Mengapa Ada Orang yang Mudah Menangis Saat Marah?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 2 April 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Menangis adalah sebuah reaksi yang biasanya muncul saat seseorang sedang merasa sedih. Namun, beberapa orang juga menangis saat mereka sedang marah dan merasa frustrasi. Alih-alih memasang wajah murka, mereka sering kali menitikkan air mata ketika emosi sudah memuncak. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Mengapa orang mudah menangis saat marah?

tenggorokan sakit setelah menangis

Menangis adalah hal pertama yang dilakukan seseorang saat baru dilahirkan ke dunia. Saat bayi, manusia belum bisa mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata, maka menangis menjadi cara manusia berkomunikasi.

Perilaku ini pun terus terbawa sampai manusia tumbuh besar. Hampir mustahil rasanya menemukan seseorang yang sama sekali tidak pernah menangis. Tangisan sendiri bisa disebabkan oleh alasan emosional maupun karena kerja tubuh untuk melindungi mata dari infeksi kotoran.

Bahkan, hewan juga meneteskan air mata sebagai salah satu bagian dari fungsi mata yang berjalan dengan normal. Meski beberapa laporan mengatakan bahwa hewan juga dapat meneteskan air mata emosional, hanya manusia yang sering menangis karena didasari atas perasaan sedih atau emosi lainnya.

Ketika seseorang marah dan merasa frustrasi, beberapa dari mereka meluapkannya dengan tangisan. Saking intensnya emosi tersebut, sebagian dari mereka bahkan tidak memiliki tenaga untuk berteriak atau membentak dan malah berujung dengan menitikkan air mata.

Meski demikian, Robert R. Provine, Ph.D, seorang profesor psikologi dan ilmu saraf di Univetsity of Maryland, mengatakan bahwa menangis tidak bisa serta merta menjadi pertanda yang menentukan perasaan seseorang.

Perilaku menangis sebetulnya tidak hanya ditunjukkan saat marah atau saat merasakan emosi negatif lainnya. Hal apa pun yang memicu perasaan intens juga dapat membuat seseorang menangis, sekalipun perasaan tersebut merupakan reaksi dari hal yang positif.

Misalnya, tangisan haru saat kelahiran anak pertama atau saat melihat orang-orang terdekat berhasil mendapatkan pencapaian penting dalam hidupnya. Selain itu, seseorang pun dapat menangis ketika melihat sesuatu yang indah dan menyentuh.

Di sisi buruknya, terkadang orang-orang juga menangis dengan tujuan yang manipulatif. Orang bisa saja menangis untuk mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan, seperti saat merajuk kepada pasangan atau ketika seseorang sedang berada pada suatu argumen dan tak mau disalahkan. Dengan menangis, mereka berharap orang lain akan merespons dengan simpati dan memberi dukungan emosional.

Menangis sebagai mekanisme tubuh saat marah

manfaat sering menangis

Menurut sebuah penelitian, ada tujuan yang ingin dicapai seseorang ketika mereka menangis. Tujuan tersebut dikaji dengan dua fungsi yaitu fungsi intrapersonal dan interpersonal.

Pada fungsi intrapersonal, menangis dianggap sebagai tindakan untuk menenangkan diri dari luapan emosi yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Menumpuknya emosi negatif yang dikeluarkan melalui tangisan dipercaya dapat membuat seseorang merasa lebih baik. Dengan itulah menangis menjadi salah satu cara manusia dalam bertahan hidup.

Sedangkan pada fungsi interpersonal, menangis dianggap sebagai bentuk komunikasi nonverbal yang bertujuan untuk mendapatkan perhatian atau bantuan dari seseorang. Bahkan, ketika satu individu melihat individu lainnya menangis, mereka secara refleks menangkap sebuah perilaku tersebut sebagai pertanda kesedihan atau kesulitan.

Walaupun banyak yang menganggap bahwa menangis adalah sebuah reaksi terhadap hal-hal menyedihkan, sebenarnya otak dan saluran air mata tetap tidak dapat membedakan emosi spesifik yang dirasakan. Pada dasarnya, menangis adalah cara manusia melepas semua emosi yang intens saat mereka tidak tahu bagaimana mengekspresikannya dengan cara lain, termasuk amarah.

Jika dikaji secara ilmiah, saat seseorang sedang marah, hormon stres akan meningkat. Meningkatnya hormon stres ini juga diikuti dengan naiknya detak jantung dan tegangnya otot serta saraf dalam tubuh. Hal inilah yang akan membuat Anda kerap merasa sesak dan sulit bernafas ketika sedang marah.

Menangis akan membantu seseorang dalam mengendalikan emosinya. Perilaku ini merupakan salah mekanisme tubuh untuk menenangkan diri. Dengan menangis, tubuh akan memaksa seseorang untuk bernafas lebih dalam agar detak jantung lebih lambat dan rasa sesak di dada dapat berkurang. Hormon dan zat-zat lain yang dapat memicu stres dikeluarkan lewat air mata.

Mengendalikan tangisan ketika sedang marah

sakit kelenjar air mata

Memang, meluapkan emosi dengan cara menangis adalah hal yang sangat wajar terjadi pada manusia. Namun, terkadang ada beberapa orang yang malah merasa lebih buruk usai menangis, entah karena malu atau takut akan penilaian orang-orang di sekitarnya.

Jika Anda termasuk seseorang yang sering menangis saat marah dan ingin mengurangi kebiasaan ini, sebaiknya menjauh dari situasi yang sekiranya akan memicu tangisan Anda. Hindari adu argumentasi dengan orang lain dan alihkan perhatian Anda pada hal-hal yang menyenangkan, misalnya mencari gambar atau video-video yang bisa membuat Anda tertawa.

Anda juga dapat berlatih teknik pernapasan untuk membantu membuat Anda merasa lebih tenang dan mengurangi perasaan-perasaan yang memicu stres secara keseluruhan. Ketika Anda mulai ingin menangis, cobalah menarik nafas dalam-dalam, tahan selama beberapa detik dan hembuskan perlahan.

Bila air mata sudah terasa akan keluar, arahkan kepala sedikit ke atas untuk menahan air mata agar tidak menetes ke pipi. Bisa juga dengan mencubit pipi atau daerah lainnya, rasa nyeri setelahnya diharapkan dapat mengalihkan fokus Anda agar tidak menangis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Memanfaatkan Hipnoterapi untuk Menyembuhkan Trauma Psikologis

Bagi orang yang memendam trauma psikologis yang serius, dampaknya begitu terasa dalam hidup sehari-hari. Untungnya, metode hipnoterapi bisa membantu Anda.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 18 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Saat Teman Sedang Sedih dan Berduka, Lakukan 4 Hal Ini

Melihat teman yang sedang dilanda rasa sedih dan berduka, pasti membuat Anda juga sedih. Lantas, apa yang harus Anda lakukan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 27 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

4 Cara Jitu Mengubah Hati Sedih Kembali Jadi Senang

Anda tidak boleh sedih terus-menerus karena ini dapat berdampak buruk pada kesehatan. Lantas, caranya mengubah hati sedih jadi senang? Baca di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 24 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Kenapa Kita Mudah Marah Saat Sedang Lapar?

Saat lapar, rasanya hanya ingin marah sampai Anda mendapat yang Anda mau. Tapi, kok bisa begitu, ya? Kenapa kita mudah marah saat kelaparan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Mental, Gangguan Mood 10 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

apa itu biseksual

Apa Itu Biseksual? Mengapa Seseorang Bisa Jadi Biseksual?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 6 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
pria sulit menangis

Alasan Psikologis Mengapa Pria Lebih Sulit Menangis Dibanding Wanita

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat menangis

3 Manfaat Menangis Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
akibat anak terlalu sering dibentak

Apa Dampaknya Bila Orangtua Sering Membentak Anak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 22 Juni 2020 . Waktu baca 7 menit