backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Rahang Retak

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 02/12/2022

    Rahang Retak

    Rahang termasuk salah satu bagian tubuh yang rentan mengalami cedera. Itu sebanya, tidak jarang ada orang yang mengalami rahang retak. Ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan rahang retak. Ketahui penyebab beserta gejala dan cara mengobatinya di bawah ini.

    Apa itu rahang retak?

    cedera rahang

    Rahang retak atau fraktur adalah kondisi ketika tulang rahang mengalami patah atau keretakan.

    Retaknya tulang rahang termasuk jenis patang tulang wajah yang cukup sering terjadi selain patah tulang hidung.

    Kondisi ini berbeda dari rahang geser yang merujuk kepada kondisi ketika tulang rahang bagian bawah bergeser atau terlepas dari posisi normal dan tidak menyatu dengan baik pada tulang rahang atas.

    Namun, sama seperti rahang geser, rahang fraktur juga bisa menyebabkan rasa nyeri dan kesulitan untuk makan atau berbicara.

    Bukan hanya itu, rahang yang retak juga bisa memengaruhi pernapasan. Saat ini terjadi, pemeriksaan ke dokter perlu segera dilakukan agar bisa mendapat penanganan medis secepat mungkin.

    Rahang retak paling sering terjadi pada rahang bagian bawah, terutama pada bagian berikut ini.

    • Bagian rahang yang menopang gigi.
    • Ujung sisi rahang.
    • Sendi yang menyerupai tombol di bagian atas tulang rahang (kondilus).
    • Titik sambung antara tulang rahang atas dengan kedua sisi tulang rahang bawah (simfisis).

    Meski begitu, tulang rahang bagian atas juga bisa mengalami fraktur.

    Keretakan umumnya terjadi akibat adanya retak pada bagian tulang kepala lainnya, seperti tulang pipi (fraktur zygomaticomaxillary atau ZMC) atau rongga mata (fraktur orbita).

    Ciri-ciri tulang rahang retak

    Tulang rahang yang retak bisa menimbulkan gejala atau ciri-ciri sebagai berikut.

    • Rasa sakit pada wajah atau rahang, terutama di bagian rahang depan telinga atau sisi yang mengalami cedera, dan bertambah parah saat rahang digerakan (misalnya, saat menggigit atau mengunyah).
    • Memar dan bengkak pada wajah.
    • Perdarahan dari mulut.
    • Kesulitan mengunyah.
    • Rahang terasa kaku, hingga kesulitan membuka atau menutup rahang.
    • Rahang bergerak ke satu sisi saat dibuka.
    • Gigi yang copot atau rusak.
    • Benjolan tidak normal pada pipi atau rahang.
    • Wajah mati rasa, terutama pada bibir bagian bawah.
    • Sakit telinga.

    Kapan harus ke dokter?

    Segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika Anda mengalami retak tulang rahang yang disertai dengan gejala berikut ini.
    • Mual dan muntah.
    • Rasa nyeri yang tidak kunjung membaik dengan pengobatan rumahan.
    • Sesak napas atau kesulitan bernapas.
    • Gejala infeksi, seperti demam dan meriang.

    Penyebab tulang rahang retak

    Tulang rahang terdir dari tulang rahang atas (maksila) dan tulang rahang bawah (mandibula).

    Kedua tulang ini dihubungkan dengan 2 sendi yang disebut dengan temporomandibular joints (TMJ) pada masing-masing sisinya. Sendi inilah yang membuat rahang bisa begerak.

    Keretakan pada rahang bisa terjadi akibat cedera yang dialami. Beberapa cedera tersebut meliputi:

  • kecelakaan kendaraan,
  • kecelakaan di tempat kerja,
  • terjatuh,
  • perkelahian atau kekerasan,
  • cedera saat olahraga, dan
  • kesalahan prosedur operasi.
  • Diagnosis tulang rahang retak

    Untuk memastikan kondisi tulang rahang, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik terlebih dahulu dengan melihat rahang secara langsung.

    Agar hasil diagnosa lebih tepat, dokter mungkin juga akan menjalankan beberapa pemeriksaan tambahan, seperti berikut ini.

    • Foto Rontgen, untuk melihat adanya tulang yang retak.
    • CT scan, untuk melihat retak pada tulang rahang atas atau tulang wajah lainnya, serta mendeteksi adanya perdarahan dalam (internal).

    Pengobatan tulang rahang retak

    sendi rahang sakit

    Cara pengobatan tulang rahang retak tergantung pada seberapa parah keretakan pada tulang.

    Di awal, pertolongan pertama akibat retak atau patah tulang rahang tentu sangat diperlukan.

    Berikut pengobatan yang mungkin diberikan untuk kasus rahang retak.

    1. Penanganan untuk retak ringan

    Jika retak yang terjadi ringan, umumnya tulang bisa sembuh dengan sendirinya sehingga tidak perlu dilakukan pengobatan.

    Anda mungkin hanya perlu minum obat pereda rasa sakit dan melakukan perubahan pola makan, seperti makan makanan yang lembut atau makanan yang berbentuk cairan.

    2. Penanganan untuk retak parah

    Pengobatan biasanya baru perlu dilakukan pada kasus tulang rahang retak yang cukup berat hingga parah.

    Pada kondisi ini, tulang rahang yang retak mungkin perlu disambungkan ke gigi pada rahang yang berhadapan untuk menjaganya tetap stabil di posisi yang sama selama masa penyembuhan.

    Penyambungan akan dilakukan menggunakan kawat khusus yang dipasang selama 6—8 minggu.

    Karet kecil juga akan dipasangkan pada gigi sebagai penyangga untuk menjaga posisi gigi. Setelah beberapa minggu, karet-karet tersebut akan dicopot agar sendi bisa bergerak dan mengurangi kekakuan.

    Selama kawat dipasang, Anda hanya boleh minum atau makan makanan yang lembut. Anda juga harus selalu menyiapkan gunting tumpul untuk menggunting karet jika Anda muntah atau tersedak.

    Apabila Anda harus menggunting karet penyangga gigi tersebut, segera lakukan pemeriksaan ke dokter agar kawat bisa segera diganti.

    Selain menggunakan kawat, piringan atau pelat logam juga bisa dipasang pada bagian tulang yang retak untuk membantu tulang menyatu kembali selama proses penyembuhan.

    Perawatan rumahan untuk tulang rahang retak

    Selama masa penyembuhan tulang retak, Anda juga dapat melakukan beberapa upaya perawatan sendiri di rumah, yang meliputi berikut ini, dilansir dari Cleveland Clinic.

    • Kompres rahang atau area yang bengkak dengan es batu.
    • Makan makanan lembut atau minum melalui sedotan.
    • Topang dagu untuk menahan mulut tetap tertutup saat ingin menguap atau bersin.
    • Minum obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) untuk meredakan nyeri dan bengkak, serta obat antibiotik untuk mencegah infeksi.
    • Gunakan obat kumur yang diresepkan oleh dokter jika Anda tidak bisa gosok gigi.
    • Gunakan perban khusus yang disebut dengan perban Barton untuk menjaga dagu tetap stabil dan membatasi pergerakan dagu. Perban digunakan dengan membalut dagu dan mengaitkannya ke bagian kepala.

    Saat rahang sudah dinyatakan sembuh, dokter mungkin juga akan menyarankan latihan khusus untuk menguatkan rahang.

    Ingat, jangan coba memperbaiki atau mengembalikan posisi rahang tanpa melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

    Pengobatan yang tepat bisa mencegah terjadinya kondisi yang lebih serius.

    Catatan

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Carla Pramudita Susanto

    General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


    Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 02/12/2022

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan