Penyakit Radang Panggul

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update Mei 11, 2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu penyakit radang panggul?

Pelvic Inflammatory Disease (PID) atau penyakit radang panggul adalah infeksi pada organ reproduktif wanita seperti uterus, serviks, ovarium, atau tuba fallopi. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang ditularkan melalui hubungan seksual. 

Infeksi ini cenderung lebih cepat menyebar pada saat menstruasi. Penyakit radang panggul dapat melukai tuba fallopi dan ovarium, yang mengakibatkan sulitnya untuk hamil atau menyebabkan terjadinya kehamilan ektopik (berkembangnya fetus di tuba fallopi).

Radang panggul sering tidak menimbulkan tanda atau gejala. Akibatnya, Anda mungkin tidak menyadari bahwa Anda mengidap kondisi ini dan membutuhkan perawatan. 

PID adalah kondisi yang mungkin terdeteksi setelah Anda merasa kesulitan hamil atau jika Anda mengalami nyeri panggul kronis. 

Seberapa umum penyakit ini?

Wanita yang sering berhubungan seksual dengan beberapa orang atau tertular penyakit menular seksual/sexually transmitted diseases (STDs) umumnya akan mudah terkena penyakit ini. 

Hal ini dapat diatasi dengan memperkecil faktor pemicu pada diri anda. Silakan diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala dari penyakit radang panggul?

Penyakit radang panggul dapat disebabkan oleh Chlamydia di mana terkadang tidak terlihat gejala apapun. Namun, pada kebanyakan kasus, gejala-gejala PID adalah:

  • Demam;
  • Sakit pada panggul, bagian abdominal, atau pinggang;
  • Keluarnya cairan pada vagina secara tidak normal;
  • Pendarahan setelah hubungan seksual;
  • Merasa kedinginan, kelelahan;
  • Sering buang air kecil dan terasa nyeri setelah buang air kecil;
  • Perdarahan secara tidak normal atau mudah terluka;
  • Kehilangan nafsu makan;
  • Mual atau muntah-muntah;
  • Menstruasi yang tidak teratur;

Ada beberapa gejala yang mungkin tidak tertulis pada daftar. Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan dengan dokter.

PID adalah kondisi yang mungkin menyebabkan gejala ringan, atau tidak ada sama sekali. Namun ketika kondisinya parah, PID adalah kondisi yang dapat menyebabkan demam, sakit perut atau panggul parah, terutama ketika pemeriksaan panggul. 

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda atau gejala seperti yang tertulis di atas atau Anda memiliki pertanyaan lain, silakan konsultasikan dengan dokter. Jika Anda merasa malu dan menutupinya, hal itu hanya akan membuat kondisi Anda semakin parah dan sulit untuk diobati. 

Berikut adalah pertanda bahwa PID membutuhkan pertolongan medis:

  • Nyeri parah di perut Anda
  • Mual dan muntah, serta tidak mampu menahannya
  • Demam, dengan suhu lebih tinggi dari 38,3 ℃
  • Keputihan tidak bersih

Jika tanda dan gejalanya menetap, tetapi tidak parah, kunjungi dokter sesegera mungkin. Keputihan dengan bau, sakit saat buang air kecil, atau perdarahan di antara siklus menstruasi dapat berkaitan dengan infeksi menular seksual (IMS). 

Jika tanda dan gejala ini muncul, berhentilah berhubungan seksual dan segera kunjungi dokter Anda. Perawatan IMS adalah upaya untuk membantu mencegah PID. 

Setiap orang memiliki respon yang berbeda pada tubuhnya. Sangat dianjurkan untuk selalu mendiskusikan kepada dokter apa yang terbaik untuk situasi Anda.

Penyebab

Apa penyebab penyakit radang panggul?

Penyebab umumnya terjadinya penyakit radang panggul adalah seks yang tidak aman dengan pengidap gonorrhea, chlamydia, atau penyakit menular seksual lainnya. Lebih lanjut, bakteri menginvasi tubuh ketika Anda:

  • Aborsi;
  • Melahirkan;
  • Keguguran;
  • Menjalani biopsi.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk penyakit radang panggul?

Faktor pemicu untuk PID adalah:

  • Berhubungan seksual ketika Anda masih terlalu muda (di bawah usia 25 tahun)
  • Berhubungan seksual dengan seseorang yang terkena gonorrhea atau chlamydia;
  • Berhubungan seksual secara tidak aman dengan beberapa orang berbeda;
  • Memiliki riwayat penyakit menular seksual (STDs) di masa lampau;
  • Douching (cuci vagina) secara rutin.

Sebagian besar ahli, seperti disebutkan Mayo Clinic, setuju bahwa pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim (IUD) tidak meningkatkan risiko radang panggul. Potensi risiko mungkin muncul dalam tiga minggu pertama setelah pemasangan.

Tidak memiliki gejala atau tanda-tanda tersebut bukan berarti Anda terbebas dari penyakit radang panggul. Faktor pemicu yang tertulis di atas hanya sekedar referensi. Sangat dianjurkan untuk selalu mendiskusikan ke spesialis untuk informasi lebih rinci.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk penyakit radang panggul?

Pengobatan dini sangatlah baik, sebelum infeksi menyebar. Dokter mungkin memberi resep kombinasi dari antibiotik suntik atau minum. 

Pada infeksi yang lebih parah, hal pertama yang dibutuhkan adalah rawat inap di rumah sakit dan antibiotik akan diberikan melalui infus. Untuk nanah di sekitar tuba fallopi atau ovarium yang kondisinya tidak menjadi lebih baik dengan antibiotik, dokter akan melakukan operasi (biasanya operasi laparoskopi) untuk mengeluarkan nanah. 

Sebagai tambahan, pasangan seks Anda perlu melakukan pengobatan jika dia memiliki penyakit tersebut. Anda perlu melakukan seks secara aman (dengan menggunakan kondom, sebagai contoh) untuk mencegah penularan.

PID adalah kondisi yang bisa Anda alami lagi jika Anda terinfeksi IMS. Anda juga punya risiko lebih tinggi untuk terkena kondisi ini ketika sebelumnya pernah mengalaminya. 

Komplikasi apa yang mungkin terjadi jika kondisi saya tidak segera ditangani?

Jika didiagnosis dan ditangani secepatnya, komplikasi akibat PID adalah kondisi yang dapat dihindari. Dikutip dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, CDC,  komplikasi dari PID adalah:

  • Pembentukan jaringan parut, baik di luar maupun di dalam tuba falopi yang dapat menyebabkan penyumbatan
  • Kehamilan ektopik (kehamilan di luar rahim)
  • Infertilitas (ketidakmampuan untuk hamil)
  • Nyeri panggul atau perut jangka panjang. 

Tes apa yang biasa dilakukan untuk penyakit radang panggul?

Dokter akan membuat diagnosis dari gejala-gejala yang terlihat serta pemeriksaan panggul (pelvic) dan tes laboratorium. Tes darah akan menunjukkan jika terjadi infeksi.

Terkadang, gejala kehamilan ektopik sama dengan gejala PID, dan dokter perlu untuk mengetahui apa yang menyebabkan gejala tersebut. 

Tes lain untuk menguji adanya infeksi antara lain pelvic ultrasonography, magnetic resonance imaging (MRI), atau CT scan dapat membantu diagnosa.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit radang panggul?

Berikut gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu anda mengatasi penyakit ini :

  • Rutin menemui dokter untuk observasi perkembangan penyakit dan kondisi kesehatan Anda.
  • Ikuti saran dokter, lakukan pengobatan sesuai yang dianjurkan, jangan menghentikan pengobatan atau mengubah dosis kecuali jika dokter menyarankan.
  • Berikan pengobatan kepada pasangan seks Anda agar tidak saling menginfeksi satu sama lain.
  • Lakukan hubungan seks yang aman
  • Hubungi dokter jika gejala yang dimiliki tidak membaik dalam waktu 48 jam atau jika gejala menjadi lebih buruk setelah melakukan pengobatan, sebagai contoh, jika demam atau nyeri pada panggul lebih parah dari sebelumnya.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Meningitis (Radang Selaput Otak)

    Meningitis adalah peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang (meninges). Bagaimana gejala dan cara mengobatinya?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh Fajarina Nurin

    5 Penyakit dari Kucing yang Bisa Menular ke Anak Anda

    Bermain dengan kucing memberikan manfaat bagi perkembangan anak. Namun, orangtua tetap perlu waspada karena anak juga bisa tertular penyakit dari kucing.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Diah Ayu
    Kesehatan Anak, Parenting Februari 25, 2020

    Kulit Anak Terinfeksi Setelah Dicakar Kucing; Apakah Akan Menular ke Anak Lain?

    Dicakar kucing tidak hanya menimbulkan lecet, tapi juga bisa berisiko menimbulkan infeksi pada anak. Lantas, bila si kecil terinfeksi, apakah akan menular?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh Aprinda Puji
    Kesehatan Anak, Parenting Februari 22, 2020

    Tak Seperti Benang Jahit Biasa, Berikut Bahan-Bahan Pembuat Benang Operasi

    Tak seperti jenis benang lainnya, benang jahit operasi terbuat dari bahan khusus yang steril dan aman digunakan di berbagai jaringan dalam tubuh.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh Widya Citra Andini
    Hidup Sehat, Fakta Unik Maret 28, 2019

    Direkomendasikan untuk Anda

    Kondisi Genetik Ayah Turut Menentukan Jenis Kelamin Anak yang Lahir

    Kondisi Genetik Ayah Turut Menentukan Jenis Kelamin Anak yang Lahir

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Diah Ayu
    Tanggal tayang April 25, 2020
    Bagaimana Selulitis Terjadi pada Anak dan Cara Mencegahnya?

    Bagaimana Selulitis Terjadi pada Anak dan Cara Mencegahnya?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh Ihda Fadila
    Tanggal tayang April 18, 2020
    Gastritis

    Gastritis

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh Novita Joseph
    Tanggal tayang April 13, 2020
    Apakah Kucing dan Hewan Lainnya Dapat Tertular COVID-19 dari Manusia?

    Apakah Kucing dan Hewan Lainnya Dapat Tertular COVID-19 dari Manusia?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh Ulfa Rahayu
    Tanggal tayang April 9, 2020