home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Androphobia, Kondisi Ketika Wanita Takut Berlebihan pada Pria

Androphobia, Kondisi Ketika Wanita Takut Berlebihan pada Pria

Ada banyak alasan mengapa wanita memilih melajang atau hidup sendiri seumur hidupnya. Mungkin merasa sulit menemukan pria yang tepat, atau menetapkan standar pasangan ideal terlalu tinggi. Alasan tersebut mungkin sudah banyak Anda temui dan bukanlah suatu hal yang aneh. Namun pada kasus yang ekstrem, takut terhadap pria juga bisa menjadi alasan bagi seorang wanita untuk tidak menikah. Adapun kondisi ini disebut juga dengan androphobia. Yuk, ketahui lebih lanjut kondisi ini!

Apa itu androphobia?

Androphobia adalah ketakutan yang ekstrem terhadap seseorang yang berjenis kelamin laki-laki atau pria. Ini merupakan kebalikan dari gynophobia, yaitu kondisi ketika seseorang takut secara berlebihan pada wanita.

Androphobia merupakan salah satu bentuk specific phobia. Ini adalah bentuk ketakutan yang berlebihan dan tidak masuk akal terhadap objek atau situasi tertentu yang dianggap mengancam. Biasanya, ketakutan yang ekstrem ini memicu kecemasan yang berlebihan, hingga penderitanya cenderung menghindari objek tersebut.

Sama seperti bentuk fobia lain, ketakutan yang ekstrem terhadap pria juga memicu kecemasan. Kondisi ini bisa memengaruhi kehidupan sehari-hari penderitanya, seperti di tempat kerja, sekolah, atau lingkungan sosial.

Adapun fobia terhadap pria ini umum terjadi pada wanita. Meski demikian, pria juga mungkin bisa mengalami hal yang sama. Dilansir dari Mayo Clinic, biasanya, specific phobia muncul pertama kali pada masa kanak-kanak atau berusia sekitar 10 tahun, tetapi dapat pula terjadi pada usia lebih dari itu.

Apa saja tanda-tanda dan gejala androphobia?

Sebagaimana fobia pada umumnya, androphobia merupakan bentuk dari gangguan kecemasan. Oleh karena itu, rasa cemas dan takut merupakan ciri-ciri yang khas pada seseorang dengan kondisi ini.

Meski demikian, ketakutan pada fobia dan rasa takut umumnya tidaklah sama. Pada fobia, termasuk androphobia, rasa takut dan cemas terjadi secara intens dan tidak wajar. Biasanya, rasa cemas dan takut itu muncul ketika berhadapan, bertemu, atau sekadar memikirkan pria, meski pria tersebut tidak berbahaya.

Terkadang, rasa takut yang muncul melebihi saat Anda berhadapan dengan situasi yang sesungguhnya lebih mengancam. Rasa takut dan cemas pun umumnya akan semakin memburuk saat pria semakin mendekat.

Selain itu, berikut adalah beberapa tanda, ciri, gejala, atau reaksi lainnya dari androphobia:

  • Kesadaran bahwa ketakutan Anda tidak masuk akal, tetapi merasa tidak berdaya untuk mengendalikannya.
  • Coba melakukan segala kemungkian untuk menghindari pria atau tempat-tempat yang penuh dengan pria.
  • Tidak dapat melakukan aktivitas seperti biasa karena ketakutan dan kecemasan tersebut.
  • Reaksi atau gejala fisik, seperti berkeringat, detak jantung cepat, dada sesak, kesulitan bernapas, mual, pusing, atau pingsan.

Apa penyebab androphobia?

Penyebab dari kondisi ini tidak sepenuhnya diketahui. Meski demikian, para ahli menilai fobia terhadap pria ini bisa terjadi karena kombinasi empat hal berikut:

  • Pengalaman buruk, trauma pada masa lalu, atau serangan panik yang berkaitan dengan pria, seperti pelecehan atau kekerasan secara fisik, psikologis, dan seksual.
  • Faktor genetik, yaitu fobia atau kecemasan yang diturunkan dari orangtua Anda.
  • Faktor lingkungan, yaitu jika orang sekitar Anda memiliki pengalaman buruk atau fobia terhadap pria, yang memengaruhi Anda.
  • Gangguan pada otak. Perubahan fungsi otak juga mungkin berperan dalam mengembangkan fobia terhadap pria.

Bagaimana mendiagnosis fobia terhadap pria?

Jika Anda atau orang di sekitar Anda merasakan ketakutan yang luar bisa bila berhadapan dengan pria, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter atau ahli kesehatan mental, seperti psikolog atau psikiater. Apalagi jika ketakutan ini sudah tidak wajar dan mengganggu kehidupan sehari-hari Anda.

Dokter atau ahli kesehatan mental akan melakukan diagnosis mengenai kondisi yang Anda alami. Untuk membuat diagnosis, Anda mungkin perlu menjawab sejumlah pertanyatan yang dokter berikan.

Pertanyaan ini menyangkut gejala serta riwayat medis, kejiwaan, dan sosial yang Anda miliki. Konsultasikan pada ahlinya untuk informasi lebih lanjut.

Bagaimana cara mengatasi androphobia?

Cara mengatasi androphobia sama dengan fobia pada umumnya. Pengobatan yang dokter atau ahli kesehatan mental berikan umumnya bertujuan untuk membebaskan Anda dari ketakutan yang ekstrem ini serta meningkatkan kualitas hidup Anda. Berikut adalah berbagai cara mengatasi fobia terhadap pria:

  • Psikoterapi

Psikoterapi merupakan pengobatan utama untuk mengatasi gangguan mental, termasuk fobia. Ada beberapa bentuk psikoterapi yang bisa Anda dapatkan. Namun, terapi eksposur dan terapi perilaku kognitif (cognitive behavioral therapy/CBT) merupakan dua jenis psikoterapi yang umum untuk mengatasi fobia.

Pada terapi eksposur atau pemaparan, terapis berupaya mengubah respons Anda terhadap pria. Cara ini dapat memberi Anda paparan tertentu yang berkaitan dengan pria, atau pria itu sendiri, secara bertahap dan berulang. Adapun cara ini dapat membantu Anda belajar mengelola kecemasan jika berhadapan dengan pria.

Adapun pada terapi perilaku kognitif, Anda akan mempelajari cara yang berbeda dalam melihat atau mengatasi ketakutan terhadap pria. Cara ini akan membantu Anda memperoleh rasa kepercayaan diri serta penguasaan terhadap pikiran dan perasaan Anda.

  • Obat-obatan

Terkadang, Anda memerlukan obat-obatan untuk membantu mengatasi androphobia. Pemberian obat-obatan ini biasanya bertujuan untuk mengurangi kecemasan, kepanikan, serta gejala lainnya yang muncul saat Anda menghadapi pria.

Adapun obat yang dokter berikan bisa berupa beta blocker untuk mengatasi jantung berdebar, peningkatan tekanan darah, atau efek hormon adrenalin lainnya yang muncul ketika Anda ketakutan. Selain itu, dokter juga mungkin akan memberikan obat penenang, seperti benzodiazepin. Benzodiazepin dapat membantu Anda lebih rileks dengan mengurangi kecemasan yang Anda rasakan.

  • Pengobatan alternatif

Selain pengobatan secara medis, Anda pun bisa mencoba cara-cara alternatif untuk mengatasi kecemasan dan ketakutan akibat androphobia, seperti:

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Types of phobia. Mind.org.uk. (2021). Retrieved 25 June 2021, from https://www.mind.org.uk/information-support/types-of-mental-health-problems/phobias/types-of-phobia/.

Specific phobias – Symptoms and causes. Mayo Clinic. (2021). Retrieved 25 June 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/specific-phobias/symptoms-causes/syc-20355156.

Specific Phobias (Symptoms) | Center for the Treatment and Study of Anxiety | Perelman School of Medicine at the University of Pennsylvania. Med.upenn.edu. (2021). Retrieved 25 June 2021, from https://www.med.upenn.edu/ctsa/phobias_symptoms.html.

Facts About Women and Trauma. https://www.apa.org. (2021). Retrieved 25 June 2021, from https://www.apa.org/advocacy/interpersonal-violence/women-trauma.

Ottosson, A. (2016). Androphobia, Demasculinization, and Professional Conflicts: The Herstories of the Physical Therapy Profession Deconstructed. Cambridge University Press. 40(3): 433-461. https://doi.org/10.1017/ssh.2016.13.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ihda Fadila Diperbarui 2 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x