home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

8 Cara Mengatasi Duka Cita karena Kehilangan

8 Cara Mengatasi Duka Cita karena Kehilangan

Pada beberapa titik dalam hidup, Anda mungkin menghadapi rasa duka akibat kehilangan orang tersayang atau ketika menghadapi musibah. Namun jangan diri biarkan terlalu larut dalam duka karena hal itu dapat berdampak pada kesehatan Anda. Ketahui cara mengatasi duka cita berikut ini.

Apa yang terjadi pada tubuh Anda saat berduka?

setelah menangis

Melansir jurnal The Primary Care Companion for CNS Disorders, duka cita adalah ekspresi dari kesedihan, ketidakbahagiaan, kehilangan harapan, dan rasa tidak berdaya. Hal ini merupakan reaksi normal atas suatu kejadian yang menakutkan atau mengecewakan.

Ketika kehilangan seseorang atau sesuatu, wajar jika Anda berduka. Meski begitu, jangan biarkan diri terlalu larut dalam perasaan tersebut.

Berusahalah mencari cara untuk mengatasi duka cita yang Anda rasakan karena hal itu dapat menyebabkan masalah pada kesehatan.

Jika dibiarkan berlarut-larut, rasa duka akibat kehilangan sesuatu atau seseorang yang dikasihi secara tiba-tiba dapat menyebabkan gangguan mental.

Mengutip Mailman School of Public Health, beberapa gangguan kejiwaan yang dapat terjadi akibat duka cita antara lain:

  • depresi,
  • kecanduan alkohol,
  • gangguan kecemasan (ansietas),
  • Kepanikan (panic disorder),
  • post-traumatic stress disorder (PTSD), dan
  • fobia.

Bagaimana cara mengatasi duka cita?

mengatasi sedih karena kehilangan

Berikut adalah beberapa tips untuk membantu Anda mengatasi rasa duka dan kehilangan.

1. Berikan waktu untuk diri Anda

Wajar jika pada awalnya Anda tidak langsung menerima atau tidak percaya terhadap kondisi kehilangan atau musibah yang Anda hadapi. Apalagi jika terjadi secara tiba-tiba.

Melansir Journal of Death and Dying, kesedihan memiliki 5 tahapan, yaitu:

  • denial (penolakan),
  • marah,
  • kompromi,
  • depresi, dan
  • penerimaan.

Dari tahapan tersebut menunjukkan bahwa Anda mungkin perlu melalui berbagai pergolakan emosi seperti marah, depresi, dan kecewa hingga akhirnya bisa menerima kondisi kehilangan.

2. Luapkanlah perasaan Anda

Mungkin Anda adalah orang yang tertutup dan enggan mengungkapkan kesedihan. Namun, agar bisa pulih dengan lebih cepat, hindari menyembunyikan perasaan terlalu lama.

Memendam perasaan dan berpura-pura tegar bukanlah cara yang efektif untuk mengatasi sedih karena kehilangan. Malah hanya akan membuat Anda semakin terluka.

Oleh karena itu, jujurlah pada perasaan Anda dan luapkanlah dalam tangisan atau mungkin amarah. Menangis dapat bermanfaat bagi fisik dan mental karena membantu melegakan hati dan perasaan.

3. Ekspresikan perasaan Anda dengan cara yang kreatif

Cobalah luapkan rasa sedih Anda dengan berkarya. Selain dapat membantu mengatasi duka cita, hal ini juga dapat mengabadikan kenangan Anda dengan orang yang terkasih.

Jika Anda senang menulis, tuliskan pengalaman kehilangan itu dalam sebuah jurnal atau surat. Anda dapat mengenang kegiatan atau perkataan orang terkasih di dalam catatan tersebut.

Bisa juga Anda coba cara lain seperti melukis atau menggambar wajah orang tersebut, membingkai benda favoritnya, atau menciptakan lagu tentangnya.

Anda juga bisa mencoba cara sederhana seperti menyimpan fotonya dalam liontin atau bingkai kemudian ditaruh di meja kerja. Sehingga Anda dapat merasa orang tersebut masih selalu bersama Anda sehari-hari.

4. Jagalah kesehatan fisik Anda

Hermioni N. Lokko dari Massachusetts General Hospital mengatakan bahwa emosi erat kaitannya dengan fungsi neurologi atau saraf seseorang.

Kondisi fisik dan emosi dapat saling mempengaruhi. Ketika berada dalam kondisi fisik yang baik, Anda akan merasa lebih baik secara emosional.

Seperti kata pepatah “mens sana in corpore sano” yang artinya dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Menjaga kesehatan fisik dapat menguatkan jiwa dan membantu Anda mengatasi sedih karena kehilangan.

Oleh karena itu, lakukanlah pola hidup sehat seperti tidur yang cukup, makan dengan benar, dan berolahraga. Aktivitas yang sehat dapat membantu Anda menjalani hidup dengan lebih baik.

5. Cari dukungan dari keluarga dan teman

Rasa sedih akan semakin menjadi-jadi jika Anda menghadapinya seorang diri. Untuk mengatasi duka cita, mintalah dukungan dari orang-orang terdekat Anda seperti keluarga dan teman.

Percayalah bahwa orang-orang di sekitar Anda akan merasa dihargai jika dimintai bantuan.

Beri tahu mereka apa yang Anda butuhkan. Keluarga dan teman setia akan menjadi pendukung terbesar Anda, mungkin menyediakan bahu untuk menangis atau membantu mengatur pemakaman.

6. Bergabung dengan komunitas

Rasa duka bisa membuat Anda merasa sangat kesepian. Jika kehadiran keluarga dan teman belum cukup untuk mengatasi rasa sedih karena kehilangan, cobalah bergabung dengan komunitas tertentu.

Anda dapat menghubungi rumah sakit setempat, penampungan, rumah duka, dan pusat konseling untuk mencari dukungan di daerah Anda.

Di sisi lain, membantu orang lain memiliki manfaat tambahan untuk membuat Anda merasa lebih baik. Ini adalah fakta bahwa berbagi cerita dapat membantu setiap orang.

Dalam kasus rasa duka yang sangat parah, Anda mungkin membutuhkan konseling dengan psikolog atau ahli kesehatan mental.

7. Lakukan kegiatan baru yang menyenangkan

Cara lain yang bisa Anda coba untuk mengatasi duka karena kehilangan adalah dengan mencoba kegiatan baru. Dengan begitu pikiran Anda dapat teralihkan dan tidak larut dalam duka cita berkepanjangan.

Anda dapat mencoba kegiatan yang menyenangkan untuk melepas stres dan rasa sedih seperti berkemah, traveling, berkebun, memasak, dan lain-lain

Anda juga bisa mencoba kegiatan baru yang bersifat rutin seperti mengikuti kursus memasak, melanjutkan sekolah, belajar fotografi, memulai bisnis, dan lain sebagainya.

8. Dekatkan diri pada agama

Agama dapat bermanfaat bagi kesehatan mental. Oleh karena itu, bagi umat beragama, mengatasi duka cita dapat dilakukan dengan cara mendekatkan diri pada Sang Pencipta.

Lakukanlah kegiatan spiritual seperti berdoa, bermeditasi, atau pergi ke tempat ibadah. Beribadah dapat membuat Anda lebih tenang dan kembali optimis terhadap kehidupan.

Iringilah kepergian orang yang Anda kasihi dengan doa-doa. Yakinlah bahwa musibah yang Anda alami adalah bagian dari takdir Tuhan yang sudah digariskan demi kebaikan manusia.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Unexpected Death of a Loved One Linked to Psychiatric Disorders | Columbia Public Health. (2014). Retrieved 12 July 2021, from https://www.publichealth.columbia.edu/public-health-now/news/unexpected-death-loved-one-linked-psychiatric-disorders

N. Lokko, H., & A. Stern, T. (2014). Sadness: Diagnosis, Evaluation, and Treatment. The Primary Care Companion For CNS Disorder, 16(6). PMCID: PMC4374814

Keyes, K., Pratt, C., Galea, S., McLaughlin, K., Koenen, K., & Shear, M. (2014). The Burden of Loss: Unexpected Death of a Loved One and Psychiatric Disorders Across the Life Course in a National Study. American Journal Of Psychiatry, 171(8), 864-871. doi: 10.1176/appi.ajp.2014.13081132

Post-traumatic stress disorder (PTSD) – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. (2018). Retrieved 12 July 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/post-traumatic-stress-disorder/diagnosis-treatment/drc-20355973

Speedlin, S., Milligan, K., Haberstroh, S., & Duffey, T. (2016). Using Acceptance and Commitment Therapy to Negotiate Losses and Life Transitions. Retrieved 12 July 2021, from https://www.counseling.org/docs/default-source/vistas/article_121cc024f16116603abcacff0000bee5e7.pdf?sfvrsn=4

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui 12/07/2021
Fakta medis diperiksa oleh Hello Sehat Medical Review Team
x