home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Apakah IUD Bisa Menyebabkan Radang Panggul?

Apakah IUD Bisa Menyebabkan Radang Panggul?

Ada beragam pilihan alat kontrasepsi. Salah satu kontrasepsi yang cukup populer digunakan oleh wanita adalah IUD atau intrauterine device. Masyarakat Indonesia lebih sering menyebutnya dengan KB spiral. Namun kabarnya, seorang wanita berisiko mengalami radang panggul akibat IUD. Benarkah demikian? Yuk, simak penjelasan berikut!

Mungkinkah bisa menderita radang panggul akibat pakai IUD?

radang panggul akibat IUD

Penyakit radang panggul atau pelvic inflammatory disease (PID) adalah penyakit yang terjadi akibat adanya infeksi pada organ reproduksi wanita.

Penyakit ini kerap kali dihubungkan dengan penggunaan IUD.

Padahal, Carolyn B. Sufrin, MD, MA dari University of California San Francisco mengemukakan bahwa radang panggul akibat IUD sangat jarang terjadi.

Jika ternyata seorang wanita mengalami radang panggul saat pakai IUD, kemungkinan infeksinya bukan akibat IUD, tetapi karena faktor lain.

Faktor lain tersebut mungkin saja gonore dan penyakit menular seksual lainnya. Penyakit menular ini bisa jadi sudah Anda alami sebelum memakai IUD.

Oleh karena itu, sebelum memasang alat tersebut sebaiknya lakukan tes skrining kesehatan terlebih dahulu untuk memastikan organ reproduksi Anda sehat.

Jika ditemukan infeksi bakteri, sebaiknya diobati lebih dulu sebelum pasang IUD.

Radang panggul terjadi akibat infeksi bakteri

gejala radang panggul

Pada dasarnya, penyakit radang panggul terjadi karena adanya infeksi bakteri pada vagina, rahim, tuba fallopi, ataupun indung telur.

Jadi lagi-lagi, radang panggul bukan akibat adanya alat kontrasepsi IUD di dalam tubuh Anda. IUD sudah didesain sedemikian rupa agar aman digunakan.

Bahkan, ia bisa tinggal di dalam tubuh hingga bertahun-tahun tanpa menyebabkan masalah bagi kesehatan wanita.

Itulah mengapa sebenarnya Anda tidak perlu khawatir.

Meski begitu, sebaiknya berhati-hatilah memasang IUD sembarangan. Hindari pasang IUD di klinik yang tidak resmi atau oleh orang yang tidak profesional alias bukan tenaga medis.

Jangan sampai alat yang digunakan untuk memasukkan IUD tidak disterilkan dengan baik sehingga terkontaminasi bakteri.

Kontaminasi inilah yang dapat menyebabkan berbagai masalah pada tubuh Anda, termasuk radang panggul.

Rasa kram hanya berlangsung sementara

Meskipun risiko radang panggul akibat IUD terbilang kecil, tetapi Anda mungkin akan merasakan rasa tidak nyaman setelah IUD terpasang.

Rasa tidak nyaman tersebut biasanya digambarkan seperti nyeri atau kram pada area panggul dan perut bagian bawah.

Selain itu, beberapa wanita mungkin mengalami gangguan menstruasi seperti flek, keluar darah di luar masa haid, darah haid yang lebih banyak, dan nyeri haid yang lebih sakit.

Namun, Anda tidak perlu khawatir karena berbagai kondisi tersebut merupakan hal yang wajar saat pakai IUD selama menstruasi.

Ini karena tubuh sedang beradaptasi dengan kehadiran benda asing.

Gejala-gejala tersebut hanya berlangsung sementara di awal pemakaian. Umumnya, gejalanya akan berangsur ringan dan berhenti setelah 20 hari atau 1 bulan setelah pemakaian.

Meski begitu, jika rasa nyeri tersebut sangat mengganggu dan cukup sering terjadi, sebaiknya periksakan diri ke dokter.

Bagaimana jika mengalami nyeri panggul setelah pakai IUD?

penyebab nyeri panggul

Setelah memasang IUD, biasanya dokter akan meminta Anda untuk rutin kontrol setiap minggu.

Hal ini bertujuan untuk memantau kondisi Anda dan memastikan IUD yang terpasang dalam posisi yang pas.

Saat mengalami nyeri, dokter akan memastikan apakah ini karena radang panggul (PID) atau hanya nyeri panggul yang wajar Anda rasakan sebagai proses adaptasi tubuh akibat pasang IUD.

Jika ternyata Anda mengalami radang panggul, IUD mungkin tidak langsung dikeluarkan.

Dokter akan memberikan obat-obatan untuk menyembuhkan peradangan yang terjadi.

Obat tersebut dapat berupa obat minum, obat suntik, ataupun tablet yang dimasukkan ke dalam vagina.

Setelah itu, kondisi Anda akan dipantau selama 2-3 hari. Jika tidak membaik, dokter baru akan mempertimbangkan untuk mengeluarkan IUD.

Cara mencegah radang panggul akibat IUD

tes bernstein

Melansir situs CDC, radang panggul setelah penggunaan IUD merupakan kondisi yang cukup sulit dideteksi penyebabnya.

Ini karena ada berbagai faktor yang mungkin menjadi alasan terjadinya radang panggul.

Namun, terdapat sejumlah cara untuk mencegah hal ini terjadi, antara lain sebagai berikut.

1. Terapkan seks aman

Salah satu faktor penyebab radang panggul (PID) adalah penyakit infeksi menular seksual.

Untuk mencegah tertular penyakit tersebut, hindari bergonta-ganti pasangan dan gunakanlah kondom saat berhubungan intim.

2. Hindari douching vagina

Pembersihan vagina dengan metode douching dapat mematikan flora alami vagina.

Akibatnya, terdapat ketidakseimbangan bakteri dalam vagina yang membuat Anda rentan terinfeksi penyakit.

3. Patuhi jadwal kontrol

Biasanya, dokter akan menjadwalkan kontrol secara berkala pada awal pemakaian IUD. Sebaiknya, patuhi jadwal tersebut agar kondisi Anda dapat terpantau.

Sampaikan pula keluhan yang Anda rasakan secara terbuka agar dapat mengobati sejak dini gejala penyakit PID.

4. Periksakan kondisi pasangan

Untuk mencegah penyakit radang panggul akibat IUD, sebaiknya periksakan juga kondisi pasangan.

Jika pasangan mengalami penyakit infeksi, sebaiknya obati lebih dulu sebelum berhubungan dengan Anda.

Kalkulator Masa Subur

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Berapa lama siklus haid Anda?

(hari)

28

Berapa lama Anda haid?

(hari)

7

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Pelvic Inflammatory Disease (PID) – 2015 STD Treatment Guidelines. (2015). Retrieved 30 July 2021, from https://www.cdc.gov/std/tg2015/pid.htm

U.S. Selected Practice Recommendations for Contraceptive Use, 2013. (2013). Retrieved 30 July 2021, from https://www.cdc.gov/mmwr/preview/mmwrhtml/rr6205a1.htm

IUDs Don’t Cause Pelvic Inflammatory Disease in Women. (2012). Retrieved 30 July 2021, from https://www.ucsf.edu/news/2012/11/98728/iuds-dont-cause-pelvic-inflammatory-disease-women

Hormonal IUD (Mirena) – Mayo Clinic. (2020). Retrieved 30 July 2021, from https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/mirena/about/pac-20391354

Pelvic inflammatory disease (PID) – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 30 July 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pelvic-inflammatory-disease/symptoms-causes/syc-20352594

Copper IUD (ParaGard) – Mayo Clinic. (2020). Retrieved 30 July 2021, from https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/paragard/about/pac-20391270

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui 04/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita