Agar Langgeng, Sepakati Dulu Seperti Apa Batasan Anda Dalam Pacaran!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Untuk memiliki hubungan yang sehat, kedua pasangan harus saling mengenal keinginan, tujuan, ketakutan, dan batasan masing-masing. Mumpung masih pacaran, Anda masih punya privasi dan prinsip yang bisa Anda tentukan sendiri. Biasanya hal ini masuk ke dalam aturan dan batas hubungan pacaran yang sehat. Memang, apa saja sih batasan dalam hubungan pacaran yang bisa diterapkan?

Batasan yang perlu dibahas dalam hubungan pacaran

Hubungan pacaran adalah bentuk komitmen satu sama lain. Namun, jangan mentang-mentang sudah berstatus pacar dan telah menyatakan cinta, artinya Anda bebas mengatur segala kehidupan pasangan dan arah hubungan Anda berdua.

Bila masih suka diatur atau dilarang, itu namanya penindasan, bukan pacaran. Karena itu, dalam sebuah hubungan pacaran sehat, ada batasan-batasan pribadi yang perlu Anda bahas dulu berdua. Sederhananya, Anda berdua perlu membuat kesepakatan atau aturan dalam menjalani hubungan asmara.

Kira-kira apa saja batasan yang perlu disepakati dalam sebuah hubungan pacaran? Sebagai gambaran apa saja yang perlu dibahas bersama kekasih saat menetapkan batasan-batasan pribadi dalam pacaran, simak lima hal penting berikut ini.

1. Apa tujuan Anda berdua menjalin kasih?

Inilah batasan terpenting yang justru sering dilupakan atau diremehkan pasangan. Sebelum melangkah lebih jauh atau justru salah langkah, sebaiknya sepakati dulu sebenarnya apa, sih, tujuan Anda berdua pacaran? Hanya untuk saling kenal saja atau memang mau serius? Pasalnya, pacaran bagi tiap orang juga punya arti masing-masing. 

Bila Anda berdua memang belum serius, tak perlu menuntut satu sama lain untuk saling mengungapkan cinta lewat kata-kata, misalnya. Tidak apa untuk tidak membalas ucapan sayang atau cinta pasangan terlebih dahulu bila Anda belum yakin dengan perasaan Anda sendiri.

Biarkan pasangan mengetahui bagaimana perasaan Anda sekarang, dan katakan pada mereka tujuan Anda sendiri untuk menjalin hubungan. 

2. Apakah boleh jalan dengan mantan atau lawan jenis?

Nah, ini dia aturan hubungan pacaran yang sering dipertanyakan. Sebetulnya, hal ini tergantung prinsip dan kenyamanan Anda masing-masing. Anda bisa menerapkan cara berteman dengan mantan atau sahabat lawan jenis secara transparan.

Contoh, ajak pasangan Anda bergabung ke dalam lingkungan pertemanan Anda, perkenalkan, dan libatkan di kegiatan Anda. Dengan begitu, rasa cemburu atau ketidaknyamanan yang timbul bisa dihilangkan dengan sama-sama mengetahui lingkungan pergaulan masing-masing.

3. Apakah ke mana-mana harus selalu bersama?

Setiap orang punya idealisme yang berbeda. Ada tipe orang yang kalau pacaran harus selalu menempel ke mana pun, ada juga yang justru sangat mementingkan waktu sendiri tanpa pacar. Inilah yang penting Anda bahas berdua, Anda tipe yang mana dan kekasih Anda tipe yang mana?

Saat pacaran, bukan berarti Anda dan pasangan harus selalu menghabiskan waktu bersama. Penting untuk memiliki waktu sendiri-sendiri. 

Memiliki waktu dan dunia masing-masing juga bisa menjadi cara sehat untuk menghabiskan waktu dengan melakukan hal-hal yang Anda suka. Anda harus bisa memberi tahu pasangan ketika Anda perlu melakukan sesuatu tanpa pasangan, misalnya saat Anda ingin menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga. Jangan biarkan Anda terkekang dan jadi bergantung pada pasangan.

3. Terapkan juga batasan kontak fisik saat pacaran

Saat pacaran, batasan fisik memang harus diterapkan sejak awal. Kembali lagi, ini tergantung cara, prinsip, dan tujuan Anda berdua dengan pasangan saat menjalin hubungan. Tegaskan apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan saat Anda dan pasangan melakukan kontak fisik. 

Bukan berarti juga bila pasangan Anda membelikan Anda hadiah yang mahal atau sudah mengajak Anda berjalan-jalan, maka ia boleh melakukan apa pun pada tubuh Anda. Hanya Anda sendirilah yang berhak dan berkuasa atas tubuh Anda sendiri. Kalau pasangan Anda berkali-kali melanggar batasan yang sudah ditetapkan ini, artinya pasangan Anda tidak menghargai Anda.

4. Privasi di media sosial

Mau tak mau, media sosial kini banyak berpengaruh dalam hubungan pacaran. Supaya bisa menentukan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di media sosial, pertimbangkan dan diskusikan hal-hal ini dengan pasangan:

  1. Boleh tidak tag akun pacar di media sosial Anda?
  2. Boleh tidak pasang status pacaran di akun media sosial?
  3. Boleh tidak saling tahu kata sandi (password) akun media sosial?

Pasalnya, beberapa orang mungkin sangat ingin menjaga privasinya, termasuk di media sosial. Karena itu, daripada bertengkar di tengah-tengah karena perbedaan prinsip, sebaiknya diskusikan dari awal seperti apa aturan main Anda berdua di media sosial.

5. Masalah bayar-membayar

Cukup sensitif memang mendiskusikan masalah keuangan dalam hubungan pacaran. Padahal, Anda dan kekasih sebenarnya bisa mendiskusikan masalah ini secara santai. Berhubung pacaran butuh dana, diskusikan bagaimana Anda membayar kencan, makan, atau menonton film di bioskop misalnya.

Anda dan pasangan bisa saling berbagi mengenai bayar-membayar ini. Misalnya dengan bergilir, kali ini Anda yang bayar, berikutnya pasangan yang bayar. Atau Anda yang membayar tiket menonton film dan pasangan yang membayar makan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

3 Manfaat yang Bisa Didapat dari Minum Kopi Sebelum Olahraga

Suka olahraga di pagi hari dan harus minum kopi dulu biar segar? Penelitian membuktikan kalau minum kopi sebelum olahraga ternyata baik buat tubuh, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gizi Olahraga, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Atasi Tipes

Gejala tipes umumnya dapat diobati di rumah. Selain minum obat dari dokter, apa saja cara mengobati tipes lainnya di rumah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi, Demam Tifoid (Tifus) 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
olahraga malam hari

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
sakit kepala setelah makan

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit