home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bukan Karena "Gila", Ini 3 Penyebab Seseorang Menangis Tanpa Sebab

Bukan Karena "Gila", Ini 3 Penyebab Seseorang Menangis Tanpa Sebab

Menangis saat tidak sedang merasa sedih atau bahagia, bukan berarti Anda menangis tanpa sebab atau “gila”. Ada banyak penyebab yang membuat seseorang menangis. Ini ternyata bisa dikaitkan dengan kondisi dan kesehatan tubuh. Apa saja penyebab menangis selain karena sedih atau bahagia? Simak ulasannya berikut ini.

Menangis sebagai respons emosional alami

“Menangis adalah respons emosional alami terhadap perasaan tertentu, biasanya karena kesedihan dan sakit hati,” kata Stephen Sideroff Ph.D., seorang psikolog di Santa Monica University of California Los Angeles (UCLA). Orang juga bisa menangis ketika merasa terharu dan munculnya perasaan bahagia, tambahnya, seperti dilansir dari WebMD.

Namun, alasan keluarnya air mata saat menangis tidak selalu karena sedih ataupun bahagia. Perlu Anda ketahui bahwa ada tiga jenis air mata. Pertama, air mata yang keluar dari kelenjar lakrimal (kelenjar air mata) yang berfungsi untuk melembapkan dan melindungi mata. Kedua, air mata bisa keluar karena adanya refleks mata terhadap zat asing. Kemudian, air mata bisa keluar karena dipicu oleh faktor emosional.

Biasanya, air mata yang keluar karena faktor emosional akan mengalir hingga ke pipi Anda, bukan sekedar mata berair. Air mata tersebut memicu pelepasan endorfin sehingga orang yang menangis akan merasa kesedihannya berkurang dan menjadi lebih baik. Ini bertujuan untuk melepaskan masalah atau stres, meluapkan kesedihan, dan untuk mendapatkan perhatian dan dukungan.

Pemicu menangis saat tidak merasa sedih atau bahagia

Menangis memang sering dikaitkan dengan perasan sedih atau bahagia. Namun, menangis bukan karena sedih atau bahagia, bukan berarti Anda menangis tanpa sebab. Berikut penyebab menangis lainnya yang bisa terjadi, seperti:

1. Sedang PMS

PMS atau sindrom pramenstruasi memengaruhi 85 persen wanita di usia subur. Salah satu gejalanya yang paling bisa dirasakan yaitu perubahan suasana hati (mood) menjelang menstruasi. Perubahan suasana hati ini kadang tidak terkendali dan bisa membuat wanita menangis, padahal Anda mungkin tidak sedang benar-benar sedih. Ya, Anda mungkin tiba-tiba merasakan gejolak emosi yang begitu besar tanpa pemicu yang jelas, sehingga air mata mengalir begitu saja.

Ini terjadi karena kadar estrogen yang bertanggung jawab dengan emosional wanita mengalami fase turun dan naik menjelang menstruasi.

Saat kondisi ini terjadi, untuk sementara jangan mengonsumsi kafein dari kopi ataupun teh. Bila gejalanya bertambah parah, konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan perawatan untuk meringankan gejala.

2. Gangguan kecemasan dan stres

Gangguan kecemasan atau generalized anxiety disorder (disingkat GAD) ini menyebabkan pasiennya merasa panik berlebihan, diikuti dengan jantung yang berdegup, bahkan kesulitan bernapas.

Dilansir dari Shape, Yvonne Thomas, Ph.D., seorang psikolog di Los Angeles berkata, “Gangguan kecemasan sering terjadi pada wanita. Semua emosi yang ditimbulkan saat gangguan terjadi bisa menyebabkan pasiennya menangis, padahal tidak sedang merasa sedih atau terharu.” Ini terjadi karena kepanikan membuat mereka ketakutan dan otak akan mengirimkan sinyal untuk menangis sebagai luapan dari emosi dan stres.

Orang sedang mengalami stres biasanya akan mudah menangis. Ini adalah cara tubuh untuk mengurangi hormon stres dan cara untuk orang tersebut memperoleh bantuan atau dukungan dari orang lain.

3. Pseudobulbar afftect (PBA)

Menangis, tertawa, dan marah yang tidak terkendali dan tanpa sebab bisa menjadi gejala dari kondisi pseudobulbar affect (PBA). Ini adalah keadaan cedera saraf otak sehingga kemampuan untuk mengendalikan emosi terganggu. Penyakit ini disebut juga dengan inkontinensia emosional.

Orang yang memiliki riwayat penyakit stroke, Alzheimer, Parkinson, atau multiple sclerosis rentan teradap penyakit ini. PBA sering keliru didiagnosis sebagai depresi karena gejalanya yang hampir serupa.

Penting untuk mengetahui apa penyebab Anda menangis. Apalagi jika terjadi secara tiba-tiba dan tidak bisa Anda kendalikan. Sebab, beberapa kondisi yang telah disebutkan seperti PBA atau gangguan kecemasan membutuhkan perawatan lebih lanjut dari dokter.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Why We Cry: The Truth About Tearing Up. https://www.webmd.com/balance/features/why-we-cry-the-truth-about-tearing-up#1. Diakses pada 21 Februari 2018.

Why We Cry and When to Seek Help. https://www.healthline.com/health/i-cant-stop-crying#Overview1. Diakses pada 21 Februari 2018.

5 Sneaky Reasons You’re Crying All The Time. https://www.huffingtonpost.com/entry/why-youre-crying_us_5a26e553e4b06d807b4fa42c. Diakses pada 21 Februari 2018.

4 Reasons You’re Crying. https://www.shape.com/lifestyle/mind-and-body/4-reasons-youre-crying. Diakses pada 21 Februari 2018.

Why Am I Crying For No Reason? https://truestressmanagement.com/why-am-i-crying-for-no-reason/. Diakses pada 21 Februari 2018.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal diperbarui 4 minggu lalu
x