Hematoma (Memar)

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu hematoma?

Hematoma adalah penumpukan darah tidak normal di luar pembuluh darah. Kondisi ini terjadi karena dinding pembuluh darah, arteri, vena atau kapiler, rusak sehingga darah bocor ke jaringan lain yang tidak semestinya. Jika terjadi dekat dengan permukaan kulit, kondisi ini akan tampak seperti memar atau lebam.

Kumpulan darah ini bisa berukuran setitik kecil, tapi bisa juga berukuran besar dan menyebabkan pembengkakan.

Cedera pembuluh darah yang mengakibatkan hematoma adalah kondisi minor, dan dapat diperbaiki. Apabila Anda memiliki tekanan darah tinggi pada arteri utama, contohnya, darah akan terus bisa bocor melalui dinding yang rusak sehingga hematoma akan semakin membesar.

Darah yang keluar dari pembuluh darah dapat mengiritasi jaringan sekitar dan menyebabkan gejala peradangan termasuk nyeri, pembengkakan, dan kemerahan. Gejala yang muncul akan bergantung pada lokasi, ukuran, dan apakah hematoma menyebabkan pembengkakan atau edema.

Kondisi ini bisa terjadi di kondisi tubuh mana pun. Hematoma mirip dengan hemorrhagia. Hemorragia mengacu pada perdarahan yang sedang berlangsung. Sementara itu, darah dalam kondisi hematoma biasanya sudah menggumpal. 

Seberapa umum kondisi ini?

Kondisi ini lebih umum terjadi pada wanita dibandingkan dengan pria. Meski begitu, kondisi ini dapat dicegah dengan mengurangi faktor-faktor yang membuat Anda berisiko.

Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Jenis-jenis

Apa saja jenis-jenis hematoma?

Dikutip dari Medical News Today, hematoma dibedakan dari lokasi munculnya kondisi tersebut. Jenis-jenis hematoma adalah:

Hematoma telinga

Hematoma jenis ini adalah kondisi yang muncul di antara tulang rawan telinga dan kulit di atasnya. Umumnya, cedera ini terjadi pada pegulat, petinju, dan atlet lainnya yang melakukan pukulan pada kepala. 

Hematoma subungual

Hematoma ini muncul di bawah kuku. Kondisi ini umum terjadi pada mereka yang mengalami cedera ringan, seperti memukul jari secara tidak sengaja dengan palu. 

Hematoma kulit kepala

Hematoma kulit kepala adalah kondisi yang biasanya muncul sebagai benjolan di kepala. Biasanya, muncul pada kulit dan otot luar, sehingga tidak akan memengaruhi otak.

Hematoma septum

Hematoma septum adalah kondisi yang biasanya muncul akibat hidung patah. Jika tak ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan masalah hidung lainnya. 

Hematoma subkutan

Ini adalah hematoma yang muncul tepat di bawah kulit. Biasanya hematoma ini terjadi di vena dangkal yang dekat dengan permukaan kulit.

Hematoma retroperitoneal

Hematoma yang satu ini terjadi dalam rongga perut, tapi tidak dalam organ mana pun. 

Hematoma limpa

Sesuai namanya, kondisi yang satu ini terjadi di bagian limpa. 

Hematoma hati

Ini adalah hematoma yang muncul di hati. 

Hematoma epidural tulang belakang

Hematoma jenis ini adalah yang muncul di antara lapisan medula spinalis dan tulang belakang.

Hematoma epidural intrakranial

Ini adalah jenis hematoma yang terjadi antara lempeng tengkorak dan selaput di bagian luar otak. 

Hematoma subdural

Jenis ini adalah hematoma yang terjadi antara jaringan otak dan lapisan dalam (internal) otak. 

Tanda-tanda dan gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala hematoma?

Hematoma dapat menyebabkan iritasi dan peradangan. Tergantung pada lokasi, dan apakah ukuran serta pembengkakan dan inflamasi yang terkait memengaruhi struktur sekitar, gejala yang muncul bisa saja bervariasi.

Gejala-gejala umum dari inflamasi akibat hematoma meliputi:

  • Kemerahan
  • Sensitivitas
  • Rasa hangat
  • Nyeri 
  • Pembengkakan

Hematoma internal mungkin lebih sulit ditemukan. Pemeriksaan rutin untuk mendeteksi hematoma adalah hal yang perlu dilakukan oleh siapa pun yang pernah mengalami kecelakaan atau mengalami cedera serius.

Hematoma di tengkorak adalah kondisi yang biasanya berbahaya. Setelah berdiskusi dengan dokter tentang cedera, gejala baru yang mungkin muncul akibat hematoma di tengkorak adalah:

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Diagnosis dan perawatan dini dapat mencegah kondisi ini menjadi lebih buruk dan mencegah kondisi medis darurat lainnya. Itu sebabnya, bicarakan pada dokter untuk menghindari kondisi ini menjadi lebih serius.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab hematoma?

Trauma merupakan penyebab utama dari hematoma. Saat orang berpikir tentang trauma, kebanyakan berpikir tentang kecelakaan mobil, jatuh, cedera pada kepala, patah tulang, dan luka serius lain.

Padahal, trauma pada jaringan juga dapat disebabkan oleh bersin yang terlalu keras atau lengan/kaki yang terpelintir secara tiba-tiba.

Apabila pembuluh darah rusak, darah cenderung berkoagulasi atau membeku. Semakin besar jumlah perdarahan yang terjadi, semakin besar jumlah gumpalan darah yang dapat terbentuk. Itulah yang kemudian menyebabkan hematoma.

Faktor pemicu

Apa yang membuat saya lebih berisiko mengalami kondisi ini?

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda untuk mengalami hematoma adalah:

1. Aneurisma

Aneurisma mengacu pada melemahnya dinding pembuluh darah yang kemudian menyebabkan adanya tonjolan (atau disebut dengan distensi) pada dinding pembuluh darah.

Kebanyakan aneurisma tidak menunjukkan gejala dan tidak berbahaya. Namun, pada tahap paling parah, tonjolan ini bisa pecah dan menyebabkan perdarahan internal yang mengancam jiwa.

2. Pengobatan

Pengencer darah atau obat antikoagulasi, termasuk warfarin (Coumadin), aspirin, clopidogrel (Plavix), prasugrel (Effient), rivaroxaban (Xarelto), dan apixaban (Eliquis) dapat meningkatkan potensi perdarahan tiba-tiba dan pembesaran hematoma karena tubuh tidak dapat memperbaiki pembuluh darah secara efisien.

Hal ini menyebabkan darah terus bocor melalui area yang rusak.

3. Penyakit atau kondisi tertentu

Beberapa penyakit atau kondisi kesehatan tertentu dapat menurunkan jumlah platelet pada aliran darah (thrombocytopenia) atau membatasi fungsinya.

Infeksi virus seperti (rubella, cacar air, HIV, dan hepatitis C), anemia aplastik, kanker pada organ lain, penyalahgunaan alkohol jangka panjang dan defisiensi vitamin D dapat terkait dengan kondisi ini.

Diagnosis dan Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?

Apabila dokter menduga Anda memiliki kondisi ini, pemeriksaan fisik dan beberapa tes akan direkomendasikan. Dokter kemudian dapat melakukan uji tempel pada kulit, di mana berbagai zat dalam jumlah kecil dioleskan pada kulit di bawah perekat.

Saat Anda kembali dalam beberapa hari, dokter akan memeriksa kulit untuk melihat apakah Anda mengalami reaksi terhadap zat tersebut. Jenis tes ini paling baik dilakukan setidaknya 2 minggu setelah hematoma menghilang dan paling berguna untuk melihat apakah Anda memiliki alergi kontak.

Bagaimana cara menghilangkan memar akibat kondisi ini?

Hematoma pada kulit dan jaringan lunak adalah kondisi yang sering kali dapat diatasi dengan beristirahat, es, mengompres, dan memosisikan bagian tubuh yang terdampak menjadi lebih tinggi.

Beberapa dokter dapat menyarankan panas sebagai alternatif perawatan. Nyeri dari lebam yang muncul biasanya disebabkan oleh peradangan di sekitar darah dan dapat diatasi dengan penawar rasa sakit yang dijual bebas. Pilihan pengobatan tergantung pada kondisi kesehatan pasien.

Untuk pasien yang menggunakan pengobatan antikoagulasi, ibuprofen tidak direkomendasikan karena risiko perdarahan saluran pencernaan.

Pasien dengan penyakit hati tidak boleh menggunakan acetaminophen yang dijual bebas. Apabila Anda tidak yakin, tanyakan pada dokter atau apoteker untuk rekomendasi.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah hematoma?

Kecelakaan selalu terjadi di sekitar kita dan kondisi ini tidak dapat dicegah begitu trauma terjadi.

Untuk pasien yang menggunakan obat antikoagulasi, sebaiknya menghindari aktivitas yang berisiko tinggi terhadap cedera. Untuk pasien yang menggunakan warfarin (Coumadin), penting untuk memastikan dosis tepat dan darah tidak diencerkan secara berlebih.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    5 Cara Cepat Mengobati Memar yang Terasa Nyeri

    Memar di kulit terasa nyeri dan mengganggu penampilan? Tenang saja, Anda bisa mencoba berbagai cara cepat mengobati memar berikut ini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta

    Air Dingin vs Air Hangat, Mana yang Lebih Ampuh Untuk Kompres Bengkak?

    Kompres dengan air hangat dan air dingin sering Anda lakukan untuk mengobati bengkak. Sebenarnya manakah yang paling baik untuk mengompres bengkak?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Andisa Shabrina

    Merendam Kaki di Air Hangat Bisa Redakan Pegal, Mitos Atau Fakta?

    Sering dengar, merendam kaki di air hangat bisa redakan pegal pada kaki Anda? Kira-kira hal ini mitos atau fakta ya? Cari tahu di artikel ini!

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari

    5 Penyebab Kuku Kaki Berubah Warna Jadi Menghitam

    Jika kuku kaki menghitam, jangan diabaikan, bisa jadi itu adalah tanda salah satu penyakit berbahaya yang ada di artikel ini! Penasaran? Cek di artikel ini!

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph

    Direkomendasikan untuk Anda

    lebam setelah meninggal

    Penjelasan Tentang Munculnya Lebam Pada Tubuh Orang yang Meninggal

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 13/01/2020
    thrombophob gel salep trombopop

    Thrombophob

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 06/02/2019
    luka memar

    Sekadar Luka Memar Atau Ada Darah Membeku di Dalam? Ini Cara Mudah Membedakannya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
    Dipublikasikan tanggal: 04/07/2018
    kompres dingin

    Begini Cara Kompres Dingin yang Benar Supaya Cedera Cepat Sembuh

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Andisa Shabrina
    Dipublikasikan tanggal: 29/03/2018