Rontgen Gigi

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu rontgen gigi?

Rontgen gigi atau dental X-ray adalah prosedur medis untuk mengambil gambar bagian dalam mulut menggunakan cairan radiasi. Rontgen gigi juga disebut dengan radiografi gigi atau sinar X gigi.

Prosedur ini biasanya dilakukan oleh dokter gigi dan ahli bedah mulut untuk mengetahui keadaan gigi, tulang, dan jaringan halus pembentuk gigi Anda.

Hasil rontgen dapat menunjukkan lubang pada gigi, struktur gigi yang tersembunyi (seperti gigi bungsu), dan pengeroposan tulang yang tidak terlihat dengan mata telanjang.

Prosedur ini juga dapat membantu dokter dalam:

  • Menemukan kista, tumor, atau abses yang ada di mulut.
  • Memeriksa lokasi calon gigi permanen yang tumbuh dalam rahang pada anak-anak yang masih memiliki gigi susu.
  • Merencanakan terapi untuk memperbaiki susunan gigi yang tidak rapi (ortodontik)

Kapan saya harus menjalani rontgen gigi?

Seberapa sering harus melakukan prosedur ini mungkin berbeda pada setiap orang. Beberapa orang mungkin perlu rontgen gigi setiap enam bulan sekali. Namun, sebagian yang lain mungkin butuh rontgen hanya beberapa tahun sekali.

Sejumlah faktor yang membuat Anda harus lebih sering melakukan rontgen gigi di antaranya:

  • Usia
  • Kesehatan mulut secara menyeluruh
  • Gejala penyakit mulut tertentu
  • Riwayat penyakit gusi (gingivitis) atau kerusakan gigi

Prinsipnya bila Anda mengalami masalah gigi tertentu, Anda mungkin akan lebih sering melakukan tes pencitraan ini.

Sebagai contoh, anak-anak mungkin memerlukannya lebih sering daripada orang dewasa karena gigi dan tulang rahang mereka masih belum berkembang sempurna.

Di sisi lain,anak-anak juga lebih rentan mengalami masalah pada gigi dan mulutnya daripada orang dewasa karena cenderung suka makan manis dan jarang menyikat gigi.

Dengan melakukan rontgen, dokter dapat memantau pertumbuhan gigi permanen anak nantinya. Bila calon gigi permanen anak diketahui tumbuhnya akan bertumpuk dengan gigi lain, maka dokter dapat merencanakan prosedur cabut gigi.

Jenis-jenis

Apa saja jenis-jenis rontgen gigi?

Rontgen dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu intraoral dan ekstraoral. Intraoral adalah tes pencitraan yang diambil di dalam mulut, sementara ekstraoral diambil dari luar mulut.

Intraoral rontgen

Intraoral adalah jenis rontgen yang paling sering digunakan dalam dunia kedokteran gigi. Rontgen intraoral sendiri terdiri dari beberapa jenis, di antaranya:

1. Bitewing X-ray

Rontgen jenis ini berfungsi untuk mengetahui keadaan gigi rahang bawah dan atas Anda pada satu area. Selama pemeriksaan, dokter akan meminta Anda untuk menggigit selembar kertas khusus.

Biasanya dokter melakukan prosedur ini untuk memeriksa ada tidaknya pembusukan di antara gigi belakang, baik yang di atas maupun bawah.

Dokter juga akan melakukan prosedur ini untuk melihat seberapa rata gigi atas dan bawah Anda.

Hasil pemindaian dapat juga memperlihatkan pengeroposan tulang akibat penyakit gusi parah atau infeksi gigi.

2. Periapical X-ray

Periapical X-ray terlihat mirip dengan bitewing X-ray. Namun, prosedur ini lebih bertujuan untuk menunjukkan panjang setiap gigi Anda dari mahkota hingga akar. Prosedur ini juga akan menunjukkan tulang penyokong gigi Anda.

Biasanya dokter melakukan prosedur ini untuk menemukan masalah gigi di bawah permukaan gusi atau dalam rahang. Misalnya gigi bertubrukan, abses, kista, tumor, dan perubahan tulang yang diakibatkan oleh penyakit tertentu.

3. Occlusal X-ray

Prosedur ini dapat menunjukkan langit-langit dan dasar mulut Anda. Hasil X ray dapat menunjukkan hampir seluruh lengkung gigi di rahang atas atau bawah.

Occlusal X-ray digunakan untuk mencari gigi tambahan, gigi yang belum tumbuh keluar gusi, pecah rahang, retak pada langit-langit mulut (cleft palate), kista, abses, atau masalah lainnya.

Prosedur ini juga dapat digunakan untuk mendeteksi adanya benda-benda asing dalam mulut.

Ekstraoral rontgen

Sementara di bawah ini merupakan jenis rontgen ekstraoral yang perlu Anda ketahui.

1. Panoramic X-ray

Prosedur ini dapat menunjukan keadaan seluruh mulut Anda. Mulai dari gigi, sinus, area hidung, dan persendian pada rahang (sendi temporomandibular).

Dokter melakukan prosedur ini untuk mencari tahu gangguan dalam mulut. Misalnya gigi bertumpuk, tulang rahang yang abnormal, kista, tumor, infeksi, dan patah tulang.

Prosedur ini juga dapat digunakan untuk merencanakan perawatan gigi palsu, kawat gigi, cabut gigi, dan implan gigi.

Selama pemeriksaan dokter akan meminta Anda untuk menggigit sesuatu. Sementara itu perangkat yang terpasang pada mesin sinar X akan menahan kepala dan rahang Anda. Setelahnya, dalam hitungan detik mesin akan berputar di sekitar kepala Anda dan menangkap gambar rahang dan gigi Anda. 

2. Cephalometric projectionsare X-ray

Tes pencitraan ini diambil dari seluruh sisi kepala. Biasanya dokter melakukan tes pencitraan ini untuk melihat struktur gigi yang berkaitan erat dengan tulang rahang atau fitur wajah orang.

Dengan rontgen ini dokter dapat menentukan jenis perawatan ortodontik terbaik sesuai dengan kondisi Anda. Perawatan ortodontik ini meliputi pasang behel, implan gigi, gigi palsu, dan lainnya.

3. Sialografi

Sialografi adalah tes pencitraan yang membuat dokter dapat melihat keadaan kelenjar air liur Anda. Zat warna yang disebut agen kontras radioakan disuntikkan ke kelenjar ludah. Dengan begitu, dokter dapat melihat jaringan lunak di sekitar kelenjar ludah yang bermasalah pada film sinar X.

4. Radiografi digital

Radiografi digital adalah salah satu teknik rontgen terbaru. Film sinar X standar diganti dengan panel atau sensor elektronik datar.

Setelah sinar X dibidik pada objek, gambar akan langsung masuk ke dalam komputer dan ditampilkan pada layar.

Jadi, Anda tak perlu tunggu waktu lama untuk melihat hasil rontgen. Hal ini pun memungkinkan hasil rontgen untuk disimpan atau dicetak saat itu juga.

Pencegahan & peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum menjalani rontgen gigi?

Sama seperti prosedur rontgen umum, radiografi gigi juga memiliki risiko radiasi. Namun, risiko paparan radiasi dari sinar X terbilang rendah sehingga aman untuk anak-anak maupun orang dewasa.

Biasanya, dokter akan meminta Anda menggunakan sebuah apron khusus yang terbuat dari timah. Apron ini dapat menutupi dada, perut, dan panggul sehingga bagian-bagian tubuh tersebut tidak terkena paparan radiasi.

Meski begitu, tes pencitraan ini mungkin tidak aman untuk ibu hamil dan perempuan yang berencana untuk hamil. Meski kadar radiasinya rendah, paparannya ditakutkan dapat mengganggu perkembangan janin yang ada di dalam kandungan.

Itu sebabnya sebelum rontgen, beri tahukan dokter gigi Anda jika Anda sedang hamil atau berencana hamil.

Periksa gigi di dokter yang baru? Jangan lupa bawa salinan hasil rontgen gigi Anda yang lama dan tunjukkan ke dokter gigi yang saat ini Anda kunjungi. Dengan demikian, Anda tidak lagi perlu pemindaian rontgen di dokter gigi baru Anda.

Persiapan & proses

Apa yang harus dipersiapkan sebelum rontgen gigi?

Sebenarnya tidak ada persiapan khusus yang harus Anda lakukan sebelum melakukan tes ini. Anda dapat langsung difoto saat datang ke ruangan dokter.

Namun supaya hasil rontgennya optimal, ada baiknya Anda melepas semua aksesoris yang menempel di tubuh. Mulai dari perhiasaan, jam tangan, kacamata, dan alat-alat lain yang mengandung logam pada tubuh.

Bila Anda punya tambalan gigi berbahan amalgam atau Anda pakai gigi palsu, segera laporan ke dokter. Logam dapat memblokir sinar X untuk menembus ke dalam tubuh.

Tak semua klinik maupaun rumah sakit menyediakan baju khusus pasien. Maka itu, pastikan Anda menggunakan pakaian yang nyaman dan longgar ketika akan melakukan tes pencitraan ini. Pakaian yang nyaman membuat Anda dapat bergerak dengan leluasa.

Selain itu, Anda mungkin perlu menyikat gigi. Dengan begitu keadaan rongga mulut Anda akan lebih bersih.

Meski bukan prosedur medis yang serius, sejumlah orang mungkin saja mengalami rasa cemas yang berlebih. Bila Anda merasa gugup ketika rontgen gigi, sebaiknya bicarakan dengan dokter. Dokter mungkin akan memberikan obat penenang sehingga Anda bisa melakukan pemeriksaan dengan lebih rileks.

Bagaimana proses rontgen gigi?

Prosedur akan dilakukan di dalam ruangan khusus. Waktu yang dibutuhkan untuk tes ini terbilang singkat. Anda mungkin hanya membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit untuk melakukannya.

Dokter akan meminta Anda untuk duduk tegap. Setelah itu, asisten dokter atau perawat akan menutup badan Anda dengan apron timah. Apron ini akan melindungi badan Anda dari sinar radiasi. Perawat juga akan menutup leher Anda dengan kerah apron (disebut thyroidshield) untuk melindungi kelenjar tiroid dari radiasi.

Setelah itu perawat akan meminta Anda untuk menggigit potongan kardus atau plastik yang menyimpan film X-ray di dalamnya. Dokter mungkin akan meminta Anda melakukan hal ini beberapa kali guna mendapat gambar keseluruhan gigi.

Beberapa mesin rontgen memiliki kamera yang akan memutari kepala Anda dan mengambil gambar gigi saat Anda duduk atau berdiri tegap. Anda mungkin akan diminta untuk berkumur sebelum dan sesudah prosedur rontgen.

Hasil pemindaian akan diperiksa oleh dokter gigi Anda.

Apa yang harus saya lakukan setelah menjalani rontgen gigi?

Setelah hasil pemeriksaan keluar, dokter kemudian akan mengajak Anda berdiskusi. Bila tidak ditemui masalah yang signifikan, Anda dapat langsung melanjutkan aktivitas sehari-hari seperti biasa.

Namun, lain ceritanya bila dokter menemui masalah pada gigi atau mulut Anda. Sebut saja bila dokter menemukan adanya gigi berlubang, gigi retak, atau impaksi. 

Dokter dapat merekomendasikan sejumlah perawatan yang tepat sesuai dengan kondisi Anda. Bila diperlukan, dokter mungkin juga dapat melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memantabkan diagnosis.

Penjelasan dari Hasil Tes

Apa arti hasil tes yang saya dapat?

Hasil tes Anda dikatakan normal bila:

  • Tidak terlihat adanya pembusukan
  • Tidak terlihat kerusakan pada tulang penyokong gigi
  • Tidak terlihat kerusakan pada gigi, seperti patah gigi, atau retak rahang
  • Tidak terlihat kista, tumor, atau abses
  • Tidak ada gigi yang tumbuh di luar jalur atau gigi yang bertubrukan

Sementara hasil tes dikatakan tidak normal bila:

  • Terlihat adanya pembusukan
  • Terlihat kerusakan pada tulang penyokong gigi
  • Terlihat kerusakan pada gigi, seperti patah gigi, atau retak rahang
  • Terlihat kista, tumor, atau abses
  • Terdapat gigi yang tumbuh di luar jalur atau gigi yang bertubrukan

Apa saja yang dapat memengaruhi tes?

Alasan di bawah ini mungkin menyebabkan Anda tidak dapat menjalankan prosedur rontgen atau hasil rontgen Anda tidak jelas:

  • Anda bergerak atau tidak bisa menahan posisi plastik atau kardus yang Anda gigit selama Anda dirontgen
  • Jika Anda menggunakan kawat gigi, retainer, gigi palsu, dan tindik (telinga, lidah, bibir, pipi, atau hidung)

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca