Uretritis Non Gonore

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu uretritis non gonore?

Uretritis non gonore adalah peradangan pada bagian uretra (saluran yang membawa urin dari kandung kemih ke luar). Uretritis non gonore (UNG) biasanya disebabkan oleh bakteri Chlamydia. Kondisi ini merupakan infeksi yang menular melalui hubungan seksual yang biasa terjadi, namun dapat dicegah dengan melakukan hubungan yang seks aman.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Uretritis non gonore adalah kondisi yang bisa terjadi pada siapa saja. Namun, pria berusia 15 sampai 30 tahun, yang melakukan hubungan seks dengan beberapa orang, berisiko lebih tinggi terkena penyakit ini. Anda dapat mencegah terjadinya penyakit ini dengan mengurangi faktor risiko. Silakan konsultasi dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda­-tanda dan gejalanya?

Uretritis non gonore adalah kondisi yang gejalnya bisa muncul dalam jangka waktu 1 sampai 5 minggu setelah terpapar infeksi. Tetapi, banyak penderita yang tidak mengalami gejala apapun, walaupun demikian kebanyakan penderita akan memiliki gejala umum, seperti:

  • Air kencing atau urin warnanya keruh
  • Sering buang air kecil
  • Terasa gatal, rasa terbakar dan bengkak pada penis atau buah zakar
  • Nyeri penis saat berhubungan seksual.

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus periksa dokter jika muncul gejala, seperti:

  • Kenaikan suhu tubuh atau demam
  • Adanya darah dalam urin atau air kencing
  • Gejala tidak membaik dalam waktu 1 minggu.

Anda juga harus memberitahu dokter Anda jika Anda sedang hamil. Infeksi ini dapat menginfeksi bayi selama kehamilan. Pengobatan juga dapat terganggu oleh kehamilan karena beberapa antibiotik tidak dapat digunakan selama kehamilan.

Penyebab

Apa penyebabnya?

Uretritis non gonore adalah kondisi penyakit yang biasanya disebabkan oleh bakteri selain gonore. Penyebab tersering dari uretritis non gonore adalah infeksi bakteri Chlamydia trachomatis. Infeksi ini menyebar selama hubungan seksual.

Selain itu, bakteri lain, seperti Ureaplasma urealyticum, parasit Trichomonas vaginalis protozoa dan virus herpes juga merupakan salah satu penyebab penyakit ini. Meski demikian, uretritis tidak selalu disebabkan oleh penyakit gonore dan gonore tidak selalu menyebabkan uretritis.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk kondisi ini?

Faktor-faktor tertentu yang meningkatkan risiko Anda mengalami uretritis non gonore  yaitu:

  • Sering berhubungan seks dengan banyak orang tanp
  • Melakukan hubungan seks yang tidak aman, misalny tidak pakai kondom
  • Sistem kekebalan tubuh lemah

Tidak memiliki faktor risiko bukan berarti Anda tidak bisa mengalami penyakit ini. Tanda-tanda ini hanya untuk referensi saja. Anda harus berkonsultasi dengan dokter spesialis untuk lebih jelasnya

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk uretritis non-gonokokus?

Pasangan seks  Anda juga harus diperiksa dan diobati jika Anda terinfeksi penyakit ini. Pengobatan infeksi dapat menggunakan Antibiotik seperti doxycycline atau azitromisin. Gunakanlah air hangat beberapa kali sehari atau gunakan obat pereda nyeri yang tersedia bebas (seperti acetaminophen dan ibuprofen) untuk meredakan nyeri. Anda juga perlu menghindari hubungan seks selama infeksi dan menggunakan kondom bila melakukan hubungan.

Untuk pria, jika tes darah dan urin menunjukkan bahwa penyakit ini telah menghilang tetapi gejala terus berlanjut, dokter mungkin melakukan metode pengujian lain untuk mempertimbangkan kemungkinan prostatitis.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis penyakit ini?

Setelah menanyakan riwayat medis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Dokter akan mengambil sampel urin untuk menguji adanya infeksi uretra. Tes darah juga dapat dilakukan untuk mendiagnosis secara akurat.

Beberapa orang dapat mengalami uretritis yang disebabkan oleh gonore dan sifilis pada waktu yang bersamaan, oleh karena itu uji sifilis harus dilakukan sebelum pengobatan pada kasus uretritis yang disebabkan oleh gonore.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi uretritis non-gonokokus?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi uretritis non gonore ini:

  • Periksakanlah selalu diri Anda ke dokter untuk memantau perkembangan gejala serta kondisi kesehatan Anda.
  • Ikuti petunjuk dokter, jangan menggunakan obat yang tidak diresepkan atau tidak menggunakan obat resep yang telah diresepkan untuk Anda.
  • Hentikan hubungan seks selama pengobatan atau lakukan hubungan seks yang aman.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Kucing dan Hewan Lainnya Dapat Tertular COVID-19 dari Manusia?

Coronavirus terbukti menular dari manusia ke manusia. Tapi belakangan ada kasus kucing positif COVID-19 karena tertular pemiliknya. Benarkah?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 09/04/2020

Meningitis (Radang Selaput Otak)

Meningitis adalah peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang (meninges). Bagaimana gejala dan cara mengobatinya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin

Rutin Berhubungan Seks Bisa Memperlambat Datangnya Menopause

Menurut penelitian, lebih sering berhubungan seks bisa membantu perempuan memperlambat datangnya masa menopause. Bagaimana penjelasannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Berbagai Bahaya yang Ditimbulkan Akibat Melakukan Aborsi Sendiri

Tahukah Anda, bahwa melakukan aborsi sendiri dapat menyebabkan munculnya penyakit ganas pada sang ibu? Itulah penyebab utama dari kematian ibu di dunia.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Melahirkan, Kehamilan 01/04/2020

Direkomendasikan untuk Anda

cara membersihkan vibrato mainan seks sex toys

Begini Cara yang Benar Membersihkan Vibrator

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 05/05/2020
efek samping pakai vibrator terlalu sering

Kalau Terlalu Sering Pakai Vibrator, Apa Efek Samping yang Ditimbulkan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 26/04/2020
selulitis pada anak

Bagaimana Selulitis Terjadi pada Anak dan Cara Mencegahnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 18/04/2020
gastritis adalah radang lambung

Gastritis

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 13/04/2020