home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Autophobia, Merasa Takut Berlebihan Saat Sedang Sendiri

Autophobia, Merasa Takut Berlebihan Saat Sedang Sendiri

Pernahkah Anda merasa takut saat sedang sendiri? Nah, jika berada di tempat yang menyeramkan hal ini tergolong wajar, misalnya Anda berada rumah kosong yang sudah lama tak ada penghuni, atau tempat yang dipenuhi oleh banyak orang jahat. Namun, jika Anda berada di tempat yang aman dan nyaman tetapi masih takut saat sedang sendiri, mungkin itu pertanda autophobia. Apa itu autophobia? Simak penjelasannya berikut ini.

Apa itu autophobia?

Autophobia atau monophobia adalah rasa takut sendiri atau kesepian. Saat sedang sendiri, bahkan meski berada di tempat yang sudah sangat familiar seperti rumah, orang yang mengalami kondisi ini masih akan merasa cemas.

Penderita autophobia selalu merasa bahwa ia membutuhkan orang lain untuk terus bersamanya, agar ia bisa merasa aman. Bahkan, sekalipun orang yang mengalami kondisi ini sadar bahwa ia sebenarnya dalam keadaan aman, ia akan merasa takut pada hal-hal lain, seperti:

  • Pencuri atau perampok.
  • Orang asing.
  • Tidak dicintai.
  • Tidak diinginkan.
  • penyakit yang membahayakan nyawanya.
  • Suara yang tidak jelas asal usulnya.

Nah, sebenarnya, kondisi apa pun yang tergolong dalam fobia adalah kondisi yang membutuhkan penanganan. Pasalnya, jika tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat, perasaan takut ini dapat memburuk.

Sama halnya dengan berbagai fobia lainnya, autophobia dapat juga memengaruhi kondisi fisik dan psikis Anda. Oleh sebab itu, alangkah baiknya untuk segera mengatasi kondisi tersebut jika Anda atau orang terdekat sudah menunjukkan gejala-gejala dari salah satu gangguan mental ini.

Tanda dan gejala dari autophobia

Saat sedang merasa takut dan cemas karena sendiri, ada beberapa masalah kesehatan psikis dan emosional yang mungkin bisa menjadi tanda dan gejala dari autophobia.

Gejala fobia ini bisa berupa kombinasi dari beberapa hal dan mungkin bertambah parah seiring waktu. Beberapa kondisi yang mungkin dari gejala autophobia adalah:

  • Terlalu khawatir akan ditinggal seorang diri.
  • Takut dengan berbagai kemungkinan yang belum tentu terjadi saat sendiri.
  • Tubuh menunjukkan gejala fisik seperti gemetar, berkeringat, nyeri dada, pusing, palpitasi jantung, hiperventilasi, mual dan kondisi tersebut muncul saat hendak atau sudah sendiri.
  • Merasa seperti sedang ada yang meneror saat sendiri.
  • Keinginan besar untuk pergi dari tempat saat sedang sendiri.
  • Gangguan kecemasan saat sedang sendiri.

Ya, meski sedang tidak sendiri, jika penderita autophobia memikirkan kondisi saat ia sendiri, ia bisa saja secara tiba-tiba merasa cemas. Kondisi tersebut terjadi seolah ia sudah benar-benar sendiri.

Penyebab dari autophobia

Sebenarnya, tidak ada penjelasan bagaimana autophobia ini bisa terjadi. Pasalnya, autophobia tergolong kecemasan tak masuk akal yang terbentuk saat seseorang merasa takut atau khawatir akan berakhir sendirian.

Padahal, tidak ada kondisi atau ancaman yang membuatnya benar-benar akan sendirian. Namun demikian, hal tersebut tidak membantu membuat kondisinya membaik. Artinya, meski tidak ada suatu kondisi tertentu yang dapat mengancam kondisinya, orang tersebut akan tetap merasa takut sendiri.

Mendiagnosis autophobia

Menurut Dual Diagnosis, orang yang mengalami autophobia biasanya enggan untuk memeriksakan kondisinya ke dokter. Bahkan, tidak sedikit yang menghindari percakapan mengenai rasa takutnya dengan para ahli.

Ini tandanya, sebenarnya penderita autophobia tanpa sadar menyadari bahwa rasa takutnya tergolong tidak masuk akal. Untuk bisa mengetahui kondisi yang ia miliki, salah satu hal yang perlu dilakukannya adalah keinginan untuk terbebas dari rasa takut tersebut.

Oleh sebab itu, jika Anda merasa sedang mengalami autophobia, lebih baik segera periksakan kondisi ke dokter. Jika memang Anda mengalami gangguan mental tersebut, dokter akan merekomendasikan ahli kesehatan mental.

Setelah bertemu dengan dokter ahli kesehatan mental, biasanya dokter tersebut akan melakukan pemeriksaan psikologi terlebih dahulu. Tak hanya itu, dokter biasanya akan meminta informasi yang berkaitan dengan riwayat kesehatan Anda.

Tujuannya, dokter perlu mencari tahu apakah ada masalah fisik yang mungkin memengaruhi kesehatan mental Anda. Setelah itu, dokter baru akan melakukan evaluasi psikis, di mana dokter akan bertanya banyak hal yang berkaitan dengan kegiatan sehari-hari dan perasaan-perasaan yang Anda miliki.

Pilihan pengobatan untuk mengatasi autophobia

Biasanya, kondisi ini akan lebih mudah teratasi dengan psikoterapi atau terapi psikologi. Ada dua jenis terapi yang paling umum dalam mengatasi fobia, yaitu:

1. Exposure therapy

Terapi psikologi yang satu ini mengatasi sikap-sikap tertentu yang terbentuk seiring waktu. Tujuan utama dari terapi ini adalah untuk meningkatkan kualitas hidup agar fobia yang Anda miliki tak lagi membatasi ruang hidup.

Psikolog akan membantu Anda mengatasi fobia ini dengan terus menerus membuat Anda sendiri. Namun, jangan khawatir karena psikolog akan melakukannya dalam kondisi yang aman.

Seiring waktu, jika Anda sudah mulai terbiasa dan memiliki toleransi yang lebih besar terhadap rasa takut akan sendiri tersebut, baru psikolog tersebut akan meminta Anda melakukannya dalam situasi yang nyata.

2. Cognitive behavioral therapy (CBT)

Dalam terapi ini, ahli terapi kesehatan mental akan membantu mengatasi kondisi ini dengan membuat Anda terbiasa dengan sendiri. Selain itu, ahli terapi juga akan membantu Anda melawan dan menerima kondisi saat sedang sendiri, tetapi secara perlahan.

Tak hanya itu, ahli terapi juga akan membantu membentuk pola pikir Anda terhadap rasa takut akan sendiri agar saat sesi terapi selesai, Anda bisa mencoba mengatasi rasa takut itu sendiri.

Ini adalah salah satu terapi yang dapat meningkatkan rasa percaya terhadap diri sendiri dalam mengatasi fobia atau rasa takut sendiri tersebut. Semakin sering menjalani terapi dan mencoba melakukannya sendiri, Anda akan lebih mudah mengatasi rasa takut tersebut jika sewaktu-waktu muncul lagi.

Selain itu, pengobatan bisa berupa konsumsi obat-obatan

Meski tidak termasuk salah satu terapi, tetapi Anda juga bisa mengonsumsi obat-obatan untuk membantu meredakan gejala dari fobia sendiri ini. Ahli kesehatan mental yang membantu mengatasi kondisi ini biasanya akan meresepkan obat pada awal terapi.

Selain itu, ahli terapi juga akan memberi tahu Anda kapan waktu yang tepat untuk mengonsumsi obat ini. Lalu, lama waktu penggunaan obat ini sangat tergantung dengan perkembangan kondisi kesehatan Anda.

Berikut adalah beberapa jenis obat yang bisa Anda gunakan untuk meredakan gejala autophobia:

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Specific phobias. Retrieved 25 June 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/specific-phobias/symptoms-causes/syc-20355156

The Phobia of Being Alone. Retrieved 25 June 2021, from https://dualdiagnosis.org/substance-abuse-among-suffering-phobias/autophobia/

Fear of being alone. Retrieved 25 June 2021, from https://anxietycare.org.uk/phobias/fear-of-being-alone/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Annisa Hapsari Diperbarui 2 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x