home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Suka Menangis Tiba-tiba? 4 Kondisi Kesehatan Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Suka Menangis Tiba-tiba? 4 Kondisi Kesehatan Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Menangis itu wajar, semua orang melakukannya. Namun, bagaimana jika sering menangis tiba-tiba? Apakah kondisi ini juga normal? Bila Anda suka tiba-tiba menangis, mungkin itu tandanya Anda mengalami kondisi kesehatan tertentu. Apa saja kondisi kesehatan yang bisa membuat seseorang menangis tiba-tiba?

Kondisi kesehatan bisa jadi penyebab Anda menangis tiba-tiba

Menangis terjadi ketika Anda sedang merasakan suatu emosi. Yvonne Thomas, Ph.D., seorang psikolog di Los Angeles, seperti dilansir dari Shape, berpendapat bahwa menangis tiba-tiba tanpa alasan yang jelas, bisa menjadi pertanda adanya gangguan pada kesehatan. Berikut beberapa kondisi yang bisa membuat seseorang menangis tiba-tiba.

1. Stres

Masalah pekerjaan ataupun hubungan dengan pasangan sering membuat Anda menjadi stres. Ini wajar terjadi dan justru baik bagi Anda dalam situasi tertentu. Saat stres memuncak, menangis menjadi reaksi pertama yang Anda lakukan. Jadi, ini bisa menjadi penyebab seseorang menangis tiba-tiba.

Dikutip dari Hufftington Post, Lauren Bylsma, seorang sarjana yang tengah menempuh gelar Ph.D., di University of Pittsburgh berpendapat bahwa bahwa orang-orang yang sedang merasakan stres, mereka akan cenderung untuk menangis. Selain melupakan kesedihan, menangis juga bisa memunculkan bantuan atau dukungan dari orang lain.

Namun, Bylsma juga menambahkan bahwa penelitian mengenai hal tersebut sangat terbatas sehingga masih diperlukan penelitian lebih lanjut. Bila Anda sedang mengalami stres, menarik napas dalam-dalam secara perlahan bisa membuat Anda menjadi lebih rileks. Melakukan konsultasi kepada psikolog juga dapat membantu Anda untuk mengurangi stres yang Anda rasakan.

2. Depresi

Rasa stres yang terus-menerus menimpa Anda, bisa menyebabkan kondisi tersebut berubah jadi depresi. Bahkan, depresi bisa terjadi tanpa didahului oleh stres. Stres memuncak bisa membuat Anda menangis secara tiba-tiba, maka depresi akan membuat Anda lebih sering untuk menangis bahkan tanpa Anda sadari.

Depresi yang dipicu oleh stres terjadi cukup lama, bahkan hingga memakan waktu beberapa minggu. Kondisi ini memengaruhi aktivitas fisik Anda karena nafsu makan menjadi berkurang, suasana hati terus memburuk, kesulitan untuk tidur, dan mudah lelah.

Menurut sebuah data statistik, sekitar 80 persen orang dengan depresi tidak mendapatkan perawatan dari dokter atau terapis. Mereka justru mencoba untuk melampiaskan depresi dengan obat-obatan dan alkohol.

Bila Anda terus merasa stres sehingga memengaruhi aktivitas, sebaiknya melakukan pemeriksaan ke dokter. Ini akan mempermudah Anda untuk mendapatkan pengobatan.

3. Gangguan kecemasan

Berbeda dengan rasa cemas yang normal, gangguan kecemasan bisa menimbulkan rasa cemas luar biasa. Kondisi ini bisa menyebabkan seseorang menangis secara tiba-tiba.

Bahkan, ini bisa terjadi saat penderitanya tidak sedang mengalami rasa cemas maupun panik sekalipun. Umumnya orang yang memiliki gangguan kecemasan akan menangis sebelum, selama, atau setelah serangan terjadi. Rasa cemas luar biasa yang mereka rasakan membuat tubuh meresponnya dengan tangisan.

Namun, orang tanpa gangguan kecemasan pun juga bisa menangis ketika mereka dirundung rasa cemas. Oleh karena itu, untuk mendapatkan diagnosis tepat bahwa Anda memiliki gangguan kecemasan atau tidak, perlu dilakukan pemeriksaan oleh dokter.

4. Gejala PMS

PMS atau sindrom pramenstruasi terjadi pada banyak wanita saat siklus menstruasinya tiba. Kondisi ini membuat wanita menjadi lebih mudah tersinggung, suasana hati cepat berubah, kelelahan, sulit konsentrasi, nyeri pada perut dan payudara, dan gejala mengganggu lainnya.

Semua gejala tersebut membuat wanita menjadi lebih mudah stres dan lebih mudah mengeluarkan air mata. Risiko menangis tiba-tiba bertambah lebih besar jika Anda sedang mengalami stres.

Saat PMS kadar esterogen dan progesteron menjadi tidak seimbang. Hal tersebut memengaruhi zat kimia pada otak yang bertanggung jawab pada suasana hati Anda.

Ya, inilah sebabnya Anda bisa mengalirkan air mata begitu saja. Keadaan hormon yang tidak seimbang juga terjadi pada wanita hamil, ini mungkin bisa membuat wanita merasa lebih emosional dan bisa menangis kapan saja.

Bila Anda merasakan gejala PMS yang sangat mengganggu, Anda bisa melakukan konsutasi ke dokter untuk mengurangi gejalanya. Mengonsumsi makanan tinggi zat besi dipercaya dapat mengurangi risiko Anda mengalami PMS.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

5 Sneaky Reasons You’re Crying All The Time. https://www.shape.com/lifestyle/mind-and-body/4-reasons-youre-crying. Diakses pada 15 April 2018.

5 Reasons You’re Feeling More Emotional Lately. https://psychcentral.com/blog/5-reasons-youre-feeling-more-emotional-lately/. Diakses pada 15 April 2018.

5 Sneaky Reasons You’re Crying All The Time. https://www.huffingtonpost.com/entry/why-youre-crying_us_5a26e553e4b06d807b4fa42c. Diakses pada 15 April 2018.

 

Foto Penulis
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 22/04/2018
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x