Trombositopenia

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi trombositopenia?

Trombositopenia adalah kondisi yang dapat diatasi tidak hanya dengan pengobatan dan tindakan medis. Anda juga dapat mencoba mengubah rutinitas sehari-hari serta melakukan perawatan di rumah.

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi trombositopenia:

  • Hindari cedera dari aktivitas atau olahraga
  • Batasi konsumsi alkohol
  • Berhati-hati dengan obat-obatan bebas untuk menghindari efek samping yang membahayakan.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Definisi

Apa itu trombositopenia?

Trombositopenia adalah kondisi yang terjadi akibat kurangnya kadar platelet atau trombosit di tubuh Anda.

Trombosit merupakan sel darah yang diproduksi di sel-sel besar yang terletak di sumsum tulang belakang (megakariosit). Trombosit berperan pada proses pembekuan darah, sehingga tidak akan terjadi pendarahan berlebihan pada tubuh.

Kadar normal trombosit pada darah adalah sebanyak 150.000 per mikroliter (mcL). Apabila Anda memiliki kadar trombosit yang rendah, hal tersebut dapat menyebabkan beberapa tanda atau gejala yang ringan.

Namun, jumlah trombosit yang sangat rendah, terutama jika mencapai di bawah 10.000 atau 20.000 mcL, dapat berakibat fatal pada kesehatan, seperti risiko terjadinya pendarahan internal maupun eksternal.

Seberapa umumkah trombositopenia?

Trombositopenia adalah kondisi yang cukup umum dan dapat terjadi pada setiap kelompok usia, baik anak-anak maupun orang dewasa.

Umumnya, kondisi ini merupakan kelainan yang diturunkan oleh anggota keluarga. Selain itu, trombositopenia biasanya cenderung terjadi pada orang-orang dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti kanker, anemia, dan penyakit autoimun.

Untuk tahu apakah Anda berisiko, sebaiknya diskusikan dengan dokter.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala trombositopenia?

Gejala dan tanda-tanda dari trombositopenia biasanya tergantung pada jumlah trombosit di dalam darah Anda.

Jika jumlah trombosit hanya 10 ribu sampai 50 ribu mikroliter (mcL), artinya Anda mengalami trombositopenia ringan. Kondisi ini biasanya akan menimbulkan perdarahan dalam seperti memar.

Sementara bila trombosit yang berada di bawah 10.000 mcL dapat menunjukkan tanda-tanda seperti purpura (memar pada kulit), pendarahan mendadak, dan petechiae (bintik-bintik kecil pada kulit).

Beberapa kemungkinan gejala umum trombositopenia meliputi:

  • Memar atau purpura
  • Muncul bintik-bintik merah atau ungu (petechiae)
  • Pendarahan yang tak kunjung berhenti, bahkan hanya karena luka kecil
  • Mimisan
  • Pendarahan pada gusi
  • Pendarahan menstruasi lebih banyak dari biasanya
  • Pendarahan dari rektum (anus)
  • Terdapat darah pada tinja atau kencing
  • Kelelahan

Pada kasus yang lebih serius, Anda dapat mengalami pendarahan dalam (internal). Gejala dari pendarahan internal adalah:

  • Terdapat darah pada kencing (misalnya kencing berwarna merah darah atau coklat kehitaman seperti cola)
  • Terdapat darah pada tinja (misalnya tinja berwarna merah darah atau hitam seperti aspal)
  • Muntah darah atau berwarna gelap

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala trombositopenia yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab trombositopenia?

Normalnya, trombosit diproduksi di dalam tulang sumsum belakang. Namun pada pasien trombositopenia, sumsum tulang belakang tidak mampu memproduksi trombosit dengan jumlah yang cukup.

Selain itu, kondisi ini juga bisa disebabkan karena trombosit yang sudah ada banyak yang rusak dan tubuh tak mampu menghasilkan yang baru.

Terdapat banyak hal yang dapat menyebabkan rendahnya kadar trombosit di dalam darah. Kondisi tersebut dapat diakibatkan oleh keturunan maupun masalah medis lainnya, seperti penyakit yang diderita.

Beberapa pemicu dan penyebab terjadinya trombositopedia adalah:

1. Berkurangnya produksi trombosit

Sumsum tulang belakang adalah jaringan yang menyerupai spons dan terdapat di dalam tulang. Di dalamnya, terdapat stem cells (sel punca) yang menjadi cikal bakal sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.

Ketika sel punca rusak, maka sel-sel tersebut tidak akan berkembang menjadi sel darah yang sehat. Hal ini mengakibatkan terjadinya trombositopenia.

Beberapa kondisi kesehatan tertentu dapat membuat sel punca rusak dan tidak bisa berkembang, yaitu:

Kanker

Penyakit kanker seperti leukemia dan limfoma dapat merusak sumsum tulang belakang dan merusak sel-sel punca.

Kemoterapi atau radioterapi

Tidak hanya sel kanker yang berbahaya. Prosedur pengobatan kanker dan tumor seperti kemoterapi dan radioterapi juga dapat mengakibatkan kerusakan pada sel punca.

Anemia aplastik

Anemia aplastik adalah penyakit kelainan darah yang langka dan sangat berbahaya, di mana produksi sel darah di sumsum tulang belakang akan berkurang secara signifikan. Hal ini dapat menyebabkan menurunnya kadar trombosit di dalam darah.

Bahan kimia beracun

Apabila Anda sering terpapar dengan zat-zat beracun seperti pestisida, arsenik, atau benzena, maka kemungkinan produksi trombosit di dalam tubuh Anda akan menurun drastis.

Sirosis hati

Menurut sebuah penelitian, penyakit sirosis hati berperan dalam mencegah sumsum tulang belakang memproduksi trombosit yang cukup di dalam darah.

Obat-obatan

Mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti diuretik dan chloramphenicol dapat memperlambat pembentukan trombosit. Selain itu, obat-obatan seperti aspirin dan ibuprofen juga memengaruhi kadar trombosit di dalam darah.

Alkohol

Minum minuman beralkohol dalam jangka waktu panjang dapat memicu kerusakan pada organ tubuh, terutama hati. Kondisi ini dapat mengakibatkan penurunan produksi trombosit dalam darah.

Sindrom mielodisplasia

Berdasarkan sebuah studi mengenai trombositopenia pada pasien pengidap sindrom mielodisplasia, komplikasi seperti pendarahan hebat terjadi pada pasien dengan kondisi tersebut.

Selain itu, muncul juga gejala-gejala trombositopenia lainnya, sepertibintik-bintik merah, memar, dan pendarahan pada gusi.

Infeksi virus

Beberapa jenis virus yang menyebabkan penyakit-penyakit seperti rubella, campak, gondong, hepatitis, hingga AIDS berpotensi mengakibatkan berkurangnya sel trombosit yang dihasilkan oleh sumsum tulang belakang.

Kondisi genetik

Terdapat beberapa jenis penyakit bawaan lahir yang dapat memengaruhi jumlah platelet di dalam darah, seperti sindrom Wiskott-Aldrich dan sindrom May-Hegglin.

Kekurangan nutrisi

Tubuh yang tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup, seperti vitamin B12, folat, dan zat besi lebih rentan terkena trombositopenia.

2. Tubuh menghancurkan trombositnya sendiri

Apabila sumsum tulang belakang dapat memproduksi sel trombosit dalam jumlah yang cukup, bukan berarti tubuh dapat terhindar dari trombositopenia.

Kondisi ini juga dapat terjadi ketika tubuh merusak trombositnya sendiri, yang biasanya diakibatkan oleh masalah sistem imun tubuh, obat-obatan tertentu, hingga mengidap penyakit langka.

Beberapa kondisi kesehatan dan tindakan yang dapat menyebabkan trombositopenia adalah:

Penyakit autoimun

Penyakit ini dapat terjadi ketika sistem imun menyerang sel-sel yang sehat di dalam tubuh. Oleh karena itu, trombositopenia adalah kondisi yang bisa disebabkan oleh sistem imun yang merusak sel-sel trombosit di dalam tubuh.

Salah satu contoh penyakit autoimun adalah Idiopathic thrombocytopenia purpura (ITP). Kelainan ini mengakibatkan darah tidak dapat menggumpal sebagaimana seharusnya. Penyakit lainnya yang disebabkan oleh kelainan autoimun adalah lupus dan rheumatoid arthritis.

Obat-obatan

Meminum obat-obatan tertentu dapat mengakibatkan tubuh bereaksi tidak wajar dan mengakibatkan sistem imun merusak trombosit di darah.

Obat seperti quinine, vancomycin, rifampin, dan antibiotik yang mengandung sulfa dapat memicu kondisi tersebut.

Selain itu, obat heparin yang ditujukan untuk mencegah penggumpalan darah, dapat berisiko memicu reaksi autoimun. Kondisi ini disebut dengan heparin-induced thrombocytopenia (HIT).

Infeksi

Trombositopenia adalah kondisi yang juga bisa dipengaruhi oleh adanya infeksi bakteri di dalam darah.

Operasi

Trombosit dapat mengalami kerusakan ketika melewati prosedur pemasangan pembuluh darah buatan, transfusi darah, atau operasi bypass.

Kehamilan

Sekitar 5 persen wanita hamil dapat terkena trombositopenia ringan, terutama ketika semakin mendekati proses persalinan. Namun, hingga saat ini penyebab utamanya masih belum diketahui secara pasti.

Penyakit langka yang menyebabkan penggumpalan darah

Penyakit seperti thrombotic thrombocytopenia purpura (TTP) dan disseminated intravascular coagulation (DIC) adalah kelainan pada proses penggumpalan darah.

TTP adalah kondisi langka di mana darah menggumpal di pembuluh-pembuluh kecil, termasuk di otak, ginjal, dan hati.

Sedangkan DIC biasanya merupakan komplikasi dari kehamilan, infeksi, atau trauma parah. Penggumpalan darah dapat terjadi secara tiba-tiba di seluruh tubuh.

3. Terlalu banyak trombosit terjebak di limpa

Biasanya, sebanyak sepertiga trombosit di dalam tubuh tertahan di dalam limpa. Jika limpa mengalami pembengkakan, maka kadar trombosit yang terkandung di dalamnya semakin banyak. Hal ini menyebabkan menurunnya jumlah trombosit yang dapat mengalir di dalam darah.

Pembengkakan pada limpa umumnya disebabkan oleh kanker atau penyakit pada hati. Selain itu, sumsum tulang belakang yang bermasalah atau terkena penyakit mielofibrosis dapat memicu terjadinya kondisi ini.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk mengalami trombositopenia?

Trombositopenia adalah kondisi yang dapat terjadi pada siapa saja. Namun, terdapat berbagai macam faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami kondisi ini.

Beberapa faktor risiko pemicu trombositopenia adalah:

  • Masalah kesehatan tertentu yang terkait dengan kanker, anemia aplastik atau sistem autoimun
  • Paparan terhadap zat kimia beracun
  • Efek samping obat-obatan tertentu
  • Infeksi virus
  • Keturunan
  • Wanita hamil
  • Sering minum minuman beralkohol

Untuk mengatasi atau mencegah terjadinya trombositopenia, Anda dapat mengurangi berbagai faktor risiko yang ada. Berkonsultasilah dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana trombositopenia didiagnosis?

Trombositopenia adalah kondisi yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan lengkap oleh tenaga medis profesional. Oleh karena itu, apabila Anda mulai merasakan tanda-tanda dan gejalanya, segera periksa ke pelayanan kesehatan terdekat.

Diagnosis biasanya akan dimulai dengan dokter melakukan pemeriksaan fisik untuk mengecek adanya gejala-gejala, seperti memar dan bintik-bintik pada kulit. Dokter juga akan memeriksa perut Anda untuk mengetahui apakah ada pembengkakan limpa atau hati.

Anda mungkin juga akan diperiksa apakah Anda mengalami tanda-tanda infeksi, seperti demam. Selain itu, dokter juga akan menanyakan sejarah medis, kondisi kesehatan, serta pengobatan yang sedang Anda konsumsi.

Beberapa jenis pemeriksaan lanjutan yang biasanya dokter rekomendasikan untuk mengetahui kadar trombosit di dalam darah adalah sebagai berikut:

1. Complete blood count (CBC)

Tes pengukuran darah menyeluruh atau CBC dilakukan untuk mengetahui jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit di dalam darah Anda. Pada tes ini, dokter akan mengambil sedikit darah dari pembuluh Anda.

Apabila Anda mengidap trombositopenia, maka hasil tes akan menunjukkan bahwa kadar trombosit di darah Anda rendah.

2. Blood smear

Tes ini bertujuan untuk mengecek bagaimana bentuk trombosit di bawah mikroskop.

3. Tes sumsum tulang belakang

Prosedur ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan sumsum tulang belakang Anda. Terdapat dua jenis tes, yaitu aspirasi dan biopsi.

Melalui tes aspirasi, dokter akan mengambil cairan sumsum tulang belakang Anda dan mengecek apakah trombosit tidak diproduksi dalam jumlah yang cukup.

Hal yang sama juga dilakukan pada tes biopsi, hanya saja kali ini dokter akan mengambil langsung jaringan dari sumsum tulang belakang Anda. Melalui tes ini, dokter akan memeriksa kadar dan jenis sel yang diproduksi di sumsum tulang belakang.

4. Tes USG

Gelombang suara dapat digunakan untuk membantu dokter melihat pembesaran limpa.

Bagaimana mengobati trombositopenia?

Pengobatan pada trombositopenia tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Tujuan utama dari pengobatan adalah mencegah komplikasi dan disabilitas akibat pendarahan, yang dapat berujung pada kematian.

Apabila kondisi yang Anda alami masih tergolong ringan, maka Anda tidak akan memerlukan pengobatan. Trombositopenia umumnya akan membaik apabila penyebab utamanya dapat diatasi

Namun, apabila gejala-gejala yang Anda alami semakin parah dan kadar trombosit di dalam darah Anda jauh di bawah batas wajar, maka dokter akan merekomendasikan beberapa jenis pengobatan dan tindakan, seperti:

1. Konsumsi obat-obatan

Dokter Anda mungkin akan meresepkan obat kortikosteroid. Steroid dapat membantu memperlambat kerusakan yang terjadi pada trombosit.

Obat ini biasanya diberikan melalui pembuluh darah atau diminum. Salah satu contoh obat steroid yang digunakan adalah prednisone.

Dokter juga biasanya akan memberikan resep imunoglobulin atau obat-obatan seperti rituximab untuk mengontrol sistem imun tubuh Anda. Biasanya obat-obatan tersebut akan disuntikkan melalui pembuluh darah.

Obat-obatan lainnya yang dapat dikonsumsi dengan resep dokter adalah eltrombopag atau romiplostim. Obat jenis ini dapat membantu tubuh memproduksi lebih banyak trombosit.

2. Transfusi darah atau trombosit

Prosedur ini dilakukan untuk mengobati orang-orang yang berisiko tinggi mengalami pendarahan serius. Selama tindakan ini berlangsung, sebuah jarum infus akan dimasukkan ke pembuluh darah Anda, kemudian sel-sel darah atau trombosit akan mengalir ke dalam tubuh Anda.

3. Splenektomi

Splenektomi adalah tindakan bedah untuk mengangkat limpa. Prosedur ini biasanya dilakukan apabila obat-obatan dan tindakan-tindakan di atas tidak menunjukkan perubahan pada trombositopenia.

Biasanya, splenoktomi dilakukan pada pasien yang mengidap idiopathic thrombocytopenia atau ITP.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi trombositopenia?

Trombositopenia adalah kondisi yang dapat diatasi tidak hanya dengan pengobatan dan tindakan medis. Anda juga dapat mencoba mengubah rutinitas sehari-hari serta melakukan perawatan di rumah.

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi trombositopenia:

  • Hindari cedera dari aktivitas atau olahraga
  • Batasi konsumsi alkohol
  • Berhati-hati dengan obat-obatan bebas untuk menghindari efek samping yang membahayakan.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber