home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Dampak Memiliki Kecerdasan Emosional yang Terlalu Tinggi

5 Dampak Memiliki Kecerdasan Emosional yang Terlalu Tinggi

Kecerdasan emosional (EQ) merupakan kemampuan untuk memahami serta mengelola emosi diri sendiri dan orang lain. Orang-orang yang cerdas secara emosional jago soal berempati kepada orang lain dan menghadapi konflik. Namun, kecerdasan emosional terlalu tinggi ternyata juga memiliki kekurangan.

Dalam menjalani keseharian dan pekerjaan, kecerdasan emosional sama pentingnya dengan kecerdasan intelektual (IQ). Bahkan, kebanyakan orang sukses dan bahagia adalah mereka yang mempunyai kecerdasan emosional tinggi. Jika demikian, mengapa kecerdasan emosional yang terlalu tinggi malah dinilai merugikan?

Dampak dari kecerdasan emosional yang terlalu tinggi

mengkritik anak

Kecerdasan emosional berpengaruh terhadap produktivitas di tempat kerja, hubungan asmara, interaksi dengan orang lain, serta kesehatan fisik dan psikis. Jika kemampuan ini terlalu tinggi dan tidak dikelola dengan baik, ada dampak yang mungkin terjadi sebagai berikut.

1. Menurunkan kreativitas dan kemampuan berinovasi

Uniknya, orang-orang yang mempunyai kecerdasan emosional rendah cenderung lebih kreatif, artistik, dan beda dari yang lain. Mood yang sering naik-turun dan sikap yang menggebu-gebu juga membantu mereka dalam menciptakan sesuatu.

Sebaliknya, banyak orang dengan kecerdasan emosional yang tinggi justru mempunyai sifat-sifat yang menandakan kreativitas rendah. Mereka memang pandai bekerja sama dengan orang lain, tapi mereka jadi kesulitan untuk menonjolkan keunikannya.

Namun, jangan khawatir. Hal ini tidak selalu mutlak karena setiap orang mengalami kondisi yang berbeda. Orang yang memiliki kecerdasan emosional tinggi tetap dapat menjadi orang yang kreatif selama ia tekun berlatih, begitu pun sebaliknya.

2. Sulit memberi dan menerima kritik negatif

Agar bisa berkembang menjadi lebih baik, Anda tidak hanya membutuhkan masukan positif, tapi juga kritik negatif yang membangun. Namun, kecerdasan emosional yang terlalu tinggi terkadang menjadi penghalang dalam memberikan kritik seperti ini.

Orang-orang dengan kecerdasan emosional yang tinggi memiliki empati besar kepada orang lain dan biasanya lebih perasa. Sayangnya, ini pula yang membuat mereka sulit memberikan komentar negatif kepada orang lain.

Saat menghadapi kritik, mereka yang mempunyai kecerdasan emosional tinggi mungkin tidak akan mengenalinya sebagai komentar negatif. Mereka kadang terlalu tenang dan positif, tanpa menyadari bahwa orang lain mengharapkan perubahan dari dirinya.

3. Menghindari risiko

kesehatan mental kehilangan pekerjaan

Mereka yang mempunyai kecerdasan emosional terlalu tinggi biasanya lebih suka bermain aman tanpa banyak mengambil risiko. Ini disebabkan karena mereka memiliki kendali diri yang besar. Mereka memastikan segalanya teratur dan tidak ingin terburu-buru.

Semakin tinggi kecerdasan emosional Anda, semakin besar pula keinginan Anda untuk mengontrol diri. Sikap seperti ini dapat menguntungkan dalam beberapa situasi, tetapi ada kondisi ketika Anda harus keluar dari zona nyaman.

Kendali diri yang berlebihan terkadang bisa membuat Anda takut mengambil risiko yang penting. Padahal, ini merupakan perilaku yang membuat Anda sulit berkembang dalam pekerjaan, hubungan sosial, dan aspek kehidupan lainnya.

4. Sulit mengambil keputusan penting

Salah satu tanda cerdas secara emosional adalah Anda lihai berinteraksi dengan orang lain. Anda dapat memahami kebutuhan orang lain, mengerti apa yang mereka rasakan, serta mampu menanggapi emosi mereka dengan baik.

Meski demikian, kemampuan ini mungkin hanya berlaku saat Anda berhadapan dengan sedikit orang. Ketika menjadi pemimpin dan dihadapkan pada keinginan banyak orang sekaligus, Anda malah kesulitan untuk mengambil keputusan yang tepat.

Keputusan yang baik bagi kelompok kadang belum tentu diterima oleh beberapa orang, dan ini memicu konflik pada orang dengan kecerdasan emosional yang terlalu tinggi. Mereka merasa tidak enak kepada orang lain, tapi mereka juga yang menanggung bebannya.

5. Mampu memanipulasi orang lain

Kemampuan berempati yang dimiliki orang-orang dengan kecerdasan emosional tinggi terkadang berkembang menjadi kemampuan manipulasi. Sadar maupun tidak, mereka mungkin menggunakan kemampuan ini untuk memengaruhi perilaku orang lain.

Manipulasi tidak selalu berarti buruk. Malah, Anda dapat memanfaatkan kemampuan ini ketika menghadapi karakter orang tertentu. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan di luar sana ada pula orang yang menggunakan manipulasi demi kepentingannya sendiri.

Anda dapat menghindari sikap manipulasi dengan meminta pendapat dan masukan dari orang lain. Setiap kali Anda mengusulkan solusi, tanyakan pula opini mereka. Dengan begitu, Anda tahu bahwa Anda tidak sedang memengaruhi tindakan orang lain.

Kecerdasan emosional yang tinggi tidaklah buruk. Kemampuan ini justru membantu Anda dalam meraih kesuksesan dan menjalin koneksi. Kini, yang perlu Anda lakukan adalah menyeimbangkan kecerdasan emosional tersebut agar tidak terlalu dominan.

Cobalah untuk lebih banyak mendengarkan orang-orang di sekitar Anda. Jangan ragu menunjukkan rasa peduli, termasuk dengan memberikan kritik membangun lewat cara yang baik. Orang-orang akan melihat Anda sebagai sosok yang penuh empati dan rasa tanggung jawab.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

The Downsides of Being Very Emotionally Intelligent. (2017). Retrieved 18 May 2020, from https://hbr.org/2017/01/the-downsides-of-being-very-emotionally-intelligent

If You’re Emotionally Intelligent, Beware Of These Downsides. (2020). Retrieved 18 May 2020, from https://www.cornerstone.edu/blogs/lifelong-learning-matters/post/if-youre-emotionally-intelligent-beware-of-these-downsides

The Dark Side of Emotional Intelligence. (2020). Retrieved 18 May 2020, from https://www.psychologytoday.com/us/blog/good-thinking/201408/the-dark-side-emotional-intelligence

Improving Emotional Intelligence (EQ). (2018). Retrieved 18 May 2020, from https://www.helpguide.org/articles/mental-health/emotional-intelligence-eq.htm

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 10/09/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x