Asam Urat

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu penyakit asam urat?

Asam urat adalah bentuk dari penyakit osteoarthritis yang menyebabkan persendian tiba-tiba terasa sakit, bengkak, dan berwarna kemerahan.

Persendian yang paling sering terkena masalah ini adalah area kaki (pergelangan kaki, jempol kaki, lutut, dan telapak kaki) serta area tangan (siku, pergelangan tangan, lengan, dan ibu jari). Tulang belakang juga bisa terkena meskipun jarang.

Penyakit ini dapat berubah menjadi kronis jika tidak mendapat pengobatan. Namun, asam urat bisa disembuhkan dan dicegah agar tidak kambuh. 

Seberapa umum penyakit asam urat?

Penyakit ini terjadi pada sekitar 1 dari 200 orang dewasa, tanpa memandang usia dan jenis kelamin. Meski demikian, pria dewasa lebih mungkin mengalaminya daripada wanita.

Asam urat cenderung banyak terjadi pada pria dengan kisaran usia 30-50 tahun, sementara asam urat cenderung banyak ditemukan pada perempuan yang telah mengalami menopause. 

Kondisi ini dapat dikelola dengan mengurangi beberapa faktor gaya hidup. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda dan gejala asam urat?

Pada awalnya, asam urat bisa tidak menimbulkan gejala yang berarti. Gejala baru mulai tampak dan terasa ketika serangan akut berlangsung, atau ketika penyakit ini sudah berlangsung lama (kronis).

Tanda dan gejala asam urat yang paling umum adalah:

  • Nyeri sendi parah dan mendadak, yang sering pertama kali terjadi di pagi hari
  • Sendi bengkak dan lunak
  • Sendi kemerahan
  • Rasa panas di sekitar sendi

Gejala penyakit ini biasanya muncul tiba-tiba, tidak dapat diprediksi, dan sering terjadi di tengah malam.

Sebagian besar gejala hanya terjadi selama beberapa jam dalam 1-2 hari. Namun pada kasus yang parah, nyeri pada sendi bisa saja terjadi berminggu-minggu. Artinya asam urat yang Anda miliki cukup parah.

Ada pula yang merasakan gejala hingga 6-12 bulan dalam intensitas yang berbeda tiap harinya. Kondisi tersebut terbilang cukup parah, dan apabila Anda mengalaminya, lebih baik segera periksakan diri ke dokter.

Kemungkinan ada tanda­-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Tahapan penyakit asam urat

Ada tiga tahapan penyakit berdasarkan tingkat keparahannya, yaitu:

  • Tahap pertama. Pada tahap ini kadar uric acid sudah naik di dalam darah, tetapi belum ada gejala penyakit yang muncul. Bisa saja Anda tidak akan pernah merasakan gejala kondisi ini Biasanya, orang yang mengalami hal ini, baru akan merasakan gejalanya pertama kali setelah terserang penyakit batu ginjal.
  • Tahap kedua. Memasuki tahap kedua, maka uric acid telah membentuk kristal-kristal yang biasanya terjadi pada bagian jari kaki. Dalam tahap ini, Anda baru akan merasakan nyeri dan sakit pada sendi, tetapi tidak berlangsung lama. Selang beberapa waktu kemudian, Anda baru akan mengalami gejala lainnya dengan intensitas dan frekuensi yang semakin sering.
  • Tahap ketiga. Di tahap ketiga gejala terasa tak kunjung hilang dan kristal-kristal asam urat yang terbentuk tidak hanya menyerang satu sendi saja. Bahkan, dalam tahap ini akan muncul gumpalan-gumpalan zat tersebut yang sudah mengkristal di bawah kulit. Kondisi ini menyebabkan rasa nyeri yang lebih parah dan dapat merusak tulang-tulang rawan.

Sebagian besar orang yang menderita penyakit ini, hanya mengalami tahap satu atau dua saja. Cukup jarang orang yang menderita kondisi ditemukan telah mencapai tahapan ketiga. Sebab, sebagian besar penderita sudah dapat ditangani dengan baik pada tahap kedua.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami gejala-gejala yang disebutkan di atas, periksa ke dokter segera untuk mendapatkan pengobatan. Kadar uric acid yang dibiarkan berlebih dapat menyebabkan kerusakan sendi permanen jika tidak ditangani.

Apabila Anda mengalami demam dan sendi Anda panas serta meradang, carilah perawatan medis. Ini dapat menjadi tanda infeksi.

Penyebab

Apa penyebab asam urat?

Penyebab kondisi ini adalah kadar asam urat (uric acid) itu sendiri yang terlalu banyak di dalam tubuh. Dalam keadaan normal, zat kimia ini akan dikeluarkan oleh tubuh melalui urin dan feses.

Namun pada orang yang mengalami kondisi ini, jumlah asam uratnya terlalu banyak dan tidak dapat diolah oleh tubuh. Pada akhirnya, zat tersebut akan membentuk kristal dan menumpuk di sekitar sendi, lalu menimbulkan peradangan.

Kadar uric acid yang terlampau tinggi disebabkan oleh pola makan yang tidak sehat. Misalnya adalah terlalu sering dan banyak mengonsumsi makanan yang mengandung purin. Purin adalah suatu zat kimia yang diproduksi secara alami oleh tubuh, namun terkandung juga di dalam beberapa jenis makanan.

Ketika seseorang mengonsumsi makanan yang mengandung purin, tubuh akan mengolahnya menjadi asam urat. Semakin banyak makan makanan yang mengandung purin, semakin tinggi risiko Anda untuk mengalami kondisi ini.

Faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya terkena penyakit asam urat?

Terlalu banyak makan makanan yang mengandung purin bisa menjadi penyebab asam urat yang paling utama. Namun, ada berbagai faktor risiko lain yang dapat membuat Anda mengalami asam urat, yaitu:

1. Usia dan jenis kelamin

Meski belum diketahui mengapa, kondisi ini lebih banyak dialami oleh laki-laki ketimbang perempuan. Orang yang lanjut usia juga lebih rentan terserang penyakit ini dari pada orang dewasa muda.

2. Riwayat kesehatan keluarga

Jika Anda memiliki salah satu anggota keluarga yang memiliki asam urat, maka Anda juga berpeluang lebih besar untuk mengalami hal yang sama. Walau ini bukan penyebab yang utama, tetapi dengan mengetahui riwayat kesehatan keluarga, Anda bisa lebih waspada dengan penyakit ini.

3. Berat badan yang berlebihan

Memiliki berat badan yang melebihi normal, dapat meningkatkan risiko terserang penyakit ini. Orang yang memiliki indeks massa tubuh yang lebih dari 25 kg/m 2 harus lebih waspada untuk terkena penyakit ini.

4. Mengonsumsi obat-obatan tertentu

Beberapa jenis obat-obatan yang Anda konsumsi dapat menjadi penyebab asam urat menumpuk di dalam tubuh, contohnya:

  • Aspirin, obat penghilang rasa sakit ini akan meningkatkan risiko apabila dikonsumsi secara rutin 1-2 tablet per hari.
  • Obat diuretik, yang biasanya digunakan untuk mengatasi penumpukan cairan di tubuh.
  • Obat kemoterapi, yang digunakan untuk mengobati berbagai penyakit kanker.
  • Obat yang dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, seperti cyclosporine.

5. Riwayat kesehatan pribadi

Memiliki gangguan kesehatan tertentu sebelumnya dapat meningkatkan peluang terkena asam urat. Gangguan kesehatan yang bisa meningkatkan risiko penyakit ini seperti:

  • Diabetes
  • Gangguan fungsi ginjal
  • Penyakit jantung
  • Arterosklerosis
  • Penyakit infeksi
  • Tekanan darah tinggi

6. Menerapkan gaya hidup tidak sehat

Mengonsumsi makanan yang mengandung banyak purin, seperti daging dan seafood akan membuat gejala muncul. Selain itu, minum alkohol dalam jumlah yang berlebihan bisa menjadi penyebab kadar asam urat pada darah melonjak.

7. Dehidrasi

ila Anda mengalami kekurangan cairan, maka tubuh Anda akan sulit mengeluarkan zat asam tersebut melalui urin. Hal ini yang menjadi salah satu penyebab asam urat menumpuk di dalam tubuh.

8. Setelah pembedahan atau cedera

Cedera bisa menjadi penyebab kondisi ini karena kondisi ini menimbulkan peradangan terlebih dulu pada sendi yang kemudian akan memicu munculnya gejala  yang lainnya.

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi akibat asam urat?

Penyakit asam urat dapat berkembang semakin parah bila penderit tidak teratur minum obat dan mendapatkan perawatan medis yang tepat.

Bahkan, bukan tidak mungkin penyakit ini menimbulkan gangguan kesehatan lain, seperti:

  • Tophi. Kondisi ini ditandai dengan penumpukan kristal-kristal di bawah permukaan kulit. Biasanya, gumpalan ini akan muncul di sekitar jari kaki, dengkul, jari tangan, dan telinga. Jika tidak ditangani dengan baik, maka tophi akan semakin lama semakin membesar.  
  • Kerusakan sendi. Bila penderita mengacuhkan anjuran untuk minum obat asam urat, maka bukan tidak mungkin persendiannya akan rusak permanen. Kondisi ini meningkatkan risiko cedera dan gangguan kesehatan tulang serta sendi lainnya.
  • Batu ginjal. Penumpukan kristal tidak hanya terjadi pada sendi-sendi saja. Bila asam urat tidak ditangani dengan baik, kristal tersebut bisa tertumpuk di ginjal. Hal ini akan membuat ginjal memiliki batu dan menghalangi aliran urin untuk keluar.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara dokter mendiagnosis penyakit asam urat?

Penyakit asam urat mudah mengecoh diagnosis dokter karena sebagian besar gejalanya hampir sama dengan gejala penyakit lain. Terkadang, meski jumlah asam uratnya telah tinggi, tetapi tidak ada gejala yang muncul.

Maka dari itu, jika seseorang dicurigai mengalami asam urat, ada beberapa pemeriksaan yang dianjurkan oleh dokter. Beberapa di antaranya adalah:

  • Tes cairan sendi. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara mengambil cairan sendi yang bengkak menggunakan jarum suntik.
  • Tes darah. Tes ini bertujuan untuk mengetahui apakah jumlah asam uratnya tinggi atau tidak di dalam darah.
  • Tes urin. Selain melakukan tes darah, zat kimia ini akan dilihat kadarnya di dalam urin Anda. Bila tidak normal, maka Anda sangat mungkin mengalami asam urat.
  • Rontgen dengan sinar-X. Apabila dicurigai menderita kondisi ini, penderita perlu melakukan rontgen untuk melihat lebih jauh penyebab peradangan yang terjadi pada sendi.
  • CT-scan. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi di mana lokasi tumpukan kristal berada, meskipun tidak menimbulkan gejala.

Apa saja pilihan obat untuk penakit asam urat?

Tidak ada obat asam urat yang bisa membuat seseorang terlepas dari penyakit ini selamanya. Meski begitu, obat tertentu dapat mengendalikan dan meringankan gejala yang muncul.

Jadi, jika Anda ingin terhindar dari serangan asam urat di masa depan, Anda harus patuh minum obat asam urat yang diresepkan oleh dokter dan menjalani kebiasaan hidup sehat.

Gejala yang muncul bisa diobati dengan mengonsumsi obat asam urat berikut:

  • Non-steroid anti-inflammatory drugs (NSAIDs) untuk mengobati serangan asam urat mendadak dan parah. Contoh obat asam urat jenis ini yaitu ibuprofen, naproxen, diclofenac, dan etoricoxib.
  • Steroid dapat digunakan sebagai obat alternatif selain NSAID. Obat jenis ini tersedia dalam bentuk oral maupun suntikan yang bisa langsung dimasukkan ke persendian. Contohnya, yaitu prednison dan methylprednisone.
  • Colchicine membantu mengurangi risiko kekambuhan. Dokter akan meresepkan obat asam urat ini, bila NSAID tidak cocok untuk Anda. Namun dalam beberapa kasus efek samping obat ini dapat menimbulkan diare, mual, dan kram perut.
  • Obat yang mengontrol tingkat asam urat dalam darah seperti allopurinol, probenesid, dan febuxostat.

Pantangan

Apa saja pantangan bagi penderita asam urat?

Tidak hanya butuh minum obat dengan teratur saja, tapi Anda juga harus mematuhi berbagai pantangan. Pantangan penting  dan wajib dilakukan untuk mencegah kekambuhan di kemudian hari.

Sebenarnya pantangan asam urat yang paling utama adalah menghindari hal-hal yang dapat memicu serangan asam urat. Lalu, apa saja pantangan yang harus dipatuhi oleh penderita?

1. Mengonsumsi makanan yang tinggi purin

Purin sebenarnya bisa ditemukan di berbagai makanan. Tapi dalam pantangan asam urat, Anda hanya harus menghindari makanan dengan tinggi purin seperti jeroan, kaldu daging, sosis, bebek, dan berbagai jenis seafood. Sementara, makanan yang harus dibatasi yaitu:

  • Daging dan ayam yang hanya boleh 50 gram per hari
  • Kacang hijau, kacang kedelai, dan kacang tanah yang boleh dikonsumsi sebanyak 25 gram dalam satu hari
  • Beberapa macam sayuran contohnya, bayam, kangkung, buncis, kembang kol, daun serta biji melinjo yang masing-masing hanya boleh dimakan sebanyak 100 gram per hari.

Tidak semua makanan menjadi pantangan asam urat, kok. Ada beberapa makanan yang aman untuk dikonsumsi, bahkan dianjurkan seperti makanan yang rendah lemak, buah-buahan yang mengandung vitamin C dan kalium, seperti apel dan pisang yang bisa menolong Anda terhindar dari risiko kekambuhan.

2. Tak mengatur pola makan dengan baik

Pantangan asam urat lain yang harus diperhatikan adalah mengelola dan mengatur pola makan dengan baik. Tak hanya melakukan diet rendah purin saja, namun, sebaiknya Anda juga menghindari makanan yang mengandung lemak dan gula yang  tinggi. Selain buruk bagi kesehatan, makanan ini membuat timbangan berat badan Anda mudah melonjak.

3. Tidak minum air yang cukup

Jarang minum air adalah pantangan asam urat selanjutnya. Anda harus menjaga tubuh agar tetap terhidrasi dengan baik dengan minum air yang cukup. Usahakan untuk lebih banyak minum air putih, ketimbang air yang memiliki rasa manis. 

4. Tidak rutin olahraga

Berdiam diri saja di rumah atau bermalas-malasan di dalam kamar adalah salah satu pantangan yang harus Anda patuhi, jika tidak ingin penyakitnya kambuh.

Berolahraga rutin dapat membuat Anda menjaga berat badan tetap ideal. Semakin bertambah berat badan Anda akibat malas bergerak, maka semakin sering serangan asam urat yang dapat Anda alami di kemudian hari.

Semua pantangan asam urat tersebut penting untuk Anda lakukan jika tidak ingin merasakan nyeri dan sakit di persendian. Namun, bisa saja meski Anda sudah mematuhi pantangan yang sudah dianjurkan dokter gejala dapat muncul di kemudian hari.

Jika hal ini terjadi, maka lakukan beberapa cara berikut untuk mengatasinya:

  • Angkat tungkai yang terasa nyeri untuk mengurangi pembengkakan
  • Berikan kompres es pada sendi yang meradang selama sekitar 20 menit
  • Ulangi sesering yang diperlukan tapi pastikan suhu bagian yang dikompres telah kembali normal sebelum mengulanginya lagi.

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan berkonsultasi dengan dokter untuk lebih memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca