home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

4 Hal yang Bisa Dilakukan untuk Menghibur Orang yang Sedang Bersedih

4 Hal yang Bisa Dilakukan untuk Menghibur Orang yang Sedang Bersedih

Ketika seseorang yang Anda sayang tertimpa musibah atau kehilangan orang terdekatnya, hal pertama yang mungkin Anda lakukan untuk membuat orang tersebut merasa lebih baik adalah ucapan belasungkawa dan perhatian. Namun, jangan sampai salah bersikap atau pilih kalimat.

Yang bisa dilakukan ketika orang terdekat sedang bersedih

1. Pilih ucapan belasungkawa yang tepat

Semua makhluk hidup di dunia ini memang akan mati pada akhirnya. Namun, jangan lantas menyepelekan duka yang ia alami dengan berkata “Jangan sedih lagi, ya. Semua orang memang akan pergi pada waktunya, kok ”. Kalimat ini terkesan dingin dan jelas sangat tidak sensitif terhadap musibah yang dialami orang lain.

Kalau Anda bingung untuk berkata apa ketika dihadapkan dengan berita duka, cukup haturkan “Turut berduka atas kehilanganmu. Semoga ia tenang di sana. Aku percaya (nama mendiang) adalah orang baik dan pasti dicintai oleh orang banyak”.

2. Jangan ungkit dan samakan pengalaman Anda dengan dirinya

Kembali lagi pada poin pertama. Memang semua makhluk hidup akan mati, dan Anda mungkin dulu pernah mengalami hal yang sama dengan apa yang dialaminya sekarang. Akan tetapi, tidak bijak untuk mengungkit dan menyamaratakan pengalaman Anda dengan yang dialami olehnya. Misalnya dengan berkata seperti ““Kita sama. Aku dulu juga pernah sedih karena kehilangan [pasangan/anak/sahabat/orangtua]ku, kok”.

Saat menghadapi dan menghibur orang yang sedang bersedih, sebisa mungkin tempatkan diri Anda di posisinya dan bersikaplah netral. Setiap musibah efeknya berbeda pada setiap orang, dan tidak semua orang ingin kesedihan dan kehilangannya dibanding-bandingkankan. Demikian pula cara setiap orang untuk berduka dan menghadapi kehilangan juga berbeda.

Cobalah fokus pada momen duka orang yang Anda sayang dengan tidak memusatkan perhatian pada pengalaman Anda.

3. Orang yang sedang bersedih kadang cuma ingin didengar saja

Bila tidak tahu harus bagaimana untuk menghibur orang yang sedang bersedih, Anda sebenarnya cukup luangkan waktu untuknya bercerita dan tawarkan bahu untuk bersender. Jadilah pendengar yang baik dan tahan diri Anda untuk berkomentar macam-macam.

Menjadi tempat curhat yang baik bisa membantu orang tersebut menghadapi dukanya.

4. Temani ia dan coba untuk selalu ada di masa sedihnya

Sebaiknya jangan tinggalkan ia sendiri ketika sedang berduka. Temani dirinya untuk mengalihkan pikirannya dari emosi dan kenangan negatif yang bisa menggerogoti jiwanya.

Memang sulit untuk terus-terusan berada di sekitar orang yang sedang bersedih. Namun, Anda tidak boleh menyerah. Dukungan sepenuh hati yang Anda tawarkan bisa sangat membantunya untuk move on dan kembali bangkit menjalani hidupnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

 

What not to do when loved one is hurting https://www.psychologytoday.com/us/blog/understand-other-people/201805/what-not-do-when-loved-one-is-hurting Diakses pada 05 Juli 2018.

Helping someone with depression https://www.helpguide.org/articles/depression/helping-someone-with-depression.htm  Diakses pada 05 Juli 2018.

 


Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 06/07/2018
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x