Supraventricular Tachycardia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu supraventricular tachycardia?

Supraventricular tachycardia (SVT) adalah kondisi di mana jantung berdetak terlalu cepat. Jadi, darah tidak sepenuhnya masuk ke dalamnya. SVT biasa terjadi saat jantung berdetak 150-250 beat per minute (bpm), dibandingkan detak normalnya yang 60-100 bpm. Gangguan SVT meliputi aritmia dari atrial fibrillation kronis (AFIB) hingga paroxysmal sinus tachycardia. Gangguan lainnya dikenal juga sebagai atrioventricular (AV) nodal reentry tachycardia (AVNRT) dan atrioventricular reciprocating tachycardia (AVRT), termasuk sindrom Wolff-Parkinson-White syndrome.

Seberapa umumkah supraventricular tachycardia?

Baik pria maupun wanita dapat terserang SVT namun umumnya muncul di wanita. Anda dapat meminimalisir kemungkinan menderita SVT dengan mengurangi faktor rsikonya. Silahkan bicarakan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala supraventricular tachycardia?

Gejala yang paling umum adalah jantung berdebar. Gejala lainnya meliputi pusing, sesak napas, pingsan, nyeri dada, kelelahan, berkeringat, dan mual. Gejala dapat muncul dan menghilang secara tiba-tiba dan bertahan beberapa menit sampai beberapa jam. Ada banyak tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki keluhan tentang gejala, silahkan konsultasikan kepada dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda atau gejala yang disebutkan di atas dan memiliki pertanyaan, silahkan konsultasikan kepada dokter Anda. Tubuh setiap orang punya reaksi yang berbeda. Akan lebih baik jika bisa didiskusikan dengan dokter Anda untuk pemecahan solusi terbaik.

Penyebab

Apa penyebab supraventricular tachycardia?

Biasanya, sinyal elektrik yang muncul di dalam sinoatrial jantung mengaktifkan kontraksi terhadap atria. Kemudian, kontraksi dengan ventricles. SVT terjadi ketika sebuah jalur listrik tambahan memicu detak jantung cepat. Penyebabnya antara lain:

  • Pengobatan (seperti digoxin, theophylline)
  • Kondisi paru-paru (seperti pneumonia)
  • Alkohol, kafein, obat-obatan, dan merokok dapat meningkatkan risiko SVT
  • Satu jenis SVT yang diketahui adalah sindrom Parkinson-White (WPW) yang menurun

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk supraventricular tachycardia?

Faktor-faktor tertentu dapat meningkatkan risiko Anda terkena SVT:

  • Kerusakan di selaput jantung akibat penyakit jantung
  • Kelainan jalur listrik di jantung sejak lahir (kongenital)
  • Anemia
  • Tekanan darah tinggi
  • Olahraga yang berlebihan
  • Stress dadakan seperti ketakutan
  • Merokok atau meminum terlalu banyak alkohol dan minuman berkafein
  • Penyalahgunaan obat-obatan terlarang seperti kokain

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk supraventricular tachycardia?

Pengidap STV tanpa gejala tidak membutuhkan perawatan. Namun, bagi yang memiliki gejala, perawatannya meliputi manuver vagal atau batuk dan percikan air es ke wajah.

Obat-obatan yang bisa digunakan meliputi adenosine dan verapamil. Para dokter dapat menggunakan electrical cardioversion (pacu jantung) untuk kondisi gawat darurat atau jika perawatan yang lain tidak bekerja. Dengan pacu jantung, aliran listrik yang dilepaskan ditujukan untuk mengatur ulang ritme detak jantung.

Untuk penyembuhan SVT, obat-obatan, pemacu jantung, catheter ablation dan operasi bisa digunakan.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk supraventricular tachycardia?

Para dokter dapat melakukan diagnosis dengan mendengarkan suara degup jantung. Aliran darah yang tidak normal melalui katup mitral akan memunculkan sebuah suara yang disebut murmur. Suara murmur dapat terdengar melalui stetoskop. Waktu dan lokasi dari murmur membantu dokter untuk memastikan katup mana yang terinfeksi. Lewat rekam jantung, dokter dapat memastikan diagnosisnya. Tes lain yang bisa dilakukan meliputi rekam sinar x-ray di dada dan electrocardiography (ECG)
Dokter dapat menggunakan uji fisik, pengecekan riwayat medis, electrocardiography, tes laboratorium, dan rekam x-ray untuk diagnosis lebih lanjut. Dokter bisa menggunakan monitor Holter untuk mengetahui seberapa sering SVT terjadi dalam 24 jam. Dokter juga bisa menggunakan an electrophysiology study (EPS) untuk diagnosa yang lebih akurat.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi supraventricular tachycardia?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan berikut dapat membantu Anda mengatasi penyakit ini:

  • Batasi mengonsumsi alkohol atau tidak sama sekali
  • Minum teh dan kopi secukupnya saja
  • Jangan gunakan obat-obatan terlarang
  • Latihan kebugaran dan lakukan diet sehat
  • Jaga berat badan tubuh yang sehat. Kegemukan dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung
  • Jaga tekanan darah dan kolestrol di level aman
  • Berhenti merokok. Jika Anda merokok dan tidak dapat berhenti, bicarakan dengan dokter Anda untuk program maupun strategi untuk membantu Anda berhenti
  • Gunakan pengobatan dengan hati-hati. Beberapa obat batuk dan flu mengandung stimulan yang dapat memicu detak jantung yang cepat. Tanyakan kepada dokter Anda mana pengobatan yang harus dihindari
  • Kontrol tingkat stress. Hindari stress yang tidak penting dan belajar menguasai teknik untuk mengatasi stress dengan cara yang sehat
  • Perhatikan kemajuan detak jantung dan pahamilah apa penyebab dari aritimia Anda, misalnya detak jantung Anda meningkat setelah meminum kopi.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

    Masalah pencernaan bisa sangat mengganggu dan menyusahkan. Berbagai pengobatan pun Anda coba. Nah, sudahkah Anda menggunakan minyak esensial?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 13 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

    Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

    Tanpa Anda sadari, sering berpura-pura sakit ternyata bisa menandakan gangguan jiwa. Cari tahu tanda-tanda dan penyebab sindrom pura-pura sakit berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Psikologi 13 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

    Khasiat Minyak Esensial untuk Meredakan Stres

    Pertolongan pertama saat stres: gunakan minyak esensial untuk meredakan stres. Apa saja jenis minyak esensial dan bagaimana cara menggunakannya?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 5 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit

    Ini Alasannya Kenapa Anda Perlu Mengukur Denyut Jantung Selama Olahraga

    Selain menjaga tubuh tetap terhidrasi, Anda juga perlu mengukur denyut jantung saat olahraga. Memangnya, apa tujuannya? Baca di sini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Kebugaran, Hidup Sehat 13 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    penyakit katup jantung

    Penyakit Katup Jantung

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 1 Juli 2020 . Waktu baca 13 menit
    mual karena gugup

    Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 21 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit
    hipnoterapi

    Memanfaatkan Hipnoterapi untuk Menyembuhkan Trauma Psikologis

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 18 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
    arti kedutan

    Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 15 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit