5 Cara Istimewa untuk Ungkapkan Cinta, Anda Pakai Cara yang Mana?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Ada sebagian orang yang merasa tidak dicintai oleh pasangan hanya karena jarang mendapat ucapan “aku sayang kamu”. Ada pula yang tidak yakin apakah pasangan benar-benar mencintainya hanya karena jarang meluangkan waktu bersama. Sebelum Anda berpikir seperti itu, sebaiknya Anda memahami bahwa setiap orang memiliki bahasa cinta, yaitu cara mengungkapkan dan mengartikan cinta, yang berbeda-beda.

Bila pasangan Anda jarang mengungkapkan perasaannya, belum tentu Anda tidak dicintai. Mungkin saja bahasa cinta Anda dan pasangan memang tak sama. Lantas, apa saja bahasa cinta yang mungkin dimiliki seseorang? Pentingkah setiap orang mengkomunikasikan bahasa cintanya kepada pasangan?

Pentingnya mengkomunikasikan bahasa cinta dengan pasangan

Tentu Anda tahu, komunikasi adalah pondasi penting dalam membangun suatu hubungan yang sehat. Oleh karena itu, mengomunikasikan segala kebutuhan dan keinginan Anda dengan pasangan sangat penting dilakukan. Salah satu kebutuhan dan keinginan tersebut adalah bahasa cinta yang dimiliki. Mengapa demikian?

Seperti yang disebutkan sebelumnya, bahasa cinta yang dimiliki setiap orang bisa berbeda. Seorang konselor pernikahan asal Amerika Serikat (AS), Gary Chapman, Ph.D., menyebut, bahasa cinta bisa dipengaruhi oleh faktor orangtua dan keluarga. Bagaimana cinta diungkapkan oleh orangtua Anda sejak masih bayi bisa memengaruhi cara Anda dalam mengungkapkan dan mengartikan cinta pada pasangan ketika dewasa.

Akibat perbedaan itulah, bahasa cinta sangat perlu dikomunikasikan dengan pasangan. Dengan mengomunikasikan hal ini, Anda dan pasangan akan lebih merasa dicintai dan dihargai dalam hubungan, sebagaimana keluarga dan orangtua Anda mencintai Anda. Tak hanya itu, Anda dan pasangan pun akan lebih mudah menemukan dan meningkatkan kebahagiaan.

Sebaliknya, perasaan kurang dicintai dan dihargai justru bisa merusak hubungan. Bagi yang sudah menikah, hal ini sering kali menjadi salah satu sumber stres dalam pernikahan. Bahkan tak jarang, kurang mengkomunikasikan kebutuhan dan keinginan Anda dan pasangan juga bisa menyebabkan perceraian atau perpisahan.

Lima bahasa cinta yang perlu Anda ketahui

program dan cara cepat hamil

Lebih lanjut, Gary Chapman menulis buku berjudul “The Five Love Languages” dalam menjabarkan bagaimana orang mengekspresikan dan menerima cinta. Gary menyebut, bahasa cinta yang Anda komunikasikan ke satu orang mungkin tidak akan diterima dengan cara yang sama oleh orang lain.

Untuk mencari tahu mana bahasa yang Anda atau pasangan gunakan dalam mengungkapkan dan menerima cinta, simak lima bahasa cinta menurut Gary Chapman berikut ini.

1. Words of affirmation (kata-kata dan pujian)

Kata-kata seperti, “aku sayang kamu” atau “kamu cantik sekali pakai baju itu” memang terkesan sederhana. Namun, bagi Anda yang mengungkapkan cinta dengan cara ini, kekuatan kata-kata tersebut begitu besar. Sebaliknya, kata-kata yang menghina atau tidak baik juga akan berdampak besar pada Anda.

Newberg dan Waldman, dalam bukunya yang berjudul Words Can Change Your Brain: 12 Conversation Strategies to Build Trust, Resolve Conflict, and Increase Intimacy, menyebutkan bahwa kata-kata positif bukan sekedar untuk mengungkapkan rasa cinta, tetapi bisa memperbaiki fungsi otak Anda. Bahkan, berbicara dan mendengarkan kata-kata positif lebih sering dibandingkan negatif bisa mengaktifkan pusat motivasi otak, sehingga bisa mendorong Anda untuk lebih sering melakukan tindakan positif.

Bila Anda memiliki bahasa cinta ini, Anda mungkin tidak begitu mengharapkan sering diberi kado oleh pasangan atau diantar-jemput saat bepergian. Ini karena Anda memang lebih suka mendengar kata-kata manis dari pasangan.

2. Physical touch (sentuhan fisik)

Sentuhan fisik adalah bahasa pertama yang manusia gunakan untuk berkomunikasi. Cara ini juga memiliki peran penting dalam perkembangan sosial dan perilaku manusia. Bahkan, studi menemukan bahwa anak yang kekurangan kontak fisik dan emosional berisiko lebih tinggi terhadap masalah perilaku, emosional, dan sosial saat mereka dewasa.

Studi yang dilakukan oleh Gulledge dan Shahmann juga menemukan bahwa sentuhan fisik dengan pasangan bermanfaat dalam menciptakan dan memperkuat hubungan yang romantis. Dengan sentuhan fisik pula, konflik yang terjadi pada pasangan diyakini lebih mudah teratasi.

Jadi, tak heran kalau banyak orang mengungkapkan cintanya lewat sentuhan. Bila Anda memiliki bahasa cinta ini, mengelus kepala, menggandeng tangan, menggosok punggung, mencium, atau memeluk pasangan mungkin jadi cara Anda untuk menunjukkan rasa cinta Anda. Sebaliknya, Anda mungkin akan merasa sakit hati jika pasangan menjauh atau mengabaikan Anda ketika Anda mencoba menyentuhnya.

3. Acts of service (tindakan)

Browsing tempat berlibur dengan pasangan

Cara lain seseorang bisa merasa dicintai dan mengungkapkan cinta adalah tindakan nyata, yaitu dengan melakukan sesuatu demi pasangan. Hal ini biasanya dimiliki oleh seseorang yang sulit mengungkapkan cinta dalam bentuk kata-kata. Anda mungkin lebih memilih untuk mengantarkan pasangan berbelanja selama berjam-jam daripada mengatakan, “aku cinta kamu.”

Bagi orang yang memiliki bahasa cinta dalam bentuk tindakan, dibantu oleh pasangan jauh lebih penting daripada dipuji atau dimotivasi dengan kata-kata. Misalnya, Anda sedang dikejar deadline pekerjaan. Saat itu, Anda lebih membutuhkan pasangan untuk membantu membelikan makanan daripada menyemangati Anda lewat kata-kata.

Begitupun sebaliknya, Anda mungkin akan sering membantu pasangan untuk membersihkan rumah sebagai bentuk rasa cinta Anda padanya. Pada tipe orang ini, seseorang akan merasa sangat dicintai dan dihargai ketika pasangan bertindak sesuatu, dan akan merasa tersakiti jika pasangan bersikap malas.

4. Gifts giving (memberi hadiah)

Hadiah sering jadi simbol dalam mengekspresikan cinta. Banyak orang bahkan rela memberikan hadiah tanpa memedulikan berapa harga barang tersebut. Padahal, buat orang yang mengungkapkan dan mengartikan cinta lewat hadiah, bukan harga atau nilai barangnya yang penting. Hal yang penting diingat adalah usaha Anda untuk memikirkan hadiah yang khas dan personal buatnya.

Sebagai contoh, Anda sedang pergi ke luar kota. Membawakan oleh-oleh makanan kesukaannya saja sudah membuat pasangan senang. Baginya, cara ini menjadi tanda bahwa Anda ingat padanya, serta membuat pasangan Anda merasa spesial. Sebaliknya, jika Anda lupa merayakan anniversary dengan pasangan atau kurang tepat dalam memilih hadiah, hal ini justru akan membuat pasangan Anda sakit hati dan tidak dihargai.

Dr. Jeral Kirwan, seorang pakar psikologi dari Ashford University di AS, menyebutkan bahwa terdapat keuntungan psikologis atau emosional antara pemberi ataupun penerima hadiah. Dr. Jeral juga menyebutkan bahwa memberikan hadiah bisa meningkatkan perasaan puas, sehingga bisa memperkuat hubungan.

5. Quality time (menghabiskan waktu bersama)

jujur pada pasangan

Kesibukan kerap membuat pasangan jarang bertemu. Kondisi ini kerap menyebabkan pasangan berpisah akibat sama-sama tidak bisa meluangkan waktu berkualitas bersama. Jika bahasa cinta utama pasangan Anda adalah waktu yang berkualitas, maka ia hanya menginginkan Anda untuk menghabiskan waktu bersama, seperti duduk bersama di sofa sambil mengobrol tentang diri masing-masing.

Waktu yang berkualitas ini bisa menjadi tanda bahwa Anda memberi perhatian penuh pada pasangan. Bahkan, dilansir dari laman The University of Arizona Global Campus, manfaat quality time juga bisa didapatkan pada hubungan yang nonromantis, seperti dengan sahabat.

Orang yang mengutamakan waktu berkualitas tidak terlalu membutuhkan kado atau pujian. Mereka juga mungkin tak terlalu mementingkan tindakan seperti diantar-jemput. Yang penting hanyalah usaha Anda hadir bersamanya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

9 Bahaya yang Bisa Terjadi Jika Nekat Bikin Tato di Mata

Tertarik ingin mata Anda berwarna tidak hanya warna putih saja? Tato mata bisa jadi jawabannya. Sebelum lakukan, cari tahu dulu bahayanya di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan Mata, Penyakit Mata 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Langkah untuk Berhenti Merokok

Berhenti merokok memang bukan perkara mudah. Mulailah dengan 5 langkah berikut.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Berhenti Merokok, Hidup Sehat 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Apakah Produk Pembersih di Rumah Anda Sebabkan Masalah Pernapasan?

Kandungan dalam berbagai produk pembersih rumah bisa menimbulkan masalah kesehatan. Bagaimana cara memilih dan mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 3 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit

Takut Berinteraksi dengan Orang Lain? Mungkin Itu Tanda Avoidant Personality Disorder

Memang ada orang yang pemalu. Tapi kalau sudah parah sampai takut untuk bergaul dengan orang lain, mungkin ia mengidap avoidant personality disorder.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Gangguan Mental Lainnya 3 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

berhenti minum pil kb

7 Hal yang Bisa Terjadi Pada Tubuh Jika Anda Berhenti Minum Pil KB

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
gaya pengasuhan

Kenali Tanda dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
mudah dihipnotis

Mengapa Sebagian Orang Mudah Dihipnotis, Sementara yang Lain Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
manfaat buah mangga

7 Manfaat Kesehatan yang Bisa Anda Dapat dari Buah Mangga

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit