Takut Petir dan Kilat Hingga Berlebihan? Mungkin Anda Punya Astrafobia!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 9 September 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Saat hujan, petir dan kilat mulai bermunculan. Petir dan kilat yang juga jadi tanda akan datangnya hujan ini, sering kali membuat beberapa orang kaget. Suara yang kencang dan pantulan cahaya terang yang tiba-tiba muncul membuat orang bahkan ketakutan melihatnya. Namun, jika rasa takut ini membuat seseorang cemas dan khawatir atau menimbulkan reaksi yang lebih serius lainnya ini bisa dikatakan phobia petir atau disebut dengan astraphobia.

Apa itu astraphobia?

Astraphobia adalah rasa takut yang ekstrim terhadap petir dan kilat. Rasa takut pada petir dan kilat ini dapat terjadi pada semua orang dari segala usia. Meskipun takut petir dan kilat lebih sering terjadi pada anak-anak daripada orang dewasa. Selain itu, hewan juga bisa memiliki phobia ini.

Takut petir dan kilat punya banyak sebutan, yaitu astrapophobia, tonitrophobia, brontophobia, atau keraunophobia.

Sebagian besar ketakutan ini akan hilang ketika anak beranjak dewasa. Namun, ada juga yang akan tetap merasa ketakutan hingga ia besar.

Pada orang yang normal, takut terjebak dalam badai petir dan kilat itu wajar. Akan tetapi orang dengan astrafobia akan mengalami reaksi kecemasan dan ketakutan yang berlebihan, terlalu ekstrem, bahkan tidak bisa dikendalikan.

Gejala seseorang memiliki astraphobia

Kebanyakan orang yang normal, ketika terjebak hujan di luar ruangan dan petir mulai bermunculan, akan langsung meneduh, mencari tempat berlindung, dan menghindari pohon-pohon tinggi.

Sementara pada orang dengan astraphobia, akan memiliki reaksi yang berbeda pada hujan petir dan kilat. Orang yang takut petir dan kilat mungkin memiliki perasaan panik atau cemas, baik sebelum dan selama petir dan kilat muncul.

Reaksi ini bisa berubah menjadi serangan panik yang lebih besar dan menimbulkan beberapa gejala seperti, tubuh gemetar, telapak tangan berkeringat, sakit dada, tubuh mati rasa, mual, jantung berdebar kencang (palpitasi jantung), dan sulit bernapas.

Selain itu gejala lain dari rasa takut petir dan kilat yaitu:

  • obsesi dengan prakiraan cuaca
  • ingin bersembunyi dari badai, seperti di lemari, kamar mandi, atau di bawah tempat tidur
  • ‘menempel’ pada orang lain untuk perlindungan
  • menangis tak terkendali, terutama pada anak-anak

Gejala-gejala tersebut dapat dipicu oleh laporan cuaca, percakapan, atau suara yang muncul tiba-tiba, seperti sambaran petir. Pemandangan dan suara yang mirip dengan petir dan halilintar juga bisa memicu gejala. Selain itu, gejala tersebut dapat bertambah parah jika ia sedang sendirian.

Rasa takut petir ini dapat berkembang menjadi rasa takut untuk melakukan kegiatan di luar rumah tanpa terlebih dulu memeriksa prakiraan cuaca. Dalam kasus yang ekstrim, astraphobia akhirnya dapat menyebabkan agrophobia, yaitu rasa takut untuk meninggalkan rumah.

Apa yang menyebabkan seseorang takut petir dan kilat?

Seperti phobia pada umumnya, seseorang mungkin memiliki phobia pada petir dan kilat karena trauma yang pernah dialami.

Ketika seseorang mengalami pengalaman traumatis yang terkait dengan petir dan kilat, ia mungkin lebih rentan memiliki astraphobia. Jika seseorang pernah melihat orang lain terluka akibat petir dan kilat, ini juga bisa menjadi penyebab astraphobia.

Orang yang cenderung memiliki rasa cemas dan takut juga mungkin lebih rentan memiliki phobia ini.

Selain itu, anak-anak dengan autisme dan memiliki masalah pada pemrosesan sensoris cenderung memilki risiko astraphobia lebih tinggi dari orang lain karena lebih sensitif terhadap suara.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Terus-terusan Dipaksa Menghadapi Rasa Takut, Apakah Bisa Menghilangkan Fobia?

Terapi desensitasi adalah cara mengatasi fobia dengan sengaja terus-terusan mempertemukan Anda dengan pemicu fobia. Apakah cara ini aman dan efektif?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Kesehatan Mental, Gangguan Kecemasan 11 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Bukan Sekadar Jijik Pada Benda Kotor, Ini Informasi Lengkap Mysophobia

Wajar jika Anda jijik dengan benda kotor, tapi pada orang dengan mysophobia, hal ini bisa menimbulkan gejala mengganggu. Berikut ulasannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Mental, Gangguan Kecemasan 2 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Merinding Jijik Melihat Foto Ini? Mungkin Anda Mengidap Trypophobia

Trypophobia adalah jenis fobia lubang-lubang yang diciptakan oleh alam atau bentuk melingkar. Anda bisa melakukan trypophobia test untuk mengetahuinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Mental, Gangguan Kecemasan 29 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Coulrophobia (Fobia Badut)

Sebagian besar orang menganggap badut lucu, namun ada pula yang merasa takut. Dikenal dengan coulrophobia (fobia badut). Berikut ulasannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Mental, Gangguan Kecemasan 29 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

thalassophobia

Kenali Gejala Thalassophobia atau Fobia terhadap Laut, Serta Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 21 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
xenophobia

Xenophobia, Rasa Takut yang Dapat Berubah Menjadi Tindak Diskriminasi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 21 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
cara mengatasi ketakutan berlebihan

7 Cara Efektif Mengusir Rasa Takut yang Berlebihan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
hemofobia adalah takut dengan darah

Mengapa Ada Orang yang Sangat Takut Darah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit