Psoriasis Vulgaris

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update Maret 27, 2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu psoriasis vulgaris?

Psoriasis vulgaris atau psoriasis plak adalah psoriasis yang ditandai dengan lesi (kulit pecah) dengan tampilan khas berupa plak atau bercak merah dengan sisik kulit tebal yang terdiri dari lapisan kulit mati.

Gejala ini terdistribusi secara simetris pada bagian kulit tertentu, beberapa bagian yang paling sering terdampak adalah kulit kepala, siku, lutut, dan bagian bawah punggung.

Gejala psoriasis vulgaris termasuk sulit untuk diatasi. Untungnya, terdapat berbagai pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengendalikan gejala.

Seberapa umumkah penyakit ini?

Psoriasis plak termasuk jenis psoriasis yang paling sering dialami. Di antara seluruh kasus psoriasis sekitar 80-90% gejalanya memperlihatkan bentuk psoriasis vulgaris.

Data WHO menyebutkan bahwa 125 juta otang atau 2-3 persen penduduk dunia menderita psoriasis. Di Indonesia sendiri, orang dengan psoriasis (ODEPA) di tahun 2016 diperkirakan berjumlah 1-3 persen.

Berdasarkan laporan yang dipublikasikan American Family Physician, penderita psoriasis terbanyak adalah laki-laki, tetapi wanita juga memiliki kesempatan yang sama untuk terjangkit penyakit ini.

Sebanyak 30% penderita psoriasis di Amerika menunjukkan gejala awal seperti psoriasis vulgaris. Hampir 60% penderita psoriasis melaporkan bahwa gejala awal yang mereka alami menjadi menjadi permasalahan yang dapat menurunkan kualitas hidup.

Tanda-tanda dan gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala psoriasis vulgaris?

Psoriasis vulgaris adalah penyakit kulit yang tidak dapat disembuhkan dan berlangsung menahun. Gejala bisa hilang dan kembali muncul akibat faktor pemicu tertentu. Kendati demikian, penyakit kulit ini tidak dapat ditularkan dari orang ke orang.

Gejala khas dari psoriasis vulgaris yang bisa membedakannya dengan jenis psoriasis lainnya adalah:

  • Plak atau bercak merah pada kulit dengan sisik tebal berwarna perak
  • Kulit yang menebal
  • Lapisan kering, tipis, dan berwarna putih keperakan yang menutupi plak
  • Paling sering muncul di kulit kepala, siku, lutut, dan punggung bawah
  • Kulit kering dan pecah-pecah hingga berdarah
  • Rasa gatal dan terbakar pada area yang terkena

Ukuran plak atau bercak bisa beragam mulai dari yang sebesar koin hingga seukuran telapak tangan. Bagian kulit yang terkena psoriasis sering menimbulkan rasa gatal dan perih. Selain itu, kulit juga mudah pecah dan mengeluarkan darah.

Kulit yang terdampak psoriasis bisa berubah kemerahan. Pada area kulit yang berwarna lebih gelap, psoriasis menyebabkan kulit bertambah gelap hingga bahkan tampak seperti abu-abu keunguan atau coklat gelap.

Selain itu, bagian kuku kaki dan tangan juga bisa terdampak oleh psoriasis plak. Berikut adalah berbagai gejala psoriasis vulgaris yang muncul saat penyakit menyebar ke kuku:

  • Lekukan kecil di kuku
  • Kuku yang kasar, menebal, dan cenderung rusak
  • Munculnya tumpukan sel kulit di bawah kuku
  • Munculnya warna putih, kuning, atau cokelat di bawah kuku

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda baru pertama kali mengalami tanda-tanda dan masalah kulit seperti yang telah disebutkan, segerakan untuk memeriksakan diri ke dokter spesalis kulit. Terlebih apabila gejala psoriasis vulgaris yang Anda alami telah berlangsung dalam waktu lama.

Kondisi lainnya yang memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut adalah:

  • Berlangsung terus-menerus dan membuat Anda sakit serta tidak nyaman sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Membuat Anda khawatir terhadap penampilan diri.
  • Menimbulkan masalah sendi, seperti nyeri, bengkak atau yang penyakit lain mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Sulit melakukan rutinitas sehari-hari

Apabila Anda megobati psoriasi vulgaris kambuh tapi ternyata gejala tak kunjung membaik, segera cari bantuan medis.

Kondisi ini menandakan Anda membutuhkan jenis perawatan ataupun kombinasi pengobatan yang berbeda untuk mengendalikan gejala.

Penyebab

Apa penyebab psoriasis vulgaris?

Penyebab psoriasis belum diketahui secara pasti, tapi terdapat berbagai faktor yang dapat memicu kemunculan gejala penyakit ini.

Psoriasis itu sendiri diduga terkait dengan gangguan autoimun. Autoimun merupakan kondisi di mana sistem kekebalan tubuh yang berperan dalam melawan zat asing seperti virus dan bakteri malah keliru menyerang sel-sel kulit yang sehat. Akibatnya, terjadi regenerasi sel kulit yang terlalu cepat.

Pada kondisi normal tubuh akan mengganti sel-sel kulit mati dengan memproduksi sel-sel kulit baru dalam beberapa minggu.

Sementara dalam kasus psoriasis vulgaris, pertumbuhan sel-sel kulit baru hanya terjadi dalam hitungan hari. Kondisi ini menyebabkan terjadinya penumpukan sel kulit sehingga permukaan kulit menjadi tebal.

Selain autoimun, beberapa kondisi turut diduga juga berhubungan dengan penyebab terjadinya psoriasis vulgaris, yaitu genetik.

Psoriasis merupakan penyakit kulit yang diturunkan di dalam keluarga. Berdasarkan data WebMD, dari 10% orang yang merupakan keturunan dari anggota keluarga yang mengalami psoriasis 3% di antaranya mengidap penyakit ini.

Faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk terkena psoriasis plak?

Gejala psoriasis dapat hilang segera setelah melalui pengobatan, tapi bisa kembali kambuh sewaktu-waktu. Risiko kekambuhan gejala terutama terjadi ketika ada faktor pemicu yang dapat memengaruhi reaksi sistem imun.

Berikut ini adalah berbagai faktor yang dapat meningkatkan seseorang untuk terkena psorisasis vulgaris:

  • infeksi virus dan bakteri
  • stres
  • obesitas atau kelebihan berat badan
  • luka atau gigitan serangga di kulit
  • perubahan hormon
  • konsumsi obat-obatan tertentu seperti lithium, antimalaria, antiradang, dan beta blockers
  • perubahan cuaca yang ekstrem

Setiap penderita psoriasis bisa memiliki faktor pemicu yang berbeda-beda. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui faktor pemicu apa yang menyebabkan kambuhnya gejala psoriasis.

Diagnosis

Bagaimana dokter mendiagnosis psoriasis plak?

Cara dokter mendiagnosis psoriasis vulgaris adalah dengan pemeriksaan fisik untuk mengidentifikasi gejala. Biasanya tidak diperlukan tes darah atau uji laboratorium lainnya untuk memastikan hasil diagnosis.

Selain itu, dokter juga akan menanyakan riwayat kesehatan keluarga. Tujuannya untuk mengecek apakah Anda memiliki risiko psoriasis yang menurun dari keluarga atau tidak.

Pun demikian, dokter biasanya perlu membedakan psoriasis vulgaris dengan jenis psoriasis lainnya seperti psoriasis gutata yang memiliki ciri-ciri serupa, tapi disebabkan oleh infeksi bakteri.

Namun apabila hasil diagnosis awal dirasa tidak pasti, maka dokter bisa saja mengambil sampel sel kulit yang terdampak untuk selanjutnya dilakukan biopsi.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk psoriasis vulgaris?

Psoriasis vulgaris adalah penyakit kulit menahun yang tidak bisa disembuhkan. Saat psoriasis berlangsung, gejala bisa bersifat ringan ataupun serius sehingga mengakibatkan rasa gatal dan perih yang sangat intens.

Pengobatan yang tepat bisa mengendalikan tingkat keparahan gejala ini sekaligus menghentikan terjadinya penebalan kulit akibat gangguan autoimun.

Perawatan umumnya terbagi dalam tiga kategori, yaitu obat topikal (obat oles), obat oral atau suntik, dan terapi cahaya.

Beberapa pilihan obat dan pengobatan psoriasis vulgaris adalah:

  • Krim atau salep krotikosteroid yang diresepkan oleh dokter dan digunakan secara rutin, tapi tidak lebih dari 8 minggu.
  • Retinoid yaitu obat yang merupakan turunan dari vitamin A untuk mengontrol produksi sel-sel kulit baru.
  • Obat-obatan sistemik seperti methotrexate dan cyclosporine yang mengendalikan reaksi sistem imun.
  • Terapi biologis melalui obat abatacept yang cara kerjanya menargetkan secara langsung bagian sistem imun yang mengalami gangguan, yaitu sel T. Pengobatan biologis juga menghambat protein dalam sistem imun yang bisa menyebabkan psoriasis arthritis, seperti tumor necrosis factor-alpha (TNF-alpha), interleukin 17, dan interleukins 12 dan 23. Untuk menargetkan masing-masing protein, obat yang digunakan adalah certolizumab pegol, secukinumab, dan tildrakizumab-asmn.
  • Terapi cahaya (fototerapi) dengan menembakan sinar ultraviolet pada kulit untuk menekan pertumbuhan sel-sel kulit.
  • Vitamin D3 untuk mereduksi produksi sel-sel kulit.

Seiring bertambahnya umur daya tahan tubuh akan bertambah kuat dan bekerja semakin baik sehingga reaksi autoimun yang menyebabkan psoriasis lebih jarang terjadi.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan untuk mengatasi psoriasis?

Gejala psoriasis bisa tidak muncul dalam waktu lama, tapi bisa kambuh lagi akibat faktor pemicu tertentu. Selain dapat membantu meringankan gangguan kulit, perawatan psioriasis vulagaris di rumah juga dapat mengedalikan kambuhnya gejala:

  • Melakukan perawatan kulit kepala menggunakan sampo khusus psoriasis yang mengandung asam salisilat dan coal tar.
  • Rutin mandi untuk menghilangkan sisik pada kulit dan menjaga  kelembapan kulit.
  • Mengurangi stres dengan melakukan kegiatan relaksasi seperti meditasi dan yoga
  • Melakukan diet seimbang dengan sumber makanan yang menghambat terjadinya inflamasi atau peradangan.
  • Melakukan olahraga secara rutin.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Setiap Jenis Cacar Berbeda Penyebabnya, Bagaimana Pengobatannya?

Berbeda jenis cacar, maka berbeda pula cara mengobati gejalanya. Pastikan Anda mengenali setiap jenis cacar sehingga tidak salah melakukan penanganan.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala

Waspadai Penyebab Cacar Air dan Berbagai Faktor Risikonya

Penyebab utama penyakit cacar air adalah infeksi virus varicella-zoster. Bagaimana infeksi memengaruhi keparahan penyakit? Bisakah sembuh dengan sendirinya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala

Waspadai Ciri Scabies Berdasarkan Jenis dan Parahnya Gejala Kudis

Scabies atau kudis merupakan penyakit kulit menular. Penting bagi Anda mengenali ciri dan gejala scabies (kudis) untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala

Ciri-Ciri Cacar Api yang Wajib Dikenali, Jika Anda Sudah Pernah Kena Cacar Air

Ciri-ciri cacar api memiliki pola penyebaran lenting yang berbeda dengan cacar air. Gejala cacar api juga disertai nyeri pada kulit.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala

Direkomendasikan untuk Anda

Cacar Api pada Anak: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya

Cacar Api pada Anak: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal tayang Mei 24, 2020
Penanganan Psoriasis Arthritis dengan Tips Menjalani Hidup Sehat

Penanganan Psoriasis Arthritis dengan Tips Menjalani Hidup Sehat

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Diah Ayu
Tanggal tayang Mei 23, 2020
Kapan Harus Menggunakan Obat Anti Jamur Saat Muncul Gatal pada Kulit?

Kapan Harus Menggunakan Obat Anti Jamur Saat Muncul Gatal pada Kulit?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Willyson Eveiro
Tanggal tayang Mei 22, 2020
6 Bahan Alami yang Bisa Dimanfaatkan untuk Obat Kudis Tradisional

6 Bahan Alami yang Bisa Dimanfaatkan untuk Obat Kudis Tradisional

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal tayang Mei 22, 2020