Meski Masih Cinta, Ini Alasan Wanita Pilih Tinggalkan Pasangannya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 7 Desember 2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Ada banyak alasan yang membuat seorang wanita meninggalkan pasangannya meski sudah sangat cinta. Tak hanya masalah cinta, ada banyak hal penting yang seharusnya terpenuhi dalam sebuah hubungan asmara atau pernikahan. Lantas, apa yang membuat seorang wanita bisa meninggalkan pasangan meski masih cinta?

Mengapa banyak wanita meninggalkan pasangan meski masih cinta?

pasangan positif mengidap HIV

Ada banyak sekali masalah dalam hubungan yang bisa membuat wanita meninggalkan pasangannya. Namun, ada satu alasan besar yang membuat banyak wanita berani meninggalkan pasangan yang dicintainya, yaitu kehadiran pasangannya secara utuh.

Justice Schanfarber, seorang konselor asmara dan pernikahan di Kanada, mengatakan bahwa wanita yang merasa suami atau pasangannya tidak pernah ada di hari-harinya terlebih saat dibutuhkan lebih memilih untuk meninggalkannya ketimbang melanjutkan hubungan. Terlalu sibuk dengan pekerjaan, asyik bermain game, menghabiskan waktu bersama teman-teman, dan tidak pernah meluangkan waktu berkualitas bersama menjadi salah satu penyebab keretakan dalam hubungan baik pacaran maupun pernikahan.

Kehadiran pria yang dibutuhkan wanita tak hanya secara fisik, melainkan secara hati dan pikiran. Wanita bisa merasakan kapan pasangannya hadir secara utuh bersamanya dan kapan hanya fisiknya saja yang ada sebagai formalitas. Bagi wanita, kehadiran adalah hal paling penting yang sangat dibutuhkan dalam hubungan.

Cobalah untuk hadir secara utuh, tak hanya fisiknya saja

salah paham dengan pasangan

Jika selama ini Anda hanya hadir secara fisik, mulai sekarang coba benahi. Cobalah memberikan kehadiran utuh untuk pasangan dari mulai hati, perasaan, dan pikiran. Hadir secara hati dan perasaan artinya Anda benar-benar mencurahkan semua perasaan cinta hanya pada pasangan, bukan pada orang lain di luar hubungan seperti mantan misalnya.

Selain itu, Anda juga perlu hadir secara pikiran saat sedang bersama pasangan. Hadir secara pikiran artinya ketika Anda dan pasangan bertemu, maka pikiran benar-benar terfokus padanya. Fokus dengarkan ceritanya dan turut rasakan emosi yang dirasakan pasangan, bukannya main HP atau main game online.

Ya, wanita bisa dengan jeli membedakan kapan pasangan hadir seutuhnya dan kapan tidak. Mungkin selama ini Anda tidak pernah menyadarinya, tetapi pasangan bisa saja merasakannya dan memendamnya terlalu lama. Akibatnya, jika perasaan kesepian ini terus hadir pasangan bisa saja meninggalkan Anda meski rasa cintanya masih ada.

Tak melulu lewat pertemuan langsung, kehadiran Anda juga bisa sangat terasa meski hanya melalui telepon. Oleh sebab itu, Anda perlu banyak belajar untuk terus menghadirkan diri Anda secara utuh kepada pasangan.

Ingat, bukan berarti pasangan tidak bisa lepas dari Anda dan Anda harus terus-terusan ada untuknya. Kuncinya adalah seimbang dan jangan setengah hati ketika meluangkan waktu pada pasangan.

Jika dalam satu hari Anda tak punya banyak waktu, usahakan untuk meluangkan waktu lima menit saja untuk benar-benar hadir dengan pasangan. Cobalah untuk benar-benar berbincang dan menghabiskan waktu berkualitas berdua dan saling mendengarkan satu sama lain.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Banyak Orang Rela Berubah Demi Pasangannya?

Agar lebih disayang pacar ada banyak cara yang kerap dilakukan, salah satunya rela berubah demi pasangan. Padahal, cara ini tidak disarankan lho.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 9 Desember 2019 . Waktu baca 3 menit

Cara Bijak Hadapi Suami yang Pengangguran dan Malas Mencari Pekerjaan Baru

Saat suami jadi pengangguran hal ini tentu jadi pukulan tersendiri, apalagi jika ia tak kunjung mencari pekerjaan. Jangan emosi, ini cara bijak hadapinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 7 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit

4 Tanda Penting yang Menunjukkan Pasangan Anda Bisa Dipercaya

Menaruh kepercayaan pada pasangan jadi hal krusial dalam sebuah hubungan. Untuk tahu apakah pasangan bisa dipercaya atau tidak, kenali lewat tanda berikut.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 30 September 2019 . Waktu baca 3 menit

Pentingnya Quality Time Bersama Pasangan Setelah Punya Anak

Pernikahan dan memiliki anak seringkali membuat pasangan lupa menghabiskan waktu berdua. Memangnya, apa saja pentingnya quality time bersama pasangan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 16 September 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

merasa ragu dengan pasangan

3 Hal yang Harus Anda Tanyakan Pada Diri Sendiri Ketika Mulai Ragu Dengan Si Dia

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
waktu bercinta terbaik

Waktu Bercinta Terbaik Bagi Pasangan Usia 20, 30, dan 40-an

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 19 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit
pertimbangan sebelum memutuskan bercerai

4 Hal yang Harus Menjadi Pertimbangan Sebelum Bercerai

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 20 April 2020 . Waktu baca 4 menit
proses kehamilan

Biasakan Tidur Bersama Pasangan Anda agar Lebih Nyenyak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 6 April 2020 . Waktu baca 5 menit