkin terjadi.

Jika diduga memiliki patah tulang selangka, dokter akan merekomendasikan rontgen sinar-X pada bahu untuk memastikannya. Sinar-X dapat menampilkan gambar dari tulang selangka Anda serta mengetahui lokasi dan tingkat keparahan patah tulang yang Anda alami.

Jika tulang lain patah atau dokter perlu pemeriksaan yang lebih detail, Anda mungkin akan meminta Anda untuk melakukan tes pencitraan lain, seperti computerized tomography (CT) scan.

Apa saja pengobatan untuk patah tulang selangka?

Pengobatan untuk patah tulang selangka bisa berbeda pada setiap pasien. Hal ini tergantung pada lokasi spesifik patahan, jenis patahan, tingkat keparahan, serta usia dan kondisi pasien secara keseluruhan. Berikut beberapa jenis pengobatan yang umumnya diberikan untuk membantu menyembuhkan fraktur klavikula:

  • Penyangga lengan

Pada fraktur klavikula yang ringan atau posisi patahan tulang yang masih sejajar, pengobatan yang diberikan umumnya hanya berupa pemasangan selempang atau sling lengan. Penyangga atau gendongan lengan ini berfungsi untuk menjaga patahan tulang di posisi yang tepat serta membatasi pergerakan tulang yang patah selama proses penyembuhan.

Ini merupakan bentuk pengobatan untuk patah tulang bahu tanpa operasi yang paling umum diberikan. Alat bantu ini umumnya diberikan segera setelah tulang mengalami fraktur hingga tulang sembuh atau menyatu kembali dengan sendirinya.

  • Obat-obatan

Rasa nyeri pada penderita patah tulang bahu memang kerap tidak tertahankan. Oleh karena itu, dokter umumnya akan memberikan obat pereda nyeri, seperti paracetamol, ibuprofen, atau naproxen, untuk mengatasi rasa nyeri dan peradangan yang terjadi.

Obat patah tulang bahu yang lebih kuat, seperti opioid, pun bisa diresepkan dokter untuk mengatasi rasa nyeri dan peradangan yang lebih parah.

  • Terapi

Meski terasa nyeri, bahu dan lengan perlu tetap digerakkan untuk mengurangi dan mencegah kekakuan pada bahu. Untuk mengatasi hal tersebut, terapi fisik atau rehabilitasi sangat diperlukan.

Terapi ini umumnya dimulai segera setelah cedera terjadi atau begitu Anda mulai menjalani perawatan. Pada masa ini, gerakan-gerakan ringan dan lembut di daerah siku akan mulai dilatih oleh terapis untuk mengurangi kekakuan yang umum dialami setelah cedera.

Setelah tulang sembuh dan rasa nyeri berkurang, dokter mungkin merekomendasikan latihan rehabilitasi atau terapi fisik tambahan untuk memulihkan kekuatan otot, gerakan sendi, dan fleksibilitas.

  • Operasi

operasi kanker kulit

Operasi mungkin diperlukan jika tulang selangka yang patah telah menembus kulit, bergeser jauh, atau patah menjadi beberapa bagian. Prosedur operasi patah tulang ini dilakukan untuk mengembalikan patahan tulang ke posisi normalnya serta menjaga tulang tersebut agar tidak bergeser dan tetap berada di posisi yang tepat.

Untuk menjaga posisi tulang, dokter akan menempatkan alat fiksasi, berupa pelat, sekrup, pin, atau yang lainnya, di bagian tulang yang patah tersebut. Bila menggunakan pelat dan sekrup di permukaan tulang, umumnya alat fiksasi tersebut tidak perlu dilepas atau diangkat begitu tulang Anda sembuh, kecuali Anda mengalami iritasi.

Namun, bila menggunakan pin atau sekrup, alat fiksasi tersebut biasanya harus dilepas begitu tulang Anda sembuh. Pasalnya, pemasangan alat tersebut lebih mungkin menimbulkan iritasi.

Berapa lama masa penyembuhan patah tulang bahu atau klavikula (clavicula)?

Jenis pengobatan apapun yang diberikan, baik operasi maupun tanpa operasi, lamanya masa penyembuhan penderita patah tulang bahu bisa berbeda-beda. Hal ini tergantung pada tingkat keparahan, lokasi tulang yang patah, dan usia pasien.

Pada anak-anak atau usia di bawah 8 tahun, lama penyembuhan patah tulang klavikula umumnya hingga 4-5 minggu, sedangkan remaja mencapai 6-8 minggu. Sementara pada remaja yang sudah berhenti tumbuh atau sudah memasuki dewasa muda, membutuhkan waktu 10-12 minggu untuk sembuh atau lebih lama.

Adapun pada orang yang lebih dewasa, masa penyembuhan patah tulang selangka bisa mencapai empat bulan.

Selama masa penyembuhan, biasanya akan muncul benjolan di sekitar tulang selangka Anda. Namun jangan khawatir, ini adalah hal yang normal terjadi dan benjolan akan cenderung mengecil dan hilang dalam setahun.

Terkadang, benjolan tidak sepenuhnya hilang, tetapi itu tidak menyakitkan dan menyebabkan masalah lain dengan lengan atau bahu Anda. Konsultasikan dengan dokter bila Anda mengkhawatirkan hal tersebut untuk mendapat informasi lebih lanjut.

Kemudian, Anda perlu ingat, meski telah sembuh pada rentang waktu di atas, kekuatan bahu Anda belum sepenuhnya pulih untuk dapat melakukan aktivitas seperti biasa. Umumnya dibutuhkan periode waktu yang sama agar kekuatan tulang Anda kembali dan bisa menjalankan aktivitas normal.

Jangan terburu-buru melakukan berbagai aktivitas harian jika Anda masih merasakan sakit saat menggerakkan lengan dan bahu. Hal ini menandakan kondisi tulang Anda belum sepenuhnya pulih.

Bila Anda memaksakan diri untuk beraktivitas biasa atau melakukan berbagai aktivitas berat tanpa sepengetahuan dokter, patahan tulang Anda bisa bergeser atau alat fiksasi di dalamnya bisa patah. Adapun kondisi ini mengharuskan Anda untuk memulai perawatan dari awal.

Hal yang perlu di perhatikan pada masa penyembuhan patah tulang selangka

perubahan fisik setelah berhenti merokok

Selama masa penyembuhan fraktur klavikula, Anda bisa melakukan beberapa cara untuk membantu mengatasi gejala yang dialami serta mempercepat pemulihan. Berikut adalah tips yang dapat Anda praktikkan selama masa penyembuhan patah tulang selangka:

  • Agar tidur lebih nyaman selama masa penyembuhan patah tulang selangka Anda dapat menggunakan bantal tambahan dengan posisi kepala lebih tinggi dibandingkan dengan bagian tubuh lainnya.
  • Kompres dengan es selama 20-30 menit setiap beberapa jam di bagian tulang yang patah untuk membantu mengurangi rasa sakit dan pembengkakan.
  • Gerakkan siku, tangan, dan jari secara perlahan dan teratur setelah Anda merasa mampu untuk melakukannya.
  • Jangan melakukan berbagai olahraga berat setidaknya selama 10-12 minggu setelah cedera, sebelum dokter memperbolehkannya.
  • Jangan mengangkat benda apapun yang beratnya lebih dari 2 kg.
  • Tidak merokok dan mengonsumsi alkohol karena dapat memperlambat proses pemulihan.
  • Konsumsi makanan untuk patah tulang yang dapat membantu mempercepat proses penyembuhan.

Selain itu, sebaiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter bila Anda mengalami gejala tertentu selama proses penyembuhan, seperti: 

  • Lengan Anda mati rasa atau kesemutan.
  • Merasakan nyeri yang tak kunjung hilang meski sudah mengonsumsi obat pereda nyeri.
  • Jari-jari Anda terlihat pucat, biru, hitam, atau putih.
  • Sulit menggerakkan jari-jari di sisi bahu dan lengan yang mengalami patah.
  • Terjadi perubahan bentuk yang tidak wajar di bahu atau tulang selangka keluar dari kulit.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sederet Kondisi yang Menjadi Penyebab Memar pada Tubuh Anda

Memar (lebam) adalah perubahan warna pada kulit akibat cedera atau benturan. Namun, kondisi ini juga bisa terjadi tiba-tiba. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Penyakit Kelainan Darah, Kelainan Trombosit 16 November 2020 . Waktu baca 8 menit

Terapi Fisik atau Fisioterapi yang Perlu Dilakukan Penderita Patah Tulang

Setelah mengalami patah tulang, Anda perlu menjalani terapi fisik atau fisioterapi, termasuk pasca operasi. Cari tahu tentang terapi tersebut di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Muskuloskeletal, Patah Tulang 9 November 2020 . Waktu baca 10 menit

5 Jenis Makanan yang Penting Dikonsumsi Agar Patah Tulang Cepat Sembuh

Konsumsi jenis makanan tertentu dapat mempercepat penyembuhan patah tulang. Apa saja jenis makanan untuk penderita patah tulang?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Muskuloskeletal, Patah Tulang 8 November 2020 . Waktu baca 6 menit

Hal yang Penting Diketahui tentang Patah Tulang Kaki dan Tungkai

Kenali tentang fraktur atau patah tulang kaki dan tungkai, baik di paha (femur), tungkai bawah (tibia dan fibula), pergelangan, telapak, dan jari, di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Muskuloskeletal, Patah Tulang 8 November 2020 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

nyeri sendi

Pseudogout

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
patah tulang selangka

Patah Tulang Selangka

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Kejang Parsial

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 23 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
dislokasi adalah

Dislokasi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 11 menit