Refluks Vesikoureter

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu refluks vesikoureter?

Refluks vesikoureter adalah adalah aliran balik urin dari kandung kemih menuju ginjal. Normalnya, urin mengalir dari ginjal lewat uretra menuju kandung kemih, untuk kemudian dibuang. Otot-otot di uretra dan kandung kemih bekerja agar urin tidak mengalir balik ke atas.

Refluks vesikoureter (VUR) dapat menyebabkan bakteri yang ada di dalam urin masuk ke dalam ginjal. Ini dapat mengakibatkan infeksi, luka, dan kerusakan ginjal.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala refluks vesikoureter?

Gejala refluks vesikoureter yang paling umum adalah infeksi saluran kencing (ISK). Sepertiga kasus anak yang didiagnosis dengan ISK mengalami refluks vesikoureter. Gejala ISK termasuk demam, sakit atau rasa panas saat buang air kecil, bolak-balik buang air kecil, dan sensasi ingin kencing lagi bahkan ketika baru saja selesai. Pada anak kecil, satu-satunya gejala ISK yang mungkin tampak adalah demam. Jadi, jika anak demam tinggi tanpa penyebab yang jelas, ISK patutlah dicurigai.

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikan dengan dokter.

Penyebab

Apa penyebab refluks vesikoureter?

Ada dua tipe VUR tergantung penyebabnya:

  • VUR primer, muncul sebagai cacat bawaan lahir. VUR primer disebabkan oleh kegagalan perkembangan katup terujung uretra untuk membuang urin. Ini adalah jenis refluks vesikoureter yang paling umum, dan langsung bisa dideteksi saat lahir.
  • VUR sekunder, terjadi akibat beragam kondisi yang menyebabkan subatan di dalam kandung kemih atau ureter. Bisa disebabkan oleh operasi, cedera, atau riwayat infeksi yang memengaruhi kandung kemih. VUR sekunder lebih umum terjadi pada anak yang lahir dengan cacat lahir tertentu, misalnya spina bifida.

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk refluks vesikoureter?

Ada banyak faktor risiko dari refluks vesikoureter, seperti:

  • Anak-anak ras kaukasia (orang kulit putih).
  • Perempuan, risikonya lebih tinggi daripada laki-laki. Meski begitu, VUR primer lebih banyak ditemukan pada bayi laki-laki.
  • Bayi dan balita di bawah satu tahun, risikonya lebih tinggi ketimbang anak-anak yang usianya lebih dewasa.
  • Riwayat keluarga. Jika orangtua Anda memiliki kondisi ini, Anda rentan mewarisinya. Begitu pula dengan saudara kandung. Jika kakaknya memiliki VUR, adik yang selanjutnya dapat berisiko mengalami hal yang sama. Oleh karena itu, dokter akan menyarankan orangtua untuk menjalani skrining guna mendeteksi VUR primer.

Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana refluks vesikoureter didiagnosis?

Refluks vesikoureter didiagnosis lewat tes urin yang dapat mendeteksi gejala infeksi saluran kencing (ISK). Tes lainnya yang mungkin dijalankan untuk mendiagnosis VUR adalah:

  • USG ginjal dan kandung kemih (sonografi)
  • Voiding cystourethrogram (VCUG). Tes ini menggunakan sinar X-ray untuk memindai kandung kemih ketika penuh terisi cairan dan sewaktu kosong, untuk mendeteksi adanya keanehan. Selang kateter akan dimasukkan ke dalam uretra (saluran kencing) hingga menuju kandung kemih, untuk mengalirkan cairan pewarna khusus yang bisa terlihat pada mesin rontgen. Kateter kemudian dilepas agar anak Anda bisa kencing. Selama anak buang air kecil, rontgen akan terus dilakukan untuk mengetahui apakah kandung kemihnya berfungsi normal. Risiko yang mungkin terjadi dari prosedur ini adalah rasa tidak nyaman saat dimasukkan kateter dan kemungkinan infeksi saluran kencing.
  • Scan nuklir (radionuclear cystogram), prosedur ini mirip VCUG, tapi tidak menggunakan cairan pewarna khusus. Yang digunakan adalah alat pendeteksi radiasi (radioisotope). Risiko yang mungkin terjadi dari prosedur ini adalah rasa tidak nyaman saat dimasukkan kateter dan saat buang air kecil. Urin anak mungkin berwarna pink kemerahan selama 1-2 hari setelah tes.

Dari tes-tes ini dapat diketahui tingkat keparahan VUR yang dialami. VUR tergolong ringan ketika aliran balik urin hanya mencapai oretra. Yang lebih parah mungkin melibatkan pembengkakan ginjal parah (hydronephrosis) dan uretra yang terbelit (tingkat paling parah).

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk refluks vesikoureter?

Kebanyakan kasus VUR tidak membutuhkan pengobatan khusus. Seiring waktu uretra anak ikut berkembang, sehingga kasus VUR ringan mungkin hilang sepenuhnya ketika anak berusia 5 tahun.

Beberapa anak mungkin butuh minum antibiotik (amoxicillin atau trimethoprim-sulfamethoxazole) untuk mengobati infeksi dan mengurangi risiko terjadinya luka yang dapat menyebabkan kerusakan ginjal. Tes lanjutan selama pengobatan dengan antibiotik mungkin diperlukan untuk mengetahui apakah kondisi anak Anda sudah membaik.

Operasi mungkin perlu dilakukan untuk mengobati kasus VUR yang lebih parah, untuk membangun saluran uretra baru guna mencegah aliran balik. Operasi juga bisa dianjurkan jika anak terus-terusan mengalami ISK meski sudah mengonsumsi antibiotik, atau tidak bisa mengonsumsi antibiotik karena alergi.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi refluks vesikoureter?

Perubahan gaya hidup berikut dapat membantu anak Anda mengatasi gejala refluks vesikoureter:

  • Perbanyak minum air putih, untuk mencairkan urin dan membilas bakteri dari dalam kandung kemih.
  • Hindari minum jus, minuman energi, teh, dan minuman bersoda sampai infeksinya benar-benar sembuh. Minuman-minuman ini dapat memeprparah infeksi, dan bisa menyebabkan anak bolak-balik buang air kecil.
  • Kompres perut anak dengan waslap atau handuk yang telah direndam air hangat. Ini berguna untuk meredakan yeri di sekitar area perut akibat ISK.

Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut. Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Benar Tinggi Badan Bertambah Saat Anak Tidur?

Mungkin ada alasannya kenapa banyak orangtua sejak zaman dahulu selalu menyuruh anak tidur cukup. Apakah benar tinggi badan bertambah saat anak tidur?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala

Menelusuri Jumlah Kasus Positif COVID-19 Anak di Indonesia

Anak rentan mengalami gejala berat dan komplikasi. IDAI mencatat, angka kasus COVID-19 pada anak di Indonesia menjadi yang tertinggi di Asia.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 04/06/2020

Orang yang Negatif Ternyata Beda dengan Orang Toxic, Ini Alasannya

Istilah ‘orang negatif’ dan ‘orang toxic’ sering dikaitkan antara satu sama lain. Walaupun mirip, ada beberapa faktor yang membedakan keduanya.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu

Dinilai Belum Aman, Uji Klinis Hydroxychloroquine untuk Obat COVID-19 Ditunda

Hydroxychloroquine adalah obat malaria yang berpotensi menjadi obat COVID-19, tapi uji klinisnya dihentikan sementara karena dinilai tak aman bagi pasien.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 04/06/2020

Direkomendasikan untuk Anda

memilih kosmetik untuk kulit sensitif

Tips Memilih Kosmetik yang Aman bagi Kulit Sensitif

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 04/06/2020
gejala kanker usus besar

Apakah Anda Berisiko Kanker Usus Besar?

Ditulis oleh: Luthfiya Rizki
Dipublikasikan tanggal: 04/06/2020
vaksin pneumonia

Berbagai Vaksin yang Bisa Mencegah Pneumonia

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 04/06/2020
dampak menghirup udara kotor

Tak Hanya di Luar, Udara Kotor di Dalam Ruangan Bisa Ganggu Sistem Pernapasan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 04/06/2020