Tips Memilih Psikolog yang Benar agar Terhindar dari Kejahatan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Ramai perbincangan soal kasus psikolog palsu yang dikabarkan melecehkan kliennya. Untuk menghindari hal tersebut, ada beberapa tips untuk memilih psikolog yang benar dan cara menghindari kejahatan yang muncul dari sesi terapi antara klien dan psikolog.

Tips Memilih Psikolog yang Benar

Psikolog

Indah Sundari Jayanti M.Psi.,Psikolog, seorang psikolog dan salah satu pendiri Aditi Psychological Center  memberikan tips memilih dan memastikan kredibilitas psikolog. Menurutnya, sebelum memilih psikolog, pahami dulu bantuan apa kejiwaan apa yang Anda butuhkan.

Setiap orang memiliki banyak alasan berbeda untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan mental. Para peneliti di National Aliance of Mental Illnes menuliskan dalam risetnya bahwa untuk menangani kesehatan jiwa setidaknya  ada dua profesional yang terpisah, satu berfokus pada pengobatan (sisi biologis) dan yang lain berfokus pada terapi emosi atau perilaku (sisi pikiran). 

Psikolog dan psikiater sama-sama dapat mengobati gangguan mental dengan terapi. Keduanya mengerti cara kerja otak, emosi, perasaan, dan pikiran.

Bedanya, psikolog bukanlah dokter medis. Psikolog adalah tenaga ahli bidang kesehatan mental. Sementara itu, psikiater adalah dokter medis lulusan sarjana kedokteran yang mengambil spesialisasi tentang diagnosis dan pengobatan penyakit mental. 

Psikolog mendiagnosis masalah yang dialami pasien lewat kepribadian, tingkah pola, perilaku, dan kebiasaan, cara berbicara, dan lewat cerita yang Anda curahkan. Sementara psikiater mendiagnosis pasien lewat ilmu kedokteran fisik, termasuk tentang kerja otak dan saraf manusia.

Jika Anda bimbang memilih psikiater atau psikolog maka cobalah untuk berkonsultasi dan meminta saran terlebih dahulu dari dokter.

Jika sudah memastikan kebutuhan Anda untuk ke psikolog maka perhatikan beberapa tips ini untuk  memilih psikolog yang berkompeten dan terhindar dari psikolog palsu.

1. Pastikan psikolog yang anda pilih memiliki gelar psikolog 

tips memilih psikolog

Seseorang dinyatakan sebagai psikolog jika telah melewati pendidikan sarjana psikologi (S1) dan magister profesi psikologi (S2) secara linear. Yang bisa dilihat apa seseorang adalah psikolog atau bukan adalah dari gelar di belakang namanya seorang psikolog memiliki gelar M.Psi., Psikolog.

Indah menjelaskan, jika seseorang hanya pernah menempuh S1 psikologi maka tidak bisa disebut sebagai psikolog, ia hanya sarjana psikologi. Atau jika seseorang hanya S2 psikologi tapi tidak linear dengan pendidikan sarjananya maka dia juga bukan psikolog.

Pria yang ramai dibicarakan di media sosial tidak melalui pendidikan untuk menjadi psikolog. Dari profilnya yang tersebar di media sosial, pria tersebut menempuh pendidikan S1 dengan gelar sarjana ekonomi, S2 dengan gelar magister manajemen, S3 dengan gelar doktor.

“Jika tidak linear ia hanya ilmuwan di bidang psikologi, boleh jadi dosen di fakultas psikologi atau meneliti bidang psikologi, tapi tidak berhak berpraktik sebagai psikolog,” tegasnya.

“Menjadi psikolog harus memiliki sertifikasi kekhususan, bukan cuma pernah kursus atau pernah belajar. Harus memiliki sertifikasi  profesi,” tutur Indah.

2. Memiliki lisensi atau izin praktik dan terdaftar di HIPMI

Untuk memastikan lebih lanjut keabsahan dalam memilih psikolog, Indah memberikan saran untuk mengecek lisensi atau izin praktik psikolog tersebut.

“Selanjutnya bisa cek apakah dia punya lisensi atau surat izin praktik psikologi dan nomor anggota yang terdaftar resmi di HIMPSI,” kata Indah.

Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) adalah satu-satunya lembaga resmi yang memiliki kewenangan untuk memberikan sertifikat dan izin praktik psikologi (SIPP) untuk psikolog.

Untuk bisa mengecek keresmian praktik ini, Indah mengatakan calon klien bisa langsung menanyakan sertifikasi tersebut ke yang bersangkutan atau mengeceknya di SIK HIMPSI.

3. Mengecek review dan konten

mengecek kredibilitas psikolog

Untuk memastikan kredibilitas dari seorang psikolog,  Indah juga memberi saran untuk mengecek biro-biro psikologi atau konsultan psikologi tempat psikolog itu praktik.

“Bisa dicek di media sosial, bisa cek juga di google. Sekarang informasinya sudah mudah sekali ditemui,” tuturnya.

Ia menjelaskan biro psikologi yang cukup baik kemungkinan besar mengisi website atau akun media sosialnya dengan konten-konten positif tentu dari sumber-sumber yang jelas.

“Jika ia memposting informasi pasti sumbernya jelas, mencantumkan data, fakta, dasar ilmunya. Tidak sekadar menceritakan atau memberi konten tapi tidak jelas sumber dan dasarnya,” jelas Indah.

Biro-biro psikologi yang bisa dipastikan terpercaya juga terdaftar di HIMPSI. Namun Indah juga menuturkan jika memang ada beberapa biro psikologi yang kredibel tapi tidak terdaftar di HIMPSI. Hal tersebut dikarenakan beberapa hal misalnya daftarnya telah kadaluarsa dan belum sempat terupdate atau diperpanjang.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Takut Berinteraksi dengan Orang Lain? Mungkin Itu Tanda Avoidant Personality Disorder

Memang ada orang yang pemalu. Tapi kalau sudah parah sampai takut untuk bergaul dengan orang lain, mungkin ia mengidap avoidant personality disorder.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Gangguan Mental Lainnya 3 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

7 Keuntungan Jadi Jomblo dari Sisi Psikologis

Tak perlu galau jika Anda belum juga menemukan kekasih. Berikut keuntungan jadi jomblo dari sisi psikologis, menurut para peneliti.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hubungan Harmonis 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Cemas atau Takut Saat Tidak Memegang Ponsel? Bisa Jadi Pertanda Nomophobia

Kecanduan smartphone bisa menyebabkan gangguan kecemasan yang disebut nomophobia. Apa sih sebenarnya kondisi ini? Berikut ulasannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Gangguan Kecemasan 1 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit

7 Langkah yang Perlu Dilakukan Saat Timbul Keinginan Bunuh Diri

Beragam masalah dapat membuat Anda merasa terhimpit, sehingga timbul pikiran buruk. Apa yang perlu dilakukan jika timbul rasa ingin bunuh diri?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Kesehatan Mental, Cegah Bunuh Diri 1 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Mengenal Misophonia

Misophonia, Alasan Mengapa Anda Benci Suara Tertentu

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
sensory processing disorder

Mengenal Sensory Processing Disorder: Saat Otak Salah Menginterpretasikan Informasi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
stockholm syndrome adalah

Stockholm Syndrome: Ketika Sandera Justru Bersimpati Pada Penculiknya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
main boneka saat dewasa

Masih Suka Main Boneka Saat Dewasa, Apakah Normal?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit