Berbagai Penyebab Trombosit Turun dan Cara Menaikkan Jumlah Trombosit

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Agustus 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda terkena sakit demam berdarah, dan dokter mengatakan jumlah trombosit di dalam darah Anda menurun? Ya, demam berdarah memang salah satu di antara banyaknya kondisi yang menjadi penyebab trombosit turun. Lalu, apa saja penyebab lain yang bisa membuat trombosit menurun? Apakah ada cara yang ampuh untuk menaikkan jumlah trombosit?

Apa saja penyebab trombosit turun?

perbedaan gejala DBD dan chikungunya

Kondisi trombosit turun dalam bahasa medis dikenal sebagai trombositopenia. Seseorang yang mengalami trombositopenia, biasanya memiliki trombosit di dalam tubuhnya tidak lebih dari 150 ribu keping per mikroliter darah.

Pada tubuh orang yang sehat, jumlah trombosit yang normal yaitu antara 150 ribu hingga 450 ribu per mikroliter. Trombosit yang diproduksi dalam sumsum tulang ini berperan penting dalam proses pembekuan darah, sehingga orang yang mengalami trombositopenia sangat rentan mengalami perdarahan.

Secara umum, yang menjadi penyebab trombositopenia yaitu:

  • Trombosit tidak dihasilkan dalam jumlah yang cukup oleh sumsum tulang.
  • Sumsum tulang memproduksi trombosit dengan jumlah yang sesuai, namun akibat suatu kondisi trombosit dihancurkan oleh tubuh.
  • Trombosit tertahan di dalam limpa yang membengkak, menyebabkan darah kekurangan trombosit.

Kombinasi kondisi di atas juga dapat menjadi penyebab dari berbagai kelainan pada trombosit. Namun, biasanya masing-masing kondisi yang telah disebutkan sebelumnya diakibatkan oleh gangguan fungsi tubuh atau penyakit tertentu.

Berikut penjelasan mengenai masing-masing penyebab trombosit turun:

1. Trombosit tidak diproduksi dalam jumlah yang cukup

Sumsum tulang merupakan bagian tubuh yang terdiri dari sel induk atau sel punca, yaitu sel yang berperan dalam memproduksi sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Ketika sel induk mengalami kerusakan, maka sel darah yang dihasilkan juga rusak. Hal tersebut dapat disebabkan oleh beberapa kondisi, yaitu:

Kanker

Beberapa jenis kanker darah, seperti leukemia atau limfoma, dapat merusak sumsum tulang dan menghancurkan sel induk darah. Ditambah lagi, pengobatan yang dijalani untuk mengatasi kanker, seperti radioterapi dan kemoterapi, juga dapat memperparah kerusakan pada sel induk darah.

Anemia aplastik

Penyakit anemia aplastik tergolong sangat langka. Kelainan darah ini terjadi ketika sumsum tulang tidak lagi memproduksi sel darah yang cukup. Hal tersebut dapat menjadi penyebab trombosit turun.

Paparan bahan kimia beracun

Terkena paparan zat kimia berbahaya, seperti pestisida, arsenik, dan benzena, dapat menyebabkan produksi trombosit dalam sumsum tulang melambat.

Konsumsi obat-obatan

Obat-obatan tertentu juga dapat memperlambat produksi trombosit dalam sumsum tulang. Beberapa obat yang dapat memengaruhi kondisi ini adalah diuretik, chloramphenicol, aspirin, dan ibuprofen.

Infeksi virus

Infeksi virus juga dapat menjadi penyebab trombosit turun. Salah satunya adalah infeksi virus dengue (DENV) yang umum ditemukan pada penyakit demam berdarah dengue (DBD). Selain DBD, infeksi lain seperti cacar air, gondok, rubella, dan HIV/AIDS juga mampu memicu penurunan produksi trombosit.

2. Tubuh menghancurkan trombositnya sendiri

Walaupun sudah diproduksi dalam jumlah yang normal dan cukup, terkadang tubuh bisa menghancurkan trombosit dalam darah sehingga mengakibatkan penurunan kadar trombosit. Beberapa yang menjadi penyebab trombosit turun dalam hal ini adalah:

Penyakit autoimun

Penyakit autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh justru berbalik menyerang sel-sel tubuh yang sehat, termasuk sel induk darah dalam sumsum tulang. Dalam kasus trombositopenia, sistem kekebalan tubuh akan menyerang trombosit di dalam tubuh.

Contoh penyakit autoimun yang menjadi penyebab trombosit turun adalah rematik, lupus, dan immune thrombocytopenic purpura (ITP).

Obat-obatan tertentu

Terkadang, reaksi dari obat-obatan tertentu dapat membuat tubuh ‘bingung’ dan akhirnya menghancurkan sel-sel trombosit yang normal. Beberapa contoh obat yang memiliki kemampuan tersebut adalah quinine, antibiotik dengan kandungan sulfa, serta obat kejang seperti vancomycin dan rifampin.

Kehamilan

Kehamilan juga dapat memicu penurunan jumlah trombosit dalam tubuh. Sekitar 5% wanita yang mendekati waktu melahirkan mengalami penurunan kadar trombosit. Namun, penyebab dari trombosit turun pada ibu hamil masih belum diketahui secara pasti.

3. Trombosit tertahan di dalam limpa

Dalam keadaan normal, sepertiga dari total trombosit akan ditampung di dalam limpa. Pembengkakan limpa akan mengakibatkan semakin banyak trombosit yang tertahan di dalamnya. Hal ini menyebabkan darah yang beredar di dalam tubuh akan kekurangan trombosit.

Pembengkakan limpa bisa disebabkan oleh beberapa kondisi medis, seperti sirosis atau kanker hati. Selain itu, luka pada sumsum tulang atau myelofibrosis juga dapat menjadi penyebab limpa membengkak dan trombosit turun.

Bagaimana cara menaikkan jumlah trombosit dalam darah?

cara menambah nafsu makan

Cara menaikkan trombosit dapat dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari mengonsumsi obat-obatan tertentu, menjalani prosedur medis, hingga memanfaatkan bahan-bahan alami.

Pengobatan biasanya tergantung pada apa yang menjadi penyebab di balik trombosit turun. Berikut penjelasannya:

1. Obat-obatan

Obat-obatan yang diberikan untuk menaikkan trombosit akan bergantung pada penyakit atau kondisi kesehatan yang sedang Anda alami. Namun, umumnya dokter akan meresepkan obat kortikosteroid untuk memperlambat proses kerusakan trombosit.

Selain itu, apabila penyebab trombosit Anda turun adalah adanya penyakit autoimun, dokter mungkin akan meresepkan obat imunoglobulin atau rituximab agar sistem kekebalan tubuh dapat dihentikan untuk sementara. Anda juga mungkin akan diberikan obat eltrombopag atau romiplostim sebagai cara menaikkan trombosit.

2. Transfusi darah atau trombosit

Transfusi trombosit atau darah adalah cara yang dilakukan hanya ketika trombosit turun berisiko menyebabkan perdarahan tidak normal atau kondisinya sudah cukup parah.

Pada prosedur ini, jarum akan dimasukkan ke pembuluh darah Anda. Melalui jarum tersebut, Anda akan menerima darah atau trombosit yang sehat.

3. Splenektomi

Apabila penyebab trombosit dalam darah Anda turun berkaitan dengan pembengkakan limpa, dokter mungkin akan menyarankan operasi splenektomi atau pengangkatan limpa. Namun, prosedur ini biasanya dilakukan jika obat-obatan biasa sudah tidak bekerja lagi.

4. Konsumsi bahan-bahan alami

Apabila Anda mengalami penurunan trombosit yang masih tergolong ringan, Anda mungkin tidak perlu menjalani pengobatan intensif. Anda cukup mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi sebagai penambah kadar trombosit.

Membiasakan makan makanan tinggi vitamin dan mineral nyatanya merupakan cara efektif dalam membantu tubuh meningkatkan sekaligus mempertahankan jumlah trombosit tetap normal dalam darah. Lantas, apa saja makanan yang perlu kita konsumsi untuk meningkatkan jumlah trombosit?

Jambu biji

Menurut sebuah penelitian yang telah dipublikasikan di Journal of Natural Medicines, jambu biji mampu merangsang pembentukan trombosit darah baru. Jambu biji juga kaya akan quercetin dan trombinol.

Quercetin dapat menekan perkembangan virus yang menjadi penyebab trombosit turun, sehingga diharapkan penurunan trombosit pun berkurang. Selain itu, trombinol mampu merangsang produksi trombosit dalam tubuh. Dengan demikian, cara ini dapat membantu meningkatkan jumlah trombosit dengan pesat.

Tidak mengherankan apabila orang yang sakit demam berdarah dianjurkan untuk mengonsumsi jambu biji utuh atau jus. Hal ini disebabkan jambu biji termasuk dalam makanan yang efektif untuk menaikkan kadar trombosit, serta berpotensi membunuh virus penyebab trombosit turun.

Daun pepaya

Daun pepaya dapat membantu menstabilkan dinding sel keping darah, sehingga tidak mudah hancur oleh infeksi virus. Maka dari itu, konsumsi daun pepaya yang cukup dapat membantu meningkatkan dan mempertahankan jumlah trombosit.

Anda bisa menggunakan 50 gram daun pepaya matang sebagai obat demam berdarah alami dengan cara mencucinya dahulu menggunakan air hingga bersih. Setelahnya, tumbuk daun hingga halus, namun jangan sampai menjadi bubuk. Lalu, campurkan dengan air dan peras air tumbukan daun pepaya. Minum air daun pepaya sebanyak 3 kali dalam sehari.

Folat

Folat adalah jenis vitamin B yang direkomendasikan untuk mengatasi berbagai penyakit atau kondisi penyebab trombosit turun. Makanan yang kaya akan folat mampu meningkatkan kadar trombosit secara efektif. Beberapa di antaranya adalah sayuran berwarna hijau gelap seperti bayam, serta hati sapi.

Zat besi

Kandungan zat besi di dalam makanan Anda juga sangat penting sebagai penambah jumlah trombosit dalam darah. Zat besi berperan penting dalam produksi sel darah merah dan trombosit dalam tubuh.

Beberapa makanan yang kaya akan zat besi adalah kacang-kacangan, tahu, kerang, hati sapi, serta dark chocolate.

Ingat, berbagai cara di atas sebaiknya Anda konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter dan ahli gizi Anda. Pasalnya, cara-cara untuk menaikkan trombosit perlu disesuaikan dengan apa yang menjadi penyebab trombosit Anda turun.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cari Tahu Gejala, Penyebab dan Pengobatan untuk Sakit Pinggang

Sakit pinggang adalah keluhan yang umum dengan banyak kemungkinan penyebab. Cari tahu gejala, pengobatan, dan cara mengatasi nyeri pinggang di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal 27 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Benarkah Makanan Pedas Bisa Mengatasi Sakit Kepala Migrain?

Makanan pedas sering kali diandalkan untuk mengatasi rasa sakit kepala atau migrain. Tapi benarkah makanan itu dapat menyembuhkan sakit kepala Anda?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat, Fakta Unik 26 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Warna Dahak Merah, Hijau, Atau Hitam? Cari Tahu Artinya di Sini

Warna dahak yang normal adalah bening. Jika Anda mengeluarkan dahak yang berwarna, maka hal itu adalah tanda dari kondisi medis. Apa arti dari warna dahak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Batuk, Kesehatan Pernapasan 26 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Pertolongan Pertama untuk Mengobati Sengatan Lebah

Katanya, sengatan lebah bisa bikin seseorang meriang dan panas dingin. Lalu bagaimana cara pertolongan pertama dalam mengobati sengatan lebah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 23 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perut kosong hindari makan pedas dan asam

Kenapa Makanan Pedas Tidak Boleh Dimakan Saat Perut Kosong?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 30 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
Konten Bersponsor
keluarga sehat karena melakukan perilaku hidup bersih dan sehat

4 Tips Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk Lindungi Diri dan Keluarga di Era New Normal

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
proses inflamasi

Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
memanaskan makanan

Bolehkah Memanaskan Makanan Dalam Wadah Plastik di Microwave?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit