Suka Menangis Tiba-tiba? 4 Kondisi Kesehatan Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 29 April 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Menangis itu wajar, semua orang melakukannya. Namun, bagaimana jika sering menangis tiba-tiba? Apakah kondisi ini juga normal? Bila Anda suka tiba-tiba menangis, mungkin itu tandanya Anda mengalami kondisi kesehatan tertentu. Apa saja kondisi kesehatan yang bisa membuat seseorang menangis tiba-tiba?

Kondisi kesehatan bisa jadi penyebab Anda menangis tiba-tiba

Menangis terjadi ketika Anda sedang merasakan suatu emosi. Yvonne Thomas, Ph.D., seorang psikolog di Los Angeles, seperti dilansir dari Shape, berpendapat bahwa menangis tiba-tiba tanpa alasan yang jelas, bisa menjadi pertanda adanya gangguan pada kesehatan. Berikut beberapa kondisi yang bisa membuat seseorang menangis tiba-tiba.

1. Stres

Masalah pekerjaan ataupun hubungan dengan pasangan sering membuat Anda menjadi stres. Ini wajar terjadi dan justru baik bagi Anda dalam situasi tertentu. Saat stres memuncak, menangis menjadi reaksi pertama yang Anda lakukan. Jadi, ini bisa menjadi penyebab seseorang menangis tiba-tiba.

Dikutip dari Hufftington Post, Lauren Bylsma, seorang sarjana yang tengah menempuh gelar Ph.D., di University of Pittsburgh berpendapat bahwa bahwa orang-orang yang sedang merasakan stres, mereka akan cenderung untuk menangis. Selain melupakan kesedihan, menangis juga bisa memunculkan bantuan atau dukungan dari orang lain.

Namun, Bylsma juga menambahkan bahwa penelitian mengenai hal tersebut sangat terbatas sehingga masih diperlukan penelitian lebih lanjut. Bila Anda sedang mengalami stres, menarik napas dalam-dalam secara perlahan bisa membuat Anda menjadi lebih rileks. Melakukan konsultasi kepada psikolog juga dapat membantu Anda untuk mengurangi stres yang Anda rasakan.

2.  Depresi

Rasa stres yang terus-menerus menimpa Anda, bisa menyebabkan kondisi tersebut berubah jadi depresi. Bahkan, depresi bisa terjadi tanpa didahului oleh stres. Stres memuncak bisa membuat Anda menangis secara tiba-tiba, maka depresi akan membuat Anda lebih sering untuk menangis bahkan tanpa Anda sadari.

Depresi yang dipicu oleh stres terjadi cukup lama, bahkan hingga memakan waktu beberapa minggu. Kondisi ini memengaruhi aktivitas fisik Anda karena nafsu makan menjadi berkurang, suasana hati terus memburuk, kesulitan untuk tidur, dan mudah lelah.

Menurut sebuah data statistik, sekitar 80 persen orang dengan depresi tidak mendapatkan perawatan dari dokter atau terapis. Mereka justru mencoba untuk melampiaskan depresi dengan obat-obatan dan alkohol.

Bila Anda terus merasa stres sehingga memengaruhi aktivitas, sebaiknya melakukan pemeriksaan ke dokter. Ini akan mempermudah Anda untuk mendapatkan pengobatan.

3. Gangguan kecemasan

Berbeda dengan rasa cemas yang normal, gangguan kecemasan bisa menimbulkan rasa cemas luar biasa. Kondisi ini bisa menyebabkan seseorang menangis secara tiba-tiba.

Bahkan, ini bisa terjadi saat penderitanya tidak sedang mengalami rasa cemas maupun panik sekalipun. Umumnya orang yang memiliki gangguan kecemasan akan menangis sebelum, selama, atau setelah serangan terjadi. Rasa cemas luar biasa yang mereka rasakan membuat tubuh meresponnya dengan tangisan.

Namun, orang tanpa gangguan kecemasan pun juga bisa menangis ketika mereka dirundung rasa cemas. Oleh karena itu, untuk mendapatkan diagnosis tepat bahwa Anda memiliki gangguan kecemasan atau tidak, perlu dilakukan pemeriksaan oleh dokter.

4. Gejala PMS

PMS atau sindrom pramenstruasi terjadi pada banyak wanita saat siklus menstruasinya tiba. Kondisi ini membuat wanita menjadi lebih mudah tersinggung, suasana hati cepat berubah, kelelahan, sulit konsentrasi, nyeri pada perut dan payudara, dan gejala mengganggu lainnya.

Semua gejala tersebut membuat wanita menjadi lebih mudah stres dan lebih mudah mengeluarkan air mata. Risiko menangis tiba-tiba bertambah lebih besar jika Anda sedang mengalami stres.

Saat PMS kadar esterogen dan progesteron menjadi tidak seimbang. Hal tersebut memengaruhi zat kimia pada otak yang bertanggung jawab pada suasana hati Anda.

Ya, inilah sebabnya Anda bisa mengalirkan air mata begitu saja. Keadaan hormon yang tidak seimbang juga terjadi pada wanita hamil, ini mungkin bisa membuat wanita merasa lebih emosional dan bisa menangis kapan saja.

Bila Anda merasakan gejala PMS yang sangat mengganggu, Anda bisa melakukan konsutasi ke dokter untuk mengurangi gejalanya. Mengonsumsi makanan tinggi zat besi dipercaya dapat mengurangi risiko Anda mengalami PMS.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)

Post Traumatic Stress Disorder atau PTSD adalah kondisi serangan panik yang dipicu oleh trauma pengalaman masa lalu. Bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Gangguan Mental Lainnya 14 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

10 Langkah Efektif untuk Mengendalikan Amarah

Amarah yang tak terkontrol bisa merusak hubungan pribadi dan sosial, tapi berdampak pada fisik. Ketahui cara mengendalikan amarah berikut.

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Mental, Gangguan Mood 11 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

4 Cara Terbebas dari Gangguan Kecemasan

Mengatasi gangguan kecemasan bisa menggunakan obat sampai meditasi, bahkan kelompok berbagi. Mana yang cocok dengan Anda? Cek di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Rachmadin Ismail
Kesehatan Mental, Gangguan Kecemasan 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

OCD (Obsessive Compulsive Disorder)

Penyakit OCD (obsessive compulsive disorder) adalah kelainan psikologis yang memengaruhi pikiran dan perilaku. Simak info lengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Mental, Gangguan Kecemasan 5 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gangguan bipolar adalah

Gangguan Bipolar (Bipolar Disorder)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 21 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit
perfeksionis

Menjadi Seorang Perfeksionis itu Baik atau Buruk, ya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 18 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit
mental illness atau gangguan mental

Mental Illness (Gangguan Mental)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit
merasa kesepian

Apakah Ada Perbedaan Kesepian yang Wajar dengan Kesepian Akibat Depresi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit