Sering Menangis atau Tertawa Tiba-Tiba? Bukan Gila, Mungkin Anda Mengidap Penyakit Ini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Menangis dan tertawa adalah hal normal yang biasa Anda lakukan. Anda akan meneteskan air mata saat merasa sedih atau tertawa terbahak-bahak karena lelucon yang dilontarkan seorang teman. Namun, tahukah Anda ada satu juta orang di dunia ini yang sering menangis dan tertawa secara tiba-tiba, tindak terkendali, dan sering kali di waktu yang salah? Respon ini bukan pertanda suasana hatinya yang sedang bahagia atau sedih, melainkan karena gangguan sistem saraf yang disebut pseudobulbar affect atau biasa disingkat PBA.

Seperti apa gejala seseorang yang mengidap pseudobulbar affect?

Seseorang yang memiliki gangguan ini biasanya secara tiba-tiba sering menangis dan tertawa tidak terkendali, mereka bisa menangis atau tertawa di saat yang tidak tepat dan akan berlangsung lebih lama dari tertawa atau menangis orang normal. Dan hal ini akan terjadi beberapa kali sehari dalam sebulan. Ekspresi wajah seseorang yang memiliki pseudobulbar affect biasanya tidak sesuai dengan emosinya.

Tertawa dan menangis untuk seseorang yang PBA tidak terkait dengan suasana hati atau mood. Dengan kata lain, Anda mungkin merasa senang tapi mulai menangis dan tidak bisa berhenti. Atau Anda bisa merasa sedih tapi mulai tertawa padahal seharusnya tidak. Anda mungkin hanya menangis atau tertawa banyak. Beberapa orang mengatakan gejala PBA terjadi begitu cepat dan tidak bisa dicegah. Namun, penting untuk dicatat bahwa pseudobulbar affect berbeda dengan gejala depresi atau gangguan bipolar.

Jika Anda atau orang terdekat Anda memiliki PBA, gangguan ini mungkin akan membuat seseorang menjadi cemas atau malu di depan umum. Anda mungkin akan khawatir mengenai masa depan atau kehidupan sosial Anda dan sering membatalkan rencana bersama teman atau keluarga karena takut.

Jika Anda tinggal dengan seseorang yang memiliki PBA, mungkin selama ini Anda merasa bingung atau frustrasi. Kekhawatiran emosional akan sangat mempengaruhi pemulihan dan kualitas hidup. Penting untuk segera mencari perawatan dari dokter yang berkualifikasi.

Apa penyebab seseorang mengidap pseudobulbar affect?

Para ilmuwan percaya bahwa PBA adalah akibat dari kerusakan pada korteks prefrontal yaitu area otak yang membantu mengendalikan emosi. Perubahan zat kimia otak yang terkait dengan depresi dan suasana hati juga bisa berperan. 

Cedera atau penyakit yang mempengaruhi otak disinyalir bisa menyebabkan pseudobulbar affect. Menurut penelitian, sekitar separuh orang yang pernah terkena stroke memiliki pseudobulbar affect. Penyakit yang sering dikaitkan dengan PBA meliputi, tumor otak, demensia, multiple sclerosis, amyotrophic lateral sclerosis (ALS), dan penyakit parkinson.

Pengobatan untuk pseudobulbar affect

Dokter biasa meresepkan antidepresan untuk mengendalikan gejala PBA, tapi obat ini tidak selalu bekerja dengan baik. Pada tahun 2010, FDA menyetujui dekstrometorfan/kuinidin (nuedexta), terapi obat pertama untuk PBA. Studi menunjukkan obat ini membantu mengendalikan seseorang yang sering menangis dan tertawa tidak terkendali karena memiliki PBA.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Bahaya Merokok Terhadap Daya Tahan Tubuh Manusia

Kenapa perokok lebih gampang sakit? Merokok ternyata memiliki dampak berbahaya terhadap daya tahan tubuh. Lalu apa yang bisa dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Berhenti Merokok, Hidup Sehat 20 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Urat menonjol pada permukaan kulit memang kerap ditemui pada orang berusia lanjut. Lalu apa artinya kalau masih muda sudah mengalami kondisi ini?

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Informasi Kesehatan 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Segudang Manfaat Daun Sirih Hijau dan Merah yang Sayang Dilewatkan

Anda pasti sudah akrab dengan manfaat daun sirih untuk hentikan mimisan. Meski begitu, masih ada banyak lagi khasiat daun sirih untuk kesehatan. Penasaran?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

lidah terasa pahit saat sakit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
penyakit kuku dan masalah pada kuku

Penyakit pada Kuku yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Tiara Putri
Dipublikasikan tanggal: 23 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
mencium bau

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit