Prinsip “Terima Apa Adanya”, Apakah Menjamin Hubungan Langgeng?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 Oktober 2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Semua orang tentu ingin dicintai oleh pasangannya dengan tulus, apa adanya, dan tanpa pamrih, alias cinta tanpa syarat. Namun bagaimanapun, tidak bisa dipungkiri bahwa selalu ada sedikit keinginan untuk menerima sesuatu yang lebih dan berharap balasan dari pasangan. Akan tetapi, saat kita menggunakan prinsip menerima apa adanya alias tidak pamrih terhadap pasangan, apakah hubungan dijamin awet?

Sebetulnya, cinta tanpa syarat itu apa, sih?

pasangan ideal untuk menikah

Anda mungkin sering mendengar istilah unconditional love alias cinta tanpa syarat, entah itu dari lirik lagu atau percakapan tokoh novel favorit Anda. Banyak orang yang menganggap bahwa cinta tanpa syarat hanya dimiliki oleh hubungan orangtua terhadap anak atau sebaliknya, karena hubungan keduanya tidak pernah mengharapkan balasan apa pun dari kasih sayang yang diberikan.

Yang jadi pertanyaan, apakah cinta tanpa syarat ini juga bisa dialami oleh orang dewasa, terlebih bagi mereka yang sedang dimabuk asmara? Sebaiknya, ketahui dulu arti cinta tanpa syarat itu sendiri.

Dikutip dari Verywell, cinta tanpa syarat berarti menerima apa adanya dan rela membahagiakan orang lain tanpa mengharapkan balasan. Maksudnya Anda tidak pamrih dan tidak mempedulikan keuntungan yang akan didapatkan. Yang penting adalah semakin Anda menerima pasangan apa adanya, maka semakin bahagia yang Anda rasakan.

Tanpa disadari, hal ini telah dibuktikan oleh sebuah penelitian yang diterbitkan pada Psychiatry Research: Neuroimaging tahun 2009 silam. Saat Anda mencintai dan menerima pasangan apa adanya alias tanpa pamrih, bagian otak yang terkait dengan sistem penghargaan akan bekerja sangat aktif di waktu yang bersamaan.

Ketika bagian otak tersebut aktif, secara otomatis akan timbul rasa bahagia, senang, dan puas. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar perasaan cinta tulus yang Anda berikan, maka semakin besar pula kebahagiaan yang akan Anda rasakan.

Apakah menerima pasangan apa adanya menjamin hubungan langgeng?

kunci penting agar tercipta hubungan yang sehat

Mencintai pasangan tanpa syarat memang lebih sering ditunjukkan dengan memberikan semua yang ia inginkan atau menerima pasangan apa adanya. Namun bagaimanapun, Anda tetap perlu memperhatikan batasan-batasan wajar dalam berpacaran supaya hubungan langgeng dan awet.

Perlu dicatat juga bahwa langgeng atau tidaknya hubungan tergantung dari kepribadian si pasangan. Contohnya begini, Anda mencintai seorang pecandu alkohol, pecandu narkoba, atau pembohong besar yang selalu menipu dan bahkan meremehkan Anda. Kasus seperti ini tentu tidak bisa digolongkan sebagai cinta tanpa syarat, justru lebih tepatnya digolongkan sebagai hubungan tidak sehat alias toxic relationship.

Jika hubungan asmaranya saja sudah tidak sehat, maka bagaimana mungkin ini bisa membawa Anda berdua ke dalam hubungan yang langgeng? Jadi singkatnya, menerima pasangan apa adanya bukan berarti Anda menoleransi segala bentuk pelecehan atau kekerasan dalam hubungan. Ini tentang bagaimana pasangan Anda juga mampu memberikan dampak yang baik untuk hubungan asmara Anda berdua.

Komunikasi harus kuat jika mau menerima apa adanya

Kunci penting untuk mendapatkan hubungan langgeng sebetulnya terletak pada komunikasi. Semakin baik komunikasinya, maka Anda berdua pun jadi lebih mudah untuk menerima satu sama lain. Dengan keterbukaan, semua masalah kecil sampai masalah besar sekalipun akan lebih mudah terlewati. Dan yang tak kalah penting, hubungan langgeng bukan lagi menjadi mimpi bagi Anda berdua.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Telat haid memang bisa jadi ciri hamil, tapi bisa juga tidak. Jadi berapa lama sejak telat datang bulan bisa menjadi pertanda kehamilan. Cek di sini ya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Wanita, Menstruasi 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Tanda Pasangan Anda Sedang Memendam Rasa Dengan Orang Lain

Pasangan Anda berubah? Bisa saja ia sedang selingkuh hati. Bagaimana ciri-ciri orang yang sedang selingkuh pakai hati? Simak tanda-tandanya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 14 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Waspadai 6 Trik yang Biasa Dilakukan Pelaku Pelecehan Seksual

Pelecehan seksual bisa terjadi kapan pun dan di mana saja. Namun, tindakan tersebut biasanya dilakukan dengan trik-trik umum berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Seksual 6 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Kopi untuk Kemampuan Seks, Bermanfaat atau Sebaliknya?

Anda mungkin sudah sering minum kopi untuk menyegarkan pikiran. Namun, tahukah Anda bahwa ternyata ada manfaat kopi untuk seks?

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Seksual, Tips Seks 30 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

fungsi testis

Mengenal Fungsi Testis, Anatomi, dan Risiko Penyakit yang Menyertainya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
arti desahan wanita

Mengapa Wanita Lebih Sering Mendesah di Ranjang Dibanding Pria?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
tips perawatan setelah sunat

4 Tips Perawatan Setelah Sunat Agar Cepat Sembuh

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
cara merangsang istri

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit