Terapi Seni, Cara Ampuh Atasi Stres Pada Pasien Kanker

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 15 September 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Terapi seni adalah bidang yang cukup baru dibidang medis. Seni, baik menikmati hasil karya seni, atau membuat suatu karya seni memang sudah lama diketahui memiliki efek penyembuhan. Untuk orang yang memiliki penyakit kanker, terapi seni memberikan banyak hal, dari ketenangan, mengurangi kecemasan dan ketakutan, mengatur emosi menghadapi diagnosis medis, bahkan emosi yang sulit diungkapkan dengan kata-kata bisa dilakukan dengan seni.  Yuk simak ulasan terapi seni lebih dalam lagi.

Apa itu terapi seni?

Sumber: Norte Dame of Maryland University

Terapi seni adalah salah satu bentuk dukungan emosional untuk membantu orang yang sedang menghadapi keadaan sangat berat dalam hidupnya. Seni di sini khususnya yang biasa dilakukan adalah seni visual. Seperti membuat gambar atau objek yang memiliki makna pribadi. Hal inilah yang secara tidak sadar mampu melepaskan emosi dalam diri.

Terapi kesenian ini bukan bertujuan untuk menciptakan karya seni untuk dipamerkan, Anda bahkan tidak perlu ahli atau mahir dalam hal ini.

Terapi ini memang digunakan oleh orang-orang yang mengidap penyakit kronis dan memiliki masalah kesehatan mental yang kurang baik. Jadi, terapi ini hadir untuk mengurangi masalah mental yang terjadi, sehingga pasien bisa fokus dengan pengobatan penyakit utamanya.

Bagaimana cara mulai melakukan terapi seni?

Sumber: Focal Point

Yang bisa dilakukan saat terapi ini adalah melukis, menggambar, atau bahkan memahat. Seni visual apapun yang digemari. Untuk memulai terapi ini caranya cukup dengan kesiapan Anda saja. Anda bisa memulai sendiri untuk melakukan kegiatan seni yang diinginkan.

Fokus dalam terapi kesenian ini adalah memungkinkan Anda mengekspresikan perasaan, memahami perasaan, dan mengurangi stres.

Tidak ada teknik khusus yang direkomendasikan pada terapi ini. Alat apapun, gaya membuat seni seperti apapun bisa memberi sukacita dan kedamaian.

Untuk memulainya, yang penting adalah temukan tempat yang nyaman di rumah Anda atau di sekitar Anda. Beberapa orang suka melakukan terapi ini sambil mendengarkan musik, ada juga yang suka di tempat yang sunyi tidak ada suara apapun.

Cara memulai yang paling baik adalah langsung memulai saja, tanpa harus membayangkannya dulu dalam pikiran detail gambar yang akan dituangkan, langsung saja. Ini adalah cara paling ekspresif dalam terapi seni.

Selain dilakukan sendiri juga bisa dilakukan bersama terapis atau bersama teman-teman sekelompok yang memiliki tujuan yang sama. Tergantung situasi yang Anda sukai.

Jika menggunakan terapis, mereka bukan akan mengajarkan Anda menggambar atau melukis. Terapis akan menuntun Anda untuk eksplor perasaan, mengembangkan kepercayaan diri dan kesejahteraan diri.

Biasanya kegiatan ini berlangsung minimal 60 menit. Terapi ini bisa dilakukan selama beberapa minggu atau beberapa bulan ke depan secara rutin.

Apa benar terapi seni bisa membantu mengatasi kanker?

gangguan tidur pada kanker

Dilansir dalam Cancer Research UK, ada sebuah penelitian yang dilakukan pada wanita yang menjalani radioterapi untuk kanker payudara. Studi ini menemukan bahwa terapi seni dapat membantu meningkatkan kemampuan untuk mengatasi beban dan tekanan selama proses medis, serta dapat meningkatkan kualitas hidup.

Sebuah survei di Inggris tahun 2013 melaporkan bahwa 92 persen orang dengan kanker yang telah menggunakan terapi seni menganggap terapi ini sangat bermanfaat.

Kebanyakan orang penggiat terapi ini mengatakan bahwa terapi seni membantu mereka dari berbagai perasaan yang tidak menyenangkan, dan memberi dukungan saat mereka merasa cemas dan jauh dari orang-orang yang mereka cintai. Selain itu, peneliti juga menemukan bahwa melalui melukis dapat mengubah pola gelombang, hormon, dan sinyal di otak.

Dalam beberapa penelitian tentang terapi seni, lanskap atau gambar mengenai pemandangan alam seperti gunung, lembang, sungai dan lain sebagainya merupakan tema seni yang paling banyak dituangkan.

Beberapa orang juga banyak yang menyukai gambar abstrak, atau melukis dengan jari langsung. Tidak ada ketetapan khusus, ini akan berbeda tiap individu.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tumor Karsinoid

Tumor karsinoid adalah penyakit kanker yang berawal dari tumor. Yuk, pahami lebih dalam seperti apa gejala, penyebab, dan cara mengobatinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 22 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Kanker PNET (Primitive Neuroectodermal Tumors)

Salah satu jenis kanker yang menyerang otak, disebut kanker PNET. Kanker ini kerap terjadi pada anak laki-laki. Berikut informasi lengkapnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 21 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Informasi Lengkap mengenai PET Scan, Mulai dari Manfaat Hingga Risiko

PET scan adalah pemeriksaan medis untuk mendeteksi penyakit tertentu dengan melihat fungsi jaringan atau organ. Berikut informasi lengkapnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan, Tes Kesehatan 20 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Kanker Mata

Kanker mata atau okular adalah kanker menyerang jaringan indra penglihatan. Kenali gejala, penyebab, dan pengobatan kanker mata berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 5 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

benjolan kanker

Apakah Benjolan Kanker Bisa Membesar Jika Dipijat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 9 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
rhabdomyosarkoma (rabdomiosarkoma)

Rhabdomyosarkoma (Rabdomiosarkoma)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 11 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
kanker timus

Kanker Timus

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
hairy cell leukemia atau leukemia sel berambut

Leukemia Myeloid Akut

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit