Tendinitis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu tendinitis?

Gangguan muskuloskeletal tidak hanya masalah kesehatan yang menyerang sistem rangka dan sistem otot manusia saja. Masalah yang mengganggu fungsi tendon juga termasuk sebagai gangguan sistem gerak manusia, salah satunya adalah tendinitis.

Pengertian tendinitis adalah peradangan yang terjadi pada tendon, yaitu jaringan serabut yang menghubungkan otot dengan tulang. Kondisi ini bisa menyerang tendon di bagian tubuh yang mana saja.

Saat mengalami tendinitis, biasanya area yang terdampak akan mengalami iritasi, pembengkakakn, rasa sakit, hingga rasa tak nyaman. Umumnya, tendinitis terjadi di sekitar bahu, siku, pergelangan tangan, lutut, hingga tumit.

Berikut adalah beberapa nama tendinitis yang perlu Anda ketahui:

  • Tennis elbow.
  • Golfer’s elbow. 
  • Pitcher’s shoulder.
  • Swimmer’s shoulder.
  • Jumper’s knee.

Biasanya, tendinitis adalah kondisi yang bisa diatasi hanya dengan istirahat yang cukup, menjalani terapi fisik, dan penggunaan obat-obatan yang berfungsi untuk meredakan rasa sakit.

Namun, jika tendinitis yang dialami sudah tergolong parah dan bisa menyebabkan tendon robek hingga pecah, pasien mungkin akan disarankan untuk menjalani prosedur operasi.

Seberapa umumkah tendinitis?

Tendinitis merupakan suatu kondisi yang bisa dialami oleh siapa saja. Namun, penyakit ini biasanya terjadi pada orang dewasa, terlebih yang berusia di atas 40 tahun. Anda dapat lebih tahan terhadap penyakit ini dengan mengurangi faktor risiko. Konsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala tendinitis?

Sama seperti gangguan muskuloskeletal lainnya, tendinitis juga memiliki beberapa gejala yang perlu diperhatikan. Gejala dari kondisi ini meliputi rasa nyeri seperti nyeri otot dan rasa tak nyaman.

Biasanya, sendi yang mengalami tendinitis akan lebih sensitif dan menjadi sulit digerakkan. Area tubuh yang mengalami peradangan mungkin akan memerah, membengkak, dan terasa panas.

Selain itu, Anda mungkin mengalami kekakuan otot di pagi hari untuk beberapa saat. Bahkan, pada kasus yang lebih parah, pergerakan sendi pun mulai terbatas.

Berikut ini adalah gejala dari tendinitis berdasarkan lokasinya:

  • Rotator cuff tendonitis: ditandai dengan rasa sakit di area bahu yang menjalar ke lengan bagian atas menuju dada dan semakin terasa sakit di malam hari.
  • Tennis elbow: rasa sakit berawal di sisi luar siku, biasanya menjalar hingga ke lengan bagian bawah hingga pergelangan tangan.
  • Golfer’s elbow: rasa sakit yang terasa di sisi bagian dalam siku.
  • Jumper’s knee: rasa sakit biasanya terasa di bagian bawah atau bagian atas lutut.
  • Achilles tendonitis: rasa sakit di bagian belakang tumit atau 2-4 inchi di atas tumit.

Beberapa gejala atau tanda lainnya mungkin tidak tercantum di atas. Jika Anda merasa cemas tentang gejala tersebut, segera konsultasi ke dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Sebagian besar kasus tendonitis dapat dirawat di rumah. Jika tanda dan gejala mempengaruhi keseharian Anda, atau tidak kunjung sembuh, segera pergi ke dokter.

Penyebab

Apa penyebab tendinitis?

Penyebab dari tendinitis biasanya adalah gerakan berulang yang dilakukan saat menjalani aktivitas sehari-hari. Sebagian besar orang mengalami gangguan sistem gerak manusia ini karena menjalani hobi yang melibatkan gerakan berulang, sehingga tendon mengalami stres.

Oleh sebab itu, Anda perlu selalu melakukan berbagai aktivitas sehari-hari, khususnya yang mengharuskan untuk melakukan gerakan berulang, dengan teknik yang benar dan tepat.

Hal ini tentu penting agar bisa meminimalisasi peradangan tendon. Pasalnya, teknik gerakan yang salah dapat membuat tendon mudah lelah. Kebiasaan-kebiasaan tersebut tentu akan meningkatkan potensi mengalami tendinitis.

Penyebab lain dari tendinitis adalah aus karena usia, cedera, dan penyakit radang sendi seperti arthritis. Tendinitis paling sering menyerang bahu, tapi juga bisa menyerang tendon atau sendi di bagian tubuh lainnya.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk tendinitis?

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami tendinitis, di antaranya adalah:

1. Usia

Semakin bertambahnya usia, tendon di dalam tubuh tidak memiliki fleksibilitas seperti sebelumnya. Oleh karena itu, tendon menjadi lebih rentan mengalami cedera.

2. Aktivitas tertentu

Tendinitis juga cenderung dialami oleh orang yang melakukan aktivitas tertentu setiap hari, misalnya:

  • Berkebun.
  • Melukis.
  • Menggosok sesuatu.
  • Melakukan gerakan berulang.
  • Menjalani aktivitas dengan posisi tubuh yang tidak nyaman.
  • Terus-menerus berusaha untuk meraih sesuatu.

3. Olahraga

Selain itu, aktivitas olahraga tertentu juga berpotensi untuk meningkatkan risiko mengalami tendinitis, misalnya:

  • Bermain basket.
  • Bermain bowling.
  • Bermain golf.
  • Berlari.
  • Berenang.
  • Bermain tennis.

Meski begitu, bukan berarti jika tidak memiliki faktor risiko yang telah disebutkan, Anda tidak bisa mengalami tendinitis. Segera konsultasikan ke dokter untuk detail lebih lanjut.

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis tendinitis?

Menurut Harvard Health Publishing milik Harvard Medical School, untuk mendiagnosis tendinitis, dokter biasanya akan memberikan pertanyaan seputar rasa sakit yang dirasakan.

Selain itu, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk melakukan tes fisik. Saat menjalani tes tersebut, dokter akan memeriksa pembengkakan, kemerahan, kelemahan otot, dan pergerakan yang terbatas di sekitar tendon yang terasa sakit atau nyeri.

Anda mungkin juga akan diminta untuk melakukan beberapa gerakan, misalnya mengangkat kedua tangan di atas kepala, menekan pergelangan tangan Anda, dan lain sebagainya.

Saat melakukan pergerakan ini, Anda mungkin masih merasakan nyeri atau sakit, tetapi hal ini sangat membantu untuk mengetahui tendon manakah yang terasa sakit. Meski, biasanya, kondisi ini bisa terjawab saat dokter memberikan berbagai pertanyaan untuk Anda.

Sementara, beberapa orang bahkan membutuhkan tes darah untuk mencari tahu adanya peradangan di sekitar persendian, seperti asam urat atau rheumatoid arthritis. X-ray mungkin dilakukan untuk mengonfirmasi tidak adanya patah tulang, pergeseran, atau penyakit tulang lainnya.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk tendinitis?

Biasanya, pengobatan untuk tendonitis ditentukan berdasarkan beberapa hal, di antaranya adalah:

  • Usia, riwayat kesehatan, dan kesehatan Anda secara menyeluruh.
  • Toleransi Anda terhadap penggunaan obat-obatan, prosedur medis, dan terapi kesehatan tertentu.
  • Organ tertentu yang terdampak.
  • Pilihan Anda sebagai pasien.

Ada beberapa jenis pengobatan yang bisa dipilih, termasuk:

1. Penggunaan obat-obatan

Untuk mengatasi tendinitis, jenis obat yang sering digunakan adalah obat pereda rasa sakit, seperti aspirin, naproksen, atau ibuprofen yang dapat membantu mengurangi rasa kurang nyaman.

Ada juga obat oles berupa krim antiperadangan yang bisa digunakan untuk mengatasi tendinitis. Bahkan, obat ini memiliki efek samping lebih ringan dibanding obat pereda nyeri oral.

Lalu, ada pula kortikosteroid yang biasanya diberikan dokter dengan cara disuntikkan di sekitar tendon untuk mengatasi tendinitis. Obat ini dapat mengurangi peradangan sekaligus meredakan rasa sakit.

Akan tetapi, kortikosteroid tidak disarankan untuk mengatasi tendinitis yang tak kunjung sembuh dan sudah menyerang tendon lebih dari tiga bulan lamanya.

2. Terapi fisik

Selain penggunaan obat, Anda juga bisa mengikuti terapi fisik yang disarankan oleh dokter. Kegiatan ini bisa dilakukan berdasarkan kebutuhan tubuh, sehingga latihan fisik yang diberikan umumnya diprogram khusus untuk Anda.

Anda mungkin diminta untuk melakukan peregangan untuk mengatasi otot dan tendon yang terasa sakit. Peregangan terbukti menjadi salah satu alternatif pengobatan yang secara efektif mengatasi masalah tendon kronis. Bahkan, peregangan sering menjadi pilihan pertama pengobatan untuk tendinitis.

3. Prosedur operasi

Pada situasi tertentu, terapi fisik dan penggunaan obat ternyata tidak cukup untuk mengatasi tendinitis. Bahkan, pengobatan tersebut mungkin tidak meredakan gejalanya sama sekali.

Oleh sebab itu, ada kalanya Anda harus menjalani operasi untuk mengatasi kondisi yang sedang Anda alami. Jenis operasi yang dilakukan juga ditentukan berdasarkan tingkat keparahan tendinitis.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi tendinitis?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin dapat membantu mengatasi tendonitis:

  • Hentikan kegiatan yang menyebabkan tendon meradang.
  • Mengistirahatkan daerah yang terpengaruh.
  • Gunakan obat sesuai petunjuk.
  • Berolahraga.
  • Hubungi dokter jika mengalami efek samping obat.
  • Beri tahu dokter jika pengobatan tidak mengurangi rasa sakit.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan ke dokter Anda untuk dapat lebih mengerti solusi terbaik untuk Anda.
Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Pencegahan

Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah tendinitis?

Ada beberapa kondisi yang bisa dilakukan untuk mencegah tendinitis:

  • Hindari untuk tidur, duduk, atau berdiri, di posisi yang sama terus-menerus. Usahakan untuk berganti posisi setidaknya selama 30 menit sekali.
  • Biasakan tubuh untuk melakukan peregangan. Hal ini tentu lebih baik jika bisa dilaksanakan secara rutin.
  • Cari tahu cara mempraktekkan postur tubuh yang baik selama beraktivitas, dan hindari berbagai postur tubuh yang buruk.
  • Posisikan tubuh Anda tepat di hadapan benda atau objek yang ingin diangkat. Ambil benda tersebut dengan meregangkan lengan dan tangan langsung kepada benda tersebut. Hindari mengambil benda berat menggunakan lengan dari posisi menyamping.
  • Hindari mengangkat benda berat hanya dengan satu tangan. Selain itu, hindari pula mengangkat benda berat di salah satu sisi tubuh Anda saja.
  • Cengkeramlah dengan kuat saat hendak mengambil barang, jangan meremasnya terlalu kencang.
  • Hindari duduk bersila dalam kondisi kaki saling menindih.
  • Hentikan aktivitas apapun jika Anda sudah mulai merasakan sakit.
  • Jika Anda sudah mengetahui bahwa hendak melakukan pekerjaan berat, latih otot agar lebih kuat dan siap untuk menjalani aktivitas berat.

Selain itu, saat hendak berolahraga, jangan lupa untuk selalu lakukan pemanasan. Tak lupa pula untuk selalu menggunakan pakaian, sepatu, dan alat olahraga yang mumpuni. Anda juga tak disarankan untuk melakukan olahraga yang terlalu ekstrem. Lebih baik mulai dari olahraga ringan terlebih dahulu.

Komplikasi

Apa komplikasi yang mungkin terjadi jika mengalami tendinitis?

Jika Anda mengalami tendinitis dan tidak segera mengobatinya, komplikasi mungkin saja terjadi. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko Anda mengalami kerusakan tendon yang akan memperparah tendinitis. Hal ini biasanya membuat Anda harus menjalani operasi tendon.

Selain itu, jika iritasi tendon tidak membaik setelah beberapa minggu atau beberapa bulan, Anda mungkin mengalami tendinosis. Kondisi ini adalah masalah degeneratif pada tendon yang disertai dengan pertumbuhan pembuluh darah yang abnormal.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Rheumatoid Arthritis (RA)

Rematik atau rheumatoid arthritis (RA) adalah penyakit yang menyebabkan radang, dan menimbulkan nyeri, kaku, dan bengkak pada sendi. Berikut informasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Osteoarthritis (Pengapuran Sendi)

Osteoarthritis atau pengapuran sendi adalah penyakit yang membuat sendi terasa nyeri dan kaku. Berikut informasi tentang gejala, penyebab dan pengobatannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

Arthritis

Radang sendi atau arthritis dapat membuat sendi bengkak, kaku, nyeri, atau sulit digerakkan. Ketahui penyebab dan cara mengobatinya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Daftar Pantangan Makanan yang Patut Diperhatikan oleh Penderita Psoriasis

Jika Anda punya psoriasis, sebaiknya pilih makanan yang tepat. Pasalnya ada pantangan makanan untuk penderita psoriasis yang harus dihindari.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Kulit, Psoriasis 25 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

dermatitis kontak

Dermatitis Kontak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 10 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
makanan untuk penderita eksim

Mencegah Eksim dengan Menghindari Pantangan, Apa Saja?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 9 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
psoriasis arthritis

Psoriasis Arthritis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 6 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
asam urat atau gout

Penyakit Asam Urat (Gout)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 6 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit