9 Efek Jangka Panjang Pada Penderita Bulimia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Dampak utama dari gangguan pola makan adalah kurangnya asupan yang diperoleh tubuh sehingga terjadi gangguan fisiologis. Tidak seperti penderita penyakit tertentu yang menyebabkan kita tidak dapat mencerna makanan dengan baik, orang yang mengalami bulimia membatasi makanan karena keinginan atau pikiran mereka untuk menurunkan berat badan, dengan cara membatasi dengan ekstrem jumlah asupan makanan.

Pembatasan asupan pada penderita bulimia

Tubuh membutuhkan nutrisi dari asupan makanan untuk mengganti sel yang rusak. Membatasi asupan makanan hingga jumlah yang ekstrem seperti pada penderita bulimia akan menyebabkan tubuh mengalami malnutrisi dan kehilangan zat yang diperlukan untuk menjalankan fungsinya.

Perilaku memuntahkan makanan yang sudah dimakan

Meskipun tidak menyebabkan penurunan badan yang signifikan, penderita bulima terkadang mengeluarkan makanan yang sudah dimakan. Padahal perilaku ini hanya akan menyebabkan kerusakan bagi tubuh. Komponen sistem pencernaan memiliki fungsi yang spesifik dan membutuhkan waktu untuk memproses makanan. Penderita bulimia terkadang memaksa keluar makanan dari tubuhnya dengan cara memuntahkan atau mempercepat proses penyerapan makanan di perut dan usus dengan menyalahgunakan obat. Hal ini menyebabkan kerusakan pada sistem pencernaan yang serius jika dilakukan secara terus menerus.

Efek yang ditimbulkan pada penderita bulimia dalam waktu yang lama

Kekurangan asupan nutrisi  dan memaksa sistem pencernaan bekerja secara abnormal tentu saja akan menimbulkan masalah kesehatan. Berikut beberapa dampak kesehatan yang mungkin akan dialami oleh penderita dalam jangka panjang:

1. Kerusakan gigi

Hal ini berisiko dialami oleh penderita bulimia yang suka memuntahkan makanan dengan cara dipaksa. Saat penderita bulimia memuntahkan makanannya, asam lambung akan keluar bersama makanan yang belum dicerna dengan sempurna. Dalam waktu yang lama, gigi yang terkena asam akan keropos dan menimbulkan karies pada gigi.

2. Pembengkakkan kelenjar saliva

Kebiasaan mengeluarkan kembali makanan akan melukai kelenjar saliva di dalam rongga mulut, sehingga tampak pembengkakkan di sekitar wajah dan juga dapat diikuti pembengkakkan tenggorokan.

3. Menurunnya kesehatan kulit dan rambut

Kekuran nutrisi akibat muntah dan pemakaian pencahar terlalu sering dapat berdampak kekeringan permukaan kulit dan rambut juga menurunkan kepadatan kuku.

4. Osteoporosis

Jika tulang tidak mendapatkan asupan kalsium yang cukup, kepadatan tulang dapat mengalami penurunan kepadatan. Pada penderita bulimia, osteoporosis juga dapat terjadi akibat kekurangan zat lain yang dibutuhkan seperti vitamin D dan fosfor.

5. Aritmia

Memaksa mengeluarkan makanan baik dengan cara memuntahkan dan menggunakan obat akan menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit yang menyebabkan gangguan irama jantung atau aritmia. Suatu penelitian di jepang menunjukan penderita bulimia lebih cenderung mengalami keabnormalan irama jantung. Jika hal ini dibiarkan dalam waktu lama akan menyebabkan komplikasi penyakit jantung, termasuk kerusakan ginjal.

6. Gangguan menstruasi

Kekurangan asupan dalam waktu yang lama juga dapat menyebabkan kerusakan sistem reproduksi pada perempuan. Karena tubuh berusaha bertahan sekaligus menjaga ketersediaan nutrisi di tengah kekurangan asupan, terjadi siklus menstruasi yang abnormal. Bahkan siklus menstruasi dapat tidak berlanjut dan menyebabkan perempuan dengan bulimia tidak memiliki anak.

7. Konstipasi kronik

Gangguan konstipasi atau sembelit pada penderita bulimia disebabkan karena perilaku mengeluarkan kembali makanan baik dengan penyalahgunaan obat pencahar maupun memaksa untuk dimuntahkan. Perilaku menyebabkan kerusakan ujung saraf pada otot usus akibatnya usus tidak dapat berfungsi secara normal meskipun penggunaan pencahar sudah dihentikan.

8. Gangguan emosi

Bulimia tidak hanya mengganggu keseimbangan tubuh tetapi juga gangguan emosi yang mungkin dapat bertahan selama sisa hidup penderita. Penderita bulimia cenderung merasa malu akan tubuh yang ia miliki, akibatnya terjadi gangguan mood dan mudah tersinggung serta terlalu khawatir akan berat badan yang ia miliki.

9. Gangguan mental

Salah satu gangguan mental yang berisiko dialami oleh penderita bulimia adalah depresi. Hal ini disebabkan penderita bulimia menginginkan bentuk tubuh yang sempurna dengan membatasi asupan makanan, namun berakhir dengan merusak kesehatan tubuh mereka sendiri. Penderita bulimia juga cenderung mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi dan sulit mengambil keputusan serta keinginan bunuh diri akibat depresi.

Penderita bulimia sering menutupi kondisinya bahkan tidak mengetahui risiko kesehatan dari komplikasi bulimia. Efek jangka panjang yang paling buruk terhadap kesehatan adalah kerusakan jantung dan sistem pencernaan. Bahkan pada suatu kasus, meskipun jarang, penderita bulimia mengalami kanker esophagus akibat fungsi abnormal usus dari upaya mengeluarkan kembali makanan yang sudah ditelan.

BACA JUGA:

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

11 Makanan dan Minuman Terbaik untuk Penderita Sakit Maag

Beberapa jenis makanan dan minuman ternyata bermanfaat untuk meringankan keluhan pada penderita sakit maag. Apa saja daftarnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Pencernaan, Gastritis & Maag 11 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

4 Alternatif Sehat Pengganti Kopi di Pagi Hari

Tahukah Anda bahwa minum kopi sebaiknya tidak dilakukan di pagi hari? Lalu apa yang bisa jadi alternatifnya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Tips Makan Sehat, Nutrisi 5 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

5 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Saat Sarapan

Nasi uduk atau donat mungkin menjadi pilihan sarapan Anda. Sayangnya,keduanya termasuk sarapan tidak sehat. Yuk, cek makanan yang harus dihindari pagi hari.

Ditulis oleh: Monika Nanda
Tips Makan Sehat, Nutrisi 30 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

7 Resep Kreasi Kale yang Bukan Cuma Salad

Tertarik ingin mulai makan kale, tapi banyak restoran yang hanya menyediakan salad? Kenapa tidak coba buat sendiri kreasi lauk-pauk lezat di rumah.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Resep Sehat, Nutrisi 22 Desember 2020 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

strategi menahan lapar

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
resep oatmeal sehat

7 Resep Oatmeal Sehat dan Mudah untuk di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
pilihan beras untuk menurunkan berat badan

Beras Merah vs Beras Shirataki, Mana yang Efektif untuk Diet?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
olahraga untuk mantan penderita sembuh dari pasien kanker survivor

Panduan Olahraga untuk Mantan Penderita Kanker

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit