home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Dissosiatif Identity Disorder (Kepribadian Ganda)

Definisi dissociative identity disorder|Tanda & gejala dissociative identity disorder|Penyebab dissociative identity disorder|Faktor risiko dissociative identity disorder|Komplikasi dissociative identity disorder|Diagnosis & pengobatan dissociative identity disorder|Pengobatan di rumah untuk dissociative identity disorder |Pencegahan dissociative identity disorder
Dissosiatif Identity Disorder (Kepribadian Ganda)

Definisi dissociative identity disorder

Apa itu dissociative identity disorder atau kepribadian ganda?

Dissociative identity disorder (DID disorder) adalah kondisi yang membuat penderitanya mengembangkan satu atau lebih kepribadian alternatif yang diketahui secara sadar maupun tidak oleh penderitanya. Kondisi ini memiliki banyak sebutan di antaranya adalah split disorder, multiple personality disorder, atau kepribadian ganda.

Dissociative identity disorder merupakan salah jenis utama dari gangguan disosiatif, menurut DSM-5 (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders). Gangguan disosiatif sendiri merupakan penyakit mental yang menyebabkan kerusakan memori, identitas, dan fungsi mental lainnya yang mendukung seseorang untuk beraktivitas dengan lancar.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Dissociative identity disorder adalah penyakit mental yang cukup langka terjadi namun bisa menyerang segala usia. Dilansir dari laman Cleveland Clinic, penyakit mental ini lebih banyak ditemukan pada wanita ketimbang pria.

Tanda & gejala dissociative identity disorder

Gejala khas pada orang dengan DID disorder adalah memiliki dua atau lebih kepribadian yang berbeda. Kepribadian lain yang dimiliki penderitanya ini disebut dengan kepribadian alternatif, sementara kepribadian aslinya disebut dengan kepribadian inti.

Setiap kepribadian alternatif pada orang dengan multiple personality disorder, memiliki ciri individu dan cara berpikir yang berbeda. Kepribadian alternatif yang dimiliki juga bisa memiliki nama dan perilaku yang berbeda. Bahkan, mungkin saja memiliki jenis kelamin yang berbeda.

Saat kepribadian alternatif muncul, penderitanya akan mengalami amnesia (hilang ingatan). Itulah sebabnya, si penderita umumnya tidak menyadari adanya kepribadian alternatif maupun ingatan mengenai apa yang dilakukan saat kepribadian alternatif mengambil alih.

Dalam beberapa kasus, orang dengan kepribadian ganda ini mengambil keuntungan dari kepribadian alternatif yang dimilikinya.

Sebagai contoh, orang dengan kepribadian inti yang pemalu, dapat menggunakan kepribadian alternatif untuk menjadi lebih tegas dan mudah bergaul. Biasanya pergantian kepribadian ini muncul akibat dipicu oleh stres dan peristiwa traumatis.

Meskipun begitu, penderita split disorder ini sangat mungkin menghadapi masalah dalam kehidupannya sehari-hari. Ia mungkin saja menemukan barang-barang di rumah yang ia tidak ingat kapan membelinya.

Mereka juga kesulitan untuk menjalin hubungan dengan orang-orang di sekitar karena tidak mengenal keluarga atau orang terdekat ketika kepribadian alternatif mengambil alih.

Gejala psikologis yang mungkin mucul

Di samping itu, orang dengan dissociative identity disorder juga banyak mengalami gejala psikologis yang juga ada pada penyakit mental lain, di antaranya adalah:

  • Sakit kepala parah dan mengalami nyeri-nyeri pada tubuh.
  • Derealization, yakni perasaan bahwa lingkungan sekitarnya asing, aneh, atau tidak nyata.
  • Suasana hati mudah berubah atau depresi.
  • Depersonalisasi, yakni merasa jiwanya terlepas dari raganya.
  • Mudah gelisah dan cemas.
  • Amnesia atau merasakan distorsi waktu.
  • Gangguan tidur, seperti sering mengalami mimpi buruk atau sleep walking.
  • Cenderung memiliki gangguan makan.
  • Halusinasi, yakni persepsi palsu terhadap sesuatu, seperti mendengar suara yang sebenarnya tidak ada.
  • Timbul masalah seks, seperti gairah seks menurun.
  • Penggunaan obat-obatan terlarang.
  • Keinginan melukai diri dan hampir 70% orang dengan split disorder pernah melakukan percobaan bunuh diri.

Kapan harus ke dokter?

Jika Anda mengalami gejala kepribadian ganda di atas atau mendapatkan laporan dari orang terdekat mengenai adanya perubahan kepribadian dalam diri Anda, lakukan pemeriksaan ke dokter.

Penyebab dissociative identity disorder

Penyebab utama dari dissociative identity disorder adalah pernah mengalami peristiwa traumatis. Sekitar 90% orang dengan kondisi ini pernah memiliki riwayat kekerasan seksual, maupun emosional parah. Peristiwa traumatis juga bisa terkait dengan kecelakaan, bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, tanah longsor, atau perang.

Memiliki kepribadian ganda sering dianggap sebagai mekanisme perlindungan diri pada seseorang dari situasi yang membuatnya stres, tertekan, dan trauma. Dengan begitu, orang yang memilki kepribadian alternatif bisa melawan rasa sakit fisik atau emosional yang timbul akibat pengalaman yang menyakitkan.

Saat kepribadian alternatif mengendalikan penderitanya, akan ada batasan yang tercipta antara dirinya dengan peritiwa yang membuatnya trauma. Batasan tersebut akhirnya bisa membuat penderitanya mampu mempertahankan fungsi dirinya dalam kehidupan sehari-hari, seolah peristiwa traumatis tidak pernah terjadi.

Episode peralihan kepribadian dapat dipicu oleh berbagai hal, baik itu peristiwa traumatis yang menjadi penyebab, maupun peristiwa ringan, seperti

Faktor risiko dissociative identity disorder

Seseorang bisa saja memiliki risiko lebih tinggi dibanding orang lainnya terhadap multiple personality disorder karena difaktori oleh beberapa hal berikut ini:

Komplikasi dissociative identity disorder

Orang dengan DID disorder yang tidak mendapatkan perawatan dapat mengalami komplikasi, di antara:

  • Kecacatan pada tubuh atau kematian karena melukai diri sendiri, melakukan percobaan bunuh diri, atau overdosis penggunaan obat-obatan tertentu.
  • Prestasi di sekolah maupun di kantor menjadi memburuk. Begitu pula dengan kualitas hubungan dengan pasangan maupun orang-orang terdekat juga memburuk.

Diagnosis & pengobatan dissociative identity disorder

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara mendiagnosis dissociative identity disorder?

Tidak ada tes laboratorium khusus untuk mendiagnosis kepribadian ganda. Meski begitu, tes darah, CT scan, maupun MRI mungkin diperlukan untuk menyingkirkan masalah kesehatan tertentu. Selain itu, dokter ahli kejiwaan mungkin akan meminta Anda menjalani serangkaian tes berupa:

  • Pemeriksaan fisik. Pada tes ini dokter akan mengajukan pertanyaan riwayat kesehatan dan meninjau gejala apa saja yang dialami.
  • Tes psikiatri. Ahli kejiwaan Anda mengajukan beberapa pertanyaan mengenai pikiran, perasaan, dan perilaku Anda. Tidak hanya Anda, anggota keluarga atau orang terdekat yang mendampingi juga akan diajukan pertanyaan terkait perilaku Anda.

Setelahnya, dokter akan membandingkan catatan kesehatan Anda dengan panduan DSM-5 untuk membantu menegakkan diagnosis.

Bagaimana cara mengobati dissociative identity disorder?

Tujuan pengobatan dissociative identity disorder adalah untuk meredakan gejala, memastikan keselamatan pasien dan orang di sekitarnya, serta “menghubungkan kembali” kepribadian yang berbeda menjadi satu identitas yang terintegrasi dan berfungsi dengan baik.

Pengobatan juga bertujuan untuk membantu pasien multiple personality disorder memproses kembali ingatan yang menyakitkan, sehingga bisa membantu mengembangkan keterampilan untuk mengatasi hal tersebut.

Pendekatan pengobatan terbaik tergantung pada individu, sifat pemicu yang dapat diidentifikasi, dan tingkat keparahan gejala. Berikut ini adalah berbagai pengobatan untuk mengatasi kepribadian ganda:

  • Terapi perilaku kognitif

Terapi perilaku kognitif dilakukan untuk mengubah pola pikir, perasaan, perilaku menjadi lebih baik dan kembali berfungsi normal.

  • Eye Movement Desensitization and Reprocessing (EMDR)

EMDR adalah teknik pengobatan untuk mengatasi mimpi buruk terus-menerus dan kilas balik pada peristiwa traumatis.

  • Terapi perilaku dialektik (DBT)

Jenis psikoterapi ini dilakukan untuk orang dengan gejala split disorder yang parah, terutama pada mereka yang mengalami pelecehan seksual.

  • Penggunaan obat

Tidak ada obat untuk mengobati sendiri gangguan disosiatif. Namun, orang dengan kondisi ini, terutama yang berkaitan dengan depresi dan atau gangguan kecemasan, dapat diresepkan obat antidepresan atau obat anticemas.

Pengobatan di rumah untuk dissociative identity disorder

Selain pengobatan dokter, Anda juga perlu mengikuti perawatan di rumah agar gejala split disorder tidak muncul, di antaranya:

  • Belajar untuk mengelola stres, Anda bisa mengalihkan pikiran dengan melakukan aktivitas yang disukai, meditasi, atau mendatangi psikolog untuk konseling.
  • Minta bantuan keluarga atau kerabat terdekat untuk membantu mengamati perubahan-perubahan perilaku dan mencatatnya jika perlu. Ini penting dilakukan untuk membantu melaporkan efektivitas pengobatan ke dokter.
  • Tidur cukup, menjaga pola makan, dan rutin olahraga juga perlu diterapkan untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Pencegahan dissociative identity disorder

Tidak ada cara yang sepenuhnya bisa mencegah seseorang memiliki kepribadian ganda.

Akan tetapi, jika Anda pernah mengalami peristiwa traumatis, seperti menjadi korban pelecehan seksual, kekerasan dalam rumah tangga, korban kecelakaan atau bencana, serta korban perang di wilayah tertentu, ikuti konseling ke psikolog atau terapi mungkin diperlukan.

Tujuannya adalah untuk meringankan stres sekaligus membantu mengatasi situasi-situasi yang membuat Anda takut serta cemas. Cobalah untuk membuka diri untuk membicarakan peristiwa traumatis yang pernah Anda alami pada keluarga atau orang yang Anda percaya untuk memperoleh dukungan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What are dissociative disorders?. Home │ psychiatry.org. https://www.psychiatry.org/patients-families/dissociative-disorders/what-are-dissociative-disorders [Accessed on January 28th, 2021]

Dissociative identity disorder. American Association for Marriage and Family Therapy. https://www.aamft.org/Consumer_Updates/Dissociative_Identity_Disorder.aspx [Accessed on January 28th, 2021]

Dissociative disorders. NAMI: National Alliance on Mental Illness. https://www.nami.org/About-Mental-Illness/Mental-Health-Conditions/Dissociative-Disorders [Accessed on January 28th, 2021]

Dissociative disorders – Symptoms and causes. (2017, November 17). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dissociative-disorders/symptoms-causes/syc-20355215 [Accessed on January 28th, 2021]

Multiple personality disorder: Causes, symptoms, diagnosis, treatment. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9792-dissociative-identity-disorder-multiple-personality-disorder [Accessed on January 28th, 2021]

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 12/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri