“Kamu Nggak Pernah Ngertiin Aku!” — Begini Caranya Agar Anda dan Pasangan Saling Mengerti Satu Sama Lain

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Bosan dengar argumen seperti “Kamu nggak pernah ngertiin aku!” atau “Kapan, sih, kamu pernah dengerin omongan aku?” setiap kali bertengar dengan pasangan? Manusia pada hakikatnya memang butuh didengarkan dan dimengerti oleh orang lain. Tak terkecuali dalam tiap hubungan asmara dengan segala lika-likunya. Namun sayang, tidak semua orang bisa atau mau memahami dan mendengarkan keinginan pasangannya.

Padahal, menyediakan diri (dan juga hati) untuk mendengarkan si dia, tak hanya kemauan tapi juga keluh-kesahnya, adalah salah satu tanda cinta Anda kepada pasangan. Lantas, bagaimana harusnya menjalin  komunikasi yang baik dengan pasangan? Contek tips dan triknya di sini

Mendengarkan tak sekadar mendengar pakai telinga, harus memahami juga

Mendengarkan adalah bentuk penghargaan, rasa hormat kepada pikiran dan perasaan orang yang Anda cintai. Tapi tentu mendengarkan tidak hanya pakai telinga, juga harus pakai hati.

Faye Doll, dalam tesisnya yang berjudul Partners’ Listening Styles and Relationship Satisfaction: Listening to Understand vs. Listening to Respond mengatakan kalau “mendengarkan” itu terbagi dalam dua jenis. Mendengarkan dengan pengertian dan mendengarkan dengan tanggapan. Seseorang yang merasa telah didengarkan dengan penuh pengertian oleh partner bicaranya cenderung merasa lebih puas dengan hubungan asmaranya.

Sedangkan kalau mendengarkan hanya sambil menanggapi cuek — “oh gitu..”; “Ya emang udah harusnya gitu..”; “Yaudahlah, yang lalu biarkan berlalu”; dst — mereka cenderung akan semakin down atau malah menarik diri dari Anda. Lagipula, belum tentu semua kebutuhan si dia untuk didengarkan belum tentu membutuhkan jawaban essay dari Anda. Kebanyakan “tuntutan” untuk minta didengarkan ini hanya membutuhkan Anda untuk benar-benar… mendengarkan.

Komunikasi, kunci kebahagiaan dan keharmonisan pasangan

Menurut psikolog Carl Rogers, mendengarkan dan memahami pasangan adalah salah satu cara mewujudkan hubungan yang sehat. Jika Anda mendengarkan keluh kesah pasangan, hal itu cenderung akan membuat pasangan Anda semakin terbuka dengan Anda. Anda tidak mau, kan, kalau pasangan Anda sering berbohong dan cenderung menutupi semua hal? Anda pun bisa mewujudkan hubungan yang luwes, demokratis, dan harmonis dengan membuka jalur komunikasi dua arah. Dan yang paling penting, Anda bisa menjadi pilar kokoh untuknya pasangan untuk menampung cerita atau masalahnya.  

Ada baiknya Anda mengetahui dulu apa tujuan daripada mendengarkan pasangan. Tujuannya antara lain adalah memperoleh informasi, memahami situasi seseorang, dan memberikan rasa lega bagi orang yang bercerita. Hal ini juga berkaitan dengan alasan mengapa beberapa orang pergi ke psikolog. Mereka datang karena merasa ingin permasalahannya didengarkan dan syukur-syukur diberikan solusi.

Kemampuan dan keikhlasan Anda untuk mendengarkan pasangan adalah tanda Anda mau memahami pesan-pesan yang pasangan Anda lontarkan dalam curahannya. Bonusnya, Anda pun bisa memperbaiki hal-hal yang sebelumnya tidak benar dan keromantisan pun bisa terjalin dengan utuh.

Kendati demikian, Anda juga bisa menonjolkan sisi peduli dengan apa yang mereka katakan dan rasakan. Penting juga untuk diketahui, kalau Anda terbiasa mendengarkan orang dengan penuh simpati, makan kemungkinan pasangan Anda atau orang lain cenderung akan mendengarkan Anda juga.  

Bagaimana caranya untuk mendengarkan dan memahami pasangan?

Menjadi pendengar yang baik nyatanya tidak mudah, lho. Anda membutuhkan latihan dan rasa sabar yang besar. Lagipula, ketika Anda berusahan memahami pasangan, Anda butuh mengalihkan perhatian penuh pada pasangan. Semakin sering melakukannya, semakin Anda jago dalam memahami pasangan, dan semakin positif juga hubungan Anda berdua.

Berikut adalah beberapa tips dan cara untuk menjadi pendengar baik:

  • Coba posisikan Anda sebagai pasangan, atau orang yang bercerita
  • Fokus dan dengarkan makna-makna penting dari isi cerita
  • Perhatikan bahasa tubuhnya, biasanya bahasa tubuh menujukkan perasaan yang sebetulnya
  • Berikan empati ketika mereka bercerita
  • Jangan membuat penilaian langsung, dan jangan mengelak ketika Anda menjadi masalah dari cerita yang pasangan Anda curahkan.
  • Tatap mata pasangan Anda ketika ia berbicara
  • Akui bahwa Anda mendengarkan, contohnya Anda bisa mengangguk atau sesekali berkata “Oke, aku paham”.
  • Sesekali coba ulangi perkataan yang pasangan ucapkan, sambil memberikan komentar netral. 

Misalnya ketika pasangan Anda tampak sedih kemudian mengatakan,”tadi siang aku dimarahi bos di kantor”. Anda bisa mengatakan,”pasti sedih ya dimarahi bos. Memangnya apa yang terjadi?”. Dengan mengulangi apa yang diceritakan pasangan dan merangkum perasaannya yang tampak dari bahasa tubuh dan ekspresi, ia akan tahu bahwa Anda menyimak tanpa perlu mendengar Anda berkata,”aku paham” atau “aku mendengarkan”.

Anda pun bisa memberikan sentuhan untuk menunjukkan bahwa Anda peduli dengan pasangan Anda, misalnya dengan menggenggam tangan atau merangkul sambil mendengarkan pasangan bercerita.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tapi Anda tak perlu panik. Berikut adalah berbagai obat mimisan alami yang ampuh hentikan perdarahan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

5 Penyebab Bercak Putih di Puting Susu dan Cara Mengatasinya

Pernahkah Anda memiliki bintik atau bercak putih di puting susu atau sekitarnya? Tak usah khawatir, kenali penyebab dan cara mengatasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Payudara Terasa Sakit, Apa Penyebabnya Selalu Kanker?

Penyebab payudara sakit kerap dikaitkan dengan kanker. Namun, apakah anggapan itu benar? Bagaimana penjelasan lengkapnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kanker Payudara, Kanker 14 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara merangsang istri

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
telat datang bulan

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mengatasi kesepian

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit