home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengenal Iatrofobia, Fenomena Takut ke Dokter Sampai Jadi Panik dan Mual

Mengenal Iatrofobia, Fenomena Takut ke Dokter Sampai Jadi Panik dan Mual

Bagi beberapa orang, pergi ke dokter sungguh terasa menyiksa. Dengan melihat dokter saja, seseorang dapat terkena serangan panik, mual, muntah, hingga kecemasan yang berlebihan. Bila Anda mengalaminya, bisa jadi Anda kena iatrofobia atau takut dokter. Padahal, periksa ke dokter itu sangat penting bagi kesehatan. Lalu bagaimana cara mengatasi fobia dokter? Berikut penjelasannya.

Apa itu iatrofobia?

Iatrofobia adalah sejenis fobia tidak masuk akal yang membuat seseorang takut dokter. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa hal. Misalnya takut disuntik, trauma dengan riwayat pemeriksaan kesehatan sebelumnya, tidak suka bau rumah sakit, takut darah, pernah kehilangan orang tercinta yang dirawat di rumah sakit, dan sebagainya.

Pada dasarnya, takut dokter adalah hal yang wajar. Rasa takut muncul sebagai bentuk perlindungan diri dari hal-hal yang dirasa mengancam. Namun, rasa takut dokter tersebut dapat berubah menjadi fobia jika seseorang sampai mengalami serangan panik, mual, hingga muntah.

Terkadang ketakutan penderita iatrofobia bisa sangat parah hingga ia menolak pergi ke dokter walaupun sangat membutuhkan bantuan dokter. Bila tidak segera diatasi, hal ini dapat membahayakan kesehatannya sendiri, yaitu membuat penyakitnya semakin parah hingga menyebabkan kematian.

Misalnya saja, seseorang merasa ada benjolan tertentu di bagian hidung yang dicemaskan menjadi gejala kanker. Seharusnya, hal ini perlu segera diperiksakan ke dokter untuk memastikan penyebabnya. Namun, karena iatrofobia atau takut dokter yang parah, ia malah memilih untuk membiarkan saja gejalanya atau menggunakan herbal yang belum terjamin keamanan dan keampuhannya.

Membedakan takut dokter yang masih wajar dan yang sudah fobia

Kadang susah untuk membedakan rasa gugup ketika harus ke dokter yang masih wajar dengan yang sudah tergolong fobia. Pasalnya, fobia hanya bisa didiagnosis oleh dokter spesialis kejiwaan melalui sejumlah pemeriksaan tertentu.

Meski demikian, ada beberapa gejala iatrofobia yang cukup mudah dikenali, di antaranya:

1. Cemas berlebihan

serangan panik panic attack

Wajar saja bila seseorang merasa cemas bila berada di lingkungan yang mengancam. Pada penderita iatrofobia, seseorang akan merasa cemas berlebihan dan stres di jalan menuju klinik atau ketika duduk di ruang tunggu. Bahkan, ia bisa saja sampai menangis dan menolak masuk ke ruang pemeriksaan, berapa pun usianya.

Sementara pada orang biasa, takut dokter hanyalah sekadar kecemasan sesaat yang akan hilang dengan sendirinya dan bisa langsung diatasi. Segugup apa pun pada dokter atau prosedur medis, ia akan tetap mengikuti jalannya pemeriksaan atau prosedur hingga selesai.

2. Kerap menolak periksa ke dokter

takut periksa kesehatan

Seorang dokter spesialis kejiwaan dari New York University Langone Medical Center, dr. Charles Goodstein mengungkapkan pada Everyday Health bahwa penderita iatrofobia biasanya akan menghindari berbagai jadwal pemeriksaan. Baik itu imunisasi, medical check up, periksa gigi rutin, dan sebagainya. Penderita akan memilih untuk membiarkan penyakitnya daripada berusaha mengobatinya.

3. Sindrom hipertensi jas putih (white coat hypertension)

gejala tekanan darah rendah

Rasa takut dokter yang berlebihan biasanya akan membuat tekanan darah Anda melonjak drastis secara tiba-tiba begitu tiba di rumah sakit atau Puskesmas. Hal ini disebut sebagai sindrom hipertensi jas putih atau white coat hypertension.

Uniknya, tekanan darah tinggi tersebut hanya terjadi pada saat Anda bertemu dokter. Begitu kembali ke rumah, tekanan darah yang tadinya tinggi akan turun dan normal lagi.

Bagaimana cara mengatasi rasa takut terhadap dokter?

Fobia umumnya dapat diobati dengan kombinasi obat dan terapi. Sayangnya, kasus iatrofobia cenderung lebih sulit diobati. Ini karena penderita iatrofobia enggan untuk berinteraksi dengan dokter atau tim medis sehingga menyulitkan penanganan.

Kabar baiknya, kini banyak ahli kesehatan mental yang mulai menawarkan layanan lewat telepon atau internet untuk membantu penderita iatrofobia mengatasi ketakutannya. Walaupun lebih efektif dengan pemeriksaan langsung, cara ini cukup membantu untuk mengatasi rasa takut dokter yang selama ini menghantui.

Untuk mencegah munculnya rasa takut dokter, para ahli kesehatan mental biasanya menawarkan penanganan di rumah, bukan di rumah sakit atau klinik. Bahkan, ada yang rela mengenakan pakaian santai dan memutarkan musik yang menenangkan untuk menghadirkan suasana yang lebih hangat. Dengan demikian, orang dengan iatrofobia bisa mendapatkan penanganan tanpa harus dilanda ketakutan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What You Need to Know About Iatophobia (Fear of Doctors). https://www.verywellmind.com/fear-of-doctors-2671863. Accessed 15/5/2018.

4 Big Barriers to Seeing a Doctor and How to Get Over Them. https://www.everydayhealth.com/news/big-barriers-to-seeing-doctor-how-to-get-over/.

Helping Patients With a Fear of Doctors. https://www.sovcal.com/psychological-trauma/helping-patients-fear-doctors/.

Fear of the Doctor and of Medical Tests. http://centerforanxietydisorders.com/fear-of-the-doctor-and-of-medical-tests-get-help-in-south-florida/. Accessed 15/5/2018.

Foto Penulis
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri Diperbarui 14/06/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x